
qiana kini sedang berlari bersama mario di halaman villa yang baru saja ia beli "kamu suka dengan villa yang ayah beli buat kamu" tanya mario
"iya ayah, qiana suka sekali" balas qiana masih bermain kejar-kejaran dengan mario
laras mengamati ayah dan anak itu yang sedang bercanda dan tertawa "syukurlah jika setidaknya dia bisa tersenyum dengan adanya qiana di sampingnya" gumam laras yang setidaknya ikut tersenyum melihat tawa lebar dari mario yang melupakan masalahnya walaupun sejenak
"sudah ah yah capek" qiana berlari menghampiri laras dan meminta minum darinya
"nih minum dulu" laras memberikan minum untuk qiana dan tak lupa laras juga mengambilkan minum untuk mario
"ini untuk tuan" ucap laras menyodorkan botol minum pada mario
"terima kasih" ucap mario
"sama-sama tuan" balas laras
qiana menengadahkan tangannya ke atas "basah yah" ucap qiana
"wah hujan" gumam laras yang berniat menggendong qiana agar segera masuk ke dalam villa karena hujan mulai turun
"biar saya saja" mario merebut qiana dan berlari masuk ke dalam villa di ikuti laras yang berlari masuk
melihat qiana yang basah laras langsung memandikan qiana agar tidak terkena flu "ayok nona mandi dulu" ajak laras
melihat qiana sudah di ambil alih oleh laras, mario memutuskan untuk mandi karena dirinya juga basah terkena air hujan
laras menidurkan qiana yang sudah lelah karena seharian bermain dengan mario "selamat tidur nona" laras mengecup kening qiana dan berjalan keluar kamar qiana
"ah" laras begitu kaget saat bertabrakan dengan mario "maaf tuan, saya gak lihat tuan akan masuk" ucap laras
"tadinya saya mau ngecek qiana" mario melirik qiana yang sudah tertidur dari celah pintu yang belum tertutup sempurna "tapi ternyata dia sudah tertidur" ucap mario
"iya dia sudah tidur tuan, saya permisi mau mandi dulu ya tuan" pamit laras
__ADS_1
"iya" balas mario
***
mario duduk di tepi jendela besar villanya sambil melihat air hujan yang masih turun dengan derasnya. mario meminum wine sambil melihat hujan dalam diam "kenapa hidupku seperti ini " gumam mario terus menenggak wine miliknya dengan gerakan pelan
laras yang baru selesai mandi berjalan ke luar kamarnya untuk mengambil minum dan saat ia akan ke dapur ia melihat mario yang sedang minum sendirian "tuan minum" tanya laras cemas dengan mario
mario tersenyum simpul "hanya sedikit saja" mario menunjukan botol wine miliknya yang baru terkuras sedikit
laras menghampiri mario "jangan terlalu banyak minum tuan, nanti misa mabuk loh" ucap laras
"mungkin saya sedikit butuh mabuk hari ini" balas mario dengan kekehan
laras mengambil gelas mario dan menenggaknya hingga tandas "biar saya temani minum" ucap laras
"kamu bisa minum" tanya mario
"tentu bisa, anda lupa saya tinggal di Inggris cukup lama jadi hal sederhana seperti minum tentu saja saya bisa" balas laras
"apa anda sekacau ini di tinggal nyonya menikah" tanya laras di sela kegiatan minumnya
"walaupun saya kacau tapi tetap saja tidak akan bisa membuat sheryl kembali pada saya, hatinya seudah tertaut jauh oleh pria itu dan mungkin saya kini sudah tidak ada artinya lagi di mata sheryl" kekeh mario "aaahh aku tetap ayah dari anaknya" tambah mario menertawakan dirinya
"jangan seperti ini tuan, jangan terlalu sedih anda masih bisa bahagia karena ada nona qiana" ucap laras
mario tersenyum miris "iya, qiana lah satu-satunya keluarga yang ku punya" kekeh mario mulai terisak
"tapi rasanya tetap sakit" mario menepuk dadanya dan mulai makin kencang terisak dan mungkin ini pengaruh mario yang sudah mulai mabuk
"sudahlah tuan jangan menangis" laras mengusap punggung mario agar marioberhenti menangis
mario jatuh dalam pangkuan laras dan terus terisak, sedangkan laras terus mengusap punggung mario dengan lembut agar pria itu berhenti menangis
__ADS_1
lama sudah marioterus terisak, mario mulai menghentikan tangisnya " bukankah saya begitu menyedihkan, begitu menyedihkan sampai harus di tinggalkan seperti ini" ucap mario
"jangan seperti ini tuan, tuan adalah orang yang baik jadi pasti anda akan betemu dengan wanita yang baik juga jadi bangkitlah tuan jangan terus bersedih" nasehat laras
mario mendongak dan menatap manik coklat mata milik laras, lama kelamaan tatapan mata ikut makin menghipnotis dalam sampaitak tahu bagaimana ceritanya kedua benda kenyal itu saling bertabrakan "emmmmm" mario mengulum dengan rakusnya bibir mungil milik laras dan laras membalas setiap perlakuan mario yang begitu memabukan
ya mungkin itu semua terjadi karena mereka sudah sama-sama mabuk "emmm" laras mendorong tubuh mario saat ia kembali ke kesadarannya "ini salah tuan" laras memperingati mario bahwa ini adalah salah
mario menarik tengkuk laras dan kembali ******* bibir laras dengan rakusnya tak memperdulikan laras yang etrus memukul dada mario agar mario sadar. lama kelamaan penolakan itu urung laras lakukan, tangannya kini melingakr di leher mario dan sungguh mario mulai menikmati cumbuan itu sehingga mario memangut bibir laras dengan lembut
derasnya hujan seolah mendukung apa yang kedua insan itu lakukan, mario menggendong laras bak koala dan laras yang melingkarkan kakinya di pinggang mario. mario membawa laras ke dalam kamarnya tanpa melepas pangutannya dan mereka pun saling bertukar saliva dan mengeluarkan suara indah yang makin menghangatkan kondisi yang cukup dingin di luar
dan entah kapan terjadi kini tubuh mereka sudah polos bak bayi yang lahir, mereka pun saling mengeluarkan suara merdu yang begitu memabukkan "aaaakhh" laras berteriak kesakitan meremas keras seprai ranjang mario tapi mario seolah menulikan suara yang menusuk telinganya dan terus menikmati pergulatan panas yang sedang ia nikmati sekarang
***
mario mulai mengerjapkan matanya saat sinar matahari mulai menusuk matanya "eugghh" mario memegang kepalanya yang begitu berdenyut sakit
saat ia membuka matanya, matanya seolah akan melompat keluar saat ia tidur dalam kondisi polos tanpa apaun hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya di tambah ia tidur dalam posisi memeluk seorang wanita
"apa yang terjadi" batin mario
mario mulai mengingat kembali kejadian semalam saat ia terus merayu laras dengan sentuhannya dan ia menyentuh laras yang belum pernah di sentuh pria manapun. mario menarik rambut yang menutup wajah laras untuk memastikan wanita yang ada dalam pelukannya adalah laras "gila kamu mario!" umpat mario dalam pikirannya
"bik laras" terdengar qiana yang sedang mencari keberadaan laras
buru-buru mario memindahkan tubuh laras dengan pelan lalu memakai kaos yang ia lepas semalam dengan gerakan cepat agar bisa menghampiri qiana yang sudah bangun
"sayang" mario buru-buru menghampiri qiana
"ayah" qiana memeluk mario dengan erat
"bik laras mana ya yah, qiana cari di kamarnya kok gak ada" tanya qiana
__ADS_1
"lagi keluar sebentar buat jalan-jalan pagi, paling sebentar lagi juga pulang. sekarang kamu mandi sama ayah ya" ucap mario
"iya ayah" qiana menurut saja ajakan ayahnya