Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 82 - Membangun Pondasi Baru (End~)


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu sejak kepergian Tuan Theo, dan keluarga Ash secara perlahan mulai melangkah maju dengan menghadapi tantangan hidup yang baru. Setiap hari membawa harapan baru dan kesempatan untuk tumbuh dan belajar.


Ash, Shena, dan Tuan Thomi yang sudah tinggal bersama di Mansion keluarga Vinson serang duduk bersama di ruang keluarga, melihat-lihat album foto keluarga. Mereka tersenyum saat mengenang momen-momen indah bersama Tuan Theo.


Ash menggenggam tangan Shena.


"Shena, Ayah pasti bangga melihat bagaimana kita menjalani hidup kita saat ini. Meski ia telah pergi, semangatnya terus hidup dalam kita."


Shena tersenyum lembut.


"Ya, Ash. Aku merasa hadirnya di antara kita, membimbing dan mendukung kita. Kita telah mengatasi masa-masa sulit ini bersama-sama, dan aku bersyukur memilikimu dan ayahku di dalam hidupku." Ucap Shena yang memanggil suaminya dengan nama dan tidak lagi memanggil Ash dengan embel Tuan, sebutan Paman Tua dan Paman mesum lainnya.


Tuan Thomi tersenyum penuh harap.


"Aku sangat bangga dengan kalian berdua. Kalian telah menunjukkan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa. Sekarang, mari kita fokus pada membangun pondasi baru untuk masa depan kita."


"Apa yang kau maksud, Paman?" Tanya Ash.


"Kita harus mengambil pelajaran dari kepergian Tuan Theo. Dia selalu mendorong kita untuk bermimpi dan mencapai potensi terbaik kita. Sekarang, saatnya kita menjalankan impian dan cita-cita kita dengan lebih berani."

__ADS_1


Shena menatap pamannya dengan penuh harap.


"Apa yang kau pikirkan, Paman?"


"Aku telah memikirkan sebuah proyek baru. Sebuah yayasan amal untuk membantu mereka yang membutuhkan, persis seperti yang Theo selalu lakukan. Meskipun dulu aku membencinya, tapi apa yang ia lakukan tidak luput dari pusat perhatian ku. Kita bisa menggunakan sumber daya dan pengalaman kita untuk membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain." Jelas Tuan Thomi.


"Itu adalah ide yang luar biasa, Paman! Kita bisa menghormati warisan Tuan Theo dengan meneruskan perjalannya."


Ash, Shena, dan Tuan Thomi duduk di ruang keluarga, suasana hangat menyelimuti mereka. Setelah beberapa saat refleksi dan percakapan tentang warisan Tuan Theo, Ash merasakan dorongan yang kuat untuk mengungkapkan suatu ide yang selama ini dipendam dalam hatinya.


Ash menggenggam tangan Shena dengan lembut.


"Shena, ada sesuatu yang ingin aku ajukan. Aku telah memikirkannya dalam beberapa waktu terakhir, dan aku ingin berbagi ide ini denganmu dan juga paman."


"Apa itu, Ash?" Tanya Shena mengernyitkan dahi.


Ash menyelusupkan tangan Shena ke dalam tangannya.


"Aku merasa bahwa saatnya kita memulai keluarga kita sendiri, Shena. Aku ingin membangun masa depan bersamamu, dan satu hal yang terus muncul dalam pikiranku adalah memiliki anak bersama."

__ADS_1


Tuan Thomi tersenyum penuh harap.


"Seorang anak? Itu adalah impian yang indah, Ash. Aku tahu Theo juga pasti sangat menantikan hal ini. Dari dulu dia pasti menginginkan seorang cucu." Ucap Tuan Thomi.


Ash memandang Shena dengan penuh cinta.


"Ya, Shena. Aku tahu ini mungkin terdengar tiba-tiba, tetapi aku yakin kita siap untuk menjadi orang tua. Kehadiran Ayah yang mendatangkan mu pada ku dan kepergiannya telah membuatku memahami betapa berharganya keluarga dan bagaimana kita bisa menjadi sumber cinta dan kebaikan bagi generasi berikutnya."


Shena wajahnya terpancar kegembiraan.


"Ash, aku juga merasakan kerinduan yang sama. Aku ingin membawa kehidupan baru ke dunia ini bersamamu, dan menghormati Ayah dengan menciptakan keluarga yang penuh kasih sayang dan kebaikan."


Ash mengusap lembut perut Shena.


"Mari kita memulai petualangan baru ini, Shena. Kita hadirkan si kecil dalam perut mu ini. Kita akan mengisi rumah kita dengan tawa anak-anak kita dan membentuk mereka menjadi pribadi yang baik, seperti yang ayah lakukan pada mu."


Tuan Thomi tersenyum bangga.


"Aku sangat bahagia melihat kalian berdua memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan pewaris keluarga ini. Aku yakin Theo akan melihat dari atas sana dan tersenyum melihat keturunannya tumbuh dengan penuh cinta dan kebaikan."

__ADS_1


Dalam momen kebahagiaan dan harapan baru itu, keluarga Ash berbagi pelukan hangat. Mereka merasa penuh dengan semangat baru untuk masa depan, mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan kehamilan dan membangun keluarga yang indah bersama.


...~End~...


__ADS_2