Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Keputusasaan


__ADS_3

Romi menatap nyalang brian yang dengan beraninya mengatakan anak yang di kandung kayla adalah anaknya


"jangan coba mainin kayla!" bentak romi dengan suara nyaring yang memenuhi ruangan


putera cukup kaget dengan suara romi yang menggelegar  "sayang, mas bawa putera ke dalam kamar saja ya, biar gak ikutan dengar pertengkaran itu" ucap Hans


"iya mas, aku harus di sini  buat lihat jadi minta tolong ya mas buat jaga putera" bisik kinan


"iya sayang" hans melangkah masuk kamar


saat melangkah seutas senyum terbit dari sudut bibir Hans, setidaknya kali ini ia tidak harus bersusah payah membongkar permasalahan brian karena brian yang mengatakan itu sendiri yang itu artinya pernikahannya dengan kinan akan segera terjadi


"itu suara apaan ya sayang" tanya sheryl yang sayup-sayup mendengar suara teriakan dari luar kamarnya


mario yang sedang sibuk memijit kaki sheryl jadi berhenti sejenak "gak tahu sayang, ada apa ya.." mario juga bertanya-tanya ada apa di luar


"coba cek mas, takut ada masalah"pinta sheryl


"ya sudah mas cek dulu, kamu tungu di sini aja kan kaki kamu masih pegal-pegal " mario berdiri mengusap kepala sheryl dan berjalan ke luar kamar untuk mengecek apa yang terjadi di luar


mario berjalan ke arah ruang keluarga yang di sana sudah ada romi yang sedang membentak brian


"jangan berani nyakitin kayla!" bentak Romi menunjuk ke arah brian


"aku gak mainin dia, aku hanya mau bertanggung jawab dengan anak itu" balas brian


mario jadi kaget sendiri karena brian mengatakan anak. anak siapa? mario yang masih belum paham memilih diam agar lebih jelas memahami situasi


"aku gak mau menikah denganmu" sahut kayla dengan suara lirih


brian menatap penuh rasa bersalah "jangan berusaha kuat kay, dia butuh ayahnya" ucap brian

__ADS_1


kayla menggelengkan kepalanya "aku gak mau menikah denganmu" tangis kayla pun pecah


romi kembali menghampiri kayla dan coba menenangkannya "tenang ya kay, ada aku" ungkap romi


brian menatap kayla "kenapa tak mau menikah denganku" tanya brian


"sudah jelas apa alasannya" kayla menatap tajam brian "anak ini ada karena salahmu dan jagan lupa saat kau memaksaku nama wanita lain yang terus kau sebut" kayla menatap kinan dengan tatapan sulit di artikan


kayla menatap lurus brian "aku memang tak mencintaimu, dan harusnya meminta pertanggungjawaban darimu karena anak ini hadir akibat pemaksaan darimu bukan karena keinginanku" bibir kayla sudah bergetar dan air mata itu sudah mulai berjatuhan "tapi bagiku pernikahan adalah sekali seumur hidup, aku ingin menikah dengan seseorang yang ingin ada di hidupku seterusnya "kayla menatap tajam brian "bukannya menikah sesaat untuk di ceraikan" ungkap kayla


romi tak menyangka kalau kayla hamil karena paksaan dari brian. romi pikir kayla melakukannya dengan ayah anaknya atas dasar suka sama suka tapi ia masih ragu dengan menikah


"aku gak akan menceraikanmu setelah anak itu lahir" balas brian


kayla terkekeh "aku tahu kau masih mencintai non kinan dan masih berharap padanya. jadi apa kau pikir aku mau menikah dengan pria yang di otaknya hanya ada wanita lain" ungkap kayla


brian terdiam, dalam hatinya sungguh-sungguh ingin bertanggung jawab tapi bagaimana bisa dia melupakan kinan begitu saja hanya karena menikah dengan ibu dari anaknya


"lebih baik anda pergi dari sini" usir romi


"cukup!" mario berjalan ke arah brian dan langsung membogem mentah pipi sebelah brian yang belum terluka


mario menoleh ke arah romi "rom bawa kayla ke kamarnya, dia butuh istirahat" ucap mario


"iya tuan"  romi berjalan ke arah kamar kayla agar kayla bisa beristirahat


mario menatap nyalang brian "apa kau gila brian!" bentak mario


briaj yang tadi jatuh terduduk karena pukulan mario hanya diam menunduk "aku gak tahu kenapa jadi seperti ini mario" keluh brian merasa cukup prustasi dengan permasalahannya


"apa kau kembali seperti dulu brian, kembali menjadi orang yang suka main ************ hah!" teriak kinan yang meluapkan emosinya yang sudah ia tahan sedari tadi

__ADS_1


brian menoleh ke arah kinan "gak seperti itu kinan" sanggah brian


"terus kenapa bisa kayla hamil anak kamu, padahal untuk keluar rumah saja dia sangat jarang, hanya saat aku menyuruh keluar saja dia baru keluar rumah tapi apa ini" kinan tentu sangat terkejut tentang kabar hamilnya kayla "kamu hamilin kayla tanpa aku duga sebelumnya" tukas kinan


"waktu itu aku kena obat dan tak sengaja bertemu kayla yang aku anggap itu kamu lalu aku memaksanya" jelas brian


"emang anak gak jauh beda sama ayahnya, suka maksa" tukas mario menatap nyalang brian


"itu benar-benar di luar kendaliku . sumpah demi apapun aku gak pernah ada niat maksa kayla saat itu, dan aku gak nyangka karena hal itu dia hamil anakku" ucap brian dengan nada prustasi


mario menghela nafasnya "sekarang apa rencanamu" tanya mario


"aku ingin bertanggung jawab padanya, tapi dia gak mau nikah denganku" balas brian


"ya iyalah dia gak mau" mario menoleh ke arah kinan "jelas-jelas kau selalu meminta rujuk pada kinan di depan kayla, dan itu pasti membuat dia takut menikah denganmu. mungkin dia gak cinta sama kamu tapi pernikahan itu beda bagi kayla"  sahut mario


kinan menutup mulutnya dan duduk di sofa "ya ampun kayla, kasihan banget hidupnya" kinan menoleh ke arah mario "kita tahu betul gimana keluarganya kan mario, kalau sampai mereka tahu kayla hamil saat ada dengan kita apa coba yang akan mereka lakukan ke kita" tanya kinan sedikit khawatir dengan perangai keluarga kayla


mario menggelengkan kepalanya "aku enggak tahu kinan, yang pasti kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk" balas mario yang juga ikut merasakan pening di kepalanya karena kehamilan kayla yang tidak terduga


brian mengernyitkan dahinya menatap kinan dan mario secara bergantian "kenapa bahasan kalian kaya gitu? bukannya keluarga kayla hanya keluarga biasa tapi kenapa sikap kalian dramatis kaya gitu" tanya brian heran  dan sedikit cemas


mario menatap nyalang brian "kamu sudah salah milih orang" tukas mario


"maksudmu apa" tanya brian


kinan menoleh ke arah brian "dia tak mau cerita perihal keluarganya, bukan berarti kita gak tahu brian. kamu pikir kenapa aku tetap memperkejakannya di sini padahal aku juga masih sangat sanggup mengurus putera seorang diri' jelas kinan


"tolong beritahu aku yang benar, jangan malah berputar-putar dan hanya membuat aku tambah bingung" ucap brian yang masih tidak mengerti maksud kinan maupun mario


"habis kamu brian!" umpat mario

__ADS_1


"ayah kamu ataupun kita gak akan bisa menolong kamu" tambah kinan


brian jadi gugup sendiri karena ucapan ambigu dari kinan dan mario


__ADS_2