Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 21 - Aku Mencintaimu Istriku


__ADS_3

Ash menatap tajam wanita yang berada dihadapannya saat ini. Rasanya ingin sekali ia merobek seluruh kulit wanita tidak tahu diri itu.


"Tuan Muda, Mengapa saya di sini? Apa yang terjadi!" Tanya Rina si pegawai penjaga toko itu panik, ia tidak merasa memiliki masalah apapun dengan Ash.


Ash berdiri dan perlahan mendekati tubuh wanita yang menggigil dihadapannya saat ini, ia berjalan mengelilingi tubuh lemah itu.


"Kau ingin tahu mengapa kau berada di sini?" Tanya Ash dingin, dengan kasar ia mencekam kedua sisi pipi Rina dengan kuat. "Kau tidak tahu kesalahan mu?"


Rina tidak mampu bersuara, ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Willie!" Panggil Ash memberikan isyarat matanya.


Willie mengangguk paham, Ia pergi mengambil handphonenya dan menunjukkan pada Rina. Awalnya Rina bingung apa yang dilakukan oleh Willie, namun dimenit berikutnya ia terkejut melihat rekaman saat dirinya melontarkan kata-kata kasar pada pengunjung yang tidak lain adalah Shena istri pemilik mall tersebut. Tidak sampai di situ, rekaman saat ia menampar wajah Shena hingga berdarah pun terlihat di sana, Rina semakin merasa ada yang salah, apa hubungannya wanita itu dengan orang terkenal seperti Ash! Batin Rina mulai khawatir.


"Kau tahu siapa wanita yang telah kau permalukan itu, Ha?" Bentak Ash dengan wajah Ash semakin dingin, ingin sekali Ash menyiramkan timah panas di atas kepala gadis bodoh itu.


"Dia pelanggan yang ingin mengambil banyak barang di Mall kita Tuan, dan salah satu pelanggan kami Nona Soya mengenal pencuri itu Tuan!" Jawab Rina jujur.


Mendengar perkataan Rina membuat Ash murka, ia tidak bisa membendung emosinya lagi. Dengan mata nyalang Ash melayangkan tamparannya.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Rina pegawai itu.


Rina menjerit kesakitan saat pipinya terasa panas bekas tangan Ash yang melukis indah pipinya dengan warna kemerahan.


"Kau wanita tidak tahu diri, Dia adalah ISTRIKU!" Bentak Ash yang membuat Rina tersentak kaget, Rina sama sekali tidak tahu jika wanita yang dituduhnya sebagai pencuri itu ternyata istri dari pemilik mall besar itu! Mall tempatnya bekerja. Lagipula ia tidak tahu kapan Ash menikah.


"Tu, tuan saya tidak tahu. Saya minta maaf, Saya benar benar tidak tahu, Tuan." Ampun Rina mencoba melepaskan ikatan tangannya namun tidak bisa.


"Saya tidak tahu, Tuan. Jika saya mengetahuinya, Saya tidak mungkin berbuat seperti itu! Ampuni saya Tuan!" Ucap Rina memohon dengan suara yang bergetar hebat.


"Sekalipun dia bukan istriku, Kau tidak berhak melakukan hal tidak pantas seperti." Seru Ash menatap tajam Rina.


"Kau minta maaflah pada istriku dan bersujud lah di kakinya! Kau adalah wanita yang tidak tahu diri." Ucap Ash datar, ingin sekali ia menenggelamkan gadis itu ke dasar laut, Namun ia masih mempertimbangkannya. Karena ini tidak murni kesalahan dari Rina si gadis bodoh yang ada dihadapannya saat ini, melainkan Soya! Putri dari pengusaha rendahan.


"Di, di sana juga ada Nona Soya. Ia yang memulai lebih dulu, Tuan." Ucap Rina sempatnya mencari pembelaan.


"Kau tenang saja. Aku akan membalasnya satu persatu." Balas Ash.


"Saya akan lakukan apapun Tuan, Saya akan lakukan yang Tuan perintahkan pada saya!" Rina menatap memohon pada Ash, Ia berjanji akan meminta maaf dengan tulus pada istri Tuan Mudanya. Ia menyadari memang perlakuannya sudah keterlaluan. Tidak sepantasnya ia melakukan hal bodoh seperti itu.

__ADS_1


Ash meninggalkan tempat tersebut, karena jika terlalu lama ia tidak bisa memastikan apa yang akan dilakukannya pada wanita seperti Rina itu.


"Kau urus dia, aku akan membuatnya merasakan apa yang dirasakan oleh istri ku." Setelah mengatakan itu, Ash langsung bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Setelah kepergian Ash, Willie memeriksa keadaan wanita yang sedari tadi tidak berhenti menangis ketakutan. Willie menatap tajam Rina, ia sangat tidak suka melihat wanita yang memperlakukan sesama kaumnya seperti sampah. Itu semuanya mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam.


"Kau adalah wanita yang tidak bisa menghargai dan menghormati sesama kaum mu, kau wanita yang tidak pantas dicintai oleh pria manapun. Tugas mu adalah bekerja di sana, bukan bersikap seperti ketus geng anak berandalan!" Ucap Willie selalu manajer di sana dan memandang tidak suka pada pegawainya.


Rina semakin terisak, ia teringat akan semua kesalahannya yang memang tidak pernah bersikap baik dengan sesama kaum wanitanya.


...***...


Di Rumah Sakit


Malam Hari...


Ash memasuki ruangan Shena, Ash menatap wajah sendu istrinya yang sedang tertidur.


"Maafkan aku!" Ucap Ash untuk kesekian kalinya.


Ia memegang tangan Shena dan menciumnya, Ash terus mengusap tangan Shena yang membiru. Jika melihat sedikit saja luka di bagian tubuh istri kecilnya itu, seketika darah mendidih ingin melenyapkan siapa saja yang telah menyakiti Shena. Namun, Ash tidak ingin gegabah, ia ingin mereka merasakannya dengan cara perlahan namun pasti.


Diusapnya wajah Shena dengan lembut hingga kelopak mata yang tertutup itu bergerak dan perlahan terbuka. Shena membuka matanya perlahan dan menyesuaikan pengelihatannya. wanita itu memegang kepalanya saat merasa kepalanya sangat sakit, seperti dihantam oleh benda yang sangat berat.


"Tidak ada Ayah di sini. Dia baru saja kembali." Ucap Ash. Sembari mengusap pucuk rambut Shena.


"Apa masih sakit?" Tanya Ash lembut, Shena menatap lekat wajah suaminya dan menganggukkan kepalanya.


"Di sini sakit!" Ucap Shena lemah dan menunjukkan kepalanya yang terasa berputar. Shena memang akan sangat manja ketika sedang sakit. Ini sudah mendarah daging sejak ia masih kecil bersama Ayahnya.


"Aku akan panggilkan Dokter, tunggulah sebentar!" Pinta Ash pada istri emasnya itu.


Saat Ash ingin menekan tombol yang berada di atas kanan ranjang, Shena menghentikannya.


"Jangan!" Lirih Shena memegang tangan suaminya, "Paman saja yang obati." Pinta Shena dengan wajah pucat nya.


Ash duduk kembali dengan wajah bingung.


"Bagaimana caranya?" Tanya Ash masih belum mengerti maksud Shena.


Gadis itu memegang tangan Ash dan meletakkannya ke atas kepalanya.

__ADS_1


"Paman, Kau bisa memijat kepala ku. Biasanya jika kepala ku sakit, Ayah akan melakukan hal seperti ini sejak kecil." Jelas Shena pada Ash yang hanya diam melihatnya.


Ash mengangguk, ia mulai memijat kepala istrinya dengan lembut dan mencoba menetralkan rasa sakit di kepalanya.


"Apa masih sakit?"


"Hem, sedikit!" Shena membuka matanya dan memperhatikan wajah suaminya yang terlihat berantakan, baju yang terkena darah nya masih menempel ditubuhnya masih belum diganti.


"Maaf! Baju Paman kotor karena aku!" Ucapnya mengusal dada Ash yang kena bercak darahnya.


Lalu, Kembali berkata...


"Mereka semua menilai seseorang hanya dari materi saja, Paman! Mereka tidak ingin mendengarkan penjelasan dariku! Aku pikir, Soya adalah teman yang baik. Tapi saat Ayahku mengalami kebangkrutan, semua orang yang pernah dekat dengan ku pergi menjauh." Lirih Shena dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Maafkan aku! Seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendiri di sana, Aku bersalah!" Ucap Ash mengusap waja istrinya, Ia menghapus air mata Shena yang membasahi pipi mulusnya.


"Apa ini sakit?" Ash menyentuh sudut bibir Shena yang terlihat membiru, Ia tidak tega melihat istrinya seperti itu.


"Sedikit!" Jawab Shena memberikan isyarat pada jarinya, lalu tersenyum.


Ash membalas senyuman Shena, ia senang jika Shena bukan orang yang larut dalam kesedihannya.


"Aku mencintaimu istriku!" Ucap Ash memeluk tubuh Shena yang masih berbaring di atas tempat tidur.


Shena tertegun, benarkah seorang Ash si pengusaha kaya raya dan penguasa itu mencintainya? Batin Shena bertanya-tanya. Ash adalah orang asing yang mendadak menikahinya. Bagaimana perasaan itu bisa muncul?


Shena menatap lekat wajah Ash yang tampan itu, Ia mencari kebohongan di mata Ash namun ia tidak menemukannya di sana.


Ash perlahan mendekat dan sekilas mengecup kening istrinya.


"Aku mencintaimu istriku!" Ucapnya sekali lagi.


Setelah mendengar ungkapan cinta dari suaminya, Shena menjadi kepikiran. Dia masih belum yakin dengan perkataan Ash. Rasanya ada yang aneh, mana mungkin Ash begitu cepat mencintai dirinya jika selama ini yang mereka lakukan hanya bertengkar dan saling adu argumen.


Apa mungkin dirinya hanya berhalusinasi? Atau mungkin Ash hanya salah mengatakan sesuatu? Entahlah Shena saja bingung dengan semua itu.


Apa mungkin Ash memang benar-benar mencintainya? Atau hanya sebatas rasa tanggung jawab dan janjinya pada Ayahnya? Batin Shena frustasi jika memang dia mencintai dirinya, mengapa begitu cepat. Shena saja masih merasa tabu dengan kata cinta.


"Ini tidak mungkin, Paman Ash hanya salah bicara. lya dia hanya salah bicara dan rasanya hanya sebatas tanggung jawab dan janjinya pada Ayah." Gumam Shena.


Shena tidak ingin ambil pusing dengan pikiran konyolnya. Dengan perlahan Ash naik ke atas ranjang rumah sakit yang super empuk dan nyaman itu. Ash langsung memeluk istrinya dan tidur bersama. Entah bagaimana ranjang yang hanya untuk satu pasien bisa ditiduri bersama Ash yang postur tubuhnya tinggi dan badan atletis.

__ADS_1


Tidak lama Shena terjun bebas ke alam mimpinya. Ini adalah malam pertama mereka tidur di ruangan dan ranjang rumah sakit tersebut.


__ADS_2