Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Berkumpul bersama (Seasons 2)


__ADS_3

Setelah acara pemberkatan selesai di laksanakan, acara di lanjutkan ke tempat lain untuk makan bersama, mereka sekeluarga makan di salah satu restoran milik nenek Jemina dan kini mereka semua berkumpul di aula besar restoran itu agar semua anggota keluarga besar itu bisa berkumpul dan saling bercengkerama tanpa terpisah ruangan yang dapat mengurangi rasa kebersamaan merekan


Revano yang duduk di dekat putera menyenggol lengan putera “malam ini mau tidur di mana” Tanya revano mengedipkan matanya ke arah Putera yang terlihat begitu gelisah karena acara makan keluarga mereka terbilang cukup lama baginya


“di hotel lah” balas Putera dengan ketus


“ya ampun kak putera kelihatan banget gak sabarannya mau unboxing kakak aku” celetuk Vansh yang langsung di hadiahi jitakan kepala oleh mama Sheryl


“anak kecil jangan pakai kata istilah unboxing orang” ucap mama Sheryl dengan lirikan tajam ke arah putera bungsunya yang tidak dapat menyaring kata-kata yang keluar dari mulutnya


Papa bachtiar yang melihat wajah frustasi putera yang sudah menahan rindu selama hampir satu minggu itu, apalagi tadi saat melihat bagaimana putera mencium Qiana dengan begitu


semangat hanya tersenyum tipis sembari berdecak “kenapa gak biarin aja mereka ke hotel lebih


dulu kasihan putera itu” ucap papa bachtiar menyenggol mama sheryl sambil melirik ke arah putera yang terlihat jelas sekali kalau sedang frustasi


“enggak” ucap mama kinan, mama Sheryl dan bunda laras dengan tegas tidak menyetujui pendapat papa bachtiar


Papa hans terkekeh dengan penolakan tegas dari ketiga wanita itu “maafkan papa putera


kali ini ayah gak bisa bantu kamu” sahut papa hans mengangkat kedua tangannya merasa begitu kasihan dengan putera tapi mau bagaimana lagi saat ibu ratu mereka berkata tidak


Putera melirik ke arah kakek Burhan untuk meminta bantuan pada orang yang di anggap sepuh itu “kek”  rengek putera meminta bantuan kakek burhan agar di izinkan pergi terlebih dahulu


“kak” Qiana menyenggol lengan putera yang duduk tepat di sebelahnya “jangan bikin malu dong kak” pinta Qiana yang sudah menahan malu sedatri tadi karena kelakuan putera yang merengek sejak tadi untuk membawa qiana langsung ke hotel

__ADS_1


Putera menoleh ke arah qiana dengan muka memelasnya “kamu gak tahu sih sweetheart rasanya menahan rindu selama 5 hari itu


benar berasa seperti 5 abad apalagi mereka gak mengizinkan kakak nelpon kamu padahal kakak kan kangen dengar suara kamu” balas Putera dengan blak-blakan pada semua orang bagaimana beratnya menahan rindu selama berhari-hari


“cuih” sahut ketiga adik qiana dengan kompaknya


“segitunya kamu kak sama kakak aku” ucap nazhief berdecih akan kelakuan pria yang kini sudah resmi jadi kakak iparnya


Putera melirik adik iparnya dengan muka memelas “kamu belum ngerasain sih gimana rasanya  rindu ketahan dan gak bisa tersalurkan, rasanya gak nyaman di sini” putera menepuk pelan dadanya bahwa dadanya serasa sesak menahan rindu pada kekasihnya itu


nazhief memicingkan matanya ke arah Putera “gak tahu lah kak, aku juga masih kecil, aku masih 15 tahun belum ada istilahnya pacaran dalam kamus hidupku jadi mana tahu begituan” balas nazhief dengan nada ketus karena memang dirinya belum pernah sama sekali pacaran


kakek Bimo yang berada di seberang Putera bersebelahan dengan kakek burhan melirik ke arah Putera dengan tatapan bersalah “maafin ayah ya nak, gara-gara ayah minta kamu percepat pernikahan kamu jadi nahan rindu sama qiana deh” ucap kakek bimo tak enak pada putera


“sudah-sudah” kakek burhan sudah merasa pusing sendiri dengan rengekan putera sejak tadi


Kakek burhan melirik ke arah kedua putrinya “sudah biarin mereka ke hotel jangan di tahan


terus, kasihan putera bisa pening kepala atas dan bawahnya kalau nahan terus dan kalian cegah terus dari tadi, toh Qiana sekarang adalah istri Putera jadi berhak membawa Qiana pergi jadi jangan bersikap seolah mereka masih anak kecil terus” ucap kakek burhan begitu vulgarnya agar Putera bisa segera pergi dan masalah cepat terselesaikan


“ayah” teriak mama Sheryl dan mama kinan berbarengan karena kakek burhan memakai kata yang


begitu vulgar padahal masih ada anak-anak yang di bawah umur di sana


“maaf-maaf” kekeh kakek burhan mengangkat kedua tangannya pada kedua putrinya yang menatapnya tajam karena kelepasan saat bicara perihak tujuan Putera mengajak Qiana segera ke hotel

__ADS_1


Kakek burhan melirik ke arah putera “sudah bawa istrimu sana, kakek tadi sudah minta asisten kamu buat handel perusahaan selama dua hari jadi kamu bebas bawa qiana selama dua hari” ucap kakek burhan memberitahu bahwa dirinya bisa bersantai bersama Qiana selama dua hari untuk menikmati momen pengantin baru


Putera langsung tersenyum sumringah ke arah kakek burhan “makasih kakek, gak salah kakek jadi kakek sekaligus kakak ipar aku” putera langsung memeluk kakek burhan dan mengecup pipi kakek burhan dengan sayang dan


langsung menarik Qiana menjauh dari sana tak memperdulikan lagi ketiga mama mereka yang akan protes karena pemegang kekuasaan tertinggi sudah memutuskan maka orang di bawahnya mana bisa membantah


“ampun dia” tunjuk mama kinan pada kelakuan putera yang benar-benar terlihat ngebet sekali berduaan dengan Qiana


“biarin saja mah namanya pengantin baru” ucap papa hans mengusap punggung mama kinan agar tak emosi dengan kelakuan putera yang begitu tergesa-gesa itu


Mama Sheryl melirik punggung Qiana yang sudah cepat hilang di tarik keluar ruangan oleh putera “kayanya kita harus siap-siap ngurus cucu deh” lirik mama Sheryl ke arah mama kinan


“iya kayanya” balas mama kinan dengan di akhiri kekehan


“ya lumayan kan bisa main sama cucu pertama kita nanti” sahut ayah Mario


“iya sih yang baru mau main sama cucu” sinis papa bachtiar


“salah sendiri sudah tua sendiri, jadi sudah punya cucu duluan ketimbang kita” kekeh papa hans dan juga ayah Mario berbarengan menertawakan papa bachtiar yang sudah memiliki cucu dari puteri pertamanya yang usianya tak jauh dari Qiana yang jadianak sambungnya


"oke, kita lihat nanti ya cucu kita lebih dekat dengan siapa kalian yang kakek baru atau aku yang sudah berpengalaman ini" balas papa bachtiar menimbulkan gelak tawa di antara pria dewasa itu


"jangan bikin malu ah, usia sudah tua semua jadi pada sadar diri deh" tegur kakek Burhan


"iya ayah" balas ketiga pria itu dengan serempak

__ADS_1


__ADS_2