Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Sama-sama tidak pernah pacaran (season 2)


__ADS_3

"tiing" bunyi ponsel Adinda menandakan ada pesan masuk


Adinda buru-buru melihat ponselnya "sudah siap belum, ayo kita makan malam" bunyi pesan dari Rain di ponsel Adinda


"iya Pak, sebentar lagi saya keluar" Adinda langsung membalas pesan dari Rain dan bergegas menyisir rambutnya yang tadi belum sempat ia sisir karena baru selesai mandi


Adinda bercermin saat melihat pantulan dirinya di depan cermin saat memakai celana kulot panjang dan kaos berlengan pendek dengan rambut yang di biarkan tergerai "nyantai banget ya aku, kaya di rumah" kekeh Adinda merasa dirinya begitu santai malam ini


Adinda berjalan keluar untuk makan malam bersama Rain karena memang mereka sudah janjian untuk malan malam bersama


"ayok makan, sudah lapar ini" suara Rain langsung terdengar tatkala Adinda membuka pintu


"maaf Pak, baru selesai mandi tadi" balas Adinda saat melihat Rain tepat di depan pintu


Rain melirik penampilan Adinda yang hanya memakai pakaian santai " kamu berasa di rumah ya" tanya Rain saat melihat penampilan Adinda yang begitu santai


"ya kan mau tidur abis makan, ya sudah langsung pakai baju buat tidur saja" balas Adinda


"ya sudah, yuk makan" Rain berjalan lebih dukungan dan Adinda mengikuti dari belakang


Adinda dan Rain memilih menu yang tersedia di cafe restoran yang ada di lantai bawah " kamu makan sebanyak itu" Rain begitu heran melihat makanan yang di ambil Adinda begitu banyak di nampan yang ia bawa


Adinda melirik ke arah nampannya dan duduk di kursi yang ada di hadapannya "kenapa, perasaan biasa saja" Adinda mulai menyantap makanan yang sudah ia ambil dengan begitu lahap


"biasanya kan cewe makannya dikit" sepanjang ia mengenal wanita biasanya makan hanya sedikit saja untuk menjaga bentuk tubuh mereka


"lapar ya makan yang sekiranya ingin kita makan, kalau cuma karena makan di depan cowok menahan lapar itu bukan gaya saya" Adinda makan dengan begitu lahapnya sebelum ia tidur karena memang biasanya makan malamnya memiliki porsi yang cukup banyak


"kamu biasa makan begitu" tanya Rain

__ADS_1


"iya soalnya siang biasanya lupa makan siang jadi saat makan malam aku makannya banyak pak" Adinda seolah tak perduli dengan adanya Rain yang seorang pria di sana dan melihat cara makannya yang begitu cepat


Rain ikut makan dengan lahap melihat Adinda yang begitu enak makan "saat di depan pacar kamu makanmu juga gini" Rain jadi ingin tahu cara makan Adinda saat di depan kekasihnya


Adinda nampah berpikir sejenak "gak tahu nanti gimana, soalnya belum pernah pacaran" jawab Adinda dengan santainya


"masa sih bu" Rain melirik ke arah Adinda yang memiliki perawakan cantik dan memiliki bentuk badan yang bagus  jadi kenapa di usia Adinda yang terbilang cukup umur belum pernah memiliki pasangan


"jangan samain saya sama bapak yang punya mantan pacar banyak pak, saya orangnya gak suka banyak di atur jadi saya gak pengen punya pacar" Ia tidak ingin di samakan dengan orang lain saaat seusianya pasti sudah pernah memiliki kekasih karena baginya jika belum ingin pacaran ya tidak pacaran, tidak perlu peduli umur hanya karena peduli dengan pandangan orang lain


"saya juga belum pernah pacaran kali jadi jangan bilang kalau mantan pacar saya banyak" Rain tentu tidak ingin di katakan memiliki mantan pacar karena dirinya juga belum pernah berpacaran sebelumnya


"masa sih pak, padahal penggemar bapak banyak banget loh" rasanya Adinda tidak percaya kalau pria setampan Rain belum pernah pacaran


"emangnya kalau banyak yang suka sama saya harus saya pacarin, nanti bisa pusing mama saya kalau lihat anaknya begitu"  kesal Rain karena Adinda tidak percaya dirinya belum pernah pacaran


Adinda meminum air putih di dekatnya hingga tanda setelah menyelesaikan makan malamnya "di atas ada Rooftop gak sih pak" tanya Adinda


Rain emngerutkan keningnya saat mendapat pertanyaan dari Adinda "emangnya kenapa" tanya Rain tanpa menjawab pertanyaan Adinda terlebih dahulu


"mau olahraga ringan buat proses makanan saya, nanti kalau langsung di bawa tidur bisa sembelit besok pagi" balas Adinda


"oh" Rain mengangguk paham "nanti saya tanyain" Rain berjalan ke arah pegawai hotel untuk menanyakan ruang bebas yang bisa di jadikan tempat untuk berbincang dan tidak terlalu banyak pengunjung


setelah Rain bertanya pada pegawai hotel ia kembali ke kursi tadi ia makan "katanya ada kaya taman di lantai 15 bagian utara, nanti jalan lurus aja setelah keluar lift terus nyampai pas ujung katanya " jelas arah lokasi yang di arahkan pegawai hotel


"iya pak, terima kasih ya pak" Adinda beranjak dari duduknya dan membenarkan posisis kursinya


"mau kemana bu" tanya Rain

__ADS_1


"ya mau ke sana kan saya mau bakar kalori yang ada di perut saya" Adinda mengelus perut buncitnya yang di akibatkan makanan yang baru ia habiskan


"tunggu saya makan dulu biar ke sananya bareng sama saya" ucap Rain


"saya bisa sendiri kok pak, gak perlu di temani, nanti syaa juga bisa pulang sendiri" tolak Adinda yang tak ingin di temani Rain saat berolahraga malam


Rain menggelengkan kepalanya "enggak bu, di sini itu hotel dan ibu seorang perempuan jadi jangan keluyuran sendirian, tunggu saya makan dan nanti saya temani ibu" ucap Rain dengan tegas


dengan terpaksa Adinda  kembali duduk mendengar suara tegas Rain yang tak ingin di bantah sama sekali "iya deh pak" balas Adinda


setelah Rain selesai makan, sesuai dengan ucapannya Rain menemani Adinda untuk berolahraga kecil di sebuah taman buatan yang terletak di lantai 15 hotel yang mereka tinggali


"saya olahraga di sana dulu ya pak" tunjuk Adinda pada ruang kosong di bagian ujung


"iya" Rain memilih duduk di bangku yang tersedia di sana sambil memainkan ponselnya sekedar berselancar di dunia maya


saat Adinda tengah Fokus berolahraga tak sengaja mata Rain tertuju ke arah Adinda "pantes kurus walau makan segitu" gumam Rain yang sekarang tahu kenapa Adinda memiki tubuh yang bagus walau makannya begitu banyak


setiap gerakan demi gerakan tak luput dari tatapan Rain dan entah kenapa RAin jadi betah melihat ADinda berolahraga ketimbang ponselnya yang selalau mengisi hari-harinya


saat terlihat Adinda menyelesaikan olahraga ringannya buru-buru Rain memainkan ponselnya kembali  "yuk pak, saya sudah selesai olahraga" ajak Adinda


"ayok" Rain berjalan mengikuti Adinda di belakangnya dan emngamati punggung Adinda yang entah kenapa kini begitu menarik sampai ia tak sadar kalau ia sudah berjalan tepat did epan pintu kamarnya dan juga Adinda


"selamat malam pak, semoga mimpi indah" ucap Adinda sebelum membuka pintu kamarnya


"malam, dan semoga mimpi indah juga" balas Rain dengan senyum tipisnya dan Adinda juga membalas senyuman Rain dengan senyuman tipisnya


Adinda bergegas masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Rain yang masih diam mematung "ada apa dengan jantung ini" gumam Rain merasakan detak jantung yang begitu cepat dari biasanya

__ADS_1


__ADS_2