
Kinan memeriksa setiap berkas perusahaan dengan begitu cermat, dia begitu lelah tapi ia tetap harus memeriksa semua berkas-berkas perusahaan dengan seksama agar tidak ada kesalahan
sungguh melelahkan ternyata, selama di bawah kepemimpinan jovan banyak data yang tidak valid dan dia harus menambal keuangan yang entah perginya kemana, dan itu membuat bebean kerjanya begitu ekstra melelahkan
"brak" terdengar pintu ruangan di buka secara kasar
kinan mendongak ke arah pintu, dan melepas kaca matanya saat melihat siapa yang sedang ada di depan pintu
"berani sekali kau menurunkan jabatan anakku, siapa kau hah!" tunjuk rasti dengan tatapan nyalangnya
"aku"tunjuk kinan pada dirinya "aku pemilik saham terbesar di perusahaan ini, jangan lupakan itu" tegas kinan masih duduk di kursi kebesarannya
"alah kamu hanya mengandalkan uang suamimu saja" ejek rasti
"kenapa memangnya kalau aku memakai uang suamiku, toh itu suamiku sendiri bukan suami orang lain" balas kinan dengan sarkas
rasti cukup merasa terhina dengan ucapan kinan, karena dengan kata lain dia sedang menyindir dirinya yang jadi istri daris suami orang lain karena memang ayah adrian masih berstatus suami sah ibu intan "diam kamu!" bentak rasti
kinan memyandarkan punggungnya di sandaran sofa dan menatap rasti dengan senyum tipisnya "kalau kau tidak terima anak anda saya turunkan posisinya bisa ajukan keluhan ke kantor polisi, tuntut saya saja sekalian kenapa bisa jovan di turunkan jabatannya " ucap kinan
"gila kamu, kalau aku lapor polisi tentu anakku akan masuk penjara karena ambil uang perusahaan" balas rasti yang tanpa sadar mengucapkan itu
"itu anda tahu" kinan berdiri menghadap rasti dengan dedua tangannya yang menopang di meja kerjanya "kalau saya mau bisa saja saya langsung jeblosin anak anda ke penjara karena sudah ambil uang perusahaan,tapi gak saya lakuin karena saya masih memandang jovan yang adalah anak dari ayah mertua saya" ucap kinan dengan nada tegas
"tapi dia adalah cucu pemilik perusahaan jadi dia ada hak penuh atas perusahaan ini" rasti tentu tidak mau kalah dengan kinan
"dengar ya nyonya rasti anandita. tertera jelas di wasiat kakek ramon kalau suamiku pemilik sah semua harta milik kakek ramon, dan kakek juga sudah memberikan sebagian harta untuk suami anda kalau mau anak anda mendapatkan uang yang lebih banyak minta saja pada suami anda, dan jangan khawatir suami saya tidak akan mengambil jatah harta suami anda. harta suami anda hanya milik kedua anak anda" jelas kinan
"aku gak terima ini" balas rasti
"kalau gak terima, datang saja ke kuburan kakek dan protes dengannya" balas kinan dengan santainya
"aku akan minta suamiku menuntuk hak warisnya pada pengadilan" seru rasti
__ADS_1
"silahkan saja tuntut, tapi mungkin itu akan berujung sia-sia, jangan lupa kalau suami and di keluarkan dari KK milik kakek ramon dan di coret hak warisnya sejak dia memilih meninggalkan ibu saya dan berlari ke anda jadi silahkan saja habiskan usaha anda yang akan berakhir sia-sia" balas kinan dengan santainya
"kau!" tunjuk rasti dengan tatapan nyalang
"cukup!" kinan menunjuk ke arah rasti "sedari tadi saya masih menghargai anda sebagai orang yang lebih tua, tapi kali ini pekerjaan saya begitu menumpuk karena ulah anak anda" kinan menujuk beberapa tumpuk berkas yang ada di meja kerja kinan dan ada juga tumpukan berkas yang ada di ruangan kinan itu "kalau mau menuntut silahkan temui pengacara saya saja, sekarang anda silahkan pergi" usir kinan
"arjun" panggil kinan pada asisten kinan itu
arjun langsung masuk ruangan kinan setelah mendengar teriakan kinan "ada apa nyonya" tanya arjun
"kamu gak lihat seberapa banyak kerjaan saya, masih kamu biarin pengganggu ini datang" omel kinan
"maaf nyonya, saya akan membawanya pergi" arjun langsung menoleh ke arah rasti
"tolong keluarbaik-baik atau saya akan tarik anda secara paksa dan itu akan mempermalukan wajah suami dan anak anda" ucap arjun dengan nada tegas
"dasar wanita menyebalkan" rasti berjalan keluar ruangan kinan denan raut kesal
"huuuuh" kinan kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih begitu banyak
"anak mama sudah cantik" sheryl sedang memakaiakan pakaian untuk qiana dan merapihkan pakaian qiana
"mama gak ikut qiana menginap di rumah ayah" tanya qiana dengan polosnya
sheryl duduk di samping qiana dan memeluk putri kecilnya "maafin mama ya sayang, karena mama kamu jadi bingung begini" sesal sheryl anaknya yang masih kecil bingung saat kedua orang tuanya tidak tinggal serumah lagi
qiana mendongak ke arah sheryl "takut papa cemburu ya mah, kalau mama dekat dengan ayah" tanya qiana
"hah" sheryl begitu terkejut anaknya yang genap dua tahun saja belum sudah tahu kata-kata cemburu "kamu dapat kata itu dari mana" tanya sheryl
"waktu qiana main sama ayah, ayah selalu bilang bikin cemburu saja saat liat mama lagi bareng sama papa" balas qiana
"ya ampun anak mama" sheryl mengusap kedua pipi qiana "jangan dengarkan ucapan papa kamu yang aneh-aneh ya sayang" sheryl menoleh ke arah laras yang ada di belakangnya
__ADS_1
"kamu ingatkan ayahnya qiana ya laras, suruh saring kata-katanya saat dekat dengan qiana" pinta sheryl
"iya nyonya" bik laras mengangguk patuh
"ingat qiana nanti setiap dekat ayah dan dapat kosa kata bau tanya sama bik laras ataupun mama itu kata yang bisa di pakai atau tidak" ucap sheryl memperingatkan anaknya
"iya mama" balas sheryl
"good girl" sheryl mengusap kepala qiana
"ya sudah, kita ke depan tunggu ayah emput kamu ya" ucap sheryl menggandeng tangan putri kecilnya
"iya mama" qiana berjalan bersama sheryl menuju halaman depan yang ternyata mario sudah menunggunya di sana
"mas" sheryl meminta bik laras memegang qiana sedangkan qiana mendekat ke arah mario "lain kali saat dekat qiana tolong saring kata-kata mas, qiana itu masih dalam masa belajar menerima kata-kata baru jadi jangan memberikan kosa kata yang tidak sesuai dengan umurnya" ucap sheryl memperingatkan
mario mengernyitkan dahinya "emangnya kata apa?" tanya mario
"dia tahu loh kata cemburu, itu tuh belum cocok buat qiana yang dua tahun saja belum genap mas" ucap sheryl tak suka dengan kata baru yang di pelajari qiana
"maaf deh, lain kali mas lebih berhati-hati lagi dalam memilih kata saat di dekat qiana" balas mario
"ya sudah, selama qiana menginap di rumah mas, bik laras ikut juga ya soalnya takut kamu kerepotan urus qiana. walaupun di rumah mas banyak pembantu tapi kan qiana adalah anak yang susah dekat dengan orang lain hanya keluarga dekat saja yang ia mau, dan sama bik laras juga yang memang sudah pegang qiana hampir setahun" ucap sheryl
"iya" mario menoleh ke arah bik laras
"masukin barangnya di bagasi ya" pinta mario
"iya tuan" bik laras mulai memasukan barang-barang qiana dalam bagasi
"ya sudah mas bawa qiana ya, hari minggu sore atau senin pagi pas mas sekalian kerja nanti mas anter qiana pulang ke sini" ucap mario berpamitan pada sheryl
"iya mas, nitip qiana ya" balas sheryl
__ADS_1
"iya pasti mas akan jaga qiana dengan baik, dia juga kan anak mas dan mas sayang sama qiana " balas mario