
Negara Perancis Berada...
Jet Pribadi Ash beserta penumpang dan juga pilot telah mendarat dengan selamat di Bandara Paris Charles de Gaulle, setelah menempuh perjalanan dari Jakarta selama kurang lebih 17 jam.
Kini sepasang pengantin baru itu tengah berada di dalam mobil menuju hotel penginapan mereka.
"Uugghh... Pegal sekali badanku..." Erangan Shena sambil meregangkan otot-ototnya, dengan mulut sedikit menganga melihat bangunan di depannya. Rupanya ia baru tersadar bahwa ia telah sampai ketika dalam mobil.
"Kita sudah sampai, ya?! Kapan aku tertidur?" Tanya Shena.
Itu artinya selama menempuh perjalanan ke perancis ia tertidur dan saat sampai sepertinya Ash menggendong istrinya menuruni Pesawat tanpa ingin membangunkan istrinya.
"Turunlah!! Apa kau ingin tidur di mobil?" Ketus Ash dingin saat mereka sampai di hotel.
Shena berdecak sebal. Tapi menuruti suaminya turun dari mobil, dan berjalan mengekor di belakang suaminya.
"Kenapa resepsionis nya tidak ada yang berjaga?!! Lalu, bagaimana kita bisa menginap di sini?" Tanya Shena saat mereka masuk dan keadaan begitu tampak sepi sampai tidak ada resepsionis. Ia tidak habis pikir bagaimana hotel yang mewah dan bertingkat lantai tinggi itu begitu tidak ramai.
"Aku sengaja meliburkan semua pegawai dan mengusir para tamu yang menginap selama kita di sini. Tapi tenang saja, aku tidak sekejam itu sampai mengusir penginap hotel dan membiarkan mereka tidur di jalanan. Aku memberikan penginapan hotel exclusive yang jauh lebih indah dari ini selama 1 tahun sebagai tanda ucapan maaf ku atas kehadiran kita. Hanya tinggal menunggu tagihan biaya yang perlu ditanggung itu datang, dan kita bisa sepuasnya ada di sini." Ucap Ash dengan sombongnya.
Shena tidak habis pikir bagaimana akal sehat suaminya itu sudah terganggu. Shena sampai lupa bagaimana cara menutup mulutnya yang menganga. Bisa-bisanya suaminya itu mengeluarkan uang begitu saja tanpa berpikir panjang dan melihat nominal itu akan sebesar apa.
"Kau yakin setelah ini tidak akan mengalami kebangkrutan. Biaya hotel selama satu tahun untuk mereka tidak akan hanya membutuhkan 1 milyar saja. Apalagi biaya yang kau tanggung akan berpuluh-puluh orang bahkan mungkin ratusan dan bisa jadi ribuan." Sentak Shena seolah sedang menasihati suaminya untuk berhemat.
"Anggap saja ini sebagai tanda hadiah pernikahan kita kepada masyarakat Perancis yang merasakan kebahagiaan pernikahan kita." Jawab Ash dengan santainya.
"Sepertinya aku akan mati setelah mendengar nominal itu keluar. Bukannya berlibur, Aku bisa stress di sini. Setelah ini, Aku yakin kau akan membeli stasiun angkasa juga." Ucap Shena dengan membayangkannya saja kepalanya sudah berdenyut.
"Kau menginginkan aku membelinya? Baiklah, Aku akan menelepon Paman Jim untuk mengurus pembelian stasiun angkasa itu." Ujar Ash sengaja menjahili istrinya.
__ADS_1
Refleks Shena pun terduduk di lantai karena rasanya saat ini kakinya seolah tidak bertulang lagi.
"Oh Yaa Tuhan... Kenapa kau memberikanku seorang suami yang sudah gila ini. Kau lihat dia, Dia merasa seperti seorang penguasa di dunia ini yang bisa membeli segalanya hanya dengan uang. Kenapa aku harus memiliki suami seperti diaaa... Kenapaaa??" Frustasi Shena mengeluarkan keluh-kesahnya dan mengadu.
Ash hanya tertawa kecil sembari membantu Shena bangkit.
"Karena aku tidak ingin ada yang mengganggu acara bulan madu kita. Aku akan melakukan apapun untuk mu, Istriku." Ucap Ash dengan romantis.
"YA!! Paman!! Kau jangan macam-macam denganku. Akan aku adukan pada Ayah atas sikapmu yang tidak mengenakkan untukku." Sentak Shena kali ini yang dibuat kesal setelah membuatnya frustasi.
"Kenapa aku tidak boleh macam-macam dengan istriku sendiri?! Cepat atau lambat, Kita pasti akan melakukannya." Ucap Ash sambil mengedipkan mata kanannya.
"Dasar kau Paman Mesum! Aku peringatkan sekali lagi. Jangan macam-macam denganku. Aku bisa melaporkanmu atas tindakan pelecehan."
Ash terkekeh pelan...
"Bagaimana mungkin tindakan pelecehan dilakukan pada istri sendiri?? Jika Kau tidak siap sekarang, mungkin nanti malam."
Ash berjalan pergi meninggalkan Shena...
Shena masuk ke kamar dengan sesuka hatinya tidak mempedulikan di kamar mana suaminya itu akan tidur. Ia mengambil lantai bawah agar tidak jauh kemana-mana.
Karena terlalu banyak pikiran, Shena berniat merendamkan diri di kolam air panas yang terdapat di depan kamar hotelnya.
"Begini lebih baik, daripada aku harus sekamar dengan Paman Mesum itu. Lagipula di sini sudah lebih baik. Aku akan sering merendam di kolam air panas ini." Ucapnya sambil bernapas lega memejamkan mata untuk bermeditasi agar lebih tenang.
Tidak berselang lama air yang dipakai Shena berendam menutupi setengah tubuhnya dari dada bergerak sampai bergelombang, Membuat Shena sedikit membuka matanya dan sontak terhenyak.
KYAA!!
Shena sampai terperanjat di sana. Dan Shena sontak menyilangkan dada untuk menutupi bagian tertentu itu karena air itu transparan warnanya.
__ADS_1
"Ke-kenapa kau di sini? Apa yang yang ka-kau lakukan?!" Pekik Shena bertanya setelah refleks terkejut melihat pria yang ia sebut paman itu sudah masuk ke dalam kolam yang sama. Apa suaminya itu tidak tahu dia sedang mandi sekaligus berendam dan pastinya bertelanjang?! Shena sangat malu akan hal itu!
"Kenapa terkejut?! Aku juga ingin merendam tubuhku di air panas." Balas Ash dengan tenangnya.
"Tapi, Kenapa di sini? Masih banyak kamar lain yang bisa Paman tempati dan pasti memiliki fasilitas untuk berendam." Sentak Shena.
"Aku sudah meminta para karyawan mengunci semua ruangan dan membuka satu ruangan untuk kita. Lagipula aku ingin di sini, menemani istriku."
Ash membuka jubahnya dan menampilkan setengah tubuh yang telanjang. Terlihat setengah bagian dada yang terpampang nyata terlihat oleh mata telanjang. Lalu, bagaimana dengan bagian bawah? Shena sampai berdigik ngeri.
"Apa yang kau lakukan?! Ke-kenapa di buka?!Jangan macam-macam kau, Paman! Aku bisa mengadukan mu pada Ayah ku." Ancam Shena ketakutan dan ia menjauh.
Shena ingin pergi dengan beranjak dari kolam itu, Tapi posisinya ia tidak mengenakan sehelai benang pun. Bagaimana jadinya saat ia bangkit dan Ash melihat seluruh tubuh tanpa pakaian itu?!
Ash menceburkan diri ke kolam, berjalan ke tengah kolam sehingga membuat Shena memejamkan mata dan berjalan mundur sampai mentok ke dinding kolam.
"Jangan, Jangann,, Jangaann,, Jangan mendekat!!" Komat-kamit Shena berdoa memohon kepada Ash agar tidak melakukan suatu hal.
Ash terkekeh. Senang sekali menggoda anak gadis, menggemaskan menurutnya.
"Jangan ditahan! Jika ingin lihat.. Lihat saja." Ucap Ash demikian.
Suasana dan sensasi kolam itu sangat panas, dan sekarang Ash sudah membuat keadaan semakin memanas.
"Tidak Bisa!! Pergilah dari kolam ku!!" Usir Shena.
"Kau mungkin lupa gadis kecil, Jika tempat ini milikku. Aku bisa memakai tempat manapun sesuka hati."
"Tapi kau bisa memakai kolam yang lain. Aku sudah selesai berendam dan sekarang aku terjebak bagaimana cara menaiki teras."
"Silakan beranjak saja dari kolam ini. Kau pikir apa aku mengajakmu jauh-jauh kemari jika hanya untuk berendam terpisah. Shena, kemari lah!! Aku ingin memeluk tubuhmu." Ujar Ash menggoda yang tidak pernah puas menjahili istrinya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam kau Paman Mesum. Aku bisa berbuat nekat padamu!!" Gertak Shena membentak.
"Kita baru saja menikah, bagaimana bisa aku tidak macam-macam dengan istriku. Bukankah begitu niatnya berbulan madu, Gadis kecil?!!" Ucapnya dengan senyum menyeringai dan tatapan yang sudah dikuasai hawa nafsu.