Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Lebih leluasa (season 2)


__ADS_3

"tok tok tok" putra mengetuk pintu kamar qiana "princess ini kakak, boleh masuk" tanya putera


"masuk saja kak, gak di kunci" bals qiana


putera membuka pintu kamar qiana dan tak lupa menguncinya "ngapain princess" putera duduk di kursi balkon kamar qiana


"duduk saja kak, malas berdebat sama mama" balas qiana


putera menyentuh dagu qiana dan menggeser arah pandang qiana agar menatapnya "coba cerita ke kakak apa yang ngebut kamu kesal" tanya putera


"mama suka maksa qiana loh kak, kadang qiana bosen di rumah mama karena mama suka maksain pendapatnya padahal qiana kan punya pandangan sendiri untuk hidup qiana" qiana membenarkan posisi duduknya "contohnya kampus pilihan qiana, mama kan maunya qiana kuliah di inggris tapi qiana gak mau di sana, biasa juga ada kakak nanti kalau di sana gak ada kakak kan qiana cuma bisa bengong aja" jelas qiana


"jadi kamu gak mau kuliah di luar negeri karena kakak" tanya putera


qiana jadi gugup sendiri karena salah bicara "ya gak gitu juga sih kak, cuma biasanya kan qiana kumpul bareng sama kalian semua dan qiana gak mau jauh aja" sahut qiana


"ya sudah" putera membawa qiana ke dalam pelukannya "tadi kakak sudah cerita ke orang tua kamu tentang keinginan kamu yang ingin tinggal sendiri" ucap putera


qiana mengurai pelukannya dan menatap manik mata putera " terus mereka bilang apa" tanya qiana


"mereka ngizinin tapi dengan syarat kakak yang akan ngawasin kamu" balas putera


qiana mengerutkan keningnya "ngawasin gimana? gak suruh tinggal bareng kan kak" tanya qiana


"pletak" putera langsung menghadiahi pukulan di kening qiana "gak gitu juga kali qiana, kakak kan juga punya apartemen yang sama dengan yang kamu punya jadi kita tinggal di gedung yang sama tapi kamar yang beda" jelas putera


"oh, kirain suruh serumah" qiana kembali memeluk putera


"emang kalau serumah, mau" tanya putera


qiana menggelengkan kepalanya "enggak, kita kan bukan pasangan suami istri jadi gak boleh serumah" ucap qiana dengan tegas


"iya" putera mengusap kepala qiana yang masih bertengger di dada bidang putera


"mau turun ke bawah" tanya putera


"boleh deh" balas qiana


qiana dan putera turun ke bawah menghampiri keluarga besarnya yang masih berkumpul "mama marah enggak kak" qiana memilih bersembunyi di balik punggung putera


"enggak princess" balas putera


qiana mengikuti langkah kaki putera dan berlindung di belakangnya  "sini sama tante" panggil mama kinan


qiana buru-buru berlari ke arah mama kinan dan memeluk mama kinan "sudah jangan takut, mama gak marah sama qiana kok" mama kinan mengusap kepala qiana dengan lembut


"maafin mama sayang, kalau menurut kamu mama terlalu keras" ucap mama sheryl

__ADS_1


"hmm" qiana hanya mengangguk


ayah mario membenarkan posisi duduknya "tadi ayah sudah bahas ini sama mama kamu, kami izinin kamu tinggal sendiri tapi dengan catatan" ucap ayah mario


qiana langsung tersenyum girang "apa ayah, bakal qiana turutin syarat dari ayah dan mama" balas qiana


papa bachtiar menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya yang begitu bersemangat saat di izinkan tinggal sendiri "pasword apartemen kamu harus kami berempat tahu" papa bachtiar menunjuk ke arah mama sheryl, bunda laras, dan ayah mario serta dirinya sendiri


"tentu saja boleh pah" balas qiana


"dan papa mau kamu tetap seminggu sekali pulang ke rumah kami atau rumah ayah kamu" tambah papa bachtiar


"tapi gak nginep ya pah, soalnya qiana mau belajar masak sama tante kinan" pinta qiana


"ya elah qiana, mama sama bunda juga pinter masak kali gak cuma tante kamu" sahut mama sheryl tak terima jika anaknya malah belajar masak dengan orang lain


"sama tante gak di teriak-teriakin kaya mama sama bunda" balas qiana


"hahahaha" papa hans tertawa melihatraut wajah mama sheryl dan bunda laras yang jelas di tekuk itu "makanya jangan suka teriak-teriak" ledek papa hans begitu senang bisa meledek mama sheryl dan bunda laras


"sudah-sudah, mau belajar dengan kinan, sheryl ataupun laras sama saja. lagian bagus kalau qiana sudah mau belajar masak" sahut papa bachtiar


"nanti belajar bikin kue sama nenek juga boleh princess, kedua mama kamu dan tante kamu masih kalah sama nenek kalau soal membuat kue" ucap nenek jemina


"iya nek" balas qiana


'minggu depan boleh yah" tanya qiana


"boleh saja, nanti ayah suruh orang buat rapihin kamar kamu sesuai selera kamu ya" balas ayah mario


"terima kasih ayah" qiana mengecup kedua pasang orang tuanya dengan sayang


papa bachtiar melirik putera dengan tajam "inget ya putera jagain qiana, bukan negerayu qiana" ucap papa bachtiar penuh peringatan


"iya om" balas putera


***


"sudah siap sweetheart" tanya putera saat membuka pintu kamar qiana


"sudah kak" qiana berjalan ke luar kamar berdampingan dengan putera


mama kinan melirik putera dan qiana yang sudah bersiap "nanti kamu pulang ke rumah mama kamu ya qiana, katanya mama kamu kangen banget" pinta mama kinan


"iya tante" balas qiana


qiana memeluk mama kinan dan mengecup punggung tangan papa hans serta nenek intan untuk berpamitan

__ADS_1


"jagain adik kamu ya putera" pinta papa hans


"iya pah" balas putera


putera menggandeng tangan qiana keluar rumah untuk masuk mobil "kita mau kemana kak" tanya qiana


"kamu maunya kemana" tanya putera


"boleh ke kebun binatang gak kak" tanya qiana


"hah" putera gak menyangka ajakan qiana, bagaiamna bisa untuk kencan pertama mereka malah qiana mengajaknya ke kebun binatang, emangnya gak ada tempat yang lebih baik untuk berpacaran


qiana mengerutkan keningnya "kenapa kak, emang salah kalau kita ke kebun binatang" tanya qiana heran dengan raut wajah putera


"gak papa sih qiana, ya sudah ke sana" putera merutuki dirinya dalam hati, bagaiamana bisa dia lupa kalu qiana belum pernah berpcaran sebelumnya dan selama ini mereka sudah dekat sebagai adik kakak selama bertahun-tahun


"ya sudah kak, ke sana ya soalnya qiana pengen mengingat waktu kita jalan-jalan ke kebun binatang" sahut qiana begitu semangat


"iya sweetheart" putera melajukan mobilnya menuju kebun binatang


satu jam perjalanan qiana dan putera sudah sampai di kebun biantang terbesar yang ada di Jakarta "ayo kak" qiana menarik lengan putera untuk mengitari area kebun binatang


putera melihat senyum lebar qiana yang begitu memukau untuknya "semudah itu senyumu terukir di wajah cantikmu" batin putera terus menyunggingkan senyumnya melihat qiana yang begitu bersemangat berinteraksi dengan para binatang yang ada di kebun binatang


"kak lihat itu" tunjuk qiana pada permen kapas besar yang ada di area kebun binatang


putera menoleh ke arah tangan qiana "kamu mau itu" tanya putera


"iya mau" balas qiana


"ya sudah, kakak beliin ya" putera berjalan ke arah pedagang permen kapas untuk membelinya


qiana memilih duduk di bangku yang ada di bawah pohon besar sambil menunggu putera menghampirinya


"ini" putera menyerahkan permen kapas besar untuk qiana


"terima kasih kak" qiana membuka bungkus plastik dan mulai mengunyahnya


"boleh kakak minta juga" pinta putera


"boleh sih, kan ini besar" balas qiana


putera ikut menggigit permen kapas itu berbarengan dengan qiana yang terus menggigitnya dan "cup" tak sengaja bibir mereka bertemu karena mereka tak berhenti saat menggigit


"maaf sweetheart" putera mengusap dadanya saking terkejutnya dengan situasinya sekarang


"iya kak" qiana mengusap dadanya pelan "tadi kan gak sengaja" qiana mati-matian menetralisir kegiugupannya

__ADS_1


__ADS_2