Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 44 - Akhiri Saja Pernikahan Kita


__ADS_3

Arsen yang masih memaksa Shena, Sangat terkejut kala melihat seorang pria dari balik kaca spion mobil yang terparkir tidak jauh darinya. Pria itu tengah berjalan membabi buta menghampirinya dan Shena.


Takut akan amukan Ash, Arsen pergi berlari dan tidak mempedulikan Shena lagi.


Ash yang baru saja sampai, tapi melihat Arsen sudah pergi. Ingin mengejar, pria itu sudah pergi jauh dengan mobilnya.


Shena tersenyum melihat kepergian Arsen, Namun senyumnya luntur ketika melihat wajah suaminya yang sudah berdiri dihadapannya.


"Pa, Paman Ash!" Gumam Shena.


Pandangan Ash nampak tidak bersahabat, Pria itu sepertinya sangat marah dengan istrinya saat ini.


"Apa yang kau lakukan di sini? Tadi kau mengatakan ingin pergi menemui teman lama mu. Apa itu hanya sebuah alasan untuk menemui mantan kekasih mu?" Bentak Ash membuat Shena terkejut.


"Kau tahu ini sudah pukul berapa? Mengapa kau masih keluyuran dengan pria lain?" Bentak Ash lagi.


"Aku memang pergi bersama teman lama ku, Paman! Aku.."


Ash langsung menarik tangan Shena menuju mobilnya berada.


"Lepas Paman! Kau kenapa?" Pekik Shena berusaha melepaskan tangannya yang ditarik kuat.

__ADS_1


"Masuk..!" Bentak Ash membuka pintu mobilnya.


Ingin tidak ingin Shena masuk ke dalam mobil dalam Kebingungan. la takut melihat wajah Ash yang seperti monster kelaparan. Lagipula Shena bingung, kenapa Ash semarah itu. Toh dia hanya sedang pergi berjalan-jalan dengan teman lamanya dan Ash tahu akan hal itu. Apa karena melihatnya bersama Arsen tadi?!


"Ini terakhir kalinya kau berbuat sesuai keinginan mu, Shena! Jika sekali lagi kau keluar dengan pria lain, akan ku pastikan pria itu lenyap dari muka bumi ini." Ancam Ash tidak main-main.


Sebelumnya ia sudah tahu jika Arsen adalah mantan istrinya. la sudah mencari tahu semua mengenai Shena termasuk Soya beserta semua masa lalu istrinya. Hanya saja Ash merasa tidak pantas jika Shena keluar berdua dengan pria yang statusnya hanya sudah menjadi mantan. Apalagi Ash tidak pernah percaya dengan pertemanan dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin.


"Aku hanya bermain bersama teman lama ku, Paman! Kau tidak berhak melarang ku."


"Aku berhak! Karena aku suamimu, Shena!"


"Tapi Aku dan Anna sudah berteman jauh sebelum kita menikah! Dan aku rasa tidak ada yang salah. Lagipula kau tahu aku pergi bersama Anna."


"Aku sedang tidak membahas dia! Jangan membantah ku Shena! Kau harus ingat, kau sudah menikah! Dan sekarang kau harus belajar menerima itu."


Shena seketika memandang Ash dengan tidak kalah emosi.


"Ini semua salah mu Paman! Seharusnya kau tidak perlu menerima perjodohan ini! Aku tidak pernah mencintai mu dan sampai kapanpun tidak akan pernah mencintai mu. Apa salahnya jika aku masih mencintai dia meskipun sedang berusaha melupakannya, karena dia adalah cinta pertama ku!!"


"CUKUP!!" Bentak Ash menepikan mobilnya kepinggir jalan yang kebetulan sepi.

__ADS_1


"Kau jangan memancing emosi, Shena!" Ash menatap Shena dengan mata elangnya.


"Mengapa kau marah, Paman? Seharusnya kau sadar! Pernikahan ini hanya menyiksa kita berdua. Seharusnya kita akhiri saja semuanya."


"DIAM!!!" Bentak Ash mencengkeram kedua lengan Shena dengan kuat. Shena benar-benar membuat emosi Ash meningkat lima kali lipat.


"Jangan pernah berniat untuk mengakhiri pernikahan ini! Aku tidak akan pernah melepaskan mu! Aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati mu, Sekalipun itu hanya mantan kekasih mu dan kau perlu melupakannya." Ucap Ash menatap tajam ke arah Shena.


Mata Shena mulai berkaca-kaca ketakutan, Ia merasa cengkeraman Ash sudah menyakiti tubuhnya.


"Tapi aku tidak bahagia Paman! Aku tertekan, Aku tersiksa. Kau kerap kali melarang ku dan memberikan pengawalan yang aneh menurut ku. Padahal tidak akan ada bahaya yang mengintai ku. Dia hanya mantan kekasih ku dan pasti sedang melupakan ku juga. Aku saja tidak tahu mengapa dia ada di sana. Anna sudah pergi dan dia datang tak lama setelahnya." Lirih Shena, Akhirnya air matanya tumpah. Ia menginginkan hari-harinya bersama dengan Ayahnya berdua dulu, hari-harinya bersama teman dan semuanya yang dulu.


Ash menghela napasnya kasar melepaskan cengkeramannya, Ia tidak bisa melihat air mata Shena yang jatuh di pipi mulusnya. Ash mencoba meredam emosinya agar Shena tidak semakin takut. la sadar dengan usia Shena yang memang masih muda dan masih belum siap dengan pernikahan ini. Tapi Ash berusaha membuat Shena menerima ini semua secara perlahan.


Ash menarik Shena ke dalam pelukannya, Ia merasa tubuh istrinya yang bergetar karena menangis sesenggukan.


"Tolong bertahanlah! Kita harus berjuang, Aku tahu ini tidak mudah." Bisik Ash dengan suara yang melunak.


Pertengkaran dalam sebuah hubungan tentunya menjadi salah satu hal yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Sebab adanya pertengkaran seringkali bisa menyadarkan arti pentingnya kepercayaan, kesetiaan, ataupun perhatian.


Semua bukan hanya tentang tawa, cinta pun melekat di dalamnya untuk menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bahtera rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2