
sheryl duduk termangu menopang dagunya sambil melirik aquarium besar di rumah bachtiar " ngapain juga kalau gak ada qiana " sheryl benar-benar di landa kebosanan setelah kepergian qiana yang baru beberapa jam berlalu
sheryl melirik ke arah ponselnya dan tersenyum penuh arti "ke kantor papa ah" sheryl melenggang pergi dari rumah bachtiar dan akan menuju kantor bachtiar
tentu sheryl tahu betul perusahaan kekasihnya itu karena memang dulu sheryl sering berkunjung ke sana dan bermain bersama kayla saat ikut om nya saat menemui om bachtiar
tak sampai 30 menit sheryl sampai dengan membawa mobilnya sendiri "mba, tuan bachtiar ada" tanya sheryl
petugas resepsionis itu menatap heran sheryl, siapa sheryl dalam benak petugas resepsionis "saya tahu ruangannya kok, saya langsung saja ke atas ya" ucap sheryl dengan yakinnya
"anda sudah buat janji belum" tanya petugas resepsionis
"belum tapi bos kalian akan senang kalau saya datang" ucap sheryl dengan yakinnya dan berjalan menuju lift
"tunggu nona" petugas respsionis mengejar sheryl tapi malah dengan santainya sheryl mengabaikan teriakan itu dan tersenyum simpul pada petugas resepsionis kantor bachtiar
sheryl berjalan dengan santai ke arah ruangan bachtiar "tunggu nona" petugas tersebut nampak terengah-engah karena berlari
"ada apa" tanya sheryl dengan santainya
"nona tuh belum ada janji harusnya gak masuk sembarangan" ucap petugas resepsionis
"sudah saya bilang bosa kalian malah akan sangat senang kalau saya datang" sheryl membuka pintu bachtiar dengan gerakan cepat dan berjalan masuk ke dalam ruangan
bachtia mendongak ke arah pintu dengan tatapan tajam karena ada yang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
petugas resepsionis tersebut langsung membungkuk ke arah bachtiar takut akan kemarahan bosnya karena membiarkan orang asing masuk ke dalam ruangan CEO perusahaan tempatnya bekerja "maaf tuan, saya sudah mengingatkan nona ini untuk tidak masuk sembarangan tapi dia tetap kekeh masuk tuan" ucap petugas resepsionis itu membungkukan tubuhnya sebagai tanda permohonan maaf
"sayang" bachtiar langsung tersenyum saat melihat kehadiran sheryl
dengan cepat ia menghampiri sang kekasih dan memeluknya dengan erat "kok gak kasih tahu kalau mau ke sini" taya bachtiar
"aku bosan di rumah sendiri jadi datang kesini" sheryl mencebikkan bibirnya kesal karena memang ia sedang merasa bosan di rumah sendiri
mulut petugas resepsionis tersebut menganga lebar akan sikap manis pemimpin perusahaannya pada seorang wanit apdahal ia tahu betul bahwa sikap bosnya itu begitu dingin bahkan pada anak perempuannya saja bachtiar begitu terlihat sangat tegas tapi kenpa pada perempuan ini singa jantan inibisa sangat jinak
__ADS_1
bachtiar melirik petugas resepsionis dengan tatapan dinginnya "kelaur saja, dia kekasih saya jadi tak masalah jika dia datang" usir bachtiar pada wanita yang jelas mengganggu kedekatannya dengan sang kekasih
"baik tuan" wanita itu bergegas keluar ruangan bachtiar agar tidak kena amuk
bachtiar langsung memeluk sheryl "pasti sangat membosankan di rumah ya" tanya bachtiar
sheryl megerucutkan bibirnya " iya, bosan banget pah, qiana kan lagi sama ayahnya" balas sheryl
cara bicara sheryl benar-benar membuat bachtiar ingin memakan sheryl saking gemasnya "ya sudah duduk dulu" bachtiar membawa sheryl duduk di sofa " mau nemenin papa kerja aja" tanya bachtiar
"iya lah, dari pada bosan. mungkin nanti kalau buku mama di angkat ke layar lebar baru mama gak akan ganggu papa" balas sheryl
"papa tuh senang aja kalau mama ikut papa di kantor " bachtiar mengusap kepala sheryl dengan lembut "sudah makan belum" tanya bachtiar
sheryl melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.30 siang " kalau makan siang ya belum lah pah, kan masih jam segini" balas sheryl
"ya sudah, yuk makan" bachtiar mengajak sheryl untuk makan di luar kantornya
"ya sudah yuk" sheryl menggandeng lengan bachtiar dengan mesra dan tanpa canggung sama sekali
ngan
"pah" sheryl menepuk pelan lengan bachtiar dan bachtiar hanya berdehem pelan
"apa pakaian mama ada yang salah, kok mereka lihatnya gitu banget" tanya sheryl yangsudah berjalan cukup jauh dan sudah akan sampai di lobi
bachtiar hanya melirik sekilas "mungkin mereka merasa lucu saja kalau pria setua papa jalan sama wanita muda" balas bachtiar dengan santainya
"muda apaan pah, mama kan sudah ada qiana yang sudah mau dua tahun" sheryl menatap bachtiar dengan lekat "lagian papa masih kelihatan muda dan ganteng kok" puji sheryl membuat hati bachtiar benar-benar merasa berbunga-bunga
"benarkah" tany bachtiar merasa begitu bahagia di puji kekasih hatinya
bachtiar membuka pintu mobil untuk sheryl "silahkan sayang" ucap bachtiar
sheryl tersenyum ke arah bachtiar "makasih pah" sheryl masuk ke dalam mobil dan bachtiar bergegas masuk ke sisi sebelah
__ADS_1
bachtiar membantu memasang sabuk pengaman sheryl lau dirinya "mau makan apa sayang"tanya bachtiar
"apa ya..."sheryl nampak berpikir keras "ikut papa aja deh" ucap sheryl
"ya sudah, biar papa yang pilih makanan buat kita makan siang" balas bachtiar
bachtiar membawa sheryl makan ke salah satu restoran yang ada di dekat kantornya dan terkenal enak "makan di sini gak papa kan sayang, ini restoran favorit kayla loh. dia suka banget makanan di sini" ucap bachtiar
"gak papa pah, mama biar coba makanan baru juga" sheryl turun dari mobil di ikuti bachtiar
"ayok sayang" bachtiar menggandeng tangan sheryl masuk ke dalam restoran
bachtiar membawa sheryl untuk duduk di dekat jendela berbaur dengan para pengunjung lain "gak papa kan kalau kita makan di sini" tanya bachtiar
"gak papa kok pah, kita bisa makan berbaur dengan yang lain dan gak harus di ruang privat" sheryl tak mengharuskan makan di tempat private, malahan sheryl senang-senang saja jika mereka makan berbaur dengan pengunjung lain
sheryl dan bachtiar menyantap makanan yang sudah tersaji di depan meja mereka dengan santai "enak sayang" tanya bachtiar
sheryl mengangguk "benar enak pah" balas sheryl yang suka dengan makanan yang di sajikan restoran
"syukur deh kalau enak" bachtiar mengusap pelan kepala sheryl karena menyukai makanan yang ada di restoran
"bachtiar" panggil seorang pria paruh baya menghampiri bachtiar
bachtiar memicingkan matanya melihat siapa yang ada di hadapannya "james" ucap bachtiar yang mulai mengingat pria di hadapannya itu adalah sahabat lamanya
"apa kabar bro" james memeluk bachtiar ebagai tanda sapaan
"baik bro" balas bachtiar senang bertemu dengan kawan lama "sama siapa ke sini, sama istri kamu" tanya bachtiar
"enggak, aku mau ketemu randi, dia baru pulang dari jepang jadi kita janjian di sini" balas james
"wah randi pulang dari jepang, sudah lama loh aku gak lihat dia" ucap bachtiar
"iya, kebetukan dia baru pisah dari istrinya yang orang jepang itu jadi dia mutusin untuk pulang" james melirik ke arah sheryl "ini anak kamu" tanya james
__ADS_1
bachtiar menggelengkan kepalanya "bukan, dia calon istriku" balas bachtiar memperkenalkan sheryl sebagai calon istri bachtiar
"haaaa" mulut james menganga lebar mendengar sheryl yang jelas masih muda itu dalah calon istri bachtiar