
"Ayah gak ingat-ngat dia Qi, cuma orang yang sempat bikin bunda kabur kan cuma dia" balas Ayah mario dengan suara gugupnya akan ucapan Qiana
Nazhief yang sedari tadi hanya menjadi pendengar memicingkan matanya ke arah Ayah Mario "ayah pernah ketahuan selingkuh" tebak Nazhief atas obrolan kakak dan ayahnya yang tidak tahu arahnya kemana dan hanya bisa menebak-nebak saja
Ayah mario melambai-lambaikan tangannya "enggak kok, Ayah cuma cinta sama bunda kamu gak ada wanita lainnya" jelas Ayah mario tak ingin di kira selingkuh walaupun dulu sempat terjadi tuduhan itu
"makanya jangan pernah coba main api" kesal Qiana menyahut ayahnya yang sedang ketakutan
ingatan masalalu ayahnya yang menyakiti bunda dan mamanya karena seorang wanita membuat ia sangat kesal, apalagi dulu Zia bisa mendekati ayahnya karena ayahnya lah yang memberikan akses untuk melakukan itu walaupun ayah mario tidak sadar melakukan hal itu
"ya ampun Qiana kamu kan tahu cerita dulu bagaimana dan itu gak seperti itu tapi ayah yang di jebak olehnya" protes ayah Mario tak ingin di tuduh sengaja menciptakan momen kedekatannya dengan wanita yang pernah hampir merusak kehidupan pernikahannya dengan istrinya
"tapi kalau ayah gak sok baik sama si perempuan sundel itu gak akan ada kejadian kaya gitu dulu" timpal Qiana tetap merasa ayahnya yang salah sudah memberi Zia sebuah celah untuk mencoba merusak pernikahan antara ayah Mario dan bunda Laras
"ayah baik sama dia cuma karena menghargai bunda kok kan dia adik bunda" balas Ayah Mario membenarkan sikapnya dulu yang berbuat baik pada Zia
"dia bukan adik Bunda! " sahut Bunda laras yang sedari tadi diam saja tapi tidak terima saat di sebut Zia adalah adiknya karena pada nyatanya ia di tekan oleh janjinya pada mendiang ayahnya untuk menjaga Zia dan padahal Zia bukanlah adik kandungnya dan hanya anak bawaan ibu tirinya apalagi bunda Laras harus rela tidak kuliah dan bekerja di luar negeri demi bisa menyekolahkan Zia dan menghidupi ibu tirinya yang jelas tidak menghargai bunda Laras sama sekali
__ADS_1
"iya bunda, maafin ayah ya" Ayah mario langsung memeluk istrinya dengan erat agar tidak kembali bersedih jika mengingat kejadian dulu. Ayah mario tentu tahu bagaimana perjuangan bunda Laras dalam menghidupi keluarganya itu tapi malah selalu di salahkan dan tidak di hargai perjuangannya
dulu ayah mario ingat betul bagaimana istrinya begitu terpukul saat Zia memberikan foto dirinya tidur bersama Zia dalam keadaan tanpa busana walaupun sebenarnya tak ada kejadian apapun dan Zia memotret tubuh ayah Mario dalam keadaan telanjang di bagian dada dan hanya tertutup selimut saat sedang tidak sadarkan diri
Qiana menoleh ke arah Edzar "kakak tetap akan stop fasilitas kamu, dan kamu cukup di antar jemput sopir saja saat kuliah dan tidak ada uang saku lalu bawa makan dari rumah kalau tidak mau tidak usah makan saja" putus Qiana ingin memberi pelajaran keras karena sudah menyakiti hati bundanya padahal dirinya saja tidak pernah tega berkata kerasa pada bundanya
"tapi kak" protes Edzar tak Terima jika tidak membawa uang saku sama sekali nanti apa kata teman-temannya
Qiana mengangkat satu tangannya tanda tidak ingin di bantah "gak ada bantahan Edzar" tegas Qiana
"gak harus gitu sweetheart, mereka kan sudah putus" sela Putera yang kasihan pada Edzar jika tidak di beri uang saku oleh Qiana
"gak akan kak" balas Edzar yakin tidak akan kembeli menerima Lea di hidupnya
"dengan apa yang kakak lakuin kali ini nantinya kamu akan berterima kasih dengan kakak karena kakak kenal betul dengan wanita-wanita itu yang cuma gila harta saat dia tahu kamu gak bisa membelikan keinginannya kakak jamin dia akan mundur teratur tanpa kamu hindari dengan usaha keras" ucap Qiana menlyakini sifat Lea pasti tidaklah jauh dari sifat ibunya yaitu Zia
"baiklah kak" balas Edzar pasrah akan keputusan kakaknya yang tak bisa di ganggu gugat
__ADS_1
Edzar berjalan menghampiri bundanya dan berlutut di hadapan bunda laras "maafin Edzar bunda, Edzar sudah salah karena bentak bunda harusnya apapun ucapan bunda gak buat edzar bentak bunda dan buat bunda bersedih" ucap Edzar
bunda Laras langsung memeluk Edzar "bunda juga minta maaf Edzar harusnya bunda tidak terlalu ikut campur dengan hidup kamu tapi setelah bunda tahu kamu pacaran dengan anak itu hati bunda sakit zar, setiap melihat anak itu bunda keingat waktu ayah kamu buat hati bunda hancur walaupun tak benar Lea itu anak ayah tapi tetap saja dulu bunda sering bertengkar dengan ayah karena ibunya dan rasanya sakit sekali Edzar setiap bunda ingat itu" jelas bunda Laras dengan isak tangis
Ayah Mario menatap sedih bunda Laras yang terus menangis dalam pelukan Edzar, ayah Mario tak menyangka kalau istrinya masih merasa begitu sakit dengan kejadian dulu "maafin ayah bunda" Ayah mario memeluk Bunda laras begitu erat merasa bersalah akan rasa sakit yang pernah ia torehkan untuk bunda Laras dulu
"bunda sudah maafin ayah kok, cuma kadang kalau keinget itu rasanya masih sakit banget yah" jelas Bunda Laras yang tak ingin suaminya merasa bersalah kembali akan kejadian yang lewat belasan tahun
"Edzar janji gak akan dekat dengan Lea biar bunda gak ikeingat sakit hati bunda" janji Edzar
"iya Edzar, bunda percaya kamu tidak ingin membuat bunda bersedih" balas bunda Laras
Qiana begitu bersyukur adiknya bisa di nasehati untuk tidak kembali bersama dengan Lea karena itu bisa membuat bunda Laras teringat masa lalunya
"ya sudah Edzar, cepet gih siap-siap kamu berangkat kuliah sama kami dan pulang nanti baru di jemput sopir" ucap Qiana
Edzar mengurai pelukannya "iya kak" balas Edzar
__ADS_1
Edzar pamit kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke kampusnya "Edzar berangkat kuliah dulu ya yah mah" ucap Edzar mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian