
Kayla berjalan pulang dengan langkah lesu "kamu kenapa kai, kok lesu gitu" tanya sheryl saat melihat kayla yang sedang menata belanjaannya di lemari khusus perlengkapan putera yang berada di dapur
"gak papa non, cuma agak capek aja" balas kayla
"ya sudah, istirahat saja. lagian putera juga lagi tidur dan saya juga kak kinan kan di rumah" ucap sheryl
"iya non" kayla berjalan dengan gontai menuju kamarnya
kayla menutup pintu kamarnya dengan gerakan perlahan " kenapa bisa begini" batin kayla menjerit menyandarkan punggungnya di daun pintu kamarnya
***
brian berulang kali menghela nafas saat akan memasuki pintu, bergerak seolah akan pergi tapi kembali lagi, dan terus begitu sampai berulang kali
"ngapain anda kaya gitu, gak jelas banget" tanya romi dengan sedikit ketus saat melihat brian ada di depan rumah majikannya tapi tak kunjung masuk ke dalam malah bertingkah aneh
"ah" brian sedikit terkejut saat melihat Romi yang datang entah dari mana
"mau masuk ke dalam, kasih titipan ayah dan kakak ke putera" brian berjalan masuk ke dalam rumah mendahului Romi
romi menatap aneh Brian "abis kesambet kali ya, aneh banget" romi menggelengkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam rumah
brian berjalan ke arah sheryl yang sedang duduk di sofa ruang kelaurga "putera mana sher" tanya brian
"di dalam" sheryl menunjuk dengan dagunya
brian menoleh ke arah kamar putera "sama kinan di dalam" tanya brian
"enggak, sama kayla. kakak lagi pergi nemenin ayah beli sesuatu" balas sheryl
brian menunjukan barang-barang yang tadi ia bawa "ayah sama kakak mau kasih hadiah buat putera, kemarin habis dari amerika soalnya" ucap brian
"ya sudah taro aja sana, nanti minta kayla nyusunin barang-barangnya di dalam" balas sheryl
"ya sudah, aku ke sana ya" brian berjalan pelan ke arah kamar putera
brian sempat ragu saat akan masuk ke dalam, brian memegang kenop pintu dengan menghela nafas panjang "ceklek" brian berjalan masuk ke dalam kamar, di mana kayla sedang menemani putera bermain, yang sedang aktif-aktifnya bergerak menelungkupkan badannya
kayla menoleh ke arah pintu dan menatap tak suka orang yang masuk ke dalam kamar putera "ngapain kamu ke sini" tanya kayla dengan nada ketus
brian menunjukan barang yang ia bawa "bawa hadiah buat putera" balas brian
__ADS_1
"jagain putera, biar aku simpan hadiahnya" ucap kayla
brian meletakan barang yang ia bawa dan menghamipiri putera untuk ia gendong
kayla membuka barang-barang tersebut dan mulai menyusun barang tersebut seseuai kegunaannya "kay" panggil brian
"hmmm" kayla hanya membalas singkat dan tetap melanjutkan aktifitasnya
"sudah bilang ke kinan untuk resign dari sini belum" tanya brian dengan pelan
kayla menoleh ke belakang dan memicingkan matanya ke arah Brian "putera kan sudah mulai berisi, itu gak baik buat kamu yang harus gendong putera, kan kamu lagi hamil muda" ucap brian
kayla menghela nafas kasar "itu sama sekali bukan urusan kamu" kayla menutup pintu lemari dan berniat keluar dari kamar
"kay" brian menarik tangan kayla untuk tidak pergi
"jangan seperti ini dong kay, kan saya sudah bilang akan bertanggung jawab" ucap brian
kayla mendengus kasar "kamu pikir, aku mau nikah sama orang yang jelas-jelas masih menaruh harap dengan seseorang, lagian kita gak ada rasa sama sekali" balas kayla
"tapi anak itu butuh ayahnya kay" brian menunjuk ke arah perut kayla yang masih rata
"ayolah kayla, jangan samakan kamu dengan kinan. walaupun mungkin sekarang dia membesarkan putera tanpa seorang suami, dia ada keluarganya yang sangat menyayangi kinan, dan jelas kamu juga ada hans yang selalu ada di sekitarannya sejak kinan hamil" seru brian
kayla tersenyum miris, mengingat dirinya yang memang tidak ada yang akan mendampingi saat hamil jika tidak ada brian. kayla memang masih memiliki keluarga, tapi mana mungkin dia akan kembali dan mengatakan kalau dirinya sedang Hamil tanpa suami
"walaupun aku sendiri, aku tetap bisa menjaganya" kayla berjalan ke arah luar
"kay" panggil brian
kayla membuka pintu dengan sedikit kasar "ya ampun kay, ngagetin deh" berteatan dengan kayla yang akan keluar kamar, kinan berjalan masuk ke dalam kamar putera
"maaf non, saya gak tahu kalau nona mau masuk" ucap kayla dengan tak enak hati
"gak papa kok" kinan melirik brian yang sedang menggendong putera "kamu kapan ke sini brian" tanya kinan
"barusan, tadi bawaian hadiah dari kakak dan ayah buat putera" balas brian
kinan berjalan menghampiri brian dan mengambil alih putera "ya sudah ngobrol di luar saja, biar sekalian putera main di ruang keluarga saja" ajak kinan
brian dan kayla berjalan mengekori kinan "saya mohon, pikirin lagi tentang tawaran saya" bisik brian di dekat telinga kayla dan kayla memicingkan matanya ke arah brian
__ADS_1
tanpa kayla dan brian sadari, sheryl melihat tingkah kayla dan brian yang menurut sheryl agak aneh
kinan meletakan putera di kasur lantai agar lebih mudah bergerak "main sama adek kamu ya brian, aku mau mijitin kakinya sheryl yang bengkak" kinan menoleh ke arah kayla
"kama siap siaga aja, takut kakak besarnya itu gak bisa urus putera" pinta kinan menepuk pelan bahu kayla
akhirnya brian bermain dengan putera dengan di awasi kinan tak jauh dari situ. sedangkan kinan berjalan menghamipir sheryl dan menghampiri sheryl untuk memijat kakinya yang bengkak
"sini" kinan meminta kaki sheryl agar pindah ke pangkuannya
"ah" sheryl yang sedari tadi fokus mengamati kayla dan brian jadi sadar bahwa dirinya sedang minta di pijat oleh kakaknya
"jangan biasakan kaki kamu gantung di bawah ya sher, usahain kamu duduknya selonjoran aja" ucap kinan menasehati sheryl
"iya kak" sheryl kembali melirik kayla dan brian
kinan mengikuti arah pandang sheryl "kamu kenapa sher, ngelihat brian segitunya" tanya kinan setengah berbisik
sheryl jadi ikut berbisik "kakak ngerasa aneh gak sih sama mereka berdua" tanya sheryl
"siapa maksud kamu" tanya kinan bingung
"brian sama kayla loh kak" balas sheryl sedikit kesal
"aneh, gimana" tanya kinan
"ya aneh aja kak, atmosfer mereka berdua kaya gimana gitu" ungkap sheryl
kinan menautkan kedua alisnya "gimana maksud kamu" kinan yang bingung ikut melihat brian yang sedang mengajak putera bermain dan sesekali melirik kayla dengan tatapan aneh
"apa jangan-jangan mereka ada sesuatu di belakang kita "tebak kinan dengan masih berbisik
"mungkin, roman-romannya sih ke arah sana" balas sheryl
"bagus dong kalau gitu, itu tandanya kan di sudah move on. jadi kan kakak bisa cepat nikah sama mas hans" balas kinan dengan senyum mengembang
sheryl menatap tajam kakaknya "ih kakak mah langsung semangat gitu bahas menikah sama kak hans"rajuk sheryl
"tentu aja semangat, mas hans tuh harus bolak-balik, dari rumahnya, ke rumah sakit, terus kesini, ke rumahnya lagi. siklusnya kan terlalu banyak. kalau kita menikah kan jadi gak terlalu banyak dan mas hans gak terlalu lelah" jelas kinan
"dasar, yang sudah kena bucin akut" ledek sheryl yang hanya di balas kekehan oleh kinan
__ADS_1