Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Ada yang beda


__ADS_3

Sheryl sedang memasak di dapur dengan di bantu para pelayan yang ada di rumah bachtiar "amra, susun makanan yang sudah jadi di meja makan ya" pinta sheryl


"iya nyonya" amra mulai menyusun makanan yang sudah selesai di masak oleh sheryl


bachtiar yang sudah siap memakai setelah jas lengkapnya menghampiri amra "nyonya masih belum selesai masak" tanya bachtiar


"tinggal bikin jus saja sama nunggu soup iga nya matang tuan" balas amra


"ya sudah" bachtiar berjalan menghampiri sheryl dan langsung memeluk sheryl dari belakang


"kamu senang banget qiana pulang sampai masak sebanyak ini" tanya bachtiar


"iya pah, kangen banget aku sama qiana yang sudah 2 hari di rumah mas mario" balas sheryl


"papa" teriak qiana dari luar rumah


bachtiar mengecup pipi sheryl "anak kita sudah manggil itu, kesana dulu yuk" ajak bachtiar


"amra selesain jus nya ya" pinta bachtiar


"iya tuan" balas amra


sheryl melepas apronnya dan berjalan bersama bachtiar untuk menyambut kedatangan putrinya "qiana" panggil sheryl


tapi malah yang di panggil menghampiri bachtiar dan memeluk bachtiar "kangen papa" qiana bermanja dalam pelukan bachtiar


sheryl mencebikkan bibirnya karena di abaikan anaknya "kamu gak kangen mama" tanya sheryl


"kangen mama, tapi paling kangen papa" balas qiana masih memeluk bachtiara


sheryl mengusap kepala qiana sambil tersenyum melihat kedekatan qiana dengan bachtiar "ayok makan, mama masak banyak buat kita makan" ajak bachtiar


"iya papa" balas qiana


sheryl menoleh ke arah bik laras "yang antar kamu ke sini siapa tadi" tanya sheryl


"tuan mario nyonya, tapi kata tuan mario dia ada rapat pagi jadi gak bisa mampir kan kantornya agak jauh dari sini" balas bik laras


"ohhh ya sudah makan yuk ras" ajak sheryl

__ADS_1


"iya nyonya" balas bik laras


sheryl melirik kening bik laras yang terdapat plester luka, tapi ia coba tepiskan sementara dan akan bertanya nanti setelah sarapan


setelah sarapan sheryl mengantar bachtiar untuk berangkat kerja sampai di halaman depan "kerja yang giat ya papa" ucap sheryl mengecup pipi bachtiar


"iya mama, papa pasti kerja keras biar bisa beliin apa yang mama mau" sheryl hanya terkekeh mendengar balasan bachtiar


"dah mah, baik-baik di rumah ya" bachtiar mengecup singkat bibir sheryl sebelum masuk mobilnya


setelah mobil bachtiar keluar pagar rumah, sheryl berjalan masuk ke arah bik laras dan qiana yang sedang bermain di area bermain qiana


"capek gak bik" tanya sheryl


"enggak kok nyonya, di sana kan cuma ngurus nona qiana sama dengan di sini jadi gak terlalu capek, lagian waktu non qiana lebih banyak di habisin sama tuan mario" balas bik laras


sheryl menunjuk ke arah kening bik laras " ini kenapa bik, kayanya waktu berangkat belum ada" tanya sheryl


"itu di dapat bik laras waktu kita ke kantor ayah mah, tapi qiana gak tahu kenapa soalnya qiana lagi bobo" sahut qiana sibuk memainkan boneka kelincinya


sheryl mengerutkan keningnya "kok bisa dapat luka di kantor mas mario" tanya sheryl makin penasaran kenapa bik laras bisa mendapatkan luka itu


sheryl sudah bisa menebak siapa wanita yang di maksud bik laras "terus gimana reaksi mas mario" tanya sheryl


"waktu itu sih tuan mario sempat berteriak keras sama wanita itu dan mencekik lehernya, selebih itu saya gak tahu nyonya soalnya saya langsung masuk kamar yang ada dalam kantor tuan mario takut non qiana bangun karena teriakan tuan mario" balas bik laras


"denger ya laras kalau kamu ketemu wanita itu jangan biarin qiana dekat-dekat dengan wanita itu dan kalau sampai mas mario izinin wanita itu mendekat bilang ke saya, atau langsung pulang ke rumah bawa qiana" ucap sheryl


"iya nyonya" bik laras menganggukan kepalanya "oh ya nyonya, saya mohon maaf ya kalau saya waktu itu makai pakaian nyonya yang ada di lemari di akmar tuan mario soalnya baju saya kotor di lempar makanan sama wanita gila itu" ucap bik laras tak enak hati


sheryl tersenyum simpul "itu bukan barang saya lagi, lagian itu masih baru semua deh kayanya, saya kan bukan istri mas mario lagi jadi gak perlu pakai itu lagi, kalau kamu suka nanti saya bilang ke mas mario buat kasih itu ke kamu soalnya ukuran kita kan gak jauh beda" balas sheryl


"gak ah nyonya, pakaian yang kata tuan masih baru di lemari di rumah kemarin saja yang di bagi-bagi sama pelayan di rumah gak saya ambil" balas bik laras


"kenapa" sheryl mengerutkan keningnya "pakaian yang di beliin mas mario itu bagus-bagus loh" tanya sheryl


"gak ah nyonya, itu bukan gaya saya, saya lebih suka pakai daaster, waktu saya pakai pakaian nyonya yang ada di kantor tuan saja rasanya gak nyaman" balas bik laras


sheryl terkekeh "iya juga ya, selera pakaian kita emang beda" sahut sheryl

__ADS_1


sheryl menghampiri qiana "kamu senang di rumah ini atau di rumah ayah" tanya sheryl


qiana nampak berpikir "sama-sama menyenangkan. di sini ada mama dan papa bik laras juga. di sana ada ayah dan bik laras juga" balas qiana dengan tawa riang karena masih sibuk memainkan boneka kelincinya


sheryl mengusap kepala qiana "iya sayang, di sana ataupun di sini harus menyenangkan buat qiana karena ada orang tua qiana di sana ataupun di sini" balas sheryl


"mah, nanti main ke rumah kak putera yuk, kangen sama kak putera" ucap qiana


"iya, nanti agak siangan ya sayang mama lagi bikin rujak buat tante kinan, tante kinannya lagi ngidam soalnya" balas sheryl


"iya mama" balas qiana


"bik temani qiana main ya, saya mau lanjut buat rujak buat kak kinan" ucap sheryl


"iya nyonya" balas bik laras


di saat sheryl akan ke dapur, kayla baru saja datang sambil menggandeng damian yang sudah mulai berjalan "mba sheryl" panggil kayla


sheryl mneoleh ke arah sumber suara "wah kayla, kamu datang" tanya sheryl begitu senang kayla datang ke rumah ayahnya


"iya mba, tadi sempat telponan sama ayah katanya mba sheryl lagi buat rujak buat mba kinan, jadi kayla mampir sini sekalian mau ikut ke sana biar bisa ikutan makan rujak" balas kayla dengan kekehan


"boleh saja, kamu main sama qiana saja dulu, mba gak lama kok buatnya" ucap sheryl


"iya mba" kayla mengajak damian agar bermain dengan qiana


"hai damian"sapa qiana


"ha   i kak qia" balas damian masih masih kesulitan bicara karena usianya barulah satu tahun lebih beberapa bulan saja


"oh ya qiana, bentar lagi qiana ulang tahun, mau kado apa dari tante" tanya kayla


"emmm apa ya" qiana nampak berpikir keras ingin minta apa


"belum kepikiran tante, boleh gak kalau nanti saja kasih tahunya" balas qiana


"boleh saja sayang" kayla mengusap kepala qiana dengan gemas


"sudah main dulu sama damian ya" kayla menoleh ke arah bik laras "nitip bentar yak mba laras mau pipis dulu ini, maklum semenjak hamil bawaannya pipis melulu" ucap kayla memegang perutnya yang sudah kebelet ingin pipis

__ADS_1


"iya nona" balas bik laras


__ADS_2