
Setelah seharian menghabiskan waktu dengan bersenang di luar bersama sang suami yang ditutup dengan makan malam, Shena dan Ash telah kembali ke Mansion.
Jalan-jalannya kali ini sama sekali tidak membuat Shena senang, Ia malah terus kesal karena tidak sama sekali menikmati hiburannya bersama Ash yang selalu melarang bahkan saat makan malam tadi saja membuat Shena malu. Dia masih mengingat bagaimana puluhan pasang mata menatap ke arah mereka yang menjadikannya tontonan.
"Kau ingin kemana?"
Tanya Ash saat Shena buru-buru jalan ke arah tangga kamar nya.
"Aku ingin membersihkan wajahku dari lumuran bakteri yang menjijikan." Sahut Shena berlari kencang setelah melihat wajah kesal suaminya. Ash sampai menggelengkan kepalanya melihat ucapan pedas istrinya itu.
Padahal di luar sana banyak wanita yang ingin one night stand dengannya tanpa dibayar sekalipun. Bukankah melakukan one night stand di restaurant itu sangat menarik, menantang, dan perlu dicoba karena tidak ada yang pernah melakukannya. Itulah keinginan nyeleneh seorang Ash Vinson. Tapi sayangnya hanya sebatas ciuman saja, Shena sudah malu tadi!
"Lihat saja, Bagaimana kau bisa menolak pesona ku nanti." Batin Ash tersenyum devil.
Setelah menghabiskan waktu di luar seharian, Pasutri itu memilih mengistirahatkan dirinya terlebih dahulu. Seharian di luar membuat mereka sangat kelelahan.
...***...
Shena mencoba menggerakkan tubuhnya masih dengan mata yang tertutup, Ia merasa ada benda berat yang menimpa tubuh nya. Ia membuka matanya, dirabanya benda berat yang berada diperutnya tersebut.
"Tangan?!" Batin Shena saat dilihatnya tangan kokoh itu melingkar diperutnya, la sudah tahu siapa pemilik tangan tersebut, siapa lagi jika bukan suami Paman mesumnya. Sebenarnya Shena ingin sekali berteriak di depan wajah suami menyebalkannya itu tapi ia urungkan.
Shena membalikkan tubuhnya menghadap sang suami, di tatapnya wajah lelah sang suami itu yang mata tajamnya terlihat menutup satu dan rahang tegasnya tidak terlihat saat ia sedang tidur, bahkan suaminya terlihat sangat lucu.
Shena meraba mencari ponselnya, Namun tidak ketemu. Ia menatap jam dipergelangan tangan Ash. Ternyata sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Pantas saja ia merasa sangat lapar, Ia mencoba menyingkirkan tangan Ash, Namun tidak berhasil bahkan tangan itu semakin memeluk tubuhnya dengan erat.
"Paman! Sudah bangun?" Panggil Shena, Namun Ash tidak juga membuka matanya.
Shena mencoba lagi menyingkirkan tangannya, Namun tidak berhasil.
"Perutku sudah sangat lapar." Batin Shena memelas.
"Kau ingin kemana?" Tanya Ash tiba-tiba dan akhirnya ia sudah membuka matanya.
"Apa kau sedang berpura-pura tidur, Paman? Kau jahat sekali!" Ucap Shena mengerucutkan bibirnya membuat Ash gemas.
__ADS_1
"Aku lapar sekali, Paman! Tolong lepaskan tanganmu itu dari perutku!" Pinta Shena merayu sang suami.
Ash menghiraukan permintaan Shena. Ia malah kembali merengkuh tubuh mungil Shena masuk ke dalam pelukannya.
"Ayoolah... Ini sudah pagi dan kau juga harus berangkat bekerja. Aku seperti mainan saja!" Keluh Shena.
"Kau memang mainan ranjang ku!!" Ucap Ash sensual.
Shena memutar bola matanya malas.
"Paman, Jika kau tidak segera bangun, Maka malam ini aku akan tidur dengan Ayah!" Ancam Shena.
"Bahkan sebelum itu, Aku akan meminta Ayah untuk tidak menyetujuinya." Tegas Ash tidak ingin dibantah.
"Tapi-..." Rengek Shena dengan puppy eyes nya.
Sebelum Shena menyelesaikan perkataannya, Ash memotong ucapannya yang terlihat menekan tombol di samping meja nakasnya dengan suara yang sudah langsung terhubung ke dapur. Ia mulai menyatakan permintaan pada Maid untuk membawakan makan ke kamarnya.
"Bi, Aku meminta tolong untuk membawa makanan kami ke kamar." Titah Ash.
"Baik Tuan. Akan saya antarkan ke kamar sekarang juga." Jawab Maid dari speaker berukuran kecil yang timbul suara di kamar Ash.
"Sikapnya sungguh berlebihan sekarang. Apa aku akan mati membusuk juga di kamar ini?!" Batin Shena kesal, ia meraba tempat tidur dan meja nakas di samping dibuka nya laci, Namun tidak kunjung menemukan ponselnya.
"Apa yang kau cari?" Tanya Ash saat melihat Shena gelisah.
"Ponselku ada di mana Paman, Semalam aku letakkan di meja, Tapi sekarang hilang." Kata Shena frustasi.
Ash mengingat kembali saat ia menyimpan ponsel milik istrinya ke saku jas nya. Ia tidak menyukai Shena berhubungan dengan pria lain. Bahkan selain pesan misterius itu, Shena juga kerap kali saling berkomunikasi dengan Dayn dan Arthur.
"Aku tidak tahu!" Ash berdiri dan memunggungi Shena, Ia ingin segera mandi sebelum maid datang ke kamar membawa sarapan mereka.
"Kemana perginya ponsel bodoh itu?!" Gumam Shena. Ia berusaha beranjak dari tempat tidurnya, Namun sialnya tidak berjalan lancar. Shena terjatuh akibat kakinya yang terpelitek dan tidak sengaja tangannya menyentuh benda yang berada di atas meja.
Brakkk! Semua terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Akkhh..."
Ash yang tengah memunggungi Shena saat melepas bajunya terkejut, Ia memutar tubuhnya dan melihat Shena sudah berada di lantai. Dengan langkah cepat Ash menghampiri Shena dan merengkuh tubuh kecil istrinya tersebut.
"Apa yang kau lakukan Gadis kecil?!" Bentak Ash dengan wajah panik.
"Aku tadi ingin beranjak dari ranjang, Paman! Tapi kaki ku tiba-tiba terpeleset dan akhirnya aku jatuh." Jawab Shena takut, Dia tidak berani menatap wajah Ash yang super kesal itu.
Ash berdecak kesal, dilihat nya ada beberapa luka yang berdarah ditubuh Shena akibat jatuhan benda tadi yang menimpanya.
"Kau itu ceroboh sekali! Seharusnya kau memanggilku!" Bentak Ash lagi, seketika membuat ekspresi wajah Shena menjadi sangat kesal.
"Aku tidak ceroboh, Aku hanya tidak sengaja terjatuh." Pekik Shena merasa sangat kesal. Sangking kesalnya Shena, Ia memukul lengan suaminya.
Tanpa banyak berbicara lagi, Ash mengangkat tubuh sang istri ke atas tempat tidurnya. Shena sempat menolak bantuan Ash, Namun apa daya! Tidak ada yang bisa membantah perkataan makhluk dingin dan penguasa pasar bisnis itu yang akhirnya Shena pasrah.
Ash melihat tangan Shena yang mengeluarkan darah.
"Kau memang wanita ceroboh..."
"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil! Pria Mesum ini selalu saja membesarkan masalah kecil." Batin Shena berteriak dengan mulutnya yang bergerak-gerak kecil mengomel pelan.
"Kau jangan mengutuk suami mu! Kau tahu kan jika itu dosa besar." Ash tersenyum geli kedapatan melihat wajah istrinya yang kesal.
"Angkat sedikit kakimu!" Titah Ash meletakkan bantal di bawah kaki Shena.
Ash mengobati luka kecil ditangan Shena. Tak lupa mengobati kakinya yang terkilir sampai Shena sedikit berteriak karena Ash mengobatinya dengan cara memelintir dan efektifnya langsung sembuh.
"Ada saja yang membuat ku harus ekstra menjagamu. Jika kau tidak bisa menjaga kaki mu! Maka lain kali Aku akan memotong dan membuat kakimu ada di kebun binatang!" Kata Ash tanpa melihat wajah istrinya.
"Enak saja dia ingin memotong dan membuang kakiku sesuka hatinya! Kau pikir kaki ku ini daging kiloan!" Batin Shena memandang sinis suaminya.
"Jika saja kau bukan suamiku, Aku rasa saat ini aku akan mencincang tubuhmu kecil-kecil dan ku jadikan makanan binatang buas!" Senyum Shena mengembang membayangkan itu.
"Kau jangan membayangkan yang tidak-tidak! Aku pastikan semua pikiran jahat mu tidak akan terlaksana!" Ucap Ash santai, seperti mengetahui apa yang sedang dibayangkan oleh istrinya.
__ADS_1
Shena tidak habis pikir dengan Shaka, Bagaimana pria dingin itu mengetahui apa yang ia pikirkan.
Setelah pertengkaran kecil itu, Shena memilih diam dan menghiraukan Ash. Sampai dua orang maid dengan makanan yang diinginkan oleh Shena pun datang. Mereka pun menikmati makan yang didatangkan ke kamar.