
Drrttt...
Bunyi dering ponsel Shena. Saat itu Shena sedang berada di luar kamar.
"Aku merindukanmu.."
"Tolong maafkan aku."
Bunyi pesan yang masuk di ponsel milik Shena, Ash menatap ponsel Shena dengan tatapan tajam dan sekilas membaca pesan yang tampil di layar pengunci itu.
"Siapa pengirim pesan ini, Sepertinya mereka sangat dekat." Ucap Ash memeriksa ponsel Shena. Untunglah ia mengetahui ia mengetahui sandi kunci handphone milik istrinya, yakni hari pernikahan mereka.
Saat Ash menekan profil si pengirim dari WhatsApp istrinya, Ash menemukan nama tersebut.
"Deon Edison..." Tegun Ash emosi.
Bukankah ia adalah anak Tuan Edison itu? Apa hubungan dia dengan istrinya?
Sesaat dada Ash panas melihat pesan dari pria masih tidak diyakininya itu, Namun pesan kembali masuk ke ponsel milik istrinya.
"I Miss You Princess."
Dada Ash kembali bergemuruh melihat pesan yang sangat mesra dari pria masa lalu istrinya. Ia memfoto profil pria itu dan nomor teleponnya, Lalu mengirimkannya pada Willie.
"Cari tahu identitas pria ini, dan apa hubungannya dengan istriku. Apakah benar dia Deon Edison?!" Titah Ash pada anak buahnya. Setelah mengirimkan pesan pada Willie, Ash langsung menghapus semua pesan itu dan memblokirnya.
Tidak lama Shena masuk ke dalam kamar dengan senyum cerahnya.
"Paman sudah bangun!" Ujar Shena meletakkan teh di atas meja.
"Hem.." Dehem Ash berdiri mengambil handuk di dalam lemari, Tanpa banyak bicara pria itu pergi begitu saja meninggalkan istrinya yang masih berdiri dengan bingung di sana.
"Paman Beruang ini kenapa? Bahkan kemarin dia sangat peduli karena Asma ku kambuh." Batin Shena bingung, Tiba-tiba saja wajah Ash berubah pagi ini. Biasanya suaminya itu yang paling semangat.
Tidak ambil pusing, Shena menyiapkan pakaian untuk Ash bekerja hari ini.
Beberapa menit kemudian Ash keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar. Rambut hitamnya terlihat basah dan seksi.
"Ingin aku bantu pakaikan, Paman?" Tanya Shena mendekat untuk membantu suaminya. Shena sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk merubah dirinya dan menerima Ash sebagai suaminya.
"Tidak perlu, Aku bisa memakainya sendiri." Ucap Ash tak acuh.
Shena masih belum tahu apa yang terjadi, Mengapa Ash berubah dingin seperti ini.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa? Mengapa seperti ini?" Tanya Shena dengan wajah yang sudah berkaca-kaca hampir mengeluarkan air matanya.
"Cepatlah bersiap! Jangan banyak bertanya." Sergah Ash membuat Shena terkejut.
Shena cepat-cepat mengusap air matanya yang tiba-tiba saja jatuh dari matanya.
Baru saja dia ingin berubah, Tapi Ash seolah ingin melunturkan niatnya.
Shena masuk ke kamar mandi dengan handuk yang sudah ia letakkan di atas pundaknya. la mandi dengan perasaan yang tidak tahu bagaimana cara menggambarkannya.
"Dia benar-benar aneh, kemarin ia meminta agar aku bersabar dan menerima semuanya. Tapi hari ini seakan dia bersikap sebaliknya. Sebenarnya ada apa dengan pria tua itu.." Kata Shena tidak mengerti di dalam kamar mandi.
Selepas sarapan pagi, Ash langsung mengantarkan Shena menemui Dokter Anita si rumah sakit untuk berkonsultasi mengenai Asma Shena, Tanpa menanyakan apapun pada wanita itu. Karena kecemburuan Ash ini membuat istrinya itu melupakan segalanya. Ponselnya masih tertinggal di kamar.
"Turun!" Titah Ash setelah sampai di depan rumah temannya. Shena semakin kesal dan menarik lengan Ash.
"Kau ini sebenarnya kenapa, Paman? Tiba-tiba saja suasana hatimu berubah?" Kesal Shena pada suaminya.
Ash menepis tangan Shena dari lengannya, Ia teringat dengan pesan mesra dari pria yang bernama Deon tadi.
"Ingat apa yang ku katakan Shena! Sampai kapanpun kau tidak akan ku lepaskan, Aku akan melenyapkan siapa pun yang berani mendekatimu." Geram Ash dengan wajah memerah menahan emosi.
Shena sedikit ketakutan saat melihat wajah suaminya. Belum pernah ia melihat wajah Ash seperti ini.
"Turun, Jangan membuat ku semakin kesal." Titah Ash membuang pandangannya.
Dengan hati yang sedih Shena keluar dari mobil suaminya. Dan sialnya, Shena meninggalkan tas nya yang masih di dalam mobil suaminya.
"Astaga, Tas ku." Pekik Shena mengejar mobil Ash yang sudah pergi menjauh.
"Astaga, bisa-bisanya aku lupa.." Geram Shena mengentakkan kakinya.
Dengan lemas Shena berjalan ke arah kursi yang ada di dekat rumah sakit.
"Aku juga lupa, Hari ini aku melakukan pertemuan dengan Dokter Anita siang nanti. Ini gara-gara Beruang Kutub Mesum itu." Desah Shena kesal.
la melihat jam ditangannya masih sangat pagi. Ingin ke rumah Anna tapi ia lupa jika uangnya tertinggal di dalam tas. Dan saat ini tasnya tertinggal di mobil Ash.
"Akhh.. Suami ku ini benar-benar aneh. Perasaan tadi malam masih baik-baik saja." Mendumal Shena berjalan mendekati pohon di ujung kolam ikan.
"Lalu, Sekarang aku harus apa? Tidak mungkin sampai siang aku berdiam diri di sini, kan? Tapi jika tidak di sini aku harus kemana? Bahkan uang saja aku tidak ada.." Lirih Shena merasa sangat kesal. la melemparkan batu-batu kecil ketepian kolam dengan termenung jauh.
Saat Shena sibuk termenung menunggu keajaiban datang, Ia berharap bertemu temannya dan meminta tolong pada temannya. Baru kali ini Shena merasakan hidupnya tanpa uang. Ya. Sebenarnya ia bisa saja meminjam ponsel seseorang dan menelepon ayah atau Dayn dan Arthur. Tapi Shena tidak ingin membuat mereka khawatir.
__ADS_1
Hening dan tidak ada yang bisa Shena lakukan sampai jadwalnya datang untuk menemui Dokter Anita, Hingga beberapa saat Shena mendengar suara langkah mendekati dirinya.
"Apa mungkin ini Beruang kutub.." Batin Shena bersemangat kembalikan badannya.
"Paman..."
Suara Shena tercekat saat mendapati seseorang yang tidak asing baginya. Tubuh Shena melemah seketika.
"I got you my queen.." Ucap seseorang itu dengan seringai tipis di wajahnya.
Shena mundur perlahan, Ia memegang pohon yang dekat dengannya.
"Sejak kapan kau di sini? Pergi! Aku benci wajahmu." Pekik Shena histeris, ia begitu ketakutan.
"Jangan menangis my queen! Aku merindukanmu.." Ucap pria itu mencoba mendekati Shena yang semakin ketakutan.
"Jangan mendekat, atau aku akan teriak."
Shena benar-benar ketakutan dan tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu ditempat sepi seperti ini. Apalagi Shena bahkan tidak membawa ponselnya, Bagaimana caranya ia melarikan diri dari hadapan pria tersebut.
"Mengapa kau takut Ratuku? Mendekat lah! Aku benar-benar merindukan mu." Pria itu berusaha semakin mendekat dengan perlahan. Namun, lagi-lagi Shena berteriak histeris.
"Pergi, Aku benci kau! Pergi! Pergilah bersama Kayra!" Pekik Shena semakin ketakutan.
"Ayahhh..." Lirih Shena memeluk tubuhnya.
"Lepaskan Aku, Aku mohon lepaskan Aku." Tangis Shena memohon dengan histeris.
"Jangan menangis My queen, Aku merindukan mu." Pria itu dengan cepat menangkap tangan Shena dan menariknya hingga tubuh Shena terhuyung ke tubuh bidangnya.
"Tidak... Ayahhh.." Pekik Shena mencoba melepaskan tangan pria itu dari tubuhnya.
"Jangan menangis sayang, Aku tidak akan menyakiti mu. Aku hanya ingin berbincang dengan mu karena acara kemarin kita tidak sempat berbicara banyak."
"Aku mohon jangan sentuh aku, Lepaskan aku." Lirih Shena yang semakin merasa ketakutannya bertambah berkali-kali lipat. Shena berharap seseorang dapat menolongnya.
"Kau tenang saja, Akulah orang yang kau rindukan My queen, Benar bukan? Jangan menangis!" Pria itu semakin memeluk tubuh Shena dengan erat walau lagi-lagi mendapatkan penolakan.
"Aku tidak pernah merindukan mu, bahkan aku sangat membenci mu Deon. Kau sudah mengkhianati ku dengan memiliki hubungan gelap bersama teman ku sendiri!"
Pria itu tersenyum lagi.
"Bibirmu manis sekali saat menyebut namaku My queen.."
__ADS_1