Menikahi Gadis Pilihan Papa

Menikahi Gadis Pilihan Papa
Part 109. Kejutan Dari Miko.


__ADS_3

"Dara sini gabung sama kita." Andini menoleh ke arah Dara, dengan tubuhnya masih berada dalam pelukan erat ayunan terbuat dari rotan besar.


Dara tak menjawab sapa dari Andini. Bahkan dia terlihat menitikkan airmata.


"Dara, kenapa malah menangis?" Tanya Andini dalam kebingungan.


"Kak Andini tanya kenapa Dara menangis? Harusnya, Kak Andini sudah tau kenapa Dara harus menangis." Dara menghapus air matanya dengan tangakasar.


"Kakak emang nggak tau, Dara!" Andini semakin bingung.


"Udah, udah, Little. ayo kita ke kamar. Aku akan jelaskan!" Miko yang tadinya bingung segera Mahali situasi.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku sudah dengar, kalau kakak akan selalu ada buat kak Andini. Kakak ingin kak Andini selalu bahagia." ujar Dara dengan air mata berlinang.


" Iya! tapi kamu salah paham Daraaa!" Miko terlihat mulai terbawa emosi, pria itu sedang tak ingin dicemburui. Sejak dulu dia tak suka jika kesetiaannya diragukan.


" Aku ada untuk Andini tapi dari sudut pandang adik, bukan pacar atau semacamnya." Miko meremas rambutnya frustasi


"Hiks, hiks, Kak Miko jahat. Dara selama ini hanya dijadikan pelampiasan untuk melupakan Kak Andini. Kalau memang iya kenapa kak Miko pura pura mencintai Dara? Kenapa kak Miko harus melakukan itu pada Dara! Kenapa kak Miko nggak cuekin Dara selamanya saja."


"Apa Dara memang tak pantas untuk dicintai. Hiks hiks hiks." Dara meremas ujung roknya,


"Dara!" Pekik Andini, sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Kepalanya menggeleng pelan.


Dara maafkan Kak Andini kalau sudah salah sama Dara. Tapi bener, Kakak lagi nggak ngapa ngapain, kakak cuma bicara saja dengan kak Miko nggak ada yang lebih"


"Sudah Andini, nggak usah dijelaskan lagi, harusnya Dara mengerti, mungkin ini sudah jalan hidupku, harus menikah dengan anak kecil yang susah di mengerti, kolokan"


"Miko! Dara bukan anak kecil." Andini membela Dara dan berusaha memeluknya, sebagai kakak. Andini juga tak terima adiknya dihina.


Namun Dara menepis tangan Andini dan berlari masuk rumah, melewati pintu dapur.


"Aku kecewa sama kalian berdua." Kata terakhir Dara yang sempat terlontar dari bibir mungil gadis pemberani nan periang itu.


Dara menangis tergugu di dalam kamarnya. Gadis itu telah diliputi cemburu yang besar, dia tidak menyalahkan Andini, dia merasa suaminya paling bersalah dalam hal ini, Miko yang telah mendatangi Andini di taman belakang.


"Ada apa ini?" Tanya Mita yang baru pulang kerja. Mita heran melihat Miko yang aura wajahnya sulit ditebak, terlihat gelisah atau marah, Mita tak bisa membedakannya.


"Iya, kenapa menantu kamu menangis." Rena ikut berbicara, Rena yang tadinya tidur siang segera terbangun oleh suara keributan dari luar ruangan.


"Tidak ada apa-apa, sebaiknya Mama mandi saja. Bukannya baru pulang."


"Eh, iya." Yang dikatakan Miko benar, Mita menuju kamarnya dan siap siap membersihkan diri.


 


Miko segera mengetuk pintu kamar berulang kali, seraya memanggil nama Dara. Namun, Dara tetep kekeuh tak mau membukanya.


Andini berjalan dari taman belakang juga terlihat khawatir dan takut. Tak ada yang ditakuti olehnya selain suami. Ia takut Arsena akan kembali mencurigainya selingkuh. Jika kesalahpahaman ini tak kunjung disadari oleh Dara.

__ADS_1


"Ada apa ini Andini? apa ini ada hubungannya sama kamu?" Rena mulai mencurigai Andini yang wajahnya terlihat semakin pucat.


"Ini salah paham, Ma sebenarnya Andini tadi sedang duduk di ayunan, dan ...."


"Ini pasti ada hubungannya dengan kisah cinta masalalu. Iya kan Andini? Ini yang tidak mama sukai dari kamu Andini, kamu tak benar-benar menyukai anakku." Rena mengupas kembali kesalahan yang terjadi di masa lampau.


"Tidak seperti itu, Sungguh Mama." Andini tak tahan dengan tuduhan Mama mertuanya, ia pun menitikkan air mata.


"Kalau memang tidak! Kenapa Dara cemburu? Kamu pikir akan ada petir kalau tak ada mendung."


Miko yang melihat mama Rena memaki Andini dengan mata kepala sendiri, iapun turut kasihan. Namun membela saat ini, sama saja dengan membuat Andini semakin terpojok oleh tuduhan Rena.


Miko mengetuk pintu kamar pelan. Dia memanggil Dara dengan suara lirih, tak ada luapan emosi seperti tadi." Dara buka sayang"


"Little,"


"Honey,"


"Cinta."


"Cantik."


"Buka, jangan bikin masalah tambah rumit, kamu nggak Kasian apa? Sama calon keponakanmu yang masih kecil sudah kamu bikin sedih." Miko berbicara sambil menempelkan sikunya yang menopang bobot tubuhnya ke pintu.


Ceklek!


Dara membuka pintu dengan kecepatan tak terkira membuat Miko terjungkal ke dalam.


"Dara, please, aku minta maaf jika aku salah, kita harus mengakhiri kesalahpahaman ini." Kata Miko menancapkan dagunya di pundak Dara.


Miko berusaha menenangkan Dara dengan keahliannya meluluhkan hati wanita."Saat ini hanya kamu prioritas utamaku, hanya kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku. Aku tak mungkin mengkhianati janjiku yang sudah ku ucap di depan penghulu .Aku sudah cukup bersenang-senang dimasa lampau, sudah saatnya aku sekarang serius dengan satu wanita.


" Aku mohon Dara, mengertilah." Miko berkata penuh permohonan.


"Seberapa besar Dara telah menempati hati Kakak?" Gadis itu bertanya sambil mendongakkan kepalanya menengadah tepat ke wajah Miko..


Miko mengusap airmata Dara dengan ibu jarinya. "Masih perlu bukti?"


"Katakan saja, apa yang bisa membuat kamu percaya?" Miko menatap Dara lekat menambah satu kecupan manis di keningnya.


Dara yang merasakan keningnya basah oleh bibir Miko, seketika menjadi luluh.


Kakak tak perlu membuktikan apa-apa aku hanya ingin Kak Miko menjauhi Kak Andini.


"Mak-maksud kamu!" Miko melepas pelukannya dengan kasar, tangannya menggenggam lengan Dara kuat.


"Itu tidak mungkin! Adik seperti apa kamu!"


"Kenapa? Kakak, tak mungkin bisa kan?" Dara tertawa sumbang namun hatinya terasa perih.

__ADS_1


"Karena dihati Kakak, masih ada nama, Kak Andini dan hanya Kak Andini selamanya yang bertahta disana, kakak hanya mencintai Kak Andini. Sadar nggak, kakak selalu mengutamakan Kak Andini ."


"Cukup Dara, kalau memang iya kamu mau apa? Kamu pikir aku sedang tak berusaha?" Kini giliran Miko terlihat marah.


"Aku berusaha mati-matian menerima kehadiran kamu, aku berusaha mencintai kamu, kamu sudah berjanji akan membantu melupakan masalalu, tapi apa yang kamu lakukan baru saja, justru membuat aku kembali ingat semuanya. Andini, Andini, Andini. Puas jika aku masih mencintai Andini.


"Kak!" Dara menyesal. Ia ingin memeluk Miko yang sedang dikuasai amarah. Pria itu merasakan pusing di kepalanya saat sedang stres.


"Kamu pikir melepas kenangan dengan orang yang kita cintai itu mudah, apa?" Miko kembali berkata dengan nada suara pelan. Matanya merah, hatinya remuk. Luka yang sudah lama ia berikan obat penawar kini kembali terasa perih.


Miko menarik koper dari bawah ranjang, membuka kopernya yang kosong dan memasukkan beberapa potong baju.


"Kakak, mau kemana?"


"Pergi!"


"Tapi Oma tak akan mengizinkan kita pergi."


"Kamu kira aku masih punya muka setelah apa yang kamu lakukan baru saja?" Miko menghentikan aktifitasnya memasukkan baju, saat berbicara.


"Kak, aku ikut kemana kakak pergi."


Dara ikut mengambil satu koper lagi dan ikut memasukkan bajunya pula. Setelah selesai Dara mendekati Miko yang duduk di pinggir ranjang.


Miko terlihat berulang kali menghembuskan nafasnya dengan kasar. Pria itu terlihat bingung apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


"Kak Miko, maafkan Dara" Dara mencoba menepis egonya. Kini mencoba membujuk suaminya agar tak pergi.


Dara memeluk pinggang Miko erat.


"Ngapain seperti ini?" protes Miko.


" Mau minta maaf?" ujar Dara.


"Untuk apa?" kata Miko lagi


"Biar kakak nggak jadi pergi," kata Dara Manja.


"Tidak mungkin, sekali aku sudah memutuskan sesuatu, pantang untukku menarik kata-kataku lagi." Miko terlihat jual mahal.


Miko bangkit dari duduknya menghampiri koper yang sudah ia siapkan, dan menyeretnya keluar kamar.


"Kak, Dara minta maaf!!"


"Ya, aku sudah memaafkan" Miko menjawab sambil berlalu.


---------


Dalam hati Miko merasa kasihan sama Dara. gadis itu menjadi korban keegoisannya. Mungkin, ini saatnya membuat wanitanya bahagia.

__ADS_1


Miko berencana memberi kejutan, dia ingin mengajak Dara jalan-jalan keluar negeri. Sayang sekali, jika membiarkan tiket honey moon yang diberikan Arsena hangus begitu saja.


*happy reading.


__ADS_2