
"Kak, apa yang kau lakukan? Bajuku jadi basah" kata Dara kesal, mengingat dirinya baru saja selesai mandi.
"Maaf, biar aku bantu melepasnya."Miko kembali meletakkan gelasnya diatas meja. Dia mulai membantu Dara melepaskan bajunya. Miko lebih aktif membuka kancing hem Dara. Sedangkan Dara lebih banyak menurut keinginan Miko.
"Aku akan bersihkan tubuhku dulu." Dara hendak beranjak pergi. Miko mencekal tangan Dara dan menariknya hingga Dara kini terduduk di pangkuan Miko. Miko segera memutar tubuh Dara sehingga tepat menghadapnya. Dara dan Miko kini dalam posisi berpangkuan, wajah mereka berdua berjarak sangat dekat. Bahkan Dara mulai bisa merasakan hangatnya nafas Miko.
Dara merasakan tubuhnya juga menghangat, sepertinya minuman yang telah ia minum bukanlah minuman biasa. Ada kandungan lain di dalamnya yang membuat gairahnya menjadi bertambah.
Yah, Miko sudah merencanakan semuanya, ia ingin membuat Dara lebih agresif dari biasanya.
Miko mulai mencium wajah Dara, menyesap bibir yang masih terasa manis oleh minuman beralkohol tadi.
Bibir Miko semakin lama semakin merambat ke bawah, menelusuri setiap inci leher jenjang Dara, meninggalkan bekas kissmark di setiap jalan yang dilalui.
Dara mengeratkan pelukannya. Sentuhan Miko menggetarkan tubuhnya, seakan membuatnya melesat dan melayang diatas awang-awang.
Minuman memabukkan semakin menguasai dirinya. Dara seakan menuntut perlakuan lebih daripada sebuah sentuhan bibir Miko.
Miko melingkarkan lengannya memeluk Dara, tangan satunya menurunkan tali, dan yang satunya membuka pengait.
Tak !
Kedua bukit kembar Dara terlepas dari kungkungan, Miko dengan keahliannya berhasil membuka kaca mata kuda dengan satu tangannya saja.
Miko menurunkan tirai putih sebagai penutup gazebo kecil yang ada di koridor hotel. Walaupun mereka melakukannya di luar, sudah bisa dijamin tak ada orang yang bisa mengganggu. Hotel mewah itu sepertinya sengaja di rancang khusus untuk pasangan muda yang sedang honeymoon.
Hawa panas sudah bergelora di dalam jiwa berdua, karena pengaruh alkohol yang baru saja di minumnya mereka terlihat semakin menggebu, detak jantung tak lagi berirama semestinya. jarak dekat membuat mereka saling berbagi udara.
Dara terlihat lebih agresif daripada biasanya, Miko sangat suka wanita agresif saat sedang melakukan permainan di ranjang.
Lidah Miko sibuk menyapu bersih minuman tumpah tadi, ia tak membiarkan ada yang terlewati sedikitpun di setiap inci tubuh Dara. Miko semakin ganas menyesap ujung bukit menjulang, Miko terlihat seperti bayi yang haus, berharap bukit gersang itu akan keluar sebuah mata air sebagai pelepas dahaga.
Tirai gazebo diombang-ambing oleh sentuhan semilir angin. Seakan memberi dukungan semangat dua insan yang sedang dimabuk cinta.
Sudah puas bermain di gazebo Miko membopong tubuh Dara menuju ranjang besar, mereka kembali berolahraga siang dan berduel di dalam ranjang hotel ukuran besar itu.
Permainan berlangsung hingga beberapa ronde, hingga akhirnya Dara lebih dulu menyerah, mantan cassanova itu tersenyum puas berhasil membuat istrinya kelelahan.
"Kak, bebaskan aku aku tak sanggup lagi," rintih Dara ketika dirinya selesai pelepasan. organ inti terasa ngilu dan pinggangnya sakit.
__ADS_1
Melihat istri kecilnya terlihat kelelahan, Miko segera menuruti permintaan Dara, tak lama ia pun menyemburkan ribuan bibit unggul memenuhi rahim sang istri.
Miko ambruk menindih tubuh Dara, Miko tak menyangka istri kecilnya kini sudah semakin pandai, tak bisa dipungkiri, Dara hari ini telah membuatnya kuwalahan.
Setelah tidur sesaat, tubuh Miko dan Dara kembali bugar, Miko yang tak pernah puas, masih ingin mengulangi percintaan dengan istrinya berulang kali. Tapi lagi-lagi perut yang tak bisa kompromi.
"Kita mandi bersama lalu setelah ini makan siang." ujar Miko dengan tubuh masih polos hanya tertutup oleh selimut dari bagian perut ke bawah.
"Baiklah Kak, tapi pinggangku lelah, aku tak bisa berjalan jauh, bagaimana kalau kita meminta waiters mengirim makanan ke kamar kita saja" Pinta Dara yang merasakan tulang belulangnya serasa dilolosi dari daging dan kulitnya.
"Baiklah, no problem." Miko setuju.
Akhirnya Dara membuka koper miliknya, ia ingin mencari baju ganti, baju yang ia pakai telah basah oleh tingkah usil suaminya.
Dara membolak balik baju yang ada di kopernya kenapa jumlahnya sangat sedikit, hanya ada lingeri dengan bermacam macam warna, dan semua itu tak layak untuk dibuat keluar kamar, Dara juga tak menemukan satupun celana mungil, dan kacamata kuda nya.
Dara berulang kali mengaduk isi koper, baju yang ia bawa dan sekarang yang ia lihat memang berbeda. Tapi ia yakin koper di depannya itu miliknya bahkan ada namanya tertera di bagian depan.
"Kak, apaakah coper Dara tertukar saat di pesawat tadi ya? Tapi apa iya? Ada orang yang sama dan membawa koper yang sama dalam satu pesawat. Ini kebetulan yang tak masuk akal." Gerutu Dara, gadis itu terlihat begitu kesal.
Miko yang mendengar eluhan Dara, dia hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Oh, atau jangan-jangan kakak mengganti isi koper milik Dara?" Dara mulai curiga.
"Em, menurutmu siapa lagi yang bisa melakukan selain aku." Kata Miko sambil menenggelamkan wajahnya di balik selimut.
"Kakaaaaaak mesuuuum!"
"Kenapa berteriak, Litlle."
Wajah Dara seketika bersemu merah, biru. Melihat dirinya hanya akan memakai lingeri tipis itu tanpa memakai dalaman.
"Aku memang sengaja mengganti isinya, karena ini honeymoon, kamu tak membutuhkan baju yang sangat mengganggu itu. Cukup pakai lingeri dan aku bisa menikmati tubuh seksi istriku setiap saat.
"Mesuuuum ... kak Miko keterlaluan." Dara bangkit dari duduknya, menghampiri Miko dan ingin menggigit bahunya.
Miko yang sudah pernah merasakan gigitan Dara ia menghindar sebisa mungkin dengan menjatuhkan Dara ke dalam pelukan, kembali menindih tubuhnya.
" Jika sudah seperti ini apa yang bisa kamu lakukan Litlle. Menyerah saja, atau aku akan memakan dirimu lagi." Kata Miko penuh kemenangan.
__ADS_1
"Kak, bagaimana Dara bisa jalan-jalan jika bajunya seksi semua." keluh Dara.
"Nanti aku akan beli, tapi setiap di dalam kamar, kau hanya boleh memakai lingeri itu."
Dara kini mengerti rencana licik Miko. kenapa dia mengganti semua bajunya. Pria mesum itu ternyata tak mau susah-susah membuka kain mungil terlebih dulu ketika ingin meminta haknya.
"Mengerti, Litlle?" tanya Miko.
" Yah aku mengerti, Kakak mesum, tapi lepaskan aku, aku susah bernafas. tubuhmu besar."
Miko membebaskan Dara dari kungkungannya setelah ia berhasil mencium bibir istrinya dengan ganas, Dara membalas permainan lidah Miko tak kalah panasnya.
"Wooow, kau cepat sekali belajar," Miko berdecak kagum.
Dara yang berkali kali mendapat pujian dari Miko hanya bisa kembali tersipu.
"Kau yang mengajariku semuanya," lirih Dara.
"Sepertinya tidak, kau yang datang padaku dan meminta untuk belajar semuanya." kata Miko dengan sorot mata sayu.
Miko dan Dara akhirnya bolak balik mandi usai berkelana ke ujung dunia.
Setelah selesai mandi, seperti yang diinginkan Miko, Dara hanya memakai lingeri di atas lutut berwarna hitam. Dara sangat cantik dengan baju seksi itu. Menurut Miko sih.
Ketika ada waiters mengantarkan makanan, Miko tak mengijinkan Dara keluar. Dara hanya berdiam diri di dalam kamar. Begitu semua makanan tersaji di ruang makan dan waiters pergi, Miko baru memanggil Dara keluar kamar.
Dara dan Miko makan berdua saja, tanpa ada makluk lain yang menjadi pengganggu. Makan malam hari ini sengaja dibuat seromantis mungkin oleh Miko untuk Dara, dan tentu yang pertama kalinya.
Saat Miko menatap wajah Dara yang terhalang oleh cahaya lilin, sekelebat bayangan wanita lain kembali hadir.
Miko pernah memiliki sebuah mimpi, dulu ia ingin sekali mengajak Andini jalan-jalan di bawah menara Eiffel. makan malam romantis, bersenang-senang layaknya hari ini.
Namun, mimpi itu kandas begitu saja. kesempatan memiliki Andini ternyata tak ada dalam cerita kisah hidupnya.
Miko sudah move on, walau kadang sesekali bayangan itu hadir menyapa, hanya menyapa, tidak lagi meninggalkan luka perih seperti yang dulu.
Mimpi itu sekarang nyata, bukan jalan-jalan di bawah Eiffel bersama Andini, seperti harapannya dulu. Namun kini malah honeymoon dengan Dara di kota Istanbul, kota indah penuh sejarah raja Ottoman.
Dara, wanita yang telah sah sebagai istrinya. Satu satunya wanita yang akan mengisi relung hatinya paling dalam.
__ADS_1
* HAPPY READING.