Menikahi Gadis Pilihan Papa

Menikahi Gadis Pilihan Papa
Part 130. Wanita pencemburu vs Pria pencemburu.


__ADS_3

"Andini! Andini! Andini!"


"Bisa-bisanya dalam mimpi pun Kak Miko juga memanggil nama, Kak Andini. Apa istimewanya dia, hingga semua pria mudah jatuh hati padanya."


Apa kak Miko tertarik dengan rambutnya yang bergelombang itu? apa karena kak Miko tidak suka rambutku yang lurus. Padahal rambut bergelombang itu mewarisi rambut papa, pria yang ku benci karena menelantarkan keluarga.


Dara memeluk guling panjangnya erat dan meremasnya dengan kesal, seakan dia bisa melampiaskan emosinya pada Miko dengan guling itu.


Miko tak tahu kalau obrolannya di telepon sudah didengar oleh Dara semuanya, wanita itu hanya pura-pura tidur saja tadi.


Miko kembali tidur disebelah Dara. Miko nyaman dengan posisinya terlentang sedangkan Dara membelakangi Miko.


Miko tak tahu kalau Dara sedang marah padanya, dia dengan tenangnya kembali tidur dengan nyaman hingga pagi tiba.


 


Pagi di kota Istanbul begitu cerah. Burung-burung pemakan bangkai berterbangan menuju laut Marmara, Dara yang masih menyimpan rasa kesal segera turun dari rumah hunian mewah dan berlari menuju pantai seorang diri. Hatinya sedang tak ingin berdamai dengan Miko, pria yang selalu berkata manis di depannya, baru saja menyebut mantan di dalam tidurnya, itu sakit sekali bukan. Ups ... Salah bukan mantan, tapi wanita masalalu yang mungkin saja masih mempunyai tempat di relung hatinya, karena mereka dulu tak pernah berpacaran.


Sekitar jam delapan pagi waktu Istanbul, Miko baru bangun, dia melihat sekeliling kamar, tak ada tanda tanda kehidupan lain di dekatnya.


"Dara!"


"Dara! Tolong ambilkan handuk aku mau mandi!" Miko terus memanggil nama Dara. Pria itu mengira Dara masih ada di ruang belakang membuat kopi untuknya.


"Dara!! Kemana dia sepagi ini. Tumben." Miko masih terus saja mencari Dara di setiap ruangan. Memang pagi ini Dara tak seperti biasanya, menghilang begitu saja tanpa pamit. Biasanya dia selalu pamit sebelum pergi dan selalu minta ditemani oleh suaminya.


Miko melihat segelas kopi masih mengepulkan asap di sebelah dispenser, Miko tersenyum senang. Setidaknya Dara sudah menyiapkan kopi hitam kesukaannya.


Miko segera mencari handuk kecil di almari dan mencuci muka sambil gosok gigi di wastafel, sebelum ia khilaf meneguk kopi hitam manis buatan istri.


"Na na na na na na." Miko bersiul saat mulutnya sudah segar. Ia segera meraih gelas berisi kopi di sebelah piring berisi roti bakar isi selai.


"Sruppp!" Miko menyeruput kopi hangat dengan semangat.


Miko membuka matanya lebar lebar ketika kopi yang diminum rasanya asin.

__ADS_1


"Behh behh!" Miko memuntahkan kopi yang berhasil masuk ke mulutnya di wastafel.


Kopi apa'an ini, asin banget." Saking asinnya Miko menyemburkan kopi di mulut berulang kali, mengelap bibirnya dengan tisu.


"Dara ngantuk kali ya? bikin kopi kok pakai garam. Garamnya pake banyak lagi"


Miko kembali berkumur, namun mulutnya masih saya terasa asin. Pria itu berharap roti bakar yang sejak tadi menggoda matanya bisa menyerap rasa asin yang memenuhi rongga mulut.


Miko menggigit ujung roti dengan tak sabar. Sama saja, roti bakar itu tak seenak biasanya. Selai nya berasa asin tapi bukan keju.


"Dara ini kenapa, mendadak bikin masakan asin semua, pasti sengaja ini dia." Miko membuang roti ke tong sampah. Dia kesal. Akhirnya memilih untuk berjalan menuju koridor. Dan mengamati sekeliling setelah minum air putih saja.


Udara pagi yang sejuk , langit cerah membuat dia kembali terlena dengan sentuhan ramah kota Istanbul.


Dari koridor Miko bisa melihat apapun di sekitar hotel, termaduk sosok makluk kecil yang ia kenal sedang duduk santai menghadap sebuah meja, ditemani seorang pria yang duduk tepat di depannya.


Sambil menikmati udara pantai yang sejuk, mereka terlihat bercengkerama dan sesekali tertawa.


Miko segera mengambil kamera teropong dan memastikan dia sedang tak salah lihat. wanita itu istri kecilnya.


Miko bergegas mandi, Dia berdandan setampan mungkin, rambut disisir rapi kebelakang, memakai baju t-shirt warna putih dan celana oxford warna hitam, tak lupa kaca mata besar dengan warna hitam dan Arloji mahal juga menambah kesan elegant . Paduan yang kontras dan pas dan enak dipandang.


Miko segera turun menggunakan lift menuju tepi pantai, dia berjalan di tepi pantai dengan gayanya yang cuek. Memasukkan kedua tangannya disaku. Yang lebih lucu lagi, Miko pura-pura tak melihat Dara. dan duduk ditempat yang lumayan jauh dengan keberadaan Dara.


Dara dan pria itu baru kenal hari ini, Dara sengaja membuat dirinya akrab dengan pria baru dikenalnya hanya untuk membuat Miko cemburu.


Dara ingin tahu seberapa besar Miko mencintainya, jika Miko marah besar dan cemburu, artinya dia mencintai dirinya.


"Can i save your phone number, baby?"("Bolehkah aku menyimpan nomor ponselmu, cantik?") Tanya seorang pria asli kelahiran Turki itu. Pria itu terlihat menyukai gaya Dara yang lucu dan menggemaskan.


"Of course you Can, Sir. Don't forget to call me When it's not busy." ("Tentu boleh, tuan. Jangan lupa telepon aku saat kau tak sibuk.") ujar Dara dengan sengaja mengeraskan suaranya agar bisa di dengar Miko.


Dara dan pria itu masih melanjutkan obrolan mereka dengan bahasa Inggris, Dara terlihat begitu bahagia, pria didepannya tak kalah bahagia. Ia mengira Dara gadis single, karena dilihat dari wajahnya masih sangat menggemaskan.


"Sweet, Nice to meet you. tonight I want to take to you dinner, okay. i want to know you better." ("Manis, senang bertemu denganmu, nanti malam aku ingin mengajakmu makan malam, setuju? Aku ingin mengenalmu lebih jauh.") Kata pria itu dengan bahagia.

__ADS_1


Dara membalas senyum pria itu dengan begitu manis. Sedangkan di dekatnya ada seseorang yang sedang menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya dengan cara kampungan., Miko mengepalkan tangan kesal lalu pergi.


Dara menitikkan air mata saat Miko tak marah dengan apa yang dia lakukan, rencananya tak berjalan mulus, pria itu malah pergi entah kemana.


Setelah diikuti oleh Dara, ternyata Miko naik di sebuah kapal yang khusus dijadikan untuk berpesta para pria dengan sejuta masalah, dan banyak wanita penghibur menemani.


"Sudah kuduga,kau tak pernah mencintaiku. Kau hanya memikirkan Kak Andini. Seperti apapun aku berusaha, perasaanku ini semakin menyakitiku saja. Hiks hiks hiks."


"Kamu menangis baby?" Tanya pria itu lagi masih dengan bahasa Inggris.


Dara menjawab dengan bahasa Inggris pula. (Namun author akan menuliskan dalam bahasa Indonesia saja)."Tidak. Aku senang saja melihat mereka begitu bahagia." Ujar Dara berbohong dan menyeka air matanya dengan sapu tangan yang ia ambil dari handbag yang sejak tadi melingkar di lengannya.


"Mari kita berdansa!" Pria itu mengulurkan tangannya. Dara menyambut uluran tangan pria itu. Mereka berdansa dengan mesra. Miko semakin cemburu ia melihat Dara bersama pria lain, hatinya begitu hancur. Miko meminta bartender untuk menuang minuman kedalam gelasnya hingga berkali kali.


Miko mulai kehilangan kendali, tubuhnya telah mabuk, dia mulai susah mengontrol dirinya.


Miko berjalan mendekati pria itu dan melayangkan pukulan pertama dan kedua dengan keras.


Bugg!


Bugg!


Pria itu akan membalas pukulan Miko. Namun Dara mencegahnya.


"Tolong Tuan, maafkan dia, dia sedang mabuk berat," ujar Dara pada pria itu. Dara mulai panik dengan kondisi Miko.


"Siapa dia, Nice? Apa hubunganmu dengan pria itu?" Dara diam tak bisa memberi penjelasan. Rencananya membuat Miko marah sudah terwujud.


"Wanita murahan, lepaskan aku, aku benci wanita murahan, aku benci kamu wanita sok polos." Miko merancau tak karuan. Dia terus saja mencaci Dara dalam kondisi mabuk.


"Sudah Kak, ayo kita kembali ke apartement. kau sudah mabok. Security!! tolong bantu saya membawa suami saya keluar kapal ini, saya ingin membawanya pulang!" Data berteriak


Teriakan Dara di dengar oleh security yang berjaga. Dia segera membantu Dara yang keberatan menopang tubuh Miko sendirian. Tubuh mungilnya bertatih melangkah keluar.


"Dara kenapa kau juga melukai aku, kenapa? Apakah semua wanita hanya bisa melukai." Miko berkata dengan nada emosi yang masih terasa panas membara di dada.

__ADS_1


__ADS_2