Menikahi Gadis Pilihan Papa

Menikahi Gadis Pilihan Papa
Part 80. Istri ABG buat Miko.


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, semua orang sibuk dengan aktifitas masing-masing, Doni bekerja dengan sangat baik, dia mampu menjadi koordinator, menghandle semua tugas yang diberikan tuannya dalam semalam.


Gedung yang semula menjadi tempat untuk wisuda dan pertemuan pengusaha besar, kini dalam sekejab disulap telah menjadi tempat resepsi pernikahan dan sebuah pelaminan mewah.


"Wah bagus sekali, ini luar biasa! Semalam mereka pasti tak ada yang tidur." Andini pagi sekali sudah datang tentunya bersama suaminya.


Sesuai keinginan ibu, Andini datang pagi sebelum tamu yang lain datang. Dia harus ada bersama keluarga membantu memberi kekuatan pada Dara yang sebentar lagi akan melepas masa lajang.


"Bagus apanya? biasa aja. Kalau kamu mau pernikahan kita diadakan resepsi, aku bisa panggilkan dekorator yang hasil kerjanya lebih bagus dari ini, dan pesta pernikahan kita akan lebih mewah."


"Emang ada yang lebih bagus dari ini ... Ini pelaminan sungguh terbagus yang pernah aku lihat. Ars" Andini dan Arsena masuk ke dalam gedung dengan langkah seiring sejalan.


Penampilan mereka hari ini juga begitu serasi. Andini memakai gamis warna biru langit, senada dengan warna hem Arsena. atau bahkan serasi dengan semua keluarga. karena hari ini khusus keluarga memakai kostum dengan warna yang sama.


Andini masih terpukau, mengamati sekeliling dengan takjub, beda dengan Arsena dia sudah terbiasa dengan kemewahan seperti ini. Bagi Arsena Perta pernikahan Miko masih tergolong sederhana, karena semua serba dadakan.


Ada dua gedung besar yang akan di pakai untuk resepsi pernikahan. Gedung pertama sebagai tempat akad, pelaminan dan tempat foto, gedung kedua yang terhubung langsung dengan gedung pertama digunakan tempat tamu istirahat sambil menikmati hidangan.


Andini mengamati bunga berjajar rapi sepanjang pintu masuk, begitu kaki memijak dalam gedung, bunga sakura sudah menyambutnya, bergelantungan melambai lambai di terpa oleh angin memenuhi atap gedung.


Andini bingung darimana di dapat bunga asli jepang itu dalam semalam, pusing sendiri, Andini memikirkan kehidupan orang kaya.


"Ndin, kok baru datang? ayo masuk, temani adik kamu dia sangat nervous." Ana segera menarik lengan putri pertamanya masuk ke dalam.


"Ars, aku masuk dulu ya." Andini Meminta diri pada suaminya agar sementara waktu berjauhan terlebih dulu.


Arsena akhirnya bergabung dengan Johan dan Doni yang sedang menyambut tamu undangan pria, para kerabat dekat, kolega Papa Johan, teman kantor Arsena dan teman Miko semua mulai datang berbondong bondong dengan penampilan terbaik mereka.


Dara terlihat cantik dengan balutan busana Jawa tradisional, kebaya putih dengan ekor menjuntai panjang dan bawahan jarik batik.


Sesuai keinginan Mita, mempelai akan memakai baju adat daerah saat ijab, gaun modern akan dipakai saat foto foto keluarga saja.


"Dara, kamu cantik sekali," pekik Andini sambil memberikan hadiah untuk Dara. Dara menaruh hadiah pemberian kakaknya diatas meja tempat menaruh hadiah, lalu ia menghampiri kakaknya lagi.


"Kak Andini. Dara nggak nyangka Dara akan menikah muda." Dara memeluk Andini erat, ia menangisi masa lajangnya yang sebentar lagi akan berakhir.


"Hei ... Dasar bodoh, kemaren kamu sudah siap, sekarang kenapa berubah?" Andini menepuk pipi adiknya keras membuat Dara merasakan sakit di pipinya. "Segala sesuatu yang sudah di putuskan harus di pertanggung jawabkan. Kamu tau? Miko pemuda yang baik, banyak wanita ingin bisa menikah dengannya, ingin diposisi kamu sekarang ini, jangan pernah main-main dengan dia, atau aku yang akan jadi musuh terbesarmu jika kau melukai hatinya."


Andini menarik dagu Dara, menatap adik perempuannya sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


"Dasar, gadis kecil, nakal."


 


"Dara selamat ya!"


"Dara, em ... pestanya mewah sekali suami kamu pasti bukan berasal dari kalangan biasa."

__ADS_1


"Dara pasti akan banyak teman cowok kita patah hati melihat kamu sudah menikah."


" Dara kamu nggak sedang hamil kan? Kenapa bisa mendadak menikah muda? Kuliah baru saja akan di mulai."


" Makasi ya sudah mau hadir, kalau saya hamil, kalian juga pasti akan tau perut saya pasti akan segera membuncit." Kata Dara menanggapi serius ucapan teman nya tadi.


Andini hanya bisa tersenyum melihat Dara begitu berani, dia tak mudah ditindas. "Teman- temannya Dara ya ? Makasi sudah hadir, kalian bisa langsung menikmati hidangan di belakang.


"Makasi kakak."


Tak lama setelah teman cewek tadi ke belakang ada seorang cowok datang menghampiri Dara. Yang ini, Andini menduga pasti dia punya perasaan khusus pada Adiknya. Andini pura pura menata air minum pada gelas.


Pria dengan wajah sedih itu membawa hadiah di tangannya. " Dara kenapa kamu tiba-tiba menikah? Dara kamu tahu selama ini aku suka sama kamu, aku hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk mengutarakan semua tapi sekarang aku malah terlambat"


"Adit, aku menikah karena memang sudah menemukan jodohku. Mungkin hubungan di antara kita memang hanya sebatas berteman saja."


"Dara, mana mungkin kamu menyukai pria cacat itu, kamu pasti dipaksa, aku bisa membantumu kabur sekarang jika kamu mau,"


"Maaf Dit, aku tidak bisa membuat malu ibu dan kakakku. Pria itu tidak cacat, dia hanya sedang sakit saja"


"Dara, sebaiknya temannya suruh bergabung dengan teman yang lainnya saja ya ... Kata Andini yang sempat mencuri dengar obrolan dara dengan teman SMA nya.


"Dit mending kamu pergi dari sini, aku tak mau kak Andini mencurigai kita yang tidak-tidak."


Adit menuruti Dara, dia pergi menjauh dan berkumpul dengan teman yang lainnya. Dalam hati Adit, ia selalu berdo'a semoga mempelai pria tak akan datang.


 


Miko melangkahkan kakinya menuju tempat akad, disana sudah ada Dara, ibu Ana serta famili.


Acara ijab qobul akan dilaksanakan jam sembilan pagi, itu sebabnya pukul delapan lebih 30 menit Miko sudah siap.


Miko tampan sekali dengan tukedo warna hitam yang melekat apik di tubuhnya. Ia juga memakai pakaian adat Jawa, ada keris terselip di pinggang Miko, keris itu sebagai simbol pria Jawa yang melindungi keluarga setiap saat dari orang jahat dan binatang buas.


"Miko, ini benar kamu Miko?" Andini memandang takjub Miko yang nampak lebih sehat dari sebelumnya.


Miko memilih tersenyum dan pergi, daripada membalas pertanyaan Andini. Pria itu duduk bersimpuh di sebelah Dara. Mereka semua tinggal menunggu penghulu datang.


Andini tak ambil pusing dengan sikap acuh Miko, semakin Miko menjauh darinya akan semakin baik. Itu Artinya perhatian Miko akan segera berpaling untuk Dara.


lima belas menit menunggu, ternyata penghulu sudah datang. Acara ijab dimulai sebelum waktu terbaik mengumandangkan ijab terlewat, Miko mengucap kata ijab dengan lancar tanpa belibet sedikitpun.


"Gimana saksi? Sah?" Tanya penghulu.


"Saaaaaah ....!" Para hadirin serempak mengucap kata sah.


"Alhamdulilah," Andini tak henti mengucap syukur. Ia langsung memeluk Dara dengan erat.

__ADS_1


"Dara, kau adalah istri Miko, mulai sekarang kamu harus bersikap dewasa, karena Miko tak suka anak manja."


"Baik, Kak." Dara mengangguk terharu.


Arsena juga bahagia,ia memeluk Miko dan menyerahkan hadiah rahasianya. "Gunakan jika kau sudah siap, tiket bulan madu ke kota Istanbul, ini tak akan hangus. Nikmati fasilitas VVIP disana.


" Wow, Istanbul. Aku juga pengen kesana." Kata Mita dengan ekspresi terkejut.


"Ars, kenapa kau tak sekalian bulan madu ke Istanbul. Ajaklah Andini" Johan ikut bicara.


"Tidak, Pa. Andini dan aku untuk sementara tak bisa bulan madu, aku ingin melihat Miko bahagia, dan menghancurkan orang yang berniat buruk pada keluarga kami.


"Papa bangga dengan kamu Ars, semoga kemelut dalam rumah tangga kalian segera teratasi.


Selesai berbincang dengan putra pertamanya, Johan menggandeng Mita, mereka berdua berfoto ria dengan pengantin di pelaminan.


Teman Miko dan Dara tak henti hentinya naik turun pelaminan, mereka senang sekali bisa berpose sesuka hati bersama pengantin.


Miko memaklumi jika teman dara masih bersikap alay dia masih anak baru gede. Yang tak ia mengerti sampai saat ini bagaimana bisa dia mencintai Dara yang lebih pantas jadi adiknya itu.


 


"Ars ...." Panggil Andini sambil menyiapkan banyak makanan untuk Arsena dan kawan-kawan. "Jangan sampai lupa makan."


"Makasi, Ndin." Arsena mencium kening istrinya lalu duduk pada sebuah kursi. Arsena mengabaikan tatapan cemburu dan iri dari teman-teman kantornya.


"Mari, kita nikmati hidangan pesta hari ini kawan." Kata Arsena pada para staf dan manager.


"Terima kasih, Bos."


Arsena mengisyaratkan tangannya agar Andini segera menjauh saat dia sedang makan dengan staf. Arsena tak ingin mereka semua memandang istrinya penuh kekaguman.


Akhirnya Andini memilih bergabung dengan Riska dan mendekat pada mempelai mengambil antrian foto.


"Siapa wanita tadi? dia cantik sekali, apa dia masih single ya?" kata manager pemasaran. Sambil mengamati punggung Andini yang berjalan menjauh.


"Makan, makan aja, punya mata jangan jelalatan, kecuali jika kamu mau saat keluar dari sini tak tau jalan pulang?" Kata Galang memberi tahu kawannya, tentang siapa wanita bening tadi.


"Jadi dia istri Big Bos." Kata manager sambil menggaruk tengkuknya yang terasa gatal.


"Maaf, Bos." Merasa tak enak hati. " Setahuku pacar Bos adalah ...."


"Cukup, sekarang makan makan aja, tak baik makan banyak omong." Kata Arsena sambil menyuapkan nasi pada mulutnya sendiri.


"Nona pingsan !" teriak seseorang dari kerumunan.


" Siapa yang pingsan?" Arsena menghentikan makannya, ia segera mengelap bibirnya dengan tisu dan berlari ke arah sumber suara.

__ADS_1


*happy reading.


__ADS_2