Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Buronan baru


__ADS_3

“Bagaimana, apakah kau berhasil menemukan Fire Sword?” Kata seseorang sambil memajukan sebuah bidak pada papan catur.


Orang yang berada di depannya hanya tersenyum sambil membelai rambutnya sendiri, sejenak, ia mengalihkan pandangannya dan tertuju pada sekuntum bunga mawar yang tumbuh di samping mereka berdua. “Para boneka terkalahkan semua, mungkin aku bisa menyalahkanmu, karena para boneka terbuka kedoknya karena kau tidak memberitahu nama keluarga Fang yang masih berhubungan dengan Zeno.”


Orang yang baru berbicara tersebut berdiri dari tempat duduknya dan mengambil mawar merah yang mekar nan cantik, di sisi lain, dia mungkin merasa bahagia saat akan memetik sekuntum mawar, tetapi dia juga perlu kehati-hatian saat memetik mawar itu dari duri yang sangat tajam. Sembari memetik, orang itu kembali berkata, “Aku heran, bukankah kau juga anggota keluarga Fang, tetapi mengapa engkau juga tidak mengetahui dimana Fire Sword di sembunyikan, tetua Fang Rosh.”


“Ayolah Tuan Gongnyu, Fang Yoshi sialan itu menyembunyikan pedang itu tanpa siapa yang tahu, bahkan kaisar sekalipun, Zeno sekalipun, mereka semua tidak mengetahui dimana Fire Sword.” Kata Fang Rosh menatap Gongnyu begitu sinis.


Fang Rosh menembakkan sebuah air dari jarinya yang mengarah ke mawar yang dipegang Gongnyu. Seketika mawar yang dipegang Gongnyu terlepas karena terkena tembakan air. “Rose, Rosh, jangan samakan aku pada bunga yang tidak ada apa-apanya.”


“Kau terlalu besar rasa tetua.” Gongnyu memperhatikan mawar yang terjatuh dari tangannya. “Lagipula kau terlalu meremehkan bunga Rose atau mawar ya, apa kau tidak lihat? Sekilas mawar sangat indah dari luar, tetapi jika diperhatikan dengan seksama, bunga itu sangat berduri.”


“Aku tahu itu, tetapi bagi manusia sepertiku, duri bukanlah apa-apa.” Tutur Fang Rosh.


Gongnyu kemudian memungut kembali bunga mawar yang dijatuhkan oleh Fang Rosh. “Apakah begitu? Sepertinya kau terlalu meremehkan duri yang sangat kecil ini. Duri kecil apabila menempel di sekujur tubuhmu, maka itu merupakan musuh terbesar.”


Perlahan-lahan, mawar merah yang dipegang oleh Gongnyu hancur lebur dan berubah menjadi tanah yang jatuh dari permukaan tangan Gongnyu. Gongnyu pun berbalik ke arah Fang Rosh dan papan catur.


“Jika bukan karena kau menjanjikan kekaisaran air berada di tanganku, maka sebenarnya aku tidak sudi untuk membantumu.”


“Kau tidak perlu cemas, karena aku bukanlah orang yang mengingkari janji.”  Ujar Gongnyu sambil menggeser bidak caturnya. Ia tersenyum ramah sambil menghadap ke Rosh yang berwajah masam melihat papan catur.


“Aku menang.” Sambungnya.


“Jadi apa tujuanmu untuk mengambil kembali Fire Sword, bukankah Akram telah mati?” Fang Rosh tidak peduli dengan kekalahannya.

__ADS_1


“Sebelumnya aku tidak bisa mengatakan, apa sebenarnya tujuan Akram untuk mencari Fire Sword dan Ice Sword. Tetapi karena Akram sudah mati, jadi aku hanya bisa berusaha membangkitkannya beserta elemen yang ia miliki, karena hanya Akram lah yang dapat memegang Fire Sword.”


“Mungkin prinsipnya sama seperti dengan kloningan dari elemen tanah, tetapi aku masih mencoba sekuat tenaga untuk menyempurnakan kloningan sama seperti aslinya, mulai dari bola mata yang sangat susah untuk dipermanenkan, serta elemen yang juga harus sama dengan yang dikloning.” Sambungnya sambil membereskan papan catur.


 ****


Disaat yang bersamaan Zeno dan Yuna sudah berada di dalam ruang pertemuan untuk memberitahukan kejadian yang terjadi baru saja di kamar Zeno. Satu keluarga dan juga rombongan kaisar Shima merasa terkejut setelah tahu bahwa ada penyusup.


Zeno bercerita secara detail seperti apa yang ia ceritakan kepada Fang Yuna.


“Jadi kau melawannya sendirian?” Tanya Arina sambil mengerutkan dahinya.


Zeno menggaruk kepalanya sambil tersenyum kepada ibunya, ia tahu jelas apa yang akan ibunya lakukan kepada dirinya, tetapi mungkin jauh lebih baik daripada pukulan kakaknya.


Zeno hanya bisa menundukkan kepalanya sambil bersiap menerima tamparan dari ibunya. Tetapi apa yang ia pikirkan ternyata salah, justru Arina datang membelai rambut anaknya.


“Jangan diulangi lagi, ibu tidak mau kehilanganmu sekali lagi.”


“Baik ibu aku mengerti.” Jawab Zeno tersenyum cerah pada ibunya.


“Kau tahu pasti siapa orang dibalik kloningan itu?” Tanya Fang Yoshi.


“Gongnyu, teman Akram yang masih hidup, dia merupakan pengendali tanah yang cukup berbakat.”


“Baiklah, segera lakukan pencarian pada orang yang bernama Gongnyu. Dengan begini, aku memutuskan bahwa orang yang bernama Gongnyu merupakan buronan di negara air.” Sahut Fang Tan, ia tidak mau membuat adiknya diincar musuh karena Zeno yang telah membunuh salah satu dari mereka.

__ADS_1


“Negara petir juga demikian, bagaimanapun juga negara petir sudah bersahabat dengan negara ini. Jadi apa yang menjadi buronan di negara air, juga menjadi buronan di negara petir.” Sahut kaisar Shima.


Semua orang yang ada disitu mengangguk setuju dengan keputusan dua kaisar, para prajurit dari negara air juga memulai pencarian sekarang karena kejadian itu baru saja terjadi yang menandakan bahwa pelakunya tidak jauh dari sini.


Zeno tersenyum cerah, setidaknya Gongnyu sudah tidak memiliki lagi tempat yang aman kecuali tiga tempat, yaitu negara api, negara tanah, dan hutan elemental beast. Namun untuk wilayah hutan elemental beast, Zeno akan mencarinya sendiri tanpa melibatkan negara manapun.


“Maafkan aku kaisar, patriark, aku meminta maaf karena baru datang dalam pertemuan ini.” Kata Fang Rosh yang baru datang sambil membungkuk.


“Tetua, kau darimana saja?” Tanya Fang Tan.


“Aku merasakan sakit perut yang sangat hebat, jadi kalian tidak perlu bertanya lagi apa yang aku lakukan.” Jawab Fang Rosh sambil mengangkat ujung bibirnya.


“Aku mengerti.”


Sekilas, Fang Rosh memperhatikan bahwa pertemuan ini sangat serius, terutama terdapat Zeno yang hadir dalam pertemuan ini, padahal Zeno sendiri baru sadar dari pingsannya. Sehingga ia bertanya kembali kepada kaisar. “Ini ada masalah apa? Sehingga pertemuan ini terlihat sangat serius.”


Fang Tan menghela napas bahwa ada orang asing yang bernama Gongnyu membuat kloningan berwujud para keluarga Fang untuk menyerang Zeno dan mencari tahu dimana keberadaan Fire Sword, sehingga Fang Tan memutuskan untuk menjadikan Gongnyu sebagai buronan negara.


Fang Rosh terkejut, namun ia masih tetap memasang sikap biasa saja agar orang lain tidak menaruh curiga. Ia masih tidak menyangka bahwa mereka sudah tahu bahwa yang mengirim kloningan itu adalah Gongnyu, padahal Gongnyu sendiri tidak menampakkan wajahnya sedikitpun.


Rasanya Fang Rosh ingin kembali dan memberitahu Gongnyu, tetapi sepertinya dia telah kehabisan alasan untuk undur diri. Sehingga ia lebih memilih untuk menyerahkan semua masalah kepada Gongnyu sendiri. Walaupun dalam hati terdalamnya ia merasa cemas, apalagi Gonyu masih tidak jauh dari sini.


“Zeno kau tidak perlu ikut menyelesaikan masalah ini, setidaknya seminggu saja kau harus tidur kasurmu.” Tegas Arina.


 

__ADS_1


__ADS_2