
Zeno mengangkat alisnya saat Nora seperti mengenal tahanan yang ada di hadapannya, itupun Nora memanggilnya dengan sebutan nona yang menandakan bahwa tahanan di hadapannya adalah orang terhormat bagi Nora. Tetapi siapa? Mustahil jika tahanan di hadapannya juga merupakan anak buak Rungdaf, karena Artruk mana berani berhadapan dengan Rungdaf dengan memenjarakan anak buahnya.
Zeno yang penasaran akhirnya bertanya mengenai siapa tahanan yang sebenarnya, “Kau mengenalnya? Dia siapa.”
Nora masih menatap kosong penjara jeruji di hadapannya serta tidak fokus dengan apa yang Zeno katakan, wajahnya seakan masih tidak mempercayai siapa seseorang yang ada di balik besi penjara.
“Nora..!” Panggil Zeno dengan nada tinggi.
Nora terkejut, tatapannya kembali fokus, namun dia tidak mengingat apa yang Zeno tanyakan, sehingga membuat Nora bertanya apa yang Zeno tanyakan. Wajah Nora masih sangat linglung setelah memperhatikan penjara.
“Dia siapa? Dan mengapa kau mengenalnya?” Zeno mengulangi pertanyannya.
“Nona Aure, dia merupakan putri kaisar sebelum Artruk. Menurut informasi yang beredar beberapa tahun yang lalu, dia dan keluarga kekaisaran telah dibantai oleh Akram, dan hanya menyisakan adik kaisar seorang diri.” Jelas Nora.
Zeno tersenyum, penjelasana Nora merupakan cerita paling bodoh yang pernah ia dengar. Keluarga kekaisaran dibantai oleh Akram dan menyisakan Artruk? Menurut Zeno itu hanya karangan belaka, tidak mungkin Akram membantai sesoerang dan menyisakan salah satu orang yang merupakan bagian dari keluarga yang dibantai. Kemudian Akram juga tidak mungkin untuk menyisakan Aure dan memenjarakannya.
“Itu hanyalah Akal-akalan Artruk yang gila kekuasaan, dia sepertinya yang melengserkan kaisar sebelumnya, bahkan membunuh seluruh keluarga kaisar dan hanya menyisakan nona Aure seorang. Karena menurutnya, Aure merupakan seorang yang memiliki wajah yang sangat cantik dan dapat dijual sebagai budak. Yaah tapi sayang sekali, Aure melawan sekuat tenaga dan berakhir di jeruji bawah tanah.” Perjelas Zeno.
“Bukan begitu nona Aure?” Sambungnya dengan memandang nona Aure di balik jeruji.
__ADS_1
Aure yang berada di balik jeruji membuka matanya lebar, dia tidak menyangka bahwa orang yang ada di hadapannya dapat menjelaskan sesuai kenyataan, bahwa keluarganya telah dibunuh oleh Artruk demi sebuah kekuasaan. Tetapi Aure sama sekali belum mempercayai Zeno dan masih menatapnya dengan sangat sinis.
Nora tidak pernah berpikir bahwa kaisar sebelumnya telah dibunuh oleh Artruk hanya karena sebuah jabatan kaisar. Karena menurut informasi yang pernah ia dengar, kaisar sebelum Artruk dan keluarganya telah dibunuh oleh Akram dan hanya menyisakan adik kaisar yaitu Artruk. Tetapi dia baru sadar, mengapa Artruk masih tersisa? Itulah yang membuat penjelasan Zeno menjadi semakin masuk akal bagi Nora bahwa itu merupakan akal-akalan Artruk.
“Nona Aure, dengar! Aku akan melepaskanmu karena kau sama sekali tidak bersalah. Tetapi aku akan menceritakan sesuatu dan ku harap kau tidak akan marah.”
Aure menghela napas dengan berat, dia juga menatap Zeno dengan penuh amarah, “Walaupun kau bersikap baik dihadapanku sekalipun, aku tidak akan percaya, karena ketika aku keluar, wujud aslimu juga akan keluar.” Ucap Aure dengan bengis.
“Nona Aure, aku harap anda bisa menjaga nada suara. Karena anda kini tidak tahu tengah berhadapan dengan siapa.” Sahut Nora dengan lembut.
“Memangnya dia siapa? jika dia yang membunuh Artruk, maka aku akan bertekuk lutut sekarang juga. Jika dia yang membunuh Rungdaf, maka aku akan bersujud dengannya. Jika dia yang membunuh Akram, aku akan menyerahkan hidup dan matiku kepadanya.” Aure tertawa begitu keras sebelum melanjutkan ceritanya, “Tetapi siapa juga yang bisa membunuh Rungdaf maupun Akram.”
“Bagaimana cara kita menjelaskannya?” Bisik Nora yang ada di samping Zeno.
“Nona Aure, tenanglah, jika kau keluar, hidupmu bisa bebas lagi. Aku juga tidak akan menyakitimu. Kau lihat wanita yang ada di sampingku? Bukankah dia mengenakan topi penyihir? Tetapi dia sudah mengkhianati Rungdaf dan kini menjadi temanku. Dan aku bukanlah sosok yang mengagumi Rungdaf, karena pada dasarnya aku berdarah daging dari Southern empire.” Zeno mencoba membujuk Aure agar dia bisa mempercayainya. Sekaligus, dia juga menarik Ice Sword dan menunjukkan di hadapan Aure bahwa dirinya memang berdarah daging Southern empire.
“Lebih tepatnya yang ada di hadapan anda adalah cucu kaisar Aurrora dari Southern empire.” Sambung Nora menambahkan apa yang diucapkan Zeno.
Aure membuka matanya lebar-lebar, memang, apa yang ia lihat merupakan Ice Sword yang katanya telah hilang puluhan tahun yang lalu. Tetapi itu hanya bagi warga Northern empire yang menganggap Ice Sword hilang, padahal kaisar Aurrora yang memberikannya kepada suaminya di benua lima negara.
__ADS_1
Bahkan Aure juga tidak bisa mempercaya, bahwa yang ada dihadapannya merupakan cucu kaisar Aurrora. “Apakah menurutmu jika kau merupakan cucu kaisar Aurrora, kau tidak bisa mengkhianati mereka dan memilih bersenkongkol dengan Artruk?”
Zeno menghela napas dan menoleh ke arah Nora, “Nora, bisakah kau memanggil kaisar Aurrora? Aku ingin membungkam mulutnya yang keras kepala.”
“Baiklah.” Nora mengangguk dan pergi dari hadapan Zeno.
Hal tersebut membuat Aure membuka mulutnya lebar dan melihat dari sikap Nora bahwa di kekaisaran ini memang ada kaisar Aurrora. Tetapi mengapa itu bisa terjadi? Bukankah dua kaisar itu seperti saling bermusuhan? Aure sepertinya memang tidak tahu apa-apa karena dirinya yang telah terpenjara.
“Tunggu!” Teriak Aure.
Nora menghentikan langkahnya setelah Aure berteriak. Dia juga berbalik badan menunggu keputusan Zeno. Akankah Zeno menyuruhnya untuk tetapi memanggil kaisar Aurrora, atau menyuruhnya untuk tetap diam di tempat?
“Baiklah, kau bisa menghancurkan penjara ini dan menge....”
Aure tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya dia melihat bahwa Zeno yang hanya menyentuh besi yang menjadi penjara, kini membeku dan hancur berkeping-keping menjadi serpihan es. Aure kembali terkejut, bukankah besi ini terlalu keras? Bahkan sekuat apapun Aure menghancurkannya menggunakan elemen es, besi tersebut tetap utuh dan tidak akan hancur.
Aure keluar dengan wajah yang tidak begitu percaya mengenai kemampuan Zeno yang dapat menghancurkan sebuah besi dengan sangat mudah.
“Apa, apa yang ingin kau katakan namun kau juga melarangku untuk tidak marah?” Aure mengerutkan dahinya, dia masih waspada apabila Zeno bertingkah aneh kepada dirinya.
__ADS_1
“Artruk sudah mati, dan aku yang membunuhnya. Mungkin setelah Artruk mati, maka tahta kekaisaran jatuh kepadamu. Tetapi karena tujuan membunuh Artruk sebenarnya adalah menyatukan kedua empire, maka dua wilayah tersebut hanya akan memiliki satu kekaisaran yaitu Glacies empire dan satu kaisar yaitu kaisar Aurrora. Aku harap kau tidak marah dan meingkhlaskan tahta kekaisaranmu hilang dan diambil alih oleh nenekku.” Zeno menjelaskan.