
Lima hari kemudian, pihak kekaisaran telah benar-benar sudah bersiap untuk menaklukkan Northern. Tepat di halaman Kekaisaran yang sangat luas, terdapat 680.000 pasukan yang siap berperang untuk merebut ibukota kekaisaran Northern, sekaligus seluruh wilayah Northern itu sendiri, demi menghentikan sebuah konflik di masa depan, dan menghentikan kerugian yang terjadi di antara kedua belah pihak kekaisaran.
Saat ini, terbagi menjadi empat pasukan yang berbaris dengan pemimpin yang ada di depannya, masing-masing pemimpin seperti Zhuo, Turse, Aurrora, serta Nefd memberikan semangat yang lebih.
“Apakah kalian ingat bagaimana liciknya wilayah Northern empire? Serta Rundaf yang merupakan penyihir yang membunuh kaisar sebelum aku? Maka dari itu, kita nyatakan berperang, mengambil kekuasaan Northern, serta membunuh Rundaf!” Kaisar Aurrora memberikan sebuah semangat. Tidak hanya kepada pasukan kedua saja, namun juga diperuntukkan oleh seluruh pasukan yang berada di sini.
Seluruh pasukan berteriak penuh dengan semangat, Zeno yang berdiri di samping kaisar Aurrora hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, karena baru kali ini dia melihat jumlah pasukan yang sangat banyak dengan gema semangat yang luar biasa.
“Baiklah, seperti apa yang dijelaskan kemarin, setelah pasukan kedua sampai menuju ibukota kekaisaran, maka seperempat pasukan mengikuti aku untuk menuju wilayah Rundaf.” Zeno mengatur napas sebelum melanjutkan ucapannya, “Maka dari itu, bagi pasukan yang ditugaskan untuk menyerang wilayah Rundaf, aku tegaskan sekali lagi! Tugas ini benar-benar sulit dan sangat mematikan, maka sesiapa saja yang ingin mundur dari perang, silahkan mundur!”
“Aku, Fang Zeno tidak memaksa kalian untuk berperang melawan Rungdaf. Baik itu kaisar, jenderal Zhuo, maupun aku benar-benar tidak akan marah dan tidak memberi sebuah hukuman selama kalian tidak berkhianat. Ayo, silahkan mundur bagi yang ingin mundur sebelum kalian menyesal.” Sambungnya dengan nada yang sangat tinggi.
Zeno menunggu beberapa detik untuk melihat respon para pasukan ini. Tetapi dia benar-benar kembali tersenyum melihat keberanian para pasukan yang mana tidak ada satupun yang mundur dari barisan mereka. Hal itu menunjukkan bahwa para pasukan ini tidak gentar sedikitpun. Walaupun Zeno sangat yakin, yang pasti ada satu atau dua orang yang sebenarnya ketakutan berperang, tetapi orang tersebut juga tidak berani mundur.
“Aku tegaskan bagi kalian! Sebagai pemanah, kita buktikan bahwa pemanah memang hebat, setidaknya jangan sampai kalah dengan pasukan kaveleri yang bergerak di barisan depan. Aku juga menegaskan, setelah menjalankan tugas untuk memanah dari atas gunung, maka jangan ada satupun orang yang menuruni gunung, apapun yang terjadi! Sesiapa saja yang membangkang, maka aku tidak segan untuk membunuhnya.” Teriak si pemanah racun dengan nada tinggi.
Walaupun dia merupakan seorang wanita tetapi sikapnya sama seperti pria, bahkan jiwa yang dia miliki tidak cocok dengan wanita. Suara yang berat tersebut menggema sampai ke telinga 30.000 pasukan.
__ADS_1
Pasukan yang dipimpin Turse berteriak penuh dengan semangat. Pasukan ini mungkin terlihat sangat mencolok karena mereka mengalungkan busur panah di tubuhnya. Mungkin bagi elementalist asing yang melihatnya, mereka akan menganggap pasukan ini bodoh karena tidak membawa anak panah. Justru merekalah yang bodoh karena tidak tahu bahwa pada dasarya elementalist es akan menciptakan sebuah anak panah dari es.
Apalagi Turse si pemanah racun, bahkan dia memiliki elemen lain yang sangat langka yaitu elemen racun. Jika elemen petir merupakan elemen paling mengerikan di benua lima negara, maka elemen racun merupakan elemen paling berbahaya di dunia setelah elemen cahaya dan kegelapan. Tapi sayangnya, elemen ini benar-benar sangat langka, mungkin hanya keluarga Turse yang mempunyai elemen ini di benua Artik.
Pasukan pertama, yang dipimpin oleh jenderal Zhuo berangkat terlebih dahulu menuju ke barat laut, tepatnya langsung menuju provinsi atau kerajaan Yamlam. Bagaimanapun pasukan pertama ini harus berangkat terlebih dahulu karena jarak menuju kerajaan ini sangatlah jauh, mungkin pasukan kuda atau kaveleri ini akan sampai menuju kerajaan tersebut dalam satu hari penuh.
Sedangkan untuk pasukan kedua serta pasukan pemanah, mereka akan menunggu mungkin sampai dua jam setelah pasukan pertama berangkat. Hal tersebut di sebabkan untuk pasukan kedua, jarak antara kekaisaran Southern menuju istana kekaisaran Northern justru sangat dekat, mungkin tidak sampai satu hari.
Sedangkan pasukan pemanah, jarak antara ibukota kekaisaran Southern dengan gunung perbatasan juga dekat, mungkin hanya berbatas setengah provinsi saja. Yang pasti, hal yang memebuat lama pasukan pemanah adalah menaiki gunung, karena tentunya menaiki medan miring akan sangat cukup sulit.
“Pasukan kedua! Ayo berangkat!” Teriak kaisar Aurrora.
Seluruh pasukan kedua berteriak dengan penuh semangat, suara gemuruh kuda benar-benar sangat mengerikan saat melewati jalanan. Kali ini seluruh orang tidak ada yang berani keluar, karena mereka tahu mereka memberi sebuah jalan kepada pasukan.
Kaisar Aurrora dan Zeno berkuda di barisan yang paling depan. Walaupun aurrora adalah wanita tua, tetapi kemampuan berkudanya masih seperti wanita muda yang penuh dengan semangat. Hal tersebut membuat Zeno hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Kemudian disusul dengan pasukan milik Turse yang bergerak setelah pasukan kedua bergerak. Pasukan ini mungkin tanpa menggunakan sebuah kuda karena akan sangat sulit untuk menaiki gunung. Sekaligus untuk meminimalisrikan suara agar tidak terlalu terdengar oleh musuh dari jarak jauh.
__ADS_1
---
Hampir setengah hari, bahkan Zeno sudah melewati jalur kanan gunung untuk dan akan sampai di sebuah perbatasan. Tentunya Artruk sebagai kaisar northern empire mengetahui hal ini dengan cepat. Kaisar Artruk yang marah kini memanggil jenderal terbaiknya, yaitu Gare untuk berdiskusi secara cepat.
“Siapkan 500.000 pasukan secara cepat, kita tidak punya waktu.” Perintah Artruk.
“Bukankah itu terlalu banyak kaisar, bahkan musuh hanya mengirimkan 200.000 pasukan.” Gare membantah.
“Sudahlah lakukan saja.” Tegas Artruk dengan nada yang sangat tinggi.
Gare mengangguk, kemudian dia beranjak pergi untuk segera mempersiapkan 500.000 pasukan tanpa membantah kaisar sedikitpun.
Artruk memukul meja begitu keras, dia tidak menyangka bahwa Shoutern akan melakukan pergerakan lebih cepat saat mengetahui bahwa terdapat konflik pembunuhan raja dan juga konflik di perbatasan setelah Akram pergi. Dia tidak menyangka, selepas Akram pergi, justru Shoutern itu semakin berani.
Tetapi dia sangat yakin bahwa 500.000 pasukan yang ia kerahkan tentunya bisa mengalahkan musuh yang hanya membawa 200.000 pasukan dengan mudah. Bahkan dia juga tidak perlu susah-susah memanggil Rundaf untuk membantu ini, bagaimanapun dia sangat tahu di pihak Southern tidak ada sosok Akram sebagai sosok terkuat.
“Kita lihat wanita tua, bukankah tindakanmu sangat ceroboh? hanya mengirim 200.000 pasukan untuk menyerang ibukota? Dan apakah dia sudah gila dan lupa bahwa ada sosok Rundaf si sisiku?”
__ADS_1