Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Pulang dari pertemuan


__ADS_3

“Baik, sudah diputuskan. Aku harap dengan kerja sama ini bisa membawa sebuah perdamaian di antara empat negara. Kita hiraukan negara api terlebih dahulu, aku harap dia menyadari kesalahannya dan mau bekerja sama dengan kita.” Kaisar Zabuto Arad mengakhiri pertemuan.


Seluruh kaisar kemudian berdiri dan menjabat satu sama lain tanpa adanya sebuah unsur kebencian. Bahkan mereka saling berpelukan, kecuali kaisar Shima untuk menyatakan bahwa mereka benar-benar berdamai dan menjalin sebuah hubungan.


“Fang Zhuo, aku harap kau mampir terlebih dahulu ke negara angin.” Hanzi menepuk pundak Fang Zhuo.


“Terima kasih ayah, tapi aku tidak bisa. Bagaimanapun, aku belum bertemu dengan Arina.” Fang Zhuo menggaruk kepalanya dan berkata kepada ayah mertuanya dengan sedikit malu.


“Baiklah aku mengerti, besok malam aku yang akan menuju negara air.” Hanzi tersenyum sambil keluar dari sebuah ruangan pertemuan.


“Zeno, Rouya mencarimu. Aku harap kau bisa mampir sebentar ke negara petir. Lagi pula Rouya akan menjadi kakak iparmu bukan?” Ucap kaisar Shima kepada Zeno.


“Terima kasih atas kebaikanmu kaisar Shima, tapi aku memilih untuk pulang terlebih dahulu, karena aku baru pulang dari benua Artrik.” Zeno menundukkan kepalanya.


“Baiklah.” Kaisar Shima mengerti, kemudian dia pergi dengan tersenyum ramah ke arah Fang Zhuo.


Zeno berpikir sejenak, dia juga tidak menyangka bahwa Rouya akan menjadi kakak iparnya. Padahal, Rouya dulu merupakan seorang penakut, cengeng bahkan terlihat sangat lemah, padahal umurnya jauh lebih tua dari Zeno, yaitu sekitar 20 tahunan, yang mana dia akan menikahi kakaknya yang berumur 19 tahun.


Tapi, dia juga akan diangkat menjadi kaisar yang menandakan bahwa dia sekarang bukanlah seorang pria yang lemah lagi. Di tambah, keluarga Zeno juga menyetujui Fang Yuna untuk dinikahi Rouya Ama.


Rouya sepertinya juga akan menjadi kaisar termuda setelah Fang Tan. Bahkan Fang Tan menjabat kaisar juga berumur 20 tahunan.

__ADS_1


Dan pada akhirnya, Fang Tan meninggalkan ruangan pertemuan dengan diikuti oleh Fang Zhuo dan juga Zeno. Tepat di luar ruangan tersebut, Nora dan Turse juga beranjak pergi meninggalkan penjagaan mereka.


Merasa ada yang janggal, Zeno berhenti sejenak, namun masih menyuruh yang lainnya menuju kereta kuda terlebih dahulu.


Dia menoleh ke belakang dan berkata, “Kenapa? Kenapa kau masih tetap berada di situ?”


Selena tersenyum manis ke arah Zeno dan tidak bergerak sama sekali, dia menundukkan kepalanya dan menghilangkan senyumannya itu, “Pulanglah, sekarang kau boleh pulang. Walaupun aku hanya bertemu denganmu sebentar, tapi setidaknya bisa menghapus sebuah rindu kepadamu. Negara ini rumahku, negara ini aku menjalankan tugasku sebagai pembunuh, jadi tidak mungkin aku terus menerus mengikutimu pulang hanya karena sebuah rindu. Lagi pula, kaisar dan patriark Fang Yoshi akan marah apabila aku berada di lingkungan istana.”


Zeno berjalan perlahan ke arah Selena, dia membelai rambut Selena dengan wajah yang tampak sedih, dia kemudian berkata dengan lembut, “Kenapa kau berkata seperti itu? Istana kaisar bukan sejahat seperti apa yang kau bayangkan, jadi kau bisa pulang bersamaku, kau bisa berteman dengan Nora dan Turse, kau juga bisa bermain dengan kak Yuna.”


Selena kemudian memeluk Zeno dengan tangisan yang lirih, “Apakah boleh? Dengan begitu aku bisa mempunyai banyak teman.”


Dengan senang hati Zeno juga membalas pelukan Selena, dia juga sedikit meneteskan air mata sambil mengeluarkan kata-katanya, “Tentu saja.”


Zeno terkejut setelah sadar apa yang ia buat, hal itu membuatnya mendorong Selena dari dekapannya. Tapi, setelah itu, dia segera menarik tangan Selena untuk pulang menuju istana kekaisaran.


>>//<<


Akhirnya, Fang Tan pulang dalam keadaan membawa rombongan. Yang mana, saat berangkat, dia hanya membawa satu kereta kuda yang berisikan oleh dirinya dan tangan kanannya, namun saat ini, kereta kuda tersebut seakan penuh karena ada tambahan Zeno, Zhuo dan ketiga teman Zeno.


Fang Tan tidak keberatan apabila di dalam kereta sangat berdesakan, bagaimanapun tidak ada kereta kuda lagi yang cukup untuk membawa mereka pulang. Tahu akan terjadi begini, Fang Tan pasti akan membawa dua kereta kuda.

__ADS_1


“Selena kau ikut menuju istana kekaisaran?” Fang Tan mengangkat alisnya.


Mendengar hal tersebut, Zeno mengerutkan dahinya, “Memangnya kenapa kak? Apakah Selena tidak boleh ikut kita pulang?”


“Bukan begitu, aku cukup heran mengapa Selena ikut kau pulang dan tinggal di istana kekaisaran. Padahal saat kepergianmu, dia sering menuju istana untuk mencarimu. Kakek tahu, bahwa Selena tidak punya tempat tinggal di negara tanah, sehingga dia membolehkan Selena untuk tinggal di istana selagi menunggu kau pulang.” Fang Tan menjelaskan.


“Tapi itu sama saja kaisar, tidak ada teman di istana kekaisaran. Para keluarga Fang pasti juga akan menjauhiku hanya karena aku bukan bagian dari mereka, lagi pula saat itu aku juga tidak memiliki elemental.” Selena menunduk bersedih. “Tapi Anda salah besar, saat ini aku punya rumah sendiri.” Selena mengangkat kepalanya dan menghilangkan semua kesedihannya.


“Patriark Fang Yoshi sudah mengatakan, bahwa anak-anak dari keluarga Fang itu semuanya baik, bahkan kau bisa berteman dengan Fang Yuna jika kau mau. Tapi dalam pikiranmu, hanya ada Zeno, Zeno dan Zeno saja.” Fang Tan meledek.


Selena hanya bisa tersenyum malu ke arah Zeno, sebenarnya dia berbohong bahwa tidak ada seorangpun yang mau berteman dengannya, padahal keluarga Fang juga menerima Selena sebagai teman. Tapi Selena lah yang tidak mau berteman dengan mereka, karena Selena pasti akan merasa terkucilkan karena tidak memiliki derajat apa-apa.


Berbeda apabila berteman dengan Zeno, dia bersedia berteman dengan Zeno, namun tidak ingin bermain dengan keluarga Fang lainnya.


Melihat hal tersebut, Zeno hanya menepuk jidatnya karena Selena berbohong bahwa tidak ada seorangpun yang mau berteman dengannya, padahal Selena sendirilah yang tidak mau berteman dengan keluarga Fang.


“Hey Zeno, sepertinya kau pulang dengan membawa banyak wanita. Setidaknya berikan aku satu saja wanitamu agar aku tidak merasa malu. Kau tahu sendiri kan, Kakakmu Yuna akan menikah, sedangkan kakakmu tertua ini belum memiliki calon sama sekali.” Bisik Fang Tan kepada Zeno dengan merasa sedih.


Mendengar hal itu, Zeno tersenyum ke arah Fang Tan, dia juga mendorong kakaknya agar tidak berbisik lagi.


“Di antara kalian, apakah ada yang mau menjadi pasangan kaisar?” Ucap Zeno dengan nada tinggi kepada teman-temannya.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Nora dan Turse menatap jijik kaisar, begitu juga dengan Selena. Nora yang banyak bicara, kemudian berkata, “Maafkan aku kaisar, mungkin kau merupakan kaisar yang hebat, wajahmu juga tidak terlalu buruk. Tapi aku tidak tertarik denganmu, mungkin tukang racun ini bersedia menjadi pendampingmu."


__ADS_2