Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kembali ke dunia Kirin


__ADS_3

Zeno berbaring di atas kasur dengan mata yang terbuka, rasanya sangat berat untuk tidur sebelum ia menemukan bagaimana caranya melawan Kirin, bagaimanapun, saat dirinya sengaja atau tidak sengaja untuk tidur tanpa persiapan apapun, Kirin akan terus menghantui diri di dalam mimpi yang Kirin buat.


Kiba juga telah kembali dengan berjongkok di atas jendela yang terbuka lebar. Tidak ada kloningan yang menumpangi Kiba, karena Zeno tahu jelas bahwa kloningan yang ia buat telah hancur karena ulah Kirin.


"Kiba?" Zeno menoleh dengan malas.


Kiba melompat dari jendela dan menuju ke arah Zeno yang berbaring. "Apa yang membuat anda menjadi malas seperti itu?" Tanya Kiba yang memperhatikan Zeno dengan seksama, ia melihat bahwa ada yang aneh dari.


Zeno mencoba berdiri dari tidurnya, kemudian dirinya menceritakan bahwa naga yang keluar dari dirinya bukanlah Drake Soul, melainkan Kirin. Dan juga, Alasan kenapa ia tidak tidur adalah, karena dirinya belum memiliki persiapan apapun untuk melawan Kirin di alam mimpi yang dia buatnya.


"Kirin?" Kiba seketika terkejut setelah mendengar ucapan tuannya.


Hal itu membuat Zeno mengerutkan dahinya mengenai ekspresi Kiba yang seakan tahu siapa itu Kirim. "Kenapa? Apa kau tahu siapa Kirin itu?"


"Tidak, tetapi entah kenapa aku pernah mendengar nama itu. Tetapi percayalah tuan, aku akan membantumu melawan Kirin" 


Zeno menoleh pandangannya ke arah jendela. "Menurutku itu tidak akan bisa, karena pada dasarnya dunia yang diciptakan Kirin adalah dunia mimpi, yang mana itu berhubungan dengan mimpiku. Jadi, sangat tidak mungkin kau masuk ke dunia mimpiku." 


“Begini saja Kiba, jika kau mendapati aku terluka pada bagian perut, maka seranglah aku.” Sambungnya sambil kembali menatap Kiba.


Kiba mengerti, kali ia akan berada dalam tugas baru yaitu membangunkan Zeno apabila terluka saat tidur, namun ia terlalu khawatir jika pertarungan di alam mimpi itu terlalu berlebihan sehingga mengakibatkan tuannya terluka parah, terlebih lagi Zeno tidak bisa menggunakan elemen sama sekali.

__ADS_1


Zeno menatap Kiba yang penuh kekhawatiran, “Kau tidak perlu khawatir Kiba, aku berjanji tidak akan mati semudah itu.” Ucapnya sambil tersenyum kepada KIba.


Namun sebelum itu, Zeno membuat segel tangan untuk menciptakan satu kloningan yang berdiri di samping ranjangnya. Kiba menggelengkan kepala saat Zeno mengeluarkan kloningan, tetapi dia tidak terlalu banyak tanya.


Berbeda dengan sebelumnya, Zeno membagikan orka kepada kloningan sangatlah sedikit, mungkin jika kloningan itu mengeluarkan satu serangan, maka akan hancur menjadi air yang merupakan bahan dasar kloningan itu.


Zeno sebenarnya ada tujuan lain untuk menciptakan kloningan, namun ia tidak tahu apakah rencana ini akan berhasil saat melawan Kirin nantinya, yang pasti kali ini ia sudah bersiap untuk melawan Kirin, lagipula ada Kiba yang dapat membangunkannya ketika dirinya memberikan sebuah kode.


Zeno menghela napas panjang dan benar-benar bersiap untuk memejamkan mata, sebuah persiapan yang merupakan sebuah rencana sudah ia siapkan. Berhasil atau tidaknya, setidaknya mencoba adalah keputusan yang sangat baik, tetapi Zeno sangat berharap bahwa rencananya berhasil dengan mulus.


“Aku siap!” Perintahnya dalam hati.


Perlahan Zeno memejamkan matanya, tidak butuh berapa lama, Zeno sudah berada di sebuah mimpi yang diciptakan oleh Kirin. Tanpa rasa takut sedikitpun, Zeno langsung membuka sebuah pintu yang berasal dari bambu disusun.


“Hah, aku akan membuatmu akan mati di dunia mimpi tuan Fang Zeno, jangan harap bahwa kau bisa bernapas besok pagi.” Kata Kirin yang duduk di sebuah kursi dengan mengangkat salah satu kakinya di atas kaki yang lain.


Zeno tersenyum lebar saat memperhatikan Kirin, tetapi ia belum mencoba menyerang karena menunggu momen Kirin untuk menyerang terlebih dahulu. “Apakah Kirin hanya berani di dunia mimpi? mengunci elemen seseorang? bukankah itu tindakan pengecut.” Katanya sambil memanas-manasi Kirin.


“Kau pikir aku akan terpengaruh dalam ucapanmu? aku tahu bahwa kau mengatakan seperti itu agar aku terbawa emosi dan menyerangmu terlebih dahulu.” Ucap Kirin dengan senyum melengking di wajahnya. Dia pun berdiri sambil melanjutkan ucapannya, “Tapi tidak apa-apa, aku akan menyerangmu terlebih dahulu tuan.” Katanya sambil berdiri dari kursi yang didudukinya.


Seketika Kirin berubah menjadi sosok naga yang biasa menyerang Zeno, ia pun langsung melesat ke arah Zeno tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Zeno memang mengharapkan hal itu, dia melompat ke belakang tepat ke arah pintu keluar. Kini posisi Zeno sudah berada di pinggir sungai, namun untungnya tidak sampai tercebur ke arah sungai. Pergerakan di luar juga sudah sangat bebas, sehingga ia lebih leluasa untuk menghindari serangan Kirin. 


Kirin tidak berhenti begitu saja, melakukan serangan di tempat terbuka bukan masalah baginya, sehingga, ia masih tetap melesat ke arah Zeno. 


Zeno masih berusaha untuk menghindar dengan sekuat tenaga, bagaimanapun apabila tubuhnya terkena kirin, maka akibatnya akan sangat fatal. Sehingga dia masih melakukan itu sambil memikirkan bagaimana caranya melawan Kirin sebelum mengeluarkan rencana terakhirnya.


Sekilas ia melihat aliran sungai yang mengalir deras, melompat ke arah aliran itu bukanlah pilihan yang sangat baik, karena jika Kirin ikut masuk kedalam air, maka itu akan sangat berbahaya. Tetapi bagaimana jika membuat Kirin saja yang tercebur ke dalam aliran sungai? Zeno menanyakan hal tersebut di dalam hatinya.


Tetapi bagaimana caranya? Zeno terlalu sulit untuk memancing kirin agar ia tercebur ke dalam aliran sungai, namun ia tidak terlalu habis pikir walaupun keadaan yang membuatnya harus terus menghindar.


“Bodoh!” Kirin ikut melesat ke arah sungai setelah melihat Zeno menceburkan dirinya. Tidak perlu terkena Zeno sendiri, setidaknya jika Kirin berada dalam satu jangkauan air dengan Zeno, maka Zeno akan mati terbawa arus.


Zeno tidak sebodoh itu, dia sudah memikirkannya dengan baik bahwa tenggelam ke dalam air dengan disusul oleh Kirin adalah sesuatu yang sangat membahayakan. Sehingga saat ia melompat, ia memijak batu dan kembali melompat ke arah permukaan.


Zeno menghela napas setelah melihat bahwa kirin yang melesat sangat cepat tidak bisa mengontrol kecepatannya, sehingga Kirin sendiri sudah terbawa arus sungai dalam wujud petirnya.


Wajahnya kembali terkejut setelah sosok kirin muncul kembali menuju permukaan dalam wujud naga yang terbentuk oleh petir, Kirin yang muncul pun langsung mengubah dirinya menjadi sosok manusia yang tersenyum lebar setelah merasakan rencana bodoh yang dilakukan oleh Zeno.


“Apakah kau berusaha menceburkan kau ke dalam aliran sungai itu? itu adalah rencana paling bodoh.” Ucapnya disusul dengan tertawa begitu lebar.


“Siapa yang kau bilang bodoh dasar bodoh?” Kata Zeno yang tersenyum jahat.

__ADS_1


Kirin langsung menghentikan tawanya dan tersenyum pahit setelah melihat tubuhnya perlahan-lahan membeku yang membuatnya tidak bisa bergerak. Ia menatap Zeno dengan terkejut saat tahu bahwa ada es yang membekukan dirinya yang menandakan bahwa Zeno bisa mengendalikan elemen di sini.


“Rencana yang kusiapkan di dunia nyata, ternyata berhasil juga.”


__ADS_2