Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Mode Asternum Danze


__ADS_3

“Sialan! Mengapa anak itu bisa memiliki elemen legendaris?” Danze menahan seluruh rasa sakit di seluruh tubuhnya, elemen petir milik Zeno memang benar-benar tidak bisa ditandingi. Apalagi Danze tahu persis bahwa Zeno menggunakan petir berwarna merah yang merupakan elemen legendaris. Selain itu, Danze juga sangat yakin bahwa Zeno juga mengeluarkan angin spiral yang berwarna ungu yang juga bagian dari elemen legendaris.


Danze juga tidak menyangka, bahwa Zeno yang bergabung dengan beastnya memiliki kekuatan beratus kali lipat. Hal itu membuatnya tertarik untuk bergabung dengan Gryphon. Tapi sayang sekali, Zeno pasti memiliki dendam yatu tidak akan memberikan sebuah waktu kepadanya.


Sebenarnya saat ini Danze masih berada di dimensi kegelapan untuk meredakan rasa sakit yang dia rasakan. Selain itu, dia juga mengeluarkan Zeno keluar dari dimensi kegelapan dan memberikan sebuah bayangan untuk mengecohnya.


“Tidak ada cara lagi. Aku harus menggunakan mode asternum untuk mengalahkannya. Yaah aku membutuhkan waktu.” Danze berkata dengan mengangkat ujung bibirnya, dia duduk bersila di dimensi kegelapan. Dia membutuhkan waktu, itulah mengapa dia mengamankan diri di dimensi kegelapan.


.......


“Keturunan Fang, apa yang terjadi pada orang tadi, dan di mana dia?” Tanya Ama yang muncul dan berdiri di belakang Zeno.


“Aku sedang bertarung di dimensi entah berantah miliknya. Kemungkinan dia masih tertinggal di sana untuk menyiapkan sesuatu, aku benar-benar harus lebih waspada lagi.” Jawab Zeno yang kemudian berbalik badan untuk menatap Ama. “Leluhur Ama, terima kasih sudah menolongku dan memberikanku sebuah waktu. Sekarang kau boleh pergi, bukankah orkamu menipis? Jika kau memaksa untuk muncul, orkamu akan habis dan membuatmu hilang selamanya.” Sambungnya tanpa mengeluarkan sebuah ekspresi apapun.


Mendengar perkataan keturunan Fang, Ama menggertakkan giginya dan menatap sinis Zeno sambil mengatakan, “Apakah menurutmu aku akan diam apabila negara yang ku dirikan hancur? Apakah menurutmu aku akan diam saja apabila pesta pernikahan keturunanku hancur?”


Zeno diam sejenak, dia mengerti perasaan Ama, bagaimana rasanya negara yang dia dirikan hancur? Tentu saja dirinya akan merasa sakit hati melihatnya. Bukan hanya Ama, bahkan leluhur pendiri negara lainnya seperti Fang, Arad ataupun Ares pasti akan sedih apabila melihat negaranya rata dengan tanah. Entah, Zeno tidak tahu bagaimana perasaan leluhur Shin saat melihat bahwa anak keturunanya sedang menghancurkan negara lainnya.

__ADS_1


“Tapi leluhur ....” Zeno tidak melanjutkan ucapannya, pasalnya di sampingnya terdapat seperti sebuah portal kegelapan yang muncul dan semakin membesar. Tidak hanya itu saja, terdapat sosok yang keluar dari portal tersebut dan melesat ke arah Zeno.


“Si bodoh ini lagi.” Zeno melapisi tangannya dengan tanah berwarna hitam pekat, “Datanglah!” dia berteriak dengan penuh gaya sambil hendak memukul Danze yang akan datang.


Tapi siapa yang menyangka, bahwa Danze juga muncul dan menahan pukulan Zeno menggunakan kepalan tangan yang dilapisi sebuah kegelapan. Bisa di bilang saat ini mereka sedang beradu pukul.


Selain itu, Danze juga muncul dan tampil berbeda, dia menggunakan sebuah jubah berbentuk kegelapan, dengan tanduk yang keluar memanjang di kepalanya. Matanya berwarna putih seolah dia merupakan mayat hidup. Dan kali ini, pukulannya juga berhasil menahan pukulan Zeno tanpa keduanya terlempar.


Melihat hal tersebut, mata Zeno semakin memerah, selain itu, Zeno juga mengeluarkan sebuah aura berwarna merah dengan percikan petir yang menggelegar. Bahkan, suaranya begitu khas membuat siapa saja yang melihatnya tampak mengerikan. Tidak hanya melihat Zeno, siapa saja yang melihat Danze juga akan merasa ngeri dan memilih untuk kabur.


“Terima kasih karena sudah memberiku waktu untuk membangkitkan mode Aternum. Walaupun aku tidak memiliki elemen legendaris seperti kau, tapi mode ini bisa membandinginya.” Ucapnya sambil menendang Zeno.


Zeno bergerak secepat kilat, meninggalkan sambaran petir berwarna merah yang menggelegar. Begitu juga dengan Danze, dia bergerak namun tidak secepat kilat, namun juga meninggalkan sebuah kegelapan yang perlahan menghilang.


“Teknik berpedang, aliran petir. Gerakan kilat!”


“Tebasan kegelapan tahap keenam, tebasan malam tak berujung.”

__ADS_1


Sebuah kegelapan pekat muncul keluar dari pedang Danze dengan sangat mengerikan yang melesat ke arah Zeno. Namun, di sisi lain, Zeno bergerak secepat kilat menghindari kegelapan tersebut dengan memanfaatkan tanah yang dia lemparkan untuk sebuah pijakan bergerak.


Tidak mau kalah, Danze langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak karena Zeno sudah berada di depannya, lagi pula saat itu Zeno melompat ke arahnya sehingga tidak bisa bergerak kembali secara langsung.


Namun siapa yang menyangka, saat Zeno mendarat di atas tanah, tanah tersebut menjadi retak. Kemudian Zeno kembali bergerak secepat kilat ke arah Danze yang sepertinya sedang menyiapkan sesuatu.


“Teknik berpedang, aliran air. Aliran pemurnian.” Saat tepat berada di hadapan Danze, Zeno mengubah Ice Sword yang sebelumnya dilapisi oleh elemen petir merah, kini dilapisi oleh air berwarna biru tua. Selain itu, tanah yang menjadi pijakan mereka berdua berubah menjadi aliran air yang mengalir begitu tenang.


Danze sedikit terkejut mengenai aliran air yang begitu tenang di bawahnya. Tapi dia tidak memilik waktu untuk memikirkan hal tersebut. Karena apa yang dia pikirkan adalah untuk menahan Ice Sword yang dipegang Zeno yang tidak di lapisi sebuah elemen petir, sehingga kecepatan yang ditebaskan akan semakin melambat.


Namun, saat hendak menahan pedang milik Zeno, Danze membuka mulutnya saat melihat bahwa dirinya sedang tidak membawa apa-apa. Padahal seharusnya, pedang berbahan kegelapan tersebut masih dia pegang yang bertujuan untuk menyerang Zeno.


Tidak ada cara lagi, Danze langsung melompat ke belakang untuk menghindari tebasan milik Zeno. Tapi sepertinya Danze terlambat bergerak, dia hanya melompat sedikit sehingga masih terkena dampak dari serangan Zeno. Tubuhnya terluka secara vertikal dari leher sampai ujung perut.


“Keparat!” Danze menjadi semakin marah, dia terjatuh di atas aliran air yang perlahan menghilang menyisakan tanah yang basah.


Tapi dia sedikit merasa ada yang aneh, pedang kegelapan yang ada di tangannya kembali muncul. Padahal dia merasa bahwa pedangnya tadi tiba-tiba menghilang saat Zeno hendak menebaskan pedangnya. Dia menjadi curiga dengan Zeno yang memiliki teknik yang menghilangkan segala elemen musuh dalam sekejap. Bahkan, saat Zeno hendak menebaskan pedangnya, dia merasa bahwa mode Asternum juga menghilang, dan kembali ada setelah Zeno berhasil menebaskan pedangnya.

__ADS_1


Tidak ingin memberikan sebuah kesempatan, Zeno langsung mengentakkan pedangnya ke arah Danze. Sayangnya Danze berhasil berguling demi menghindari pedang Zeno.


Danze merasa sangat geram, dia langsung berdiri sebelum Zeno kembali menyerang secara membabi-buta. Dia juga kembali bergerak ke arah Zeno untuk menyerangnya kembali. Kali ini Danze juga ingin membunuh Zeno dengan penuh ambisi, bagaimanapun, sebagai kaisar terkuat dia tidak ingin dikalahkan oleh orang lain.


__ADS_2