Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kabar buruk


__ADS_3

Zeno dan Rangru pergi keluar untuk mencari penyusup yang disebutkan oleh ratu Kura, sedangkan Selena, ia masih tidak diizinkan untuk mengikuti Zeno ataupun Rangru.


"Tuan Zen, kenapa anda repot-repot untuk ikut bersamaku mencari penyusup itu?" Tanya Rangru kebingungan.


Sikap Rangru yang lebih ramah membuat Zeno hanya bisa menggelengkan kepalanya, mungkin karena Rangru mengetahui siapa beast dibalik Zeno, tetapi Zeno sendiri juga tidak ingin sombong.


"Sudah lama aku tidak bertemu atau menghadapi beast buas langsung dari hutan elemental beast, jadi aku ingin bertemu dengannya." Kata Zeno tersenyum, tetapi itu bukan salah satu penyebab Zeno ingin mencari beast penyusup, lagipula Zeno tidak tertarik dengan urusan yang ada di dunia ini. Apa yang membuatnya tertarik adalah, dengan mencari penyusup ia lebih leluasa untuk berkeliling dunia ini.


"Tapi bagaimana caranya kita mencari penyusup ya?" Rangru benar-benar sakit kepala dengan perintah ratu yang benar-benar menjengkelkan, karena ia bingung, bagaimana mencari penyusup di antara kerumunan beast di dunia ini, ini sama saja akan menyulitkan Rangru.


****


"Apa aku tidak salah lihat, bukankah Ice Sword berada di negara petir, lantas kenapa pedang tersebut ada di tempat ini." Kata salah satu Beast dengan beast temannya.


"Sepertinya kita harus segera memberitahukan tuan Akram sebelum negara petir hancur sepenuhnya." Jawab beast lainnya.


"Baik aku mengerti."


"Astaga sepertinya kita tidak perlu mencari dengan lelah, tuan, Rangru." Tiba-tiba Kiba melompat keluar dari tubuh Zeno dan mencengkram salah satu beast yang berasal dari hutan elemental beast.


Beruntung dua beast tersebut berada di dekat Zeno dan Rangru, sehingga Kiba mencurigai bisikan mereka yang membahas diantaranya negara petir, dan pedang. Itu lah inti yang didengar oleh Kiba.


"Kiba, apa yang kau lakukan?" Teriak Zeno.

__ADS_1


"Tuan Byakko, maksudku tuan Kiba, apa yang anda lakukan?" Kata Rangru yang tidak tahu maksud Kiba.


"Astaga Astaga Rangru, sepertinya kau tidak tahu legenda Byakko bahwa pendengaran dan penciuman Byakko lima kali lipat dari harimau biasa. Jadi aku bisa mendengar apa yang mereka katakan, serta aku juga bisa mencium aroma hutan dari tubuh mereka." Kata Kiba sambil menyombongkan diri sedikit.


Sebenarnya Rangru sendiri sangat terkejut saat Kiba keluar secara mendadak, pasalnya baru kali ini ia melihat wujud Byakko yang tidak pernah ia tahu, wujud harimau putih serta aura yang sangat mulia menandakan bahwa Kiba benar-benar Byakko.


"Katakan, penyerangan negara petir? Ice Sword? apa maksudmu? dan apa hubungan di antara keduanya?" Kata Kiba dengan begitu santai, namun air liurnya menetes di antara taringnya dan jatuh tepat di kepala salah satu beast yang disangka penyusup.


Salah satu temannya yang masih berdiri karena tidak terkena cengkraman Kiba, kini ia langsung berlari dan menyerang Kiba.


"Beast rendahan, kau sangat bodoh, seharusnya kau bisa lari. Tanah: cengkraman tanah." Rangru mengeluarkan tekniknya.


Beast yang masih berdiri seketika tidak bisa berjalan lagi, karena sebagian tubuhnya terbalut dengan tanah yang dikeluarkan oleh Rangru.


"Untuk apa aku memberitahu?" Ucap beast yang merupakan seekor Panda, yang dicengkeram Kiba.


Seketika Beast panda menjadi ketekutan, ia merasa ngeri di sekujur tubuh setelah Harimau putih di depannya mengaum dengan begitu keras.


"Baiklah, aku akan jujur. Ice Sword, merupakan benda pusaka yang dibawa anak itu." Panda itu menunjuk ke arah Zeno. "Dan penyerangan negara petir, Geldhe mengatakan bahwa Ice Sword berada di negara petir, sehingga tuan Akram melakukan penyerangan di negara itu untuk merebut Ice Sword." 


"Jadi ini salah sangka, negara petir akan hancur karena tuan Akram tidak menemukan Ice sword, karena Ice Sword berada di tanganmu yang berada di dunia Metpo." Sambungnya.


"Tunggu apa katamu? Bukankah pedang ini bernama pedang dua jiwa?" Zeno menarik pedang dua jiwanya.

__ADS_1


"Tidak, itu Ice Sword seperti yang diceritakan tuan Akram, dengan lambang air dan angin di kedua sisi." Kata teman panda itu.


Wajah Zeno menjadi suram setelah mengetahui kebenaran mengenai pedangnya, ia tidak menyangka bahwa pedangnya disebut benda pusaka yang disebut Ice Sword. Tidak heran bahwa pedang dua jiwa yang Zeno pegang bisa mengeluarkan es, tanpa pengendaliannya juga. Tapi apa yang membuat Zeno menjadi sepucat kertas adalah, negara petir akan diserang, perasaanya mengenai awan hitam sebagai kabar buruk itu benar-benar terjadi.


Ini semua mungkin penyebabnya adalah Geldhe, entah bagaimana caranya, Geldhe memberitahukan posisi Ice Sword kepada Akram, itulah mengapa Zeno mendengar Geldhe menyebut nama Akram saat kematiannya berada di ujung tanduk.


Tapi ini semua adalah kesalahpahaman, Akram mengira bahwa Ice Sword menetap di negara petir seperti apa yang Geldhe lihat, padahal Ice Sword atau pedang dua jiwa di bawa kesana kemari oleh Zeno.


“Ini semua salahku, aku akan kembali menuju negara petir dan memukul mundur orang yang bernama Akram dan pasukannya.” Kata Zeno yang sangat cemas.


“Bagaimana bisa anda merasa salah?” Tanya Rangru.


“Seakan-akan aku sedang mengadu domba. Orang yang bernama Akram itu mengincar pedangku, yang mana bawahan Akram melihat sekitar dua hari yang lalu di negara petir. Sedangkan pedang dua jiwa atau Ice sword kini berada di dunia metpo.” Sambung Zeno.


“Jadi sebenarnya orang yang bernama Akram itu mengira bahwa Ice Sword masih berada di negara petir, sehingga mereka melakukan penyerangan.” Rangru berpikir.


Seketika beast wujud panda itu tertawa dengan begitu keras, Zeno dan yang lainnya mengangkat alisnya karena sepertinya ada yang disembunyikan oleh beast penyusup itu. KIba bahkan mengancamnya lagi agar beast tersebut membuka mulutnya mengenai apa yang ia tertawakan.


“Jangan remehkan penyerangan ini, tuan Akram membuat pasukan yang mana 20% adalah manusia setengah beast seperti kami, serta sisanya adalah beast murni hutan elemental beast. Negara petir akan benar-benar hancur.”


Zeno menjadi seputih kertas saat mendengar apa yang beast penyusup itu katakan, lebih tepatnya apa yang Akram lakukan adalah penyerangan besar-besaran antara beast dengan manusia, baru kali ini penyerangan tersebut terjadi dalam sejarah dunia.


“Rangru, bawa aku ke atas!” Wajah Zeno begitu serius, baru kali ini ia akan terlibat dalam masalah besar yang terjadi, merebutkan pedangnya adalah sesuatu yang tidak lucu. Karena bagaimanapun juga, Zeno tidak akan menyerahkan Ice Sword kepada siapapun, termasuk orang seperti Geldhe, namun sepertinya lebih ganas daripada Geldhe.

__ADS_1


Bahkan orang seperti Geldhe saja sangat bengis, apalagi tuannya. Bisa dipastikan tujuan Akram merebut Ice Sword digunakan untuk yang tidak-tidak, karena beast panda tadi mengatakan bahwa pedang ini merupakan pedang pusaka.


Selain itu, ia masih penasaran dengan orang yang bernama Akram, karena ia merasa pernah mendengar nama itu setelah Geldhe menyebutkan namanya di ambang kematian.


__ADS_2