
Turse berkata dengan demikian, dengan diikuti oleh Lexus dan Zillie yang tertawa lebar. Memang benar, apa yang dikatakan oleh Faturt merupakan sebuah hal yang lucu bagi kaisar Lexus. Meminta bantuan kepada kaisar terkuat? Lexus yakin bahwa Ampera ketinggalan sebuah berita besar yang membawa perubahan dunia elementalist.
Pasalnya kaisar terkuat kini berada di hadapan Faturt, meskipun masih dalam keadaan calon. Setidaknya jika Zeno menjadi kaisar, tentu saja akan menjadi kaisar terkuata secara nyata.
Akan tetapi, Zeno masih berwajah tanpa ekspresi dan sedikit tidak nyaman dengan sebutan tersebut. Entah kenapa, dia sedikit menyesal setelah berhadapan dengan Danze, jika tahu bahwa dirinya akan menjadi kaisar terkuat. Tentu saja itu bukanlah sebuah berita yang bagus, karena akan mendapatkan sebuah masalah besar, dan memiliki banyak musuh karena ingin mendapatkan peringkat pertama.
“Segeralah kembali tuan, ibumu pasti menunggumu di sana.” Kaisar Lexus berkata.
“Tidak, baik itu pihak Lumenlus, ataupun Ampere, keduanya akan melakukan deklarasi perang akibat perbuatanku. Jadi aku akan tinggal di sini setidaknya lima sampai tujuh hari sampai kekaisaran Nuvoleon benar-benar pulih kembali, lagipula masih ada sampai dua puluh hari lagi sebelum racun yang ada di dalam tubuh ibuku memuncak.” Zeno menghela napas dengan sangat berat, sepertinya dia harus bertanggung jawab kepada pihak kekaisaran yang ternyata menolongnya, tentu saja dari Ampera yang pasti akan tidak tinggal diam setelah Hole terbunuh.
Selain itu, Zeno memperhatikan jenderal Gorb yang mana tubuhnya telah terpotong-potong akibat ulahnya. Dan, tentunya kaisar Lumenlus tidak tinggal diam. Menyesal? Tentu saja tidak, mereka berdua memang harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka, seperti Hole yang melakukan kebohongan besar, serta jenderal Gorb yang merupakan ayah dari seorang anak yang Zeno bunuh.
“Satu lagi yang mulia kaisar, jangan memanggilku terlalu formal seperti itu. Aku terlalu risih mendengarnya.” Protes Zeno.
“Haha, baiklah tu, maksudku Zeno.” Kaisar Lexus tersenyum ramah sebelum melanjutkan ucapannya, “Jika itu maumu, maka kalian bisa tinggal di kekaisaran terlebih dahulu.”
Zeno mengangguk, dirinya sama sekali tidak menolak apabila tinggal di kekaisaran Nuvoleon. Lagipula, siapa yang menolak penginapan secara gratis? Selain itu, Zeno juga harus menuntaskan tanggung jawabnya kepada Nuvoleon, sehingga memang sudah sepatutnya dia tinggal di kekaisaran untuk merundingkan rencana perlawanan.
__ADS_1
Fajar sudah muncul di ufuk timur, menandakan bahwa matahari akan terbit sebentar lagi. Mereka berenam langsung turun dari gunung dan menuju wilayah utara, lebih tepatnya pulang ke istana kekaisaran kaisar Lexus. Mereka semua sudah tidak memedulikan lagi, mengenai mayat Hole, jenderal Gorb ataupun cincangan daging manusia yang berserakan kemana-mana.
Karena mereka sudah kebingungan, mau dikubur di mana para mayat tersebut? sedangkan puncak sudah menjadi sebuah kuburan yang tidak mungkin mereka menggalinya lagi. Membiarkan saja, dan membusuk di atas gunung merupakan sesuatu yang mungkin tidak tepat. Akan tetapi, kaisar Lexus memang tidak peduli, karena bertujuan agar tidak ada pengunjung yang mendaki gunung Apiluc selama satu lustrum ke depan.
Mungkin saja, bunga teratai emas yang mekar pada lustrum berikutnya, akan dihadirkan sebuah pemandangan yang cukup menyeramkan. Yaitu ribuan tulang belulang seolah menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang ingin mengambil bunga teratai emas. Selain suasananya yang akan menjadi mencengkam, mungkin akan banyak yang menganggap bahwa pegunungan ini bagaikan sebuah lembah neraka yang menyeramkan.
“Hey nona.” Kaisar Lexus mendekat ke arah Turse di sela-sela perjalanan turun mereka.
“Ada perlu apa kaisar terhormat?” Turse merespon.
“Bisakah kau memberikanku cairan racun yang engkau tusukkan kepada Zillie?”
Teriakan Turse yang keras membuat Zeno mendengarnya, hal tersebut membuat Zeno memandang dengan tatapan begitu tajam kepada kaisar. Serta, Zillie justru hanya tertawa lirih.
“Tidak, Zeno, maafkan aku, ini tidak seperti apa yang engkau pikirkan. Tentu saja aku tidak berpikiran aneh-aneh kepada anak buahmu ini.”
Karena Zeno mendengar teriakan Turse saja, Zeno tidak tahu apa yang Lexus bahas. Dia mengira bahwa Lexus berpikiran hal yang aneh-aneh kepada Turse, yang membuat Turse berteriak demikian.
__ADS_1
“Zeno, jika perlu tahu, mengapa kaisar Danze menyerang benua lima negara?” Lexus tidak tahan untuk bertanya akan hal tersebut. Semenjak dirinya mendengar berita itu, dia menjadi bertanya-tanya, mengapa Danze menyerang benua lima negara?
Zeno menarik napas panjang, “Ada tiga penyebab mengapa Danze menyerang benua lima negara. Penyebab pertama, Danze dimintai sebuah pertolongan oleh salah satu kaisar di benua lima negara yang dibenci oleh kaisar lainnya. Bahkan saat pertemuan, kaisar itu membuat ulah yang membuat para kaisar mengecam tindakan tersebut.”
“Penyebab kedua, Danze ingin merebut sebuah pedang yang bernama Fire Sword. Sebenarnya aku belum tahu pasti, apakah Danze sudah mendapatkannya atau belum. Pasalnya, pedang tersebut tersimpan di negara air, sedangkan pertarungan berada di negara petir tepat hari pernikahan kakakku.”
“Tunggu sebentar, Fire Sword? Pedang macam apa itu?” Lexus bertanya.
Zeno menarik ice Sword dari selongsongnya. Membuat kaisar Lexus tertegun akan keindahan pedang tersebut apabila ditatap dengan begitu serius. Pasalnya, ice Sword mengeluarkan sebuah uap dingin dengan butiran embun di ujung pedangnya. Selain itu, kaisar Lexus dan Zillie melihat bahwa ada dua lambang air dan angin yang menyala di kedua sisi pedang.
“Ini adalah Ice Sword, sebuah pedang legendaris yang berasal dari benua Artrik. Sedangkan Fire Sword, aku tidak tahu pedang tersebut berasal darimana. Yang paling penting, kedua pedang tersebut saling bertolak belakang, atau memang sudah ditakdirkan untuk bermusuhan. Masing-masing dari kedua tersebut memiliki sebuah elemen yang berkali-kali lipat lebih mengerikan dibandingkan sebuah elemen yang dikeluarkan dari pedang biasa.” Zeno menjelaskan.
“Lantas, mengapa Anda bisa mengeluarkan elemen petir dari Ice Sword? Bukankah Ice Sword hanya memiliki dua elemen yaitu elemen angin dan air?” Turse bertanya.
“Cukup mudah. Ice Sword juga merupakan sebuah pedang, maka pedang tersebut juga dapat dialirkan oleh elemen apapun tergantung penggunanya, bahkan elemen api dari sang pengguna juga tidak dapat melelehkannya. Intinya, yang paling terpenting, pengguna Ice Sword harus memiliki dua elemen yaitu air dan angin, sedangkan Fire Sword tentunya hanya membutuhkan elemen api bagi sang pengguna.”
“Bagaimana dengan penyebab ketiga?” Kaisar melanjutkan pertanyaannya.
__ADS_1
Zeno mengatur napas sebelum melanjutkan ucapannya, cukup lelah apabila menjelaskan secara rinci seperti itu. “Alasan ini kemungkinan tidak cukup masuk akal. Pasalnya, Danze seakan mencari tumbal dari luar benua bayangan untuk sebuah persembahan, dan aku sendiri juga tidak tahu pasti, bagaimana wujud dari persembahan tersebut. Tetapi seingatku Danze gagal untuk membawa sesembahan karena kekalahannya.”