Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Menyiksa Daizoru


__ADS_3

Apa yang dilakukan Nate ternyata tidak sesuai apa yang dia pikirkan. Tangan yang dilapisi sebuah elemen tanah, yang mana digunakan untuk menahan pedang Zeno kini harus terbelah menjadi dua sampai ke bagian siku. Nate ternganga, kemudian dia melompat ke belakang sambil merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Nate yang akan berteriak kesakitan, lebih tepatnya saat membuka mulutnya akan berteriak. Sebuah anak panah masuk ke dalam mulut dan menancap tepat ke arah mulut bagian dalam. Sehingga membuatnya kesulitan untuk berteriak dan mengeluarkan suara.


“Tunggu apa?” Haton terkejut karena melihat kondisi Nate. Tapi dia tidak punya waktu untuk menolong Nate. Karena musuh yang ia hadapi lebih mengerikan. Bagaimana tidak, walaupun dia menggunakan pedang dan elemen. Selena masih menghindar dengan sangat baik. Bahkan, dirinya lah yang kesulitan untuk menghindari semua serangan dari Selena.


Lebih tepatnya Haton tidak tahu bahwa wanita berpenampilan assassin adalah Selena, putri Daizoru yang menurutnya tidak berguna. Bahkan, karena Haton juga yang membujuk Daizoru untuk membuang Selenna.


Padahal Selena sendiri tahu, bahwa Haton bukanlah siapa-siapa. Keluarga Yunshan juga bukan. Tetapi mengapa dia selalu ikut campur mengenai masalah dirinya? Itulah yang membuat Selena geram kepada Haton dan memilih untuk menghajar Haton daripada Nate.


“Haton. Jadi kau benar-benar melupakan aku?” Tanya kembali Selena.


“Cengkeraman tanah.” Haton tetap tidak menjawab perkataan Selena, apa yang dia lakukan adalah mengepalkan tangannya secara perlahan sehingga memunculkan sebuah tanah yang akan mencengkram Selena.


Tapi Selena lebih dahulu melompat dan mengarahkan pedangnya ke arah Haton. Haton tidak mau terbunuh semudah itu, dia langsung menebalkan lapisan tanah di tangannya untuk menangkis pedang Selena.


Tapi saat akan melakukan itu, tubuh Haton terlapisi sebuah tanah hingga menyisakan kepalanya. Haton menggertakkan giginya, dia melihat bahwa itu merupakan seorang pria yang juga mengenakan pakaian assassin yang tidak lain adalah Zeno.


Selena tersenyum, sebelum menancapkan pedangnya tepat ke kepala Haton. Dia membuka tudung assassinya dan menampakkan wajah yang tersenyum cerah ke wajah Haton. “Jika kau lupa, maka perkenalkan aku.Aku adalah Selena.”


Haton terkejut, dia benar-benar tidak percaya bahwa wanita di hadapannya adalah Selena. Putri tuan Daizoru yang di buang. Saat dia ingin mengeluarkan kata-katanya, sebuah pedang tepat menancap ke kepalanya secara Vertikal.


“Akhirnya selesai.” Zeno menghela napas. Kemudian dia dan Turse segera mendobrak kamar Daizoru sebelum dia terbangun dan kabur.

__ADS_1


Namun saat pintu terbuka, apa yang dia khawatirkan memang benar. Saat ini, ada tiga wanita hamil tanpa busana tengah terbaring di lantai dengan luka di seluruh tubuhnya yang sangat parah. Tapi itu bukanlah salah satu yang ia khawatirkan, melainkan Daizoru sudah tidak berada di tempat. Zeno menebak bahwa Daizoru telah kabur, buktinya jendela kamar Daizoru terbuka.


Zeno dan Turse, serta Selena yang baru memasuki kamar, mereka langsung menghampiri jendela kamar Daizoru dan melihat, Daizoru kabur menuju ke mana. Namun, saat mencoba melihat, tidak ada pergerakan Daizoru yang menandakan bahwa dia kabur sudah cukup lama.


“Turse, segera tolong semua ibu hamil di sini.”


Zeno kemudian bergerak dengan mengajak Selena untuk mencari Daizoru di sisi rumah. Seharusnya dia sudah tidak bisa kabur melalui gerbang depan, karena saat ini Nora sudah kembali dari pembantaian dan menuju ke gerbang depan.


>>//<<


“Sialan, aku benar-benar tidak bisa memaafkan mereka. Bagaimana mungkin keluarga Yunshan dibantai secepat itu. Aku harap Haton dan Nate masih bisa menahan mereka.”


Sosok pria tua dengan perut buncit, serta di seluruh tubuhnya dipenuhi oleh perhiasan yang membuatnya seperti toko perhiasan berjalan. Dia mencoba berlari untuk menuju gerbang belakang yang mana dia berusaha untuk melarikan diri dari sebuah pembantaian.


Seketika seluruh permukaan tanah membeku, Daizoru yang kabur mendadak tidak bisa berjalan karena kakinya terperangkap sebuah es. Dia menggertakkan giginya dan melihat ke belakang siapa yang melakukan hal itu.


“Dengan mengenakan sebuah perhiasan yang berlebihan, aku menebak pasti kamu Daizoru si saudagar kaya.” Kata seorang pria setengah tua yang tidak lain merupakan Fang Zhuo.


“Apa yang kau inginkan? Harta? Kekuasaan perdagangan? Kau bisa mengambil semuanya, bukannya kau sudah membunuh seluruh penjaga dan asistenku.” Daizoru terlihat kesal.


“Untuk apa aku mengambil harta dan melepaskanmu. Pada akhirnya kau juga akan melaporkan kepada kekaisaran sehingga membuatku menjadi seorang kriminal.” Zhuo melangkahkan kakinya di atas es licin untuk mendekati Daizoru yang tidak bisa bergerak. Di juga melanjutkan ucapannya, “Aku menginginkan nyawamu.” Sambil mengulurkan sebuah pedang.


Daizoru langsung berdecak kesal. “Aku tidak pernah mengganggumu, lantas mengapa kau menganggukku dengan membantai seluruh keluargaku?”

__ADS_1


Seketika sebuah tebasan angin muncul secara tiba-tiba dan memotong kaki Daizoru. Hal itu membuat Daizoru membuka matanya lebar-lebar sebelum dia terjatuh di atas area es karena tidak memiliki sebuah keseimbangan.


“Tidak pernah mengganggu kami? Sepertinya kita harus mundur selama lima belas tahun yang lalu.” Zeno tiba-tiba muncul dan berdiri di samping jenderal Zhuo.


Zhuo kemudian membuka penutup kepalanya hingga menunjukkan bentuk wajahnya kepada Daizoru. Seketika Daizoru terkejut setelah melihat siapa pria yang ada di hadapannya, “Mantan kaisar negara air? Fang Zhuo”


“Kau ingat peristiwa lima belas tahun yang lalu?” Zhuo bertanya kepada Daizoru. “Apa kau ingat?....” Fang Zhuo menggertak dengan nada yang sangat tinggi.


“Maafkan aku. Tapi bukankah saat itu nona Arina tidak jadi di bawa ke sini?” Tubuh Daizoru bergetar.


“Memang dia lepas. Tapi kejadian setelah itu juga awal dari kesalahanmu.” Perlahan, darah yang mengalir dari kaki Daizoru membeku dan bekuan itu merambat hingga ke paha Daizoru.


Daizoru berteriak kesakitan, namun sebuah pedang merobek kedua pipinya. Tidak hanya itu saja, Selena yang baru datang dan melakukan itu kemudian menarik lidah Daizoru dan memotongnya.


“Selena?” Daizoru membatin, dia sudah tidak bisa lagi mengungkapkan apa yang ia pikirkan karena mulutnya sudah tidak bisa berbicara. Dia hanya bisa menangis secara tiba-tiba.


Zeno mengangkat tangannya dan membentuk sebuah pistol yang dia arahkan ke Daizoru. Seketika sebuah air muncul dari telunjuk dan menembak tepat ke area bawah, lebih tepatnya sesuatu yang berharga bagi Daizoru. Daizoru kembali kesakitan, namun dia tidak bisa berteriak untuk mengungkapkan rasa sakit itu.


“Pria bejat sepertimu memang layak untuk disiksa.”


Rasa sakit Daizoru, justru membuat Zeno Zhuo dan Selena tertawa begitu keras. Hal itu membuat Turse yang melihat hanya bisa menyentuh dahinya dan menggelengkan kepala. Yang pasti Turse yakin, ketiga orang tersebut melakukan penyiksaan karena memiliki dendam yang besar. Itulah mengapa, mereka nampak bahagia saat Daizoru tersiksa.


“Zeno, jenderal! Sepertinya kita harus cepat pergi dari sini. Beberapa warga mulai berkumpul karena mendengar sebuah keributan yang terjadi di kediaman ini.” Tiba-tiba Nora datang dengan panik, dia yang ditugaskan menjaga gerbang setelah ikut melakukan pembantaian melihat banyak orang yang tiba-tiba mendatangi kediaman Yunshan di tengah malam, karena banyak dari mereka seperti mendengar suara keributan seperti sebuah pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2