Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Aku ingin kalian membunuhku


__ADS_3

Selena dan juga Zeno, keduanya menghela napas lega setelah berhasil mengalahkan beast singa yang entah milik siapa.


"Hmm, ternyata kalian berhasil mengalahkan Beast ku ya?" 


Tetapi, saat ia telah berhasil mengalahkan beast singa, terdapat suara yang menggema. Suara orang yang sangat tua namun begitu keras, bahkan Zeno dan juga Selena sempat menutup kedua telinganya.


Sesosok pria tua, dengan tubuh melayang keluar dari balik tembok, janggut putihnya sangat panjang sehingga menyentuh tanah, ditemani dengan tongkat yang menjadi pegangan pria tua tersebut.


Tetapi anehnya, pria tua itu seperti habis memuntahkan seteguk darah, jelas terlihat bahwa di ujung bibir pria tua itu mengalir darah segar seakan-akan habis terkena serangan luka dalam.


Memang, pria itu memutahkan seteguk darah karena beast nya telah mati, itu merupakan hal yang wajar terjadi pada seseorang yang memiliki beast.


"Aku mengira bahwa beast tersebut memiliki tuan yang sudah mati." Batin Zeno.


"Maafkan aku, tetapi itulah kenyataannya, beast anda mengganggu kami yang hanya sedang melihat-lihat reruntuhan ini." Kata Zeno dengan santainya.


"Bukan beast ku yang mengganggu, tetapi kalianlah yang masuk ke reruntuhan ini sembarangan." Kata pria tua itu juga dengan begitu santai, serta tidak ada kemarahan yang jelas setelah beastnya terbunuh.


"Begitu kah? Maafkan aku apabila telah lancang, tetapi apakah anda roh juga?" Tanya Zeno yang melihat mata pria itu yang terlihat tidak ingin melawan Zeno dan Selena.


"Bukan, aku manusia biasa seperti kalian, tetapi akulah yang menjaga reruntuhan ini selama ratusan tahun hingga masih berdiri sampai saat ini." 


"Tunggu sebentar, jangan bilang anda merupakan salah satu anggota keluarga Zanfal." Kata Zeno seakan-akan tak percaya bahwa di depannya merupakan salah satu anggota keluarga Zanfal yang sangat sombong. Zeno ingin mengetahui, apakah pria paruh baya yang ada di hadapannya masih sangat sombong?


"Yaa, akulah salah satu anggota keluarga Zanfal, dan akulah orang yang membunuh keluargaku sendiri." Kata pria tua itu.

__ADS_1


Zeno dan Selena kembali tak percaya, ternyata anak kecil yang melakukan pembantaian masal kepada keluarga Zanfal merupakan salah satu anggota keluarga mereka. Ditambah keinginan Zeno sangat terpenuhi bahwa dia ingin bertemu anak kecil itu yang sekarang telah menjadi pria tua di hadapannya.


"Sekarang, apa tujuan kalian kesini? Menyombongkan diri? Aku sangat membenci orang-orang yang sombong!" 


"Tidak-tidak, aku kesini hanya meminta kepada siapa saja yang menjadi misteri di reruntuhan ini agar aku memiliki sebuah elemen." Sahut Selena sambil menggelengkan kepala.


Pria tua itu menghela napas, menurutnya ternyata masih ada juga orang bodoh yang bersikeras untuk mendapatkan elemen, padahal orang tersebut tidak memiliki elemen. "Apa kau tidak tahu? Jika kau tidak memiliki elemen, sekuat apapun kau juga tidak memiliki elemen."


Zeno memalingkan mukanya karena bukan jawaban itu yang seharusnya pria tua itu berikan kepada Selena, jawaban itu hanya akan membuat seseorang yang tidak memiliki elemen merasa putus asa. 


"Aku sudah mendengar banyak jawaban seperti itu dari beast, roh ataupun orang-orang terdahulu yang masih hidup, dan aku benar-benar muak. Suatu saat akan kubuktikan bahwa aku akan memiliki elemental." Kata Selena dengan wajah masam setelah mengetahui bahwa pria tua di hadapannya ternyata tidak bisa membantu dirinya untuk mendapatkan elemen.


"Itu sudah peraturan mutlak dari dewa, kecuali…." Kata pria tua tersebut melihat Zeno, ia sangat tahu pasti bahwa Zeno adalah pemuda istimewa. Dan entah mengapa ia juga merasa bahwa Zeno kemungkinan besar bisa membangkitkan elemen yang tidak ia miliki.


"Kecuali apa?" Tanya Selena begitu penasaran.


"Sekarang pergilah, tidak ada yang istimewa di dalam reruntuhan ini. Keberuntungan berada di pihak kalian, karena biasanya, orang-orang yang datang kesini akan menjumpai ratusan roh Zanfal yang sangat kuat dan sombong, bahkan banyak dari mereka tidak bisa kembali." Sambung pria tua itu.


Zeno menundukkan kepalanya wajahnya terlihat sedih karena memang tidak ada yang istimewa disini, sejak awal dia sebenarnya sudah mengira bahwa di reruntuhan ini tidak ada apa-apa. Tapi sebelumnya dia sedikit berharap bahwa di sini terdapat energi petir yang kemungkinan bisa membangkitkan elemen petirnya.


"Ayo Selena, kita keluar dari sini." Kata Zeno berbalik arah dengan wajah suram, berbeda dengan Selena yang justru tetap memasang wajah bahagia.


"Tunggu sebentar!" Teriak pria itu memanggil Zeno dan Selena.


Zeno sedikit menoleh kebelakang menanggapi teriakan pria tua. "Ada apa?" Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh Zeno.

__ADS_1


"Aku hanya mempunyai satu permintaan." 


"Apa itu?" Tanya Selena.


"Aku ingin kalian membunuhku!" 


Kata-kata pria itu sontak membuat Zeno dan Selana kaget, Zeno bahkan juga memasang wajah kebingungan, karena pasalnya, banyak orang yang ingin mempunyai umur panjang, bahkan hidup abadi, tetapi berbeda dengan kakek ini, justru ia ingin dibunuh.


"Apa maksudmu pak tua? Bagaimana bisa aku membunuh orang tak bersalah sepertimu?" Tanya Zeno dengan nada tinggi.


"Aku hanya bosan hidup, lagipula beast ku sudah mati, apa boleh buat?" 


"Kalau kalian tidak mau, maka aku akan memaksa." Pria tua itu menyerang Zeno dengan niat agar Zeno dan Selena menyerang balik.


Zeno dan Selena menghindar sebuah Sambaran petir yang keluar dari telunjuk pria tua, mereka menjadi kebingungan apa maksud pria tua itu, ingin dibunuh tetapi dia malah menyerang. 


Zeno tidak habis pikir dengan perilaku pria tua, beberapa saat dia mengerti bahwa pria tua sengaja menyerang agar Zeno menyerang balik, dengan begitu pasti Zeno akan sangat kesal dan akan membunuhnya.


"Pak tua sadarlah, bagaimana bisa kau ingin aku membunuhmu? Padahal bunuh diri jauh lebih baik?" Sahut Zeno yang terus menghindar serangan brutal dari pria tua tersebut.


"Aku melihat bahwa di hati kalian memiliki jiwa yang rendah hati, jadi aku ingin mati di bawah orang yang tidak memiliki sikap sombong." Kata pria itu sambil sibuk menyerang Zeno dan juga Selena.


Zeno sangat tidak bisa untuk menyerang balik kakek tua, karena kakek tua tidak memiliki masalah signifikan yang membuatnya ingin menyerang.


Berbeda dengan Zeno, Selena justru berlari maju dan menyerang pria tua, tidak peduli kakek tua itu memiliki masalah atau tidak, yang terpenting ia tidak ingin keluar dari reruntuhan ini masih ada hambatan, sehingga mau tidak mau ia harus membunuh pria tua.

__ADS_1


"Aku salah mengira, walaupun kau sepertinya tidak memiliki elemental, tetapi setidaknya kau memiliki kemampuan yang sangat lincah. Percayalah, jika kau terus hidup, di masa depan kau akan menjadi tangguh dan mengalahkan Elementalist hebat lainnya." Kara pria tua itu memuji Selena.


__ADS_2