Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Masalah, lagi


__ADS_3

Matahari mengeluarkan pancarannya tepat di atas kepala. Suasana benar-benar panas. Bagi Zeno yang baru pulang dari benua Artrik pasti merasakan suhu tersebut secara mencolok. Apalagi Nora dan Turse yang tidak pernah merasakan suhu sepanas ini membuat mereka seperti mandi keringat.


Untungnya saat ini mereka berempat berada di sebuah kedai untuk mengisi perut mereka. Kedai yang mereka tempati juga tidak terlalu mewah, namun juga tidak terlalu buruk. Setidaknya apa yang mereka makan cukup membuat mereka bisa merasakan nikmat dan mengisi perut.


Disela-sela memakan makanan, Nora merasa ada yang aneh dengan orang sekitar. Penasaran, dia pun bertanya kepada jenderal Zhuo. “Jenderal, ini aneh. Sebagai mantan kaisar, seharusnya mereka lebih menghormati anda. Tetapi mereka nampak biasa saja. Begitupun dengan Zeno, seharusnya sebagai pangeran kekaisaran, orang-orang disekitar juga lebih menghormatinya.”


Zeno yang mendengar ucapan Nora, langsung menelan makananya dan menjawab, “Aku dan ayah berasal dari negara air. Negara yang letaknya jauh dari sini, lebih tepatnya kita harus melewati tiga negara dari timur, serta satu negara dari barat. Lagipula orang di sini tidak mengerti siapa nama-nama kaisar dan keluarganya yang menjabat di negara air. Jangankan namanya, mungkin mereka juga tidak mengerti seperti apa tampang kasar saat ini dan sebelumnya.”


“Dan aku juga sama seperti mereka, aku tidak tahu siapa nama kaisar disini apalagi keluarganya. Yang terpenting, kalian jika bertemu siapa saja, kalian harus menjaga sikap. Kita tidak tahu, siapa sebenarnya yang akan menjadi lawan bicara kalian. Seperti... yah, saat aku dituduh anak buah Rungdaf di Glacies empire.” Zeno melanjutkan ucapannya.


“Arad, kaisar negara tanah berasal dari keluarga Arad.” Sahut jenderal Zhuo. Dia mengerti siapa nama keluarga kaisar. Tapi dia tidak mengerti, siapa kaisar yang menjabat saat ini, karena dia telah pergi dalam waktu yang lama, sehingga dia juga tidak mungkin mendapatkan informasi mengenai kekaisaran negara Tanah.


Di sela-sela pembicaraan Zeno dan yang lainnya, tiba-tiba ada sebuah keributan di dalam kedai. Hal itu membuat Zeno dan yang lainnya menjadi tidak tenang dan mengalihkan pandangannya ke arah keributan tersebut.


Begitupun dengan orang lain yang berada di kedai, mereka menjadi mendekat ke arah keributan sehingga suasana menjadi sangat ramai. Suara berisik membuat Zeno benar-benar terganggu. Namun dia hanya diam dan tidak ikut-ikut melihat apa yang terjadi, karena menurutnya itu adalah urusan mereka.


“Hey, bukankah kau seorang pedagang yang katanya tidak memiliki elemental itu.” Ucap seorang pria kepada seorang yang sedang duduk sambil menikmati sepiring makanan.

__ADS_1


Orang yang duduk tersebut merasa geram, dia langsung melemparkan makanan tepat di wajah pria yang mengganggu tersebut. Pria tersebut tidak terima dan langsung menghajar seorang remaja yang melemparkan makanan tepat di wajahnya. Hal itulah yang membuat terjadinya keributan dan orang-orang di dalam kedai menjadi ramai.


“Pembunuh Abnormal pasti akan membunuhmu malam ini.” Kata orang yang tidak memiliki elemen. Wajahnya terlihat dipenuhi oleh luka lebam karena terus menerus dipukuli. Tidak ada rasa takut yang menghantui dirinya, walaupun dia tidak memiliki elemen dan terus diganggu, setidaknya di sisi orang sepertinya terdapat pembunuh abnormal yang selalu membalaskan perbuatan kepada orang yang melakukan diskriminasi.


“Pembunuh Abnormal?” Pria yang melakukan diskrimanasi tersebut tertawa lebar setelah mendengar apa yang dikatakan seorang yang ada dihadapannya. Dia memukul satu lagi sehingga membuat bibir seorang yang ada dihadapannya berdarah. “Dia hanya seorang wanita, bahkan saat melihatku, dia pasti akan bertekuk lutut dan menyerahkan tubuhnya kepadaku.” Sekali lagi orang tersebut tertawa lebar.


Pria yang dipukuli itu hanya tersenyum lebar, dia tau pasti bahwa hidup seorang pria yang ada di depannya tidak akan lama lagi. Karena dia tahu persis, bahwa pembunuh Abnormal selalu menaungi orang seperti dirinya,


“Zeno, apa kau tidak mau bergerak? Orang tersebut sepertinya tidak keterlaluan.” Kata Nora, dia merasa kasihan dengan pria yang tersenyum menahan pukulan dari pria lainnya.


Zeno langsung masuk ke dalam kerumunan dan mendorong pria yang memukul seseorang dihadapannya. Wajahnya terlihat tidak berekspresi namun dipenuhi emosi yang tinggi.


Melihat Zeno yang sok berani, pria tersebut langsung mengerutkan dahinya dan berkata dengan nada yang tinggi, “Mengapa? Apakah kau ingin menjadi pahlawan? Atau kau merupakan mata-mata pembunuh Abnormal?”


“Pembunuh Abnormal?” Gumamnya dalam hati, baru kali ini dia mendengar mengenai pembunuh Abnormal. Namun, dia tidak memperdulikan siapa itu pembunuh Abnormal. Apa yang dia lakukan saat ini adalah mengepalkan tangannya dan bergerak  maju ke arah pria tersebut.


“Jangan merasa sok berani, orang seperti kalian yang tidak memiliki elemen, hanyalah sebuah sampah bagi masyarakat. Dan menjadi sosok yang tidak berguna.” Kata pria tersebut yang perlahan semakin mundur karena Zeno bergerak maju perlahan ke arahnya.

__ADS_1


“Apakah seperti itu, sepertinya kau belum tau temanku yang ada di negara ini.” Zeno memukulkan kepala tangannya.


Namun, saat Zeno hendak memukul pria tersebut. Sosok wanita dengan memakai penutup muka menerobos keramaian dan melewati Zeno. Wanita tersebut langsung menonjokkan gagang pedang ke arah perut pria tersebut.


Seketika Zeno langsung menarik tangannya, dia melihat wanita itu sangat cepat. Bahkan dia berhasil menonjokkan gagang pedang ke arah perut pria tersebut sebelum Zeno memukulnya.


Alhasil, pria tersebut terlempar tidak jauh dan memuntahkan seteguk darah. Seluruh orang yang melihatnya juga terkejut mengenai kemunculan wanita itu secara tiba-tiba. Bahkan Zeno yang melihatnya secara langsung.


Wanita tersebut melangkahkan kakinya kepada pria yang kini terbaring lemas. Perutnya mengalami luka yang serius karena ditonjok oleh benda tumpul yaitu gagang pedang. Dengan nada yang tinggi wanita tersebut berkata, “Ayo berdiri! Bukankah kau tadi menantangku?”


“Pembunuh Abnormal?” Kata pria itu tidak percaya.


Seluruh orang juga tidak percaya mengenai wanita yang tiba-tiba muncul. Terutama pria yang didiskriminasi tadi kini juga tersenyum lebar, walaupun dia harus menanggung rasa sakit di seluruh wajahnya.


Pembunuh Abnormal kembali melanjutkan ucapannya sambil perlahan menoleh ke arah Zeno, “Terima kasih, ternyata masih banyak orang yang mem....” Wanita tersebut tidak melanjutkan ucapannya dan membuka matanya lebar setelah menatap Zeno. Hal itu membuatnya beranjak pergi dan kabur meninggalkan pria yang terbaring dan keramaian.


“Hey, tunggu!” Zeno berkata dengan serius, dia mengejar pembunuh Abnormal karena masih penasaran dengannya. Selain itu, dia seperti pernah mendengar suara wanita itu, tapi darimana? Hal itulah yang juga membuat Zeno penasaran dan mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2