Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Ada apa? ada musuh?


__ADS_3

Zeno menghela napas lega, setidaknya satu masalah selesai. Dengan terbunuhnya jenderal pasukan yang tidak diketahui oleh pasukan itu sendiri, pasti para pasukan akan kalang kabut dan kebingungan. Lagipula, Zeno bertanya-tanya, kenapa mereka sangat ceroboh sampai-sampai mengirim jenderal secara langsung untuk menghadapi dirinya?


Tapi yang pasti Zeno segera tidak peduli akan hal tersebut, lagipula, dengan kecerobohan dari pihak kekaisaran justru sangat menguntungkan bagi Zeno.


Zeno kemudian menarik kembali Azure karena pertarungan telah selesai, dia sebelumnya benar-benar kaget, bahwa Azure mengurus musuh dalam waktu beberapa detik saja. Bahkan, musuh yang dia hadapi diserang dengan begitu brutal. Begitu juga dengan Turse, dia juga menarik kembali Atsuba ke dalam tubuhnya.


“Turse, di mana Hole?” Tanya Zeno.


“Entahlah, Atsuba tadi menjatuhkannya dan memilih untuk menyelamatkanku, jadi aku tidak tahu apakah dia hidup atau tidak.” Jawab Turse.


“Biarkan saja. Lagipula jika dia mati, maka akan sangat menguntungkan bagiku, karena kita sudah mengetahui dua belah pihak yang akan merebut bunga teratai. Tapi jika dia hidup, juga tidak terlalu di rugikan untukku, setidaknya dia bisa membantuku melawan dua belah pihak.”


Turse mengangguk dan tidak berkata lebih, tapi sebenarnya dia mempunyai harapan yang berbeda dari Zeno, yang mana dia ingin sekali Hole mati. Karena menurutnya, jika Hole hidup, akan sangat merepotkan bagi Zeno.


Selain itu, Zeno tiba-tiba tersenyum, dia sepertinya sedikit yakin bahwa Hole tidak mati semudah itu, tapi dia tersenyum bukan karenan senang, dia tersenyum karena sedikit tahu, siapa Hole itu sebenarnya.


“Tunggu sebentar Turse, bagaimana kau bisa tahu bahwa aku mengalahkan kaisar terkuat di dunia? Bukankah kau tidak tahu, bahwa lawanku saat itu adalah kaisar terkuat?” Zeno mengalihkan topik pembicaraan. Mengingat, bahwa Turse tadi datang sambil berkata bahwa Zeno merupakan seseorang yang mengalahkan kaisar terkuat, padahal Turse sendiri sebelumnya tidak tahu, bahwa Danze merupakan kaisar terkuat.

__ADS_1


“Haaa?” Turse mengangkat alisnya. “Benarkah? Padahal aku tadi hanya mengarang cerita untuk menakuti lawanmu. Tunggu, jadi Anda benar mengalahkan kaisar terkuat di dunia?”


“Kau tidak tahu siapa yang menyerang benua negara? Dia adalah Danze, kaisar terkuat di dunia.” Zeno berusaha menjelaskan.


Mendengar hal tersebut, Turse berpikir sejenak, dia tidak menyangka bahwa saat itu yang menyerang benua negara adalah kaisar terkuat. Yang dia tahu, bahwa nama dari pelaku utama tersebut adalah Danze, dan Turse tidak tahu siapa itu Danze yang sebenarnya. Selain itu, Zeno juga tidak pernah bercerita sebelumnya, bahwa Danze merupakan kaisar terkuat.


Siapa yang menyangka, bahwa cerita yang tidak sengaja di buat oleh Turse merupakan benar-benar terjadi, bahwa Zeno mengalahkan kaisar terkuat.


Tiba-tiba, Turse mengeluarkan busur panah yang menurut Zeno tanpa seban. Hal itu membuat Zeno mengangkat alisnya dan kebingungan mengenai tindakan yang akan dilakukan oleh Turse.


“Ada apa? Ada musuh?” Tanya Zeno sambil kembali mengangkat pedangnya.


Tapi siapa yang menyangka, saat hendak mendekati semak-semak, panah Turse tiba-tiba muncul kembali dan mengarah ke arah Zeno. Tentu saja, Zeno terkejut dan langsung menghantam anak panah itu dengan pedangnya.


Menjadi sangat penasaran, dia kembali berlari sambil mengayunkan pedangnya. Tidak di sangka, saat hendak masuk ke dalam semak-semak, dua orang dengan pakaian kriminal keluar, yang mana salah satu dari mereka hendak mengayunkan pedangnya, sedangkan seseorang yang lainnya melepaskan anak panah yang akan di arahkah ke kepala Zeno.


Benar, Zeno yang mengira bahwa anak panah itu merupakan anak panah milik Turse ternyata salah besar, musuh tersebutlah yang juga menggunakan anak panah.

__ADS_1


“Dua serangan yang berbeda?” Zeno lagi-lagi terkejut, tapi dia memilih untuk menangkis serangan pedang dari hadapannya ketimbang menahan anak panah yang melesat di sampingnya, karena dia tahu, pasti Turse tidak akan tinggal diam. Selain itu, Ice Sword yang ia pegang juga dia lapisi dengan elemen angin yang berputar dan sangat tajam.


Seperti apa yang dipikirkan oleh Zeno, anak panah yang melesat ke arah kepalanya berhasil digagalkan oleh anak panah milik Turse. Sedangkan seseorang yang beradu pedang, kini mundur terus menerus setelah mendapatkan serangan pedang secara telak dari Zeno.


Tidak mau kalah, orang tersebut menarik napas dan melapisi pedangnya menggunakan elemen cahaya, tentu saja dia sangat yakin bahwa cahaya miliknya akan menang melawan angin, selain itu dia juga percaya bahwa pedang Zeno akan patah dalam sekejap.


“Tang!” Keduanya terlempar setelah membenturkan pedang mereka, selain itu energi dari masing-masing elemen yang ditebaskan oleh pedang mereka keluar dan menyerang satu sama lain. Tapi, Zeno kala itu tidak menebaskan elemen angin, dia segera merubah pola pedangnya menjadi dilapisi elemen petir, sehingga energi tebasan yang keluar adalah elemen petir.


“Bummm!!” Seluruh hutan yang ada di lereng gunung ini seketika berembus sekaan terkena gelombang kejut. Hal itu disebabkan, tebasan elemen angin milik Zeno berhasil menahan serangan tebasan elemen cahaya milik lawannya.


Hal itu membuat seseorang yang menjadi lawan Zeno melotot seolah tidak percaya, bagaimana mungkin saat beradu pedang bisa seimbang? Padahal pedang dirinya dilapisi elemen cahaya, sedangkan pedang musuh dilapisi oleh angin? Musuh Zeno seketika menjadi linglung karena merasa ada yang salah, bahkan dia juga sedikit tidak percaya bahwa tebasan elemen petir milik musuh bisa mengimbangi elemen cahaya miliknya.


Sedangkan pemanah yang sebelumnya menyerang Zeno, kini memfokuskan dirinya untuk beradu serangan panah dengan Turse. Tentu saja jika beradu tersebut, mereka juga bersembunyi atau mengandalkan pohon dan batu sebagai tameng mereka.


“Pakaian Assassin sepertimu sepertinya kau merupakan seseorang yang berasal dari kelompok kriminal.” Zeno mengawali pembicaraan.


Orang tersebut mengangkat ujung bibirnya di balik penutup kepalanya, dengan nada yang datar, dia menjawab, “Terimakasih karena sudah membunuh salah satu dari pihak Nuvoleon, dengan begitu kelompok kriminal pasti akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan teratai emas.”

__ADS_1


“Aku tidak perlu membutuhkan rasa terima kasihmu, aku bukan dari kelompok Nuvoleon, ataupun dari kelompok kriminal, aku berada di pihak tersendiri untuk mendapatkan teratai emas. Maka dari itu, aku juga akan membunuhmu.” Jawab Zeno sambil mengulurkan tangannya, secara langsung dia mengeluarkan sambaran petir yang mengarah ke arah orang tersebut.


Tidak mau kalah, orang itu juga menembakkan bola cahaya kecil untuk menahan sambaran petir. Memang, sambaran petir milik Zeno memang tidak hancur atau hilang saat terkena bola cahaya tersebut, tapi sambaran petir milik Zeno langsung berbelok dan menyambar pepohonan yang ada di samping mereka.


__ADS_2