
Zeno membuka matanya saat dia sudah memikirkan sesuatu, namun saat membuka matanya, dia merasa bahwa tubuhnya berputar hebat. Tidak tahan hal tersebut, dia melakukan sesuai apa yang dia pikirkan.
“Sebuah pusaran, akan semakin tipis apabila semakin ke bawah. Seiryu yang berputar juga semakin ke atas. Jadi, naik ke permukaan bukanlah cara yang bagus.” Zeno menciptakan sebuah gelembung udara dan menghirupnya untuk mendapatkan sebuah udara segar. “Gerakan kilat!”
Saat ini Zeno justru melesat ke bawah tepat dari ujung pusaran. Karena dia tahu persis bahwa semakin ke bawah, maka pusaran juga akan semakin kecil, dan daya putarannya juga melemah. Sehingga Zeno yang berada di ujung pusaran tersebut keluar dengan begitu mudah.
Jika Seiryu baru saja mengeluarkan pusaran air di dalam air. Maka Zeno memikirkan sesuatu yang lebih, namun sesuatu tersebut sama seperti apa yang dikeluarkan oleh Seiryu. Yang mana, dia ingin mengeluarkan sebuah pusaran angin untuk Seiryu.
Zeno mengangkat salah satu tangannya perlahan, sebuah pusaran angin keluar begitu hebat dari tangan Zeno dan menerjang Seiryu.
Seiryu yang terlambat menyadari, langsung terkejut saat melihat bahwa sebuah pusaran hebat mengarah ke dirinya. Tidak ada waktu lagi, dia terlempar keluar menuju permukaan disusul dengan sebuah pusaran angin yang menjadi sebuah tornado hebat.
“Menghindar!” Teriak Kiba dan pergi begitu jauh, dia tahu persis bahwa terdapat sesuatu yang keluar dari dalam laut yaitu sebuah tornado dengan naga Seiryu yang berputar-putar. Kemudian diikuti oleh yang lainnya untuk pergi menjauh.
Mungkin tidak ada yang mengira kecuali Kiba, bahwa di antara tornado tersebut terdapat seekor naga yang kesulitan untuk bergerak. Genbu Kirin Uron dan Turse pun masih menjadi sangat panik dan terus menunggu Zeno keluar dari laut.
Tapi, mereka juga terkejut dan menoleh ke atas saat melihat bahwa Seiryu sedang berusaha bergerak di kepulan tornado. Bahkan terlihat begitu jelas, bahwa Seiryu benar-benar kesulitan saat menghadapi atau melawan tornado.
“Sayang sekali, elemen legendaris itu tidak muncul kembali.” Zeno menyipitkan matanya sambil memandang salah satu tangannya yang baru saja mengeluarkan tornado atau pusaran angin.
Bagaimana tidak, dia sedikit kecewa saat tahu bahwa angin yang dia keluarkan berwarna putih seperti biasa. Padahal sebelumnya, lebih tepatnya satu hari yang lalu, dia baru saja mengeluarkan elemen angin berwarna ungu yang merupakan elemen legendaris.
__ADS_1
Tapi dia segera melupakan itu, apa yang terpenting adalah segera keluar dari permukaan sebelum Seiryu bisa keluar dari tornado dan masuk ke dalam air kembali.
Seperti apa yang dipikirkan oleh Zeno, tepat baru saja kepala Zeno keluar dari air, Seiryu sudah di atasnya sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Hal tersebut membuat Zeno cukup menghela napas dan merasa jengkel. Dia benar-benar sedikit menyesal, mengapa dia melarang para bawahannya untuk menolongnya, lagipula kejadian seperti ini membuatnya kehilangan banyak waktu untuk segera menuju benua 99 cahaya.
Tepat saat Seiryu hampir menyerang Zeno kembali, Zeno sudah mengangkat Ice Sword yang dia lapisi sebuah elemen petir berwarna oranye agar bisa menyerang kembali Seiryu.
Namun siapa yang menyangka, bahwa saat melihat Zeno mengangkat pedangnya, Seiryu menghentikan pergerakannya dan mengeluarkan ribuan air berbentuk spiral yang melesat ke arah Zeno.
“Sial.” Zeno berdecak kesal, apa yang dia lakukan kembali adalah masuk ke dalam air laut. Karena, dia tidak ingin apabila air spiral tersebut memotong tubuhnya.
Seiryu kembali mengaum, dia juga kembali masuk ke dalam air laut untuk menyerang Zeno kembali.
Zeno yang masuk ke dalam air pun dikejutkan oleh Seiryu yang sudah di hadapannya sambil membuka mulutnya secara lebar-lebar. Mungkin tidak ada waktu atau kesepatan lagi untuk bergerak. Namun, Zeno masih tetap menenangkan diri dan tidak terlalu untuk panik.
Apa yang Seiryu kira adalah dia sedang mengoyak Zeno. Tapi dia juga tidak menyangka bahwa terdapat sebuah potongan es muncul dengan pla gigitan. Tidak hanya itu saja, Zeno tiba-tiba muncul dalam tubuh yang utuh sambil tersenyum meledek ke arah Zeno.
Merasa dipermainkan, Seiryu kembali berteriak dan memunculkan gelombang yang membuat Zeno terlempar ke bawah. Dia juga kembali melesat ke arah Zeno dengan begitu cepat, selain itu dia juga merubah dirinya menjadi dua, atau secara harfiah Seiryu menciptakan sebuah kloningan untuk menyerang Zeno dari sisi yang lain.
“Gerakan kilat!”
“Tunggu sebentar, apa yang terjadi, mengapa aku tidak bisa bergerak?” Pikir Zeno yang terkejut saat dia tidak bisa bergerak secepat kilat untuk menghindari dua Seiryu.
__ADS_1
“Kau terlalu bodoh tuan! Lihat, di saat kau semakin ke bawah, tekanan air laut juga semakin tinggi, energimu akan habis secara drastis. Atau kemungkinan terburuknya, paru-paru dan gendang telingamu akan pecah.”
Zeno menyadari bahwa dia semakin berada di titik dalam air laut karena gelombang yang dikeluarkan oleh Seiryu. Dia juga merasa bahwa telinganya semakin sakit menandakan bahwa tekanan air laut juga semakin besar. Seiryu juga semakin mengeluarkan dorongan agar dirinya terus ke bawah.
Jika begini terus, hal yang paling buruk paru-parunya akan pecah. Dia juga tidak bisa bergerak secepat kilat karena bergerakpun rasanya sangat berat.
“Seiryu, baiklah aku akan menaklukkanmu sekarang juga.” Katanya dengan begitu keras, namun karena di dalam air, suara tersebut terhambat dan tidak sampai ke dalam Seiryu.
“Mega Ice Area!”
Air laut seketika membeku, hal itu membuat Kiba dan yang lainnya terkejut dengan air laut yang tiba-tiba membeku. Bahkan bekuan tersebut juga merambat jauh dari pandangan mereka.
“Apa, apa yang terjadi?” Kata Genbu, dia kembali lagi menjadi begitu panik ketika air laut membeku. Bagaimana tidak, dia tidak tahu kondisi Zeno yang ada di dalam laut yang kini tengah membeku.
“Ini akibat ulah tuan. Kau tahu?” Kiba berkata.
Tiba-tiba, Zeno muncul dari permukaan air laut yang membeku sambil mengatur napasnya yang terbata-bata. Dia yang keluar juga berjalan di atas es dengan menghampiri Kiba yang lainnya.. Dia yang menciptakan mega Ice area seharusnya juga terjebak di dalam es. Namun, saat air di sekitarnya membeku, dia menciptakan sebuah gelembung udara, sehingga es di sekitarnya juga tidak membekukannya. Alhasil, dia juga bisa naik ke permukaan dengan menggali ke atas begitu cepat menggunakan Ice Sword.
“Semua sudah selesai.” Kata Zeno kepada seluruh bawahannya.
“Di mana Seiryu?” Tanya Genbu penasaran.
__ADS_1
“Dia terjebak di dalam tumpukan area es ini, dan aku akan mengeluarkannya sebentar lagi. Dia tidak akan mati bukan jika hanya sebentar?” Zeno menjelaskan.
Seluruh bawahannya mengela napas, mereka tidak menyangka bahwa Zeno bisa menaklukkan Seiryu begitu mudah. Mungkin bagi mereka adalah hal yang mudah, tapi bagi Zeno merupakan hal yang sangat merepotkan.