Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Putri kaisar telah bebas


__ADS_3

“Ambil saja, lagipula aku tidak tertarik untuk menjadi kaisar. Menjadi pemimpin hanya akan membuatmu menjadi gila harta, gila kekuasaan, arogan, kejam, sedikit-sedikit hukuman berat.”Aure memalingkan wajahnya, dia pergi melewati Zeno dengan wajahnya yang seolah-olah menantang.


“Tunggu sebentar nona Aure.” Nora menahan kepergian Aure yang kini tepat berada di hadapannya. “Bukankah kau mengatakan apabila Zeno yang membunuh Artruk, maka kau akan bertekuk lutut dihadapannya?”


Aure hanya mengangkat ujung bibirnya, “Tidak ada bukti.” Jawabnya dengan singkat dan pergi melangkahkan maju melewati Nora.


“Kau sangat sombong sekali, setidaknya kau harus berterima kasih karena tuan, maksudku Zeno telah menolongmu.” Ledek Nora.


Aure berbalik badan dengan mlirik nora dengan sinis. Di antara persendian jarinya, memunculkan sebuah cakar yang terbuat dari es. Aure melangkah maju dengan cepat dan berniat untuk menyerang Nora.


Memang Aure bergerak secara cepat, bahkan jarak mereka tidak terlalu jauh. Tetapi Zeno juga tidak kalah cepat apabila dia menggunakan elemen petirnya. Tentu saja Zeno bergerak secepat petir dan menahan tangan Aure yang akan menyerang Nora. Tidak hanya itu saja, Zeno menarik dan melemparkan Aure ke tempat penjaranya semula.


Zeno mengangkat tangannya dari atas ke bawah dengan perlahan. Hal tersebut memunculkan sebuah jeruji yang terbuat dari es yang memenjarakan Aure kembali.


“Mengeluarkanmu ternyata sebuah pemikiran bodoh, aku meminta maaf kepada diriku sendiri karena telah melakukan hal tersebut.” Zeno mengerutkan dahinya sambil memperhatikan bahwa Aure tengah kesakitan karena terbentur oleh dinding yang ada di dalam penjara.


Aure mencoba untuk berdiri, seluruh tubuhnya terasa sakit semua karena terbentur dinding dengan sangat keras. Dia juga tidak menyangka bahwa seseorang yang ada di hadapannya benar-benar tidak bisa diremehkan. Hal itu membuatnya sedikit percaya bahwa Zeno merupakan pembunuh Artruk. Hanya sedikit, dan tidak sepenuhnya percaya.


Tetapi di sisi lain, dia juga menganggap bahwa Zeno merupakan seseorang yang sangat bodoh. Bagaimana tidak, membuat es menjadi sebuah jeruji adalah sebuah ide yang sangat buruk, karena pada dasarnya, es adalah elemen yang sangat rapuh.

__ADS_1


Aure berlari ke arah jeruji dan berusaha menendangnya. Memang, jeruji itu pecah dan menjadikan sebuah es yang berkeping-keping. Namun, saat Aure melangkah untuk keluar, jeruji es itu kembali muncul ke atas yang mana terdapat Aure yang juga berada di atasnya.


Melihat terdapat sebuah ancaman di bawahnya, Aure tersenyum kecut, jika tidak segera bergerak, dia akan tertusuk oleh jeruji es yang muncul dari tanah. Sayangnya saat ini dia melompat, sehingga dia menunggu untuk mendarat agar bisa bergerak lagi, akibatnya saat ini dia tidak bisa untuk menghindari jeruji tersebut.


Sebuah badai kecil muncul dan membuat Aure terlempar ke belakang lagi, bersamaan dengan itu, jeruji es sudah sepenuhnya menancap ke bagian atas penjara. Badai tersebut merupakan ulah Nora, dia memang disuruh Zeno agar melemparkan Aure untuk tidak mati semudah itu.


“Nona Aure, sebaiknya kau menetap di penjara. Mungkin kau tidak terlalu peduli dengan tahta kekaisaran. Tetapi aku tidak suka sikapmu yang arogan.”


Zeno memilih untuk pergi meninggalkan Aure menetap di penjaranya, Nora pun juga memilih untuk meninggalkan Aure walaupun dia tahu bahwa Aure merupakan sosok terhormat di emperor dan itu berlaku saat Northern empire masih ada. Kini Nora memilih untuk mengikuti Zeno, lagipula Zeno juga sosok terhormat.


“Zen.. maksudku, tuan Zeno. Lepaskan aku, baiklah aku mengakui bahwa kau yang membunuh Artruk. Lihat! aku sudah berlutut.”


Zeno menoleh, memang, saat ini Aure sudah bertekuk lutut di dalam penjara. Tetapi dia tidak memperdulikannya, dia masih pergi semakin jauh meninggalkan Aure yang terpenjara yang hanya ditemani oleh setitik obor sebagai penerang penjaranya.


“Kenapa semakin kesini kalian semakin pandai mengarang cerita?” Aure mengerutkan dahinya.


Mendengar hal tersebut, Nora hanya bisa tertawa lirih dan tidak memperdulikan Aure lagi. Lagipula dia juga tidak bisa memaksa Aure untuk percaya, karena tidak ada bukti yang kuat. Walaupun begitu, Nora tetap percaya bahwa Zeno memang telah membunuh Akram, karena dia juga bisa mengalahkan Rungdaf dengan sangat mudah.


“Sebaiknya kau diam Nora, orang seperti dia memang sulit untuk diberi penjelasan.”

__ADS_1


“Baik tu.. maksudku Zeno, aku mengerti.”


“Tidak, tunggu! Baiklah aku percaya bahwa kau yang membunuh Akram. Iya, aku berjanji untuk menyerahkan hidup dan matiku kepadamu. Jika aku melakukan kesalahan, tidak, kapan saja kau bisa membunuhku jika kau tidak suka. Tetapi setidaknya berikan aku kesempatan lagi untuk melihat dunia luar.” Aure berteriak.


“Dia terlalu banyak bicara.” Zeno berbalik, kemudian Zeno menghilangkan jeruji es yang telah memenjarakan Aure.


Aure telah keluar sepenuhnya, wajahnya dipenuhi kebahagiaan karena telah bebas sepenuhnya. Hal tersebut membuat para tahanan lainnya merasa iri dan berteriak bagaikan seorang mayat hidup yang tengah kelaparan. Bahkan ada juga yang mengaku sebagai keluarga kekaisaran agar dilepaskan. Tetapi Zeno tidak peduli, dia yang diikuti oleh Nora dan Aure berjalan keluar dari ruangan bawah tanah ini.


“Nona Aure, bukankah kau tadi menyangkal untuk tidak mau keluar? Mengapa saat ini kau bersikeras untuk bebas?” Zeno bertanya.


“Sebelumnya aku mengira saat kau mengeluarkanku, kau akan menyakitiku. Tetapi ternyata berbeda, tidak memiliki niatan apapun sehingga aku memilih untuk bebas. Tetapi tuan Zeno, jangan panggil aku dengan sebutan nona, karena derajat kita benar-benar berbeda. Kau merupakan cucu kaisar, sedangkan aku merupakan budakmu.”


Mendengar penjelasan Aure, Zeno mengerutkan dahinya sambil berkata, “Mungkin aku menerima janjimu yang mana kau akan menyerahkan semua hidup dan matimu kepadaku, hal itu bukan berarti kau menjadi budakku. Kau bisa menjadi temanku, dan dari janjimu itu, aku akan berusaha tidak akan sesiapapun yang bisa membunuhmu kecuali aku dan penyakit.”


“Itu artinya?” Aure kebingungan dengan ucapan Zeno.


Zeno tidak menjawab, melainkan dari pertanyaan Aure sudah disahut oleh Nora, “Itu artinya Zeno akan terus melindungimu dan tidak ada sesiapapun yang bisa membunuhmu kecuali Zeno sendiri dan sebuah penyakit. Tetapi, sepertinya Zeno akan kesulitan untuk melindungimu karena keberadaanmu akan menjadi beban baginya.” Nora tidak menatap Aure, dia menjadi sangat kesal dengan keberadaan Aure.


“Beban? Apakah kau tidak sadar diri? aku adalah anak kaisar, sehingga kemampuanku juga tidak bisa diremehkan.” Aure menyangkal.

__ADS_1


“Kau memang anak kaisar, tetapi aku adalah mantan penyihir. Jadi kemampuanku jauh berada di atasmu. Lagi pula dipenjara selama beberapa tahun pasti membuat kemampuanmu menurun secara drastis nona.” Nora tidak mau kalah.


Zeno merasa jengkel, dia menutup kedua telinganya secara kuat-kuat dan pergi secepatnya selagi mereka berdua melangkah lambat dan bertengkar. “Kalian berdua memang beban bagiku. Setidaknya aku berpikir kembali agar mereka tidak terlalu mengikutiku.”


__ADS_2