Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Campur tangan Akram


__ADS_3

“Hey, jaga mulutmu!” Salah satu petinggi langsung berdiri dari kursinya dan mengeluarkan beast ular yang dia arahkan kepada Zeno.


Terlalu berlebihan? Itulah yang dipikirkan Zeno, mungkin mereka memang sudah dicuci otak oleh Akram, sehingga membuat Akram seolah-olah adalah orang yang harus dihormati. Tapi sayangnya mereka tidak tahu, siapa itu Akram sebenarnya? Sosok yang merupakan lawan terberat bagi Zeno, lebih tepatnya mantan lawan.


Zeno duduk diam sambil menekuk kedua tangan di atas meja. Sosok ular yang merupakan ekor Genbu langsung menyerang ular milik petinggi negara. Hanya sebatas ekor Genbu saja yang keluar dari belakang Zeno, dan Zeno belum mengizinkan Genbu untuk keluar sepenuhnya karena dia tidak mau sesuatu terjadi.


“Bukankah itu terlalu berlebihan? Tapi sebelumnya maaf apabila aku benar-benar lancang.” Zeno tersenyum ke arah salah satu petinggi negara.


“Zeno apa maksudmu tentang Akram yang mati di tanganmu? Apakah kau berkata seperti itu karena ingin menantangku?” Kaisar Aurrora membuka suara, pupil matanya berubah menjadi biru yang pekat.


“Benar, Akram telah mati. Dan itu terjadi dua minggu, tiga minggu atau mungkin satu bulan yang lalu. Entahlah, aku sendiri juga sudah lupa.” Zeno terlihat semakin menantang, buktinya setelah mengatakan seperti itu, dia justru menaruh kepalanya di atas tangannya yang terterkuk.


“Kau! Kau mengapa sangat lancang!” Petinggi negara yang lainnya mengeluarkan sebuah kristal es yang muncul di depannya. Satu persatu, kristal es tersebut melesat dengan cepat ke arah Zeno.


Tetapi, Zeno tetap tenang, dia hanya melambaikan tangannya ke arah  kristal es yang di tembakkan itu. Akibatnya, angin yang sangat kencang menghalau seluruh kristal dan membuat pertemuan ini sangat kacau. Kaisar kemudian sangat marah, dia juga melemparkan tombak es ke arah Zeno tanpa peduli apakah dia cucunya. Benar-benar tidak peduli dan menganggap bahwa Zeno sangatlah lancang.

__ADS_1


Kiba kemudian keluar secara tiba-tiba dan menggigit tombak es sebelum mengenai Zeno yang menaruh kepalanya di atas tangan yang bersedekap di atas meja. Wajahnya tidak peduli lagi dan masih bersikap dingin mengenai keadaan di sekitar.


“Akram, itu merupakan nama yang sangat sensitif bagi tuan. Kenapa? Karena tuan pernah bertarung hebat dengannya. Setidaknya kalian bisa menahan emosi sebelum tau penyebab yang sebenarnya.” Kiba membuang tombak es milik kaisar, yang kemudian dia angkat bicara.


“Tutup mulutmu kucing besar! Kau di sini merupakan orang baru!”


Kiba langsung mengaum dengan begitu keras ke arah petinggi yang baru berbicara. Angin kencang tiba-tiba keluar dari tubuhnya yang membuat seluruh orang menutupi mukanya dengan lengannya. Kekuatan Kiba sangat mengerikan, bahkan dia hampir membuat seluruh ruangan ini hancur karena ulahnya.


“Setidaknya jika kau ingin dihargai, maka hargailah aku yang berada di sini!” Tegas Kiba.


Zeno kemudian mengangkat kepalanya, wajahnya masih tetap dingin dengan malas untuk menatap sekitar. “Akram, sepertinya beberapa tahun yang lalu dia berada di sini, tujuannya adalah mencari Ice Sword. Tetapi kau beruntung nenek, karena kau telah memberikan Ice Sword kepada kakek. Jika tidak, mungkin benua ini akan hancur, seperti apa yang dia lakukan kepada benua lima negara.” Zeno menghela napas. “Apakah kalian tidak pernah berpikir kenapa setelah Akram pergi, kekacauan terjadi? Itu merupakan ulah Akram sendiri, Akram lah yang mengadu domba kepada kedua emperor agar dia pergi dengan tidak sia-sia.”


“Memangnya kenapa dia tidak ingin pergi dengan sia-sia?” Ucap Ayah Zeno.


“Kenapa dia tidak ingin pergi dengan sia-sia?” Zeno mengulangi pertanyaan ayahnya. “Itu karena Akram ingin menguasai dunia. Sedangkan, jika kedua emperor ini berperang dan hancur, dia tidak perlu lagi mengurusi benua ini untuk membuang-buang waktu.” Zeno menjelaskan.

__ADS_1


“Semua pemberontakan, pembunuhan raja. Itu semua ada campur tangan Akram, terlebih lagi setelah Akram pergi, konflik tersebut semakin memanas. Sepertinya Anda harus benar-benar lebih berhari-hati dalam memilih teman, nenek.”


Aurrora diam sejenak sambil memukul kepalanya sendiri, dia tidak menyangka bahwa Akram yang merupakan sosok yang dia hormati ternyata memiliki akal busuk yang tersirat. Siapa menyangka bahwa Akram di sini bukan untuk menjaga emperor, melainkan mencari the legendary Ice Sword untuk kepentingannya pribadi. Tetapi dia menghela napas karena telah merasa beruntung bahwa Ice Sword telah dia berikan kepada suaminya puluhan tahun yang lalu. Mungkin saat itu jika Akram berhasil mencuri Ice Sword, emperor yang pasti hanya tinggal cerita.


“Tetapi ini juga ada ruginya setelah terbunuhnya Akram. Masalahnya, di pihak northern, mereka juga didukung oleh penyihir Rungdaf yang kekuatannya jauh di atasku. Jika tidak ada sosok menyulitkan.” Aurrora mengerutkan dahinya.


Zeno menghela napas dan berdiri dari kursinya, wajahnya masih terlihat sangat dingin dan tidak memiliki perubahan dari sudut manapun. “Apa perlu aku membawa kepala Rungdaf itu untuk Anda? Hitung-hitung ini sebagai permintaan maaf karena aku telah membunuh sosok yang kalian hormati.”


“Jangan bodoh! Rungdaf bukanlah anak bayi yang tidak bisa bertarung. Jangan merasa sok hebat!” Teriak salah satu petinggi negara.


Zeno langsung menoleh wajahnya begitu kasar ke arah salah satu petinggi negara yang berbicara. “Jika aku membunuh Akram, tentunya aku juga bisa membunuh Rungdaf. Bukankah dari segi pembicaraan kaisar, bahwa Rungdaf akan menyulitkan apabila tidak ada Akram, hal itu menunjukkan bahwa Rundaf lebih lemah dari Akram.”


Aurrora kembali menghela napas berat, wajahnya nampak begitu lelah menghadapi masalah di hari tuanya. “Tidak perlu Zeno, kau di sini merupakan tamu kehormatan, maka dari itu sebenarnya kau seharusnya sudah berada di kamar untuk istirahat. Sebagai tamu kehormatan, tidak sepatutnya kau mendengarkan masalah yang terjadi pada tuan rumah. Aku juga meminta maaf kepadamu karena telah menembakkan sebuah tombak.”


Zeno kembali duduk sambil bersedekap. Dia juga telah menarik ekor skarlos yang dia gunakan untuk melawan beast petinggi negara. Sedangkan untuk Kiba, dia juga menariknya. Setelah itu dia berkata, “Engkau adalah nenekku, jadi bagaimana mungkin Anda menganggapku sebagai tamu kehormatan. Jika Anda menyuruhku untuk menyelesaikan para pemberontak yang terjadi di barat laut wilayah ini, maka aku akan menyelesaikannya, bahkan jika Anda menyuruhku untuk menaklukkan Northern, tentu saja aku akan melakukannya.”

__ADS_1


 


__ADS_2