
Dalam perjalanan, Zeno yang menunggangi Kiba masih nampak begitu sedih, bahkan dia begitu melamun dengan menatap kosong di depan. Tanpa di sengaja, dia juga meneteskan air mata yang keluar dari matanya dan mengalir membasahi pipinya. “Kenapa?” Zeno membatin, dia tidak begitu terima dengan kejadian seperti ini. Bahkan, dia merasa bahwa ini merupakan ujian paling berat yang pernah dia alami.
Zeno benar-benar bertekad untuk mencari penawar yang ada di benua 99 cahaya. Walaupun dia tahu, bahwa benua cahaya merupakan benua dengan elemental paling kuat di dunia, yaitu cahaya. Tapi dia tidak terlalu takut dengan hal tersebut, apalagi berhubungan dengan keselamatan ibunya, apalagi juga dia juga baru saja mengalahkan Danze yang merupakan kaisar terkuat, sehingga elementalis cahaya bukanlah suatu masalah yang membuat Zeno begitu gentar.
Selain itu, menuju benua 99 cahaya juga ada untungnya, yang mana dia bisa membangkitkan elemen cahayanya jika beruntung. Lagi pula, Zeno hanya perlu membangkitkan satu elemental lagi, yaitu elemen cahaya.
“Turse, kira-kira berapa hari kita akan sampai menuju benua cahaya?” Zeno mencoba untuk membuang segala kesedihannya, dia begitu yakin bahwa ibunya harus selamat.
“Aku juga tidak tahu tuan, tapi menurut informasi, seseorang yang berasal dari benua Artrik, menuju benua 99 cahaya, maka dibutuhkan waktu sekitar lima belas hari.” Turse menjelaskan.
“Jika benua Artrik menuju benua lima negara adalah empat sampai lima hari, maka dari benua lima negara menuju benua 99 cahaya sekitar sepuluh hari.” Zeno berpikir, dia memperkirakan waktu yang ditempuh untuk menuju benua 99 cahaya. Bagaimanapun, Zeno sama sekali belum pernah menuju benua cahaya.
Itu terlalu lama, jika menuju ke sana membutuhkan waktu sepuluh hari, dan kembali juga hanya membutuhkan waktu sepuluh hari, maka Zeno mencari penawar tersebut juga membutuhkan waktu sepuluh hari. Dia tidak tahu, apakah di sana juga terdapat sebuah masalah yang membuatnya harus mengulur waktu? Karena Zeno tahu persis, bahwa setiap berada di suatu tempat, maka masalah pasti akan datang.
“Tuan, bukankah menuju wilayah timur, itu juga berarti kita akan melewati negara Air? Apa Anda tidak tertarik menuju ke sana? bagaimanapun, mengecek saja tidak ada salahnya.” Kata Turse, dia masih memandangi bahwa daratan di benua ini sangat rata dengan tanah, dan menandakan, bahwa ledakan yang menghasilkan gelombang kejut tersebut benar-benar sangat mengerikan.
Mendengar perkataan Turse, Zeno sedikit sadar, bukankah pasukan terbang milik Danze sedang menyerang negara air untuk mencari Fire sword? Zeno benar-benar lupa akan hal itu. Tapi dia tidak peduli, apakah Fire Sword berhasil di curi atau tidak, apa yang dia pentingkan saat ini adalah menuju benua cahaya.
__ADS_1
“Kirin Uron, apakah kalian bisa merubah wujud kalian menjadi wujud naga seutuhnya? Bukankah jika kalian bisa merubah wujud menjadi manusia, seharusnya kalian bisa merubah wujud menjadi naga?” Tanya Zeno kepada dua naganya.
Selama ini Zeno tidak terlalu memikirkan bahwa kedua naganya yang berwujud sebuah elemen petir berwarna biru dan kuning bisa merubah wujudnya menjadi naga seutuhnya. Karena, jika dia bepergian, dia selalu menunggangi Kiba. Tapi kali ini, demi mempersingkat waktu, dia penasaran apakah Kirin dan Uron bisa merubah wujudnya menjadi naga seutuhnya? Dengan begitu mereka berdua bisa di naiki.
“Kenapa Anda tidak meminta dari dulu?” Ujar Kirin, kemudian di sambung dengan perkataan Uron, “Tentu saja kami bisa merubah wujud menjadi naga.”
Mereka semua dengan Izin Zeno akhirnya keluar dari tubuh Zeno. Namun, mereka keluar tidak dalam wujud sebuah zat petir, melainkan dalam wujud seperti naga pada umumnya. Hal tersebut sempat membuat Turse bergidik ketakutan karena melihat sosok naga dari jarak begitu dekat.
“Tu-tuan, apa yang kau lakukan.” Turse berkata dengan gugup.
Zeno tidak menjawab apa yang dikatakan Turse, apa yang dia lakukan adalah melompat dari tubuh Kiba menuju tubuh Kirin. Sedangkan untuk Kiba, dia menariknya kembali ke dalam tubuhnya.
“Turse, naiklah ke naga yang satunya!” Perintah Zeno tanpa meninggalkan ekspresi apapun.
“Aku?” Turse terkejut, pasalnya menaiki naga merupakan hal yang aneh. Tapi mau bagaimana lagi, dia begitu menghormati Zeno menandakan bahwa dia harus mematuhi apa yang dia perintahkan. Tanpa menunggu lama, dia meloncat dari tubuh Atsuba menuju tubuh Uron. Sekaligus dia juga menarik Atsuba ke dalam tubuhnya.
“Tuan, mengapa Anda repot-repot mengeluarkan peliharaan Anda untuk menggantikan Atsuba?” Tanya Turse penasaran.
__ADS_1
“Kita akan mempersingkat waktu.” Jawab Zeno.
Seketika Turse mengerutkan dahinya, mempersingkat waktu? Dia tidak begitu mengerti mengenai ucapan Zeno barusan.
Melihat Turse yang kebingungan, Zeno menghela napas dan berkata, “Kau pernah menunggangi Kiba bukan? Kiba memang cepat, tapi bagaimana jika kau terbang dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan petir. Kirin, Uron, lakukan tugas kalian.”
“Baik tuan.” Kata mereka dengan serentak.
“Tunggu ap- aaaaaa?” Turse berteriak ketakutan saat Uron yang menjadi tunggangannya bergerak begitu cepat. Bahkan dia sama sekali belum pernah merasakan kecepatan secepat ini. Dia merasa seperti menunggangi sebuah petir yang bergerak dan hendak menyambar sesuatu.
Kecepatan ini menurutnya benar-benar tidak wajar, bahkan melebihi kecepatan Kiba yang membuatnya merinding seketika. Bahkan dia tak henti-hentinya untuk berteriak untuk mengekspresikan sebuah ketakutan.
“Kirin, aku meminta padamu. Ini demi ibuku, bersediakah kau dan Uron untuk terbang menuju benua 99 cahaya tanpa henti? Itu bertujuan untuk mempersingkat waktu, karena jika menggunakan kapal biasa akan memakan waktu sepuluh hari. Aku mohon kepadamu.” Kali ini Zeno tidak berekspresi tegas seperti biasanya, melainkan dia berekspresi penuh kesedihan di sertai permohonan yang begitu serius. Bahkan, mungkin seseorang yang melihatnya, harga dirinya sebagai tuan benar-benar hilang.
“Kenapa tuan berkata seperti itu? Tentu saja aku bersedia dengan sepenuh hati. Jika perjalanan normal membutuhkan waktu sepuluh hari, maka aku akan mempersingkat menjadi dua hari. Tapi masalahnya hanya satu, aku dan Uron tidak akan bisa engkau panggil selama dua hari pula karena mengisi sebuah energi kembali.” Kirin menjelaskan.
Zeno menghela napas lega, dia benar-benar beruntung memiliki naga seperti Kirin. Sebelumnya, Zeno begitu khawatir apabila Kirin tidak bisa memenuhi apa yang Zeno katakan, seperti tidak sanggup, atau energinya benar-benar terbatas. Bagaimanapun, terbang tanpa henti selama dua hari tanpa henti pasti benar-benar akan melelahkan, apalagi dengan kecepatan yang begitu drastis dan tidak begitu wajar.
__ADS_1
Selain itu, jika Kirin juga tidak sanggup, Zeno juga tidak memaksa. Sehingga hal itulah mengapa Zeno memohon begitu lembut agar Kirin bisa berusaha sekuat tenaga untuk menuju benua 99 cahaya.
Untungnya Kirin sanggup walaupun dia tidak akan bisa keluar selama dua hari setelahnya. Mungkin jika Kirin tidak sanggup, terpaksa dirinya harus menaiki kapal dari pelabuhan wilayah timur negara Air. Dan itu benar-benar membutuhkan waktu yang sangat lama.