
“Duarr!” Gelembung yang perlahan membesar tiba-tiba meledak dengan cukup kuat. Untungnya Zeno berhasil melompat tepat waktu sebelum gelembung tersebut meledak.
“Sebaiknya kau menyuruh orang-orangmu mundur jika mereka hanya diam dan melihat saja. Lagi pula ini cukup berbahaya.” Kata Zeno menatap serius jenderal Zhuo.
Jenderal Zhuo kemudian menatap ke seluruh orang yang mengepung pertarungan ini, bagaimanapun dia juga setuju dengan perkataan Zeno bawah pertarungan ini cukup membahayakan bagi mereka semua. Tentunya dari sikap jenderal Zhuo, seluruh orang yang mengepung pertarungan ini segera mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak agar tidak terkena dampak dari pertarungan dua orang tersebut.
“Cukup mengesankan, tapi secepat apa pun dirimu, aku tetap akan bisa menandingimu.” Jenderal Zhuo kemudian melesat ke arah Zeno dengan menjulurkan kedua pedangnya.
Zeno menangkis pedang jenderal Zhuo dengan sebilah Ice Sword. Tetapi sayangnya masih ada satu lagi pedang jenderal Zhuo yang di ayunkan ke arahnya. Untungnya Zeno masih tetap tenang, dia tidak begitu panik melihat pedang terayun ke arah dirinya, apa yang perlu ia lakukan hannyalah menghindar dan melompat ke belakang.
Setelah itu, Zeno kembali melesat ke arah Zhuo untuk kembali melakukan pertarungan menggunakan pedang. Suara dentuman pedang berkali-kali terdengar, hal tersebut mengakibatkan Ice Sword mengeluarkan percikan api di saat berbenturan milik pedang Zhuo. Mungkin itu merupakan suatu yang aneh, Ice Sword yang melambangkan es bisa mengeluarkan percikan api, hal itu menandakan bahwa pedang tersebut beradu cukup keras.
Kemampuan berpedang jenderal Zhuo benar-benar tidak bisa dianggap remeh oleh Zeno, bahkan setitik tebasan milik jenderal Zhuo membuat Zeno harus lebih berhati-hati. Karena jika tidak ataupun salah langkah, maka Zeno akan tergores dengan cukup parah.
Sebenarnya kemampuan berpedang Zeno juga tidak kalah menarik, bahkan hal tersebut membuat Zhuo berkeringat di sela-sela dinginnya udara benua Artik. Bahkan Zhuo harus mengakui bahwa seni berpedang milik Zeno sangat menarik.
__ADS_1
Baik Zhuo maupun Zeno, keduanya meloncat ke belakang untuk mengatur napas, wajah mereka sudah dipenuhi oleh keringat karena kemampuan berpedang mereka cukup imbang. Bahkan di tubuh mereka cukup bersih dari luka yang menandakan bahwa mereka adalah ahli berpedang.
“Aku akui kemampuan berpedangmu cukup bagus, aku jadi penasaran siapa yang mengajarimu berpedang seperti itu.” Kata Zhuo yang menaruh kakinya di depan dan mengulurkan kedua pedangnya dalam satu tangan.
“Sungguh menarik, jenderal kekaisaran cukup hebat dalam melakukan seni berpedang.” Balas Zeno dengan senyum yang sangat cerah, dirinya tiba-tiba sangat bersemangat saat bertarung cukup serius dengan jenderal Zhuo.
“Air: tarian naga tahap kelima.” Jenderal Zhuo memutar kedua pedang yang berada dalam satu tangan sehingga membentuk sebuah naga yang berputar dengan gesit mengelilingi dirinya.
Teknik yang dikeluarkan jenderal Zhuo, membuat Zeno semakin tersenyum lebar sambil memejamkan matanya. Kemudian dia juga mengulurkan Ice Sword ke depan dengan menarik napas yang panjang sebelum mengeluarkan sebuah teknik yang dia miliki. “Air: tarian naga tahap ketiga, kirin Soul.”
Walaupun berbeda tiga tingkatan, setidaknya dengan tambahan roh Kirin di dalam naga air tersebut, membuat Zeno bisa yakin melawannya. Bahkan terlihat sangat jelas bahwa tarian naga milik Zeno memiliki aura yang sangat mengerikan karena terdapat Kirin di dalamnya.
Melihat tubuh Zhuo yang terliha sangat lemas, Zeno langsung menendang perut Zhuo sehingga mengakibatkan sang jenderal terlempar beberapa meter, bahkan tarian naga yang dia keluarkan juga hilang karena serangan yang lebih gesit milik tarian naga milik Zeno.
Seluruh orang yang mengepung pertarungan ini menjadi sangat cemas, bahkan Turse langsung bergerak maju untuk menolong jenderal Zhuo yang mencoba berdiri karena berhasil di jatuhkan oleh Zeno. Namun, jenderal Zhuo langsung mengisyaratkan agar tidak ada sesiapapun yang membantunya, bagaimanapun tugas mereka hanyalah melakukan pengepungan tanpa ikut campur pertarungan Zhuo sesuai apa yang di perintahkan oleh kaisar Aurrora.
__ADS_1
“Hebat, aku akui kau memang sangat hebat. Aku baru tahu, ternyata seorang penyihir bisa menguasai teknik rahasia milik keluarga seseorang.” Teriak jenderal Zhuo yang kemudian melanjutkan ucapannya. “Tetapi tidak apa-apa, kau pasti tidak akan bisa menghadapi ini.” Zhuo memasukkan kedua pedang di selongsongnya, kemudian dia berjongkok sambil memukulkan tanah.
Seluruh orang yang melakukan pengepungan langsung mundur lagi beberapa langkah karena mereka tahu apa yang akan dikeluarkan oleh Zhuo. Benar, sosok golem es berukuran lima meter tiba-tiba muncul di hadapan Zhuo.
“Dengan begini, sejarah hidupmu akan berakhir Zen...!” Teriak Zhuo yang merasa yakin bahwa dirinya akan menang.
Zeno langsung memejamkan matanya sambil memegang erat Ice Sword. Tidak ada lagi senyum di wajahnya menandakan bahwa dia cukup serius untuk melawan golem Ice tersebut.
“Teknik berpedang, elemen petir. Gerakan kilat.” Perlahan, kaki Zeno di selimuti oleh aliran petir berwara oranye, dan juga Ice Sword yang dia pegang tiba-tiba juga mengeluarkan sebuah energi petir. Padahal jika dipikir-pikir, Ice Sword hanya memiliki dua elemen yaitu air dan angin, tetapi siapa sangka bahwa Zeno berhasil mengalirkan energi petir ke Ice Sword seperti pedang biasa.
Melihat hal tersebut, golem es langsung mengangkat kedua tangannya untuk menyerang Zeno, namun saat golem es tersebut akan memukul Zeno, Zeno bergerak secepat kilat dan langsung menyembar kaki golem es. Tidak hanya itu saja, dia kembali meloncat dan menyambar tangan Golem es. Dalam serangan terakhir, dia kembali melompat dengan tangan Golem terjatuh menjadi sebuah pijakan untuk menyambar kepala Golem.
Zhuo membuka matanya lebar-lebar, dia melihat seakan-akan di hadapannya adalah petir yang terus menyambar menyilaukan mata. Sesekali dia mengedipkan mata karena matanya tampak lelah, namun siapa sangka saat dirinya membuka mata, dia melihat bahwa Zen telah berada di hadapannya sambil menebaskan Ice Sword ke arah perutnya.
Zhuo yang mendapati krisis berat langsung mempertebal baju esnya. Tetapi sayang sekali, armor es tersebut sangat tebal, Zhuo terlempar puluhan meter dengan armor es nya yang pecah berkeping-keping. Dia benar-benar menghela napas saat Ice Sword tidak menembus perutnya.
__ADS_1
Zeno saat ini mendarat tepat di hadapan Zhuo dengan wajah yang cukup dingin, untungnya dia tidak menggunakan kemampuannya seratus persen. Mungkin jika dia menggunakannya, Ice Sword akan menembus armor es dan membelah perut Zhuo.
Wajah dingin Zeno perlahan menghilang dengan digantikan dengan senyuman di wajahnya. Sambil menggigit bibir bawahnya, dia berkata, “Bagaimana, apakah kau sudah cukup lelah jenderal Zhuo? Atau orang yang bisa kusebut dengan panggilan ayah?”