
“Aku benar-benar tidak bisa memaafkanmu karena telah menghancurkan negaraku.” Ama berkata dengan penuh emosi, dia tidak pernah menyangka, bahwa negara yang dia dirikan hancur begitu mudah di bawah seorang kaisar tidak di kenal. Selain itu, dia juga sedikit terkejut mendengar ucapan Drake bahwa dalang dibalik semua ini adalah keturunan Shan yang berbuat masalah kepada empat negara lainnya.
“Oohh.” Danze mengangkat ujung bibirnya sebelum melanjutkan ucapannya kembali, “Sepertinya kau adalah orang yang sudah mati. Melihat, kau tidak bisa terluka saat terkena semua seranganku. Tapi tenang saja, aku akan membuat orkamu terkuras begitu habis, hingga kau tidak akan bisa muncul lagi di dunia ini.”
“Cih, di mana bocah itu tadi? Dia tidak bisa diremehkan, jika dibiarkan terus beristirahat, maka akan sangat merepotkan. Lalu, di mana para pilar, mengapa mereka belum kembali untuk membawa mayat orang kuat? Pasukan terbang juga belum kembali dari negara air, pasukan Yin sialan itu juga hampir kalah. Baiklah, target utamaku akan mencari anak itu terlebih dahulu.” Batin Danze, dia begitu kesal dengan kedatangan seseorang yang melindungi Zeno secara tiba-tiba. Hal itu membuatnya kehilangan kesempatakn untuk membunuh Zeno yang akan dia jadikan sebuah persembahan istimewa.
Maka dari itu, Danze langsung memilih untuk pergi daripada harus melawan Ama yang dia rasa tidak berguna sama sekali. Lagi pula Ama sudah menjadi roh, jadi melawannya tidak terlalu berguna. Apa yang lebh dia pentigkan adalah anak yang bernama Zeno tersebut, karena apa yang dia takutkan adalah, dia menjadi sangat kuat setelah beristirahat sejenak.
“Danzeeee!!” Zeno berteriak sebelum dia menendang kepala Danze begitu keras.
Menyadari hal tersebut, Danze memukul tendangan Zeno menggunakan tangannya yang dilapisi sebuah kegelapan yang sangat pekat. Kali ini dia tidak membawa pedang sama sekali, karena pedangnya benar-benar rusak karena benturan dengan Ice Sword milik Zeno.
“Kraak” Suara tulang retak terdengar begitu jelas, Danze juga terlempar begitu jauh.
“Keparat!! Sudah kuduga anak itu akan bertambah kuat saat beristirahat sejenak.” Danze mencoba untuk berdiri, tapi sayang sekali Zeno melesat ke arahnya dengan mengeluarkan sebuah energi petir berwarna merah di tangannya.
Danze sedikit terkejut mengenai elemen petir yang di bawa Zeno, tidak ingin merasakan akibatnya, Zeno bergegas untuk pergi karena Zeno sudah menjadi monster yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak, bahkan pukulan yang dia lapisi sebuah kegelapan tidak memberikan sebuah efek apapun kepada tendangan Zeno, bahkan jarinya harus retak dibuatnya.
__ADS_1
“Earthquake!” tidak ingin Danze kabur, Zeno mmebenturkan tangan kirinya di atas permukaan tanah. Akibatnya, tanah dari segala penjuru berguncang begitu hebat. Bahkan seluruh pasukan baik itu dari kekaisaran Api ataupun pasukan aliansi, mereka semua tidak bisa menjaga sebuah keseimbangan dan jatuh karena tidak bisa menjaga sebuah keseimbangan.
Bahkan dari penjuru negarapun, beberapa orang yang masih ketakutan karena gelombang kejut, mereka juga merasakan sebuah gempa bumi yang sangat luar biasa. Mereka kembali menjadi sangat ketakutan dan memilih keluar dari persembunyian mereka karena takut akan roboh.
Begitu juga dengan Danze, terpaksa dia tidak bisa menjaga keseimbangan dan terjatuh. Merasa sangat geram, dia mengeluarkan sebuah tali berwujud sebuah kegelapan untuk menarik Zeno seperti apa yang dia lakukan sebelumnya.
“Aku tidak akan terkena kesalahan yang sama, dasar bodoh!” Zeno bergerak secepat kilat sebelum tali kegelapan itu mengenai dirinya. Selain itu, gempa yang dikeluarkan Zeno masih berlanjut begitu keras seakan sang pengguna masih berdiri di tempatnya.
Danze mencoba untuk berdiri dan berusaha untuk menjaga sebuah keseimbangan. Apalagi dia sadar, bahwa Zeno akan segera menuju ke sini dan akan menyerangnya..
Maka dari itu, terpaksa Danze harus menggunakan sebuah teknik, yang mana tidak ada sebuah tanah agar tidak terjadi sebuah gempa. Karena dia tahu, bahwa apabila Zeno masih mengunjak tanah, maka dirinya akan sangat dirugikan.
“Kegelapan pemecah bintang, tahap ketiga!” Danze langusng berbalik badan.
Seketika Danze berada di sebuah dimensi yang begitu gelap, begitu juga dengan Zeno. Karena Zeno berada di radius milik Danze, maka dari itu Zeno juga terseret ke dalam dimensi seperti ini. Selain itu, Zeno yang bergerak di belakang Danze yang akan menyambarnya dengan petir merah. Itulah mengapa Danze masih mengeluarkan teknik lagi, karena ingin mematahkan serangan Zeno.
Hanya memanfaatkan cahaya dari elemen petir, Zeno terus maju tanpa ragu di balik kegelapan, walaupun Danze memfokuskan dua jarinya yang dilapisi sebuah kegelapan untuk menghancurkan dirinya.
__ADS_1
Zeno menendang tangan Danze dengan begitu keras, sehingga Danze tidak bisa menyerang Zeno kembali. Alhasil, Zeno bisa mengeluarkan sambaran petir merah kepada Danze.
Suara menggelegar terdengar di sebuah dimensi kegelapan. Tubuh Danze menahan segala sambaran elemen petir dengan begitu mengerikan, bahkan dia sempat mengeluarkan sebuah perisai kegelapan tersebut untuk menahannya. Namun siapa yang menyangka, bahwa elemen petir milik Zeno dapat menembusnya dengan begitu mudah.
“Cukup menyenangkan bahwa kau masih hidup. Padahal anak buahmu yang memiliki luka bekas robek di ujung bibirnya harus hancur karena sambaran tersebut.” Zeno mengangkat ujung bibirnya, dia kembali mengeluarkan sebuah elemen petir di tangannya untuk menerangi sebuah dimensi kegelapan. Lagi pula Zeno juga melesat kembali ke arah Danze seakan tidak memberinya sebuah kesempatan.
“Azela mati?” Danze sedikit terkejut sambil menahan tegangan yang begitu tinggi yang masih dia rasakan. Tapi dia tidak bisa memikirkan mengenai kematian Danze, karena Zeno sudah berada di depan matanya sambil mengeluarkan sebuah angin spiral berwarna ungu di tangan kirinya, sedangkan di tangan kanannya terdapat sebuah percikan petir merah.
Merasa dalam bahaya, Danze benar-benar harus mengelak, karena dia sebenarnya semenjak tadi sudah tahu persis elemen apa yang dikeluarkan oleh Zeno. Maka dari itu, dia memilih untuk lari daripada harus menanggung kembali luka yang sangat mengerikan.
Melihat Danze yang pergi menjauh, Zeno justru tersenyum dan merasa bahwa Danze ini sangat bodoh, apakah dia tidak tahu bahwa dirinya bisa bergerak secepat kilat tanpa masalah? Tidak ingin membuang-buang waktu, dia bergerak secepat kilat ke arah Danze untuk menyerangnya secara langsung.
“Akan ku bunuh kau bocah sialan!”
“Dimensi semula!”
Seketika Zeno dan Danze sudah berada di negara petir, sepertinya gempa juga sudah berakhir beberapa menit yang lalu. Namun kali ini ada yang aneh, pasalnya Danze berdiri tegak seakan menerima semua serangan Zeno, selain itu, Danze juga mengangkat kedua ujung bibirnya seolah ada sesuatu yang disembunyikan dari Danze.
__ADS_1
Hal tersebut membuat Zeno menjadi curiga, tapi dia segera menyerang Danze dengan cepat agar dia tidak bisa berbuat yang tidak-tidak.
Tapi siapa yang menyangka, bahwa Danze yang terkena sebuah angin spiral dan percikan petir hilang begitu saja dan berubah menjadi sebuah bayangan. Hal tersebut membuat Zeno menggertakkan giginya, karena yang dia serang kali ini hannyalah wujud bayangan atau kloningan milik Danze. Apa yang terjadi? Di mana perginya Danze yang asli? Zeno benar-benar kebingungan dan meningkatkan kewaspadaannya apabila Danze menyerangnya secara tiba-tiba.