Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Glacies Empire


__ADS_3

Nora mengangguk dan mengerti, sebelumnya dia salah paham dengan perkataan Zeno yang ingin lebih dari itu. Tetapi dia segera melupakan itu, karena saat ini dia sudah masuk ke dalam istana kekaisaran yang mana seluruh prajurit membuang seluruh barang pribadi mili kaisar Artruk, bagaimanapun kaisar Aurrora tidak mau sesuatu yang bekas.


“Karena Northern Artrik empire, dan Southern Artrik empire sudah bersatu, kita harus memberi nama baru untuk kekaisaran yang berdiri.” Ucap Aurrora kini yang tengah berunding dengan para bawahan Artruk yang kini tengah menjadi bawahan Aurrora. Serta dalam pertemuan itu, terdapat Zhuo juga.


Zeno menonjolkan kepalanya di ambang pintu sebuah ruang pertemuan, dia juga tertarik dengan mengemukakan sebuah nama baru di empire ini, yang mana kekaisaran ini sepenuhnya menguasai satu benua dan akan menjadi empire terbesar. Walaupun benua ini benua Artrik, tetapi kaisar Aurrora sendiri juga tidak setuju dengan nama Artrik untuk sebuah empire baru.


“Zeno kau bisa masuk.” Sahut Zhuo yang melihat Zeno yang tengah menojolkan kepalanya di ambang pintu.


Seluruh orang kemudian mengarah ke ambang pintu dan memperhatikan Zeno yang akan masuk. Kaisar Aurrora kini tersenyum dan berucap, “Biarkan Zeno yang menentukan, jadi untuk pemberian nama, aku menyerahkan kepada cucuku sendiri.”


Zeno duduk di sebuah kursi dengan Nora yang berdiri di sampingnya. Baru kali Nora merasakan mengikuti sebuah pertemuan penting yang di adakan oleh kekaisaran dan para petingginya. Hidupnya setiap hari hanya dipenuhi oleh kekangan Rungdaf sehingga dia tidak bisa mengetahui ini.


“Aku?” Zeno mengangkat alisnya.


“Bukankah ini strategimu untuk menaklukkan Northern? Jadi kemenangan berada di tanganmu, sehingga kau bisa menentukan nama empire baru dari dua empire yang disatukan.”Aurrora angkat bicara.


Zeno menyentuh dagunya dan berpikir sejenak, menentukan sebuah nama bukanlah sesuatu yang mudah baginya, bahkan dia harus membuat sebuah nama yang bagus namun mudah diingat oleh semua orang. “Sebuah nama?” Zeno bergumam sendiri, selama beberapa menit dia tidak memikirkan sebuah nama yang terbenak di otaknya.


“Northern? Southern? Keduanya bukanlah sebuah nama, itu hanya nama arah mata angin yang digunakan untuk menamai empire.” Zeno kembali bergumam, dia kehabisan pikir untuk menemukan sebuah nama. Lagipula dia juga tidak setuju untuk menamai empire dengan nama yang sama dengan nama benua.

__ADS_1


Dia langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum setelah beberapa menit membentuk sebuah nama baru. Namun, kini dia membuat nama yang cocok untuk sebuah kekaisaran sehingga berani berekspresi seperti itu.


“Aku sudah memutuskan untuk membuat nama yaitu Glacies empire yang berdiri di atas benua yang bernama Artrik. Serta, karena kekaisaran memiliki satu ibukota, aku menentukan nama ibukota itu sekalian yaitu Frigus Unie. Untuk penempatan sebuah ibukota dan istana kekaisaran yang baru, aku serahkan kepada kalian.”


Seluruh orang yang berada di ruangan tersebut mengangguk dengan apa yang ditentukan oleh Zeno, lagi pula nama Glacies empire serta Frigus Unie yang menjadi ibukota tidak terlalu buruk. Sehingga mereka tidak keberatan dengan nama itu.


Sebagai kekaisaran yang baru, tentu saja mereka tidak bisa menempatkan pemerintahan dan ibukota baru di sini, atau di ibukota yang dulunya merupakan bagian dari Southern empire. Mereka harus membuat lagi sebuah ibukota, yang mana disetujui oleh dua belah pihak yang kini menjadi satu.


Aurrora kembali berpikir, memang, bahwa empire ini berada penuh di satu benua, sehingga memiliki banyak wilayah yang sangat luas dan bisa ditempatkan sebagai ibukota. Tetapi dia tidak bisa menempatkan ibukota dan kekaisaran baru secara sembarangan, setidaknya wilayah tersebut harus benar-benar strategis.


Aurrora memandang Zeno lagi, namun Zeno sudah beranjak pergi karena tidak tertarik untuk masalah sebuah politik. Dia pergi dengan diikuti oleh Nora yang berada di belakangnya.


“Tuan, kita menuju kemana?” Tanya Nora yang mengikuti Zeno.


Zeno menghela napas dan melirik Nora begitu sinis, “Bukankah sudah kubilang, kita ini teman. Jadi jangan panggil aku tuan atau sebutan formal lainnya.”


“I...iya, maafkan aku Zeno.” Nora sedikit ragu, karena bagaimanapun Zeno bukanlah orang biasa, sehingga tidak seharusnya dia memanggil Zeno dengan namanya secara langsung.


“Kita akan menuju ruangan bawah tanah, entah itu gudang, atau penjara, aku menjadi sangat penasaran.” Ucap Zeno yang menjawab pertanyaan Nora sebelumnya.

__ADS_1


Nora mengerti, dia juga penasaran mengenai kekaisaran ini tentang ruangan bawah tanah, yang pasti ruangan bawah tanah itu jika bukan penjara maka juga gudang harta. Tetapi Nora sangat yakin bahwa kekaisaran ini memiliki keduanya.


Zeno sudah menemukan sebuah tangga yang mengarah ke bawah, dia cukup yakin bahwa tangga ini menuju ruang bawah tanah.


Saat sampai ke bawah, Zeno sedikit terkejut bahwa ruangan ini hanya berlampukan sebuah obor yang menggantung di sebuah dinding. Dan benar, seperti apa yang ia pikirkan bahwa ruangan ini merupakan ruangan bawah tanah.


Zeno sedikit prihatin dengan kondisi para tahanan yang kurus tidak terurus di penjara, bahkan wajah mereka terlihat tidak memiliki sebuah semangat hidup. Tidak hanya para pria, bahkan ada anak-anak. “Bukankah itu terlalu keterlaluan? Setidaknya jika mereka memang bersalah berat, kenapa tidak dihukum mati saja? Itu lebih baik daripada menyiksa mereka.” Zeno angkat bicara, dia baru melihat terdapat penjara sekejam ini, bahkan Zeno tidak yakin bahwa pihak kekaisaran memberikan sebuah makanan setiap waktunya.


Zeno terus berjalan hingga sampai di ujung penjara, di penjara tersebut, dia menemukan seorang wanita yang masih muda dengan rambut putih gimbal yang sudah sangat kusam. Mungkin wanita tersebut memiliki usia yang sama seperti Fang Yuna yaitu sekitar 18-20 tahun.


Wanita tersebut menatap malas Zeno, dia sepertinya juga tidak memiliki semangat hidup sama sekali, sehingga berbicara dengan orang lain pun enggan. Bahkan, Zeno mengira bahwa wanita tersebut juga sedikit ketakutan saat berkontak mata dengannya, mungkin wanita tersebut mengira bahwa Zeno merupakan bawahan Artruk yang akan menyiksanya.


“Pergilah, jika kau berani mencoba untuk menyentuhku, maka akan kupotong tanganmu, katakan kepada Artruk bahwa dia merupakan seorang bajingan yang pernah kutemui selama hidupu.” Umpat wanita tersebut dengan sangat keras.


Perkiraan Zeno salah, ternyata wanita ini masih memiliki keberanian, buktinya dia berani mengumpat Zeno yang tidak-tidak tanpa takut konsekuensinya. Tetapi Zeno tidak terlalu marah, lagi pula dia bukan bawahan Artruk seperti yang wanita itu kira.


Nora yang berada di belakang Zeno membuka matanya lebar dan terkejut setelah melihat siapa yang berada di balik penjara tersebut, bahkan dia seakan tidak percaya dengan mengusap matanya secara berulang kali, namun pandangannya memang tetap tidak berubah dan tetap seperti apa yang ia lihat pertama kali.


“Nona Aure, kaukah itu? Bukankah menurut berita yang beredar bahwa Anda sudah meninggal beberapa tahun yang lalu?” Nora tidak bisa untuk tidak bertanya.

__ADS_1


__ADS_2