
Tiba-tiba, apa yang tidak diduga oleh mereka semua, sebuah pasukan muncul dari segala sisi jalur pendakian yang membuat mereka bertujuh terkepung dan tidak bisa kemana-mana. Dia juga tidak menyangka, bahwa kekaisaran Ampera muncul paling akhir setelah bunga itu dipetik, sehingga mereka tidak akan repot-repot untuk kehilangan pasukan dari awal, karena mereka sepertinya telah mengambil kesempatan ketika tidak ada lagi sebuah pasukan.
Itulah mungkin mengapa Hole membantai pasukan tuan sepuluh seorang diri, yang pasti, pasukannya pasti akan jauh lebih mudah mengepung kaisar, ataupun Zeno untuk mendapatkan bunga teratai emas. Tidak heran, mengapa Hole memang patut dikhianati, karena pada dasarnya dirinya juga memang terlihat aneh dan mencurigakan.
Diam-diam seperti itu, Hole merupakan pangeran kedua Ampera Empire yang jarang keluar. Bahkan sedikit orang dari Nuvoleon atau Lumenlus tidak mengenal sosok pangeran kedua. Sekalipun keluar, justru malah ikut andil dalam perebutan bunga teratai emas.
Bukannya takut atau gemetar sedikitpun saat dikepung oleh ribuan musuh, baik itu Zeno, kaisar ataupun Turse, mereka semua justru tersenyum sambil mengangkat pedangnya kembali. Sedangkan Zillie, dia menghampiri kaisar dengan tubuh terhuyung-huyung seperti orang mabuk.
“Zillie apa yang terjadi?”
Zillie tiba-tiba ambruk, untung saja masih sempat ditangkap kaisar Lexus. Hal tersebut membuat kaisar Lexus panik, mengingat bahwa Zillie terkena racun milik tangan kanan seseorang yang Zeno hormati.
Dengan nada yang terbata-bata, Zillie berkata, “Aku butuh bantuanmu untuk menghilangkan racunnya tuan. Mungkin cukup mudah tapi terlihat memalukan.”
“Apa, apa yang terjadi?” Zeno bertanya di sela-sela mereka akan diserang.
“Sudah lah tuan, sebaiknya Anda fokus saja kepada musuh. Selain itu Anda tidak perlu tahu apa yang akan terjadi.” Entah kenapa Turse merasa jijik saat tahu apa yang akan terjadi pada Zillie yang sedang menghilangkan racun pada dirinya. Bahkan, dia juga melarang Zeno untuk melihat, karena itu pasti akan membuat Zeno tidak akan begitu fokus.
“Baiklah.” Zeno hanya mengangguk dengan malas. Selain itu, dirinya harus fokus kepada pasukan Ampera yang sepertinya dipimpin oleh pangeran pertama. Pasalnya, dia baru saja mendengar bahwa pemimpin pasukan tersebut berkata “Adik” yang merujuk kepada Hole. Selain itu, Zeno juga menarik Azure kembali agar dia tidak ikut campur dalam pertarungan ini.
__ADS_1
Hal itu, justru membuat Zeno menjulurkan pedangnya kepada Hole yang tengah berbaring sambil berusaha mengeluarkan anak panah yang menancap ke pipinya. Dengan tegas, dia berteriak, “Rebutlah jika kau mau! Tapi jangan berharap bahwa kepala adikmu masih menyatu dengan tubuhnya.”
Pangeran pertama Ampera empire, Faturt Forjen, dia seketika terhenti, diikuti oleh seluruh pasukannya setelah mendapatkan sebuah ancaman yang dapat merenggut nyawanya. Wajahnya terlihat begitu buruk dan kesulitan untuk berbuat apa-apa. Masalahnya, dalam kondisi seperti Hole, Hole sendiri tidak akan bisa membela diri untuk memudahkan kakaknya. Faturt tidak ada pilihan lain, jika dirinya terancam, maka untuk melawan ancaman tersebut maka dilakukan sebuah ancaman pula.
“Bunuhlah, ayahku tidak akan tinggal diam ketika putranya terbunuh.”
“Lemah sekali, mengancam seseorang dengan membawa-bawa ayah yang merupakan seorang kaisar. Tapi, apakah aku peduli?” Zeno bertanya kepada Faturt, tetapi dia sendiri yang menjawabnya di depan semua orang. “Tentu saja tidak, jangankan ayahmu seorang kaisar, bahkan jika ayahmu seorang dewa sekalipun, aku tidak takut sedikitpun.”
“Jaga mulutmu!” Faturt berteriak dengan begitu keras, wajahnya terlihat emosi saat dirinya diremehkan dengan begitu mudah. Tidak hanya dirinya, ayahnya yang seorang kaisar, nama baiknya telah diinjak yang membuat Faturt tidak tinggal diam.
Tanpa ragu, Zeno menusuk leher Hole yang membuat dirinya memuntahkan seteguk darah. Matanya melotot dengan suara mengerang yang begitu sulit. Tidak hanya itu saja, Ice Sword yang menyentuh darah yang masih mengalir di diri Hole, membuat seluruh aliran darah di tubuh Hole membeku. Sehingga, Hole tampak mematung tanpa bisa bergerak sedikitpun.
“Sayatan seribu angin tahap keempat: heftiga windblat.”
Seketika hembusan angin yang begitu kencang muncul dan menerjang pasukan yang ada di hadapan Zeno. Bahkan angin kencang yang dikeluarkan membuat debu-debu berterbangan. Tentu saja, pasukan Faturt kesulitan untuk melihat di depan karena terganggu oleh kepulan debu yang begitu tebal.
Akan tetapi, mereka terus maju ke depan, lagipula target sudah berada di tengah yang membuat mereka tidak akan bisa lari kemana-mana.
Seketika Faturt kaget, pasukan yang maju ke depan, tubuhnya justru tercincang-cincang bagaikan daging ternak yang habis disembelih. Tidak hanya satu, sepuluh ataupun lima puluh, tetapi ada ratusan orang yang tubuhnya tidak terbentuk lagi yang membuat Faturt mundur akan hal tersebut.
__ADS_1
Saat kepulan debu itu hilang, Faturt dikejutkan dengan pemandangan yang begitu mengerikan. Pasukan yang ia bawa menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya. Bahkan yang masih hidup pun tidak mencapai kata setengah. Itupun mereka yang hidup memiliki luka sayatan yang memenuhi tubuh mereka.
Tidak hanya pasukan yang ada di hadapan Zeno, pasukan yang ada di sisi lain juga mengalami hal yang sama seperti pasukan yang ada di depan. Faturt yang melihatnya bahkan cukup gemetar dan tidak percaya tentang apa yang dirinya lihat.
Semuanya yang melihatnya begitu kaget, pasalnya mereka sama sekali belum bergerak untuk melakukan perlawanan seperti mengeluarkan teknik berpedang ataupun berelemen. Bahkan mereka hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi saat tahu, bahwa Zeno benar-benar setragis ini.
Kaisar Lexus berdiri di samping Zeno sambil mengusap bibirnya sendiri, dia menatap sinis pangeran pertama yang merupakan putra pertama kaisar Ampera Empire. Dibandingkan dengan Hole, kaisar Lexus tentu saja tahu pangeran yang satu ini. Karena pada dasarnya, putra pertama merupakan pangeran mahkota, sehingga sangat sering untuk menampakkan batang hidungnya.
“Pangeran, jika kau mengancam tuan Fang seperti itu, maka kau harus berhadapan dengan ku. Pulanglah, bunga teratai emas tidak akan berguna apabila jatuh di tangan kekaisaran kalian. Karena ada seseorang yang jauh lebih penting.” Seru kaisar Lexus kepada pangeran Faturt.
“Kaisar!” Wajah Faturt memerah atas perkataan kaisar barusan. Memang, dirinya memang tahu bahwa Lexus merupakan kaisar terkuat kedua. Namun, Faturt tidak pernah takut sama sekali. Bahkan, apabila Faturt menjadi kaisar, dia berjanji untuk menjadi kaisar terkuat di dunia untuk melampaui Lexus. “Aku tidak peduli apakah engkau merupakan kaisar terkuat, selama kekaisaran kami bekerja sama dengan kekaisaran Lumenlus akibat mereka kehilangan jenderalnya, engkau bisa apa? Bahkan jika perlu, aku akan menemui kaisar terkuat di dunia untuk mengalahkanmu.” Faturt mengancam sambil beranjak pergi dari puncak.
Niatnya yang awalnya hanya ingin mendapatkan bunga teratai emas, karena beberapa lustrum yang lalu kaisar Lexus tidak begitu serius. Namun siapa yang menyangka bahwa tahun ini merupakan kesialan yang dia alami.
Kaisar Lexus, Turse dan Zillie, mereka hanya menatap ke arah Zeno, hal tersebut membuat Zeno menatap mereka satu persatu dengan mengerutkan dahinya.
“Ada apa?”
“Tidak tuan, sepertinya aku baru saja mendengar lelucon terstruktur dari pangeran Ampera.”
__ADS_1