Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kian parah


__ADS_3

“Tan.” Arina membuka matanya dengan tubuh yang begitu lemas, otot-otot berwarna hitam begitu tampak di balik kulit yang membuat Fang Tan benar-benar begitu cemas. Tubuhnya, hanya kurang dari sepuluh hari sudah hampir habis yang menyisakan tulang dengan dibungkus oleh sebuah kulit.


“Ibu akan sembuh, percayalah padaku.” Fang Tan tersenyum ramah kepada Arina, dia menggenggam tangannya seolah memberikan sebuah harapan bahwa ibu harus tetap bertahan, ibu harus tetap hidup. Kematian ayah, kakek dan neneknya sudah lebih dari cukup, tidak perlu lagi dewa kematian untuk mengambil nyawa ibunya.


Arina meneteskan air matanya, rasanya dia juga merasa terpukul kehilangan suami. Kondisinya juga seperti ini dengan menahan racun bisa Viper yang entah Arina sendiri tidak tahu dirinya bisa bertahan kapan. Dengan memandang mata Tan, Arina melontarkan sebuah pertanyaan, “Katakan jujur kepada ibu, sebenarnya dimana adik kecilmu sekarang?”


Fang Tan hanya menghela napas, dia masih tersenyum dan menjawab dengan lembut apa yang ditanyakan oleh ibunya, “Bukankah Tan pernah menjawab bahwa Zeno sedang berada di Gleses untuk memimpin kekaisaran di sana? nenek meninggal yang membuat Zeno menggantikannya. Tapi bukan berarti Zeno sudah melupakan ibu di saat ibu sakit, namun ada sebuah tanggung jawab yang memikulnya, dan Zeno percaya bahwa ibu akan sembuh.”


Fang Tan benar-benar berbohong di setiap ibunya bertanya di mana Zeno sebenarnya? Pasalnya jika Fang Tan berterus terang bahwa Zeno sedang mencari obat untuk ibunya, pastinya ibunya tidak akan tinggal diam. Karena apa yang dilakukan oleh Zeno benar-benar sangat membahayakan dan dibilang nekat. Tidak ada persiapan apapun yang begitu mumpuni, dan berangkat begitu saja tanpa diketahui ibunya.


“Fang Tan berbohong kan? Kenapa Fang Tan melakukan itu?” Arina menatap serius Fang Tan. “Jika Zeno menjadi kaisar,


Fang Tan menundukkan kepalanya, bagaimana caranya menjelaskannya kepada ibunya? Dia tampak begitu kebingungan sambil menundukkan kepalanya. Tidak mungkin dia berterus terang. “Tidak ibu, aku serius, Zeno sedang berada di Artrik sekarang.” Fang Tan meyakinkan.


“Tidak mungkin Tan, Zeno bukan anak yang seperti itu. Sesibuk apapun dia, dia masih tetap berada di sini untuk menemani ibunya yang sakit. Kau lihat adikmu, Yuna? Dia seharusnya berada di negara petir, namun dia masih tinggal di sini menemani ibu. Fang Tan berbohong kan? Ibu tahu Zeno sekarang di mana, kirim surat sekarang, suruh pulang dia. Tidak perlu melakukan hal yang nekat.” Perintah Arina dengan sedikit tegas.


“Tapi ibu, jika dipikir-pikir, perjalanan menuju benua 99 cahaya sekitar sepuluh hari. Dan ini sudah sepuluh hari semenjak Zeno berangkat. Itu artinya, Zeno baru sampai di sana.” Fang Tan tidak bisa berbohong, lagi pula ibunya sudah tahu yang membuat Fang Tan tidak bisa menyembunyikannya lagi.

__ADS_1


“Ternyata benar.” Tiba-tiba Arina terbatuk-batuk setelah mengatakan hal demikian.


Tentu saja, Fang Tan langsung panik disaat Arina mengalami batuk-batuk yang tak biasa. “Tabib! Tabib!!” Fang Tan berteriak dengan begitu keras dan juga tegas. Dirinya sudah kehilangan akal saat ibunya seperti itu.


Beberapa tabib kemudian masuk diikuti oleh Fang Yuna yang juga berlari saat tahu kondisi ibunya yang kian parah . Wajahnya juga menjadi panik di saat ibunya terbatuk-batuk, apalagi memuncratkan sebuah darah.


Fang Tan menghampiri salah satu tabib, kemudian dia tanpa berpikir panjang langsung mencekiknya tanpa ampun. Bahkan para tabib lain yang mencoba untuk mencari tahu masalah yang terjadi Arina, hanya bisa menelan ludah secara kasar dan tubuh gemetar.


“Bukankah terdapat dua puluh hari lagi? Kenapa ibuku justru semakin parah dengan begitu cepat? Ini baru sepuluh hari!” Teriak Fang Tan dengan tidak begitu tenang.


Fang Tan mengatur napas, dia menoba untuk tenang dan melepaskan tangannya dari leher tabib yang dia cekik. Dia juga duduk di sebuah kursi dan mencoba untuk bersabar selagi para tabib mencoba untuk meredakan apa yang ibunya alami. Suara batuk-batuk tersebut membuat Fang Tan dan Fang Yuna tidak bisa untuk tidak menangis, bahkan seorang kaisar seperti Zeno hanya melipat tangannya di atas sebuah meja serla langsung meletakkan kepalanya untuk menutupi tangisnya.


Begitupun Fang Yuna, dia tampak mondar-mandir di saat para tabib menenangkan Arina, matanya juga memerah karena air mata yang berjatuhan. Entah kenapa dia juga merasa bahwa baru sepuluh hari namun ibunya justru sudah menjadi begitu parah.


Hingga pada akhirnya, ibu Zeno sudah begitu tenang karena diberikan sebuah ramuan penenang yang membuat Arina tertidur. Kemudian, salah satu tabib berdiri dan bingung untuk bagaimana caranya dia menjelaskan kepada kaisar? karena dia tahu bahwa kaisar akhir-akhir ini menjadi sedikit pemarah semenjak sang ibu sakit keras.


Fang Tan yang menyadari itu langsung beranjak dari tempat duduknya dengan wajah begitu serius, begitupun dengan Fang Yuna yang langsung ke arah tabib tersebut untuk menjelaskan penyebab mengapa racun pada ibunya menjadi parah dengan begitu cepat.

__ADS_1


“Maafkan aku kaisar. Namun ada beberapa penyebab yang membuat racun di tubuh nyonya menjadi parah dengan begitu cepat.”


“Aku tidak ingin mendengarkan hal bodoh seperti itu. Langsung jelaskan intinya saja!” Fang Tan berteriak dengan begitu kasar.


Tabib tersebut menghela napas, terdapat sebuah keraguan pada hatinya untuk mengatakannya secara terus terang. Namun dengan berani, akhirnya dia berkata, “Sebelumnya Nyonya Arina memiliki sebuah penyakit bawaan yang menyerang paru-paru. Sehingga membuat racun tersebut bereaksi secara cepat. Selain itu, tidak hanya bisa viper yang ada di tubuh nyonya, ada salah satu racun yang membuat organ di tubuh nyonya menghitam, terutama paru-paru yang sebelumnya diserang sebuah penyakit.”


“Kenapa engkau tidak bilang dari dulu!!” Fang Tan memutus ucapan tabib yang belum menyelesaikan penjelasannya.


“Baik itu penyakit bawaan dan juga racun yang menyerang organ, kedua hal tersebut baru bereaksi.”


Fang Tan berlagak kebingungan seakan orang gila, sepertinya jika Zeno tidak segera kembali, maka akan menjadi sebuah hal yang begitu buruk yang sama sekali tidak mereka harapkan. Apa yang Fang Tan kali ini adalah keluar dari ruangan dan menemui salah satu prajurit yang menjaga ruangan tersebut.


“Kirim sebuah surat menuju benua 99 cahaya secara cepat. Desak Fang Tan untuk segera mendapatkan bunga teratai tersebut sebagai penawar.” Kata Fang Tan dengan begitu tidak santai.


“Tapi kakak.” Fang Yuna menghampiri, “Itu memakan waktu yang benar-benar lama, surat tersebut akan sampai paling tidak mencapai waktu delapan hari, tentunya mencari penawar tersebut juga membutuhkan lima hari itu paling cepat, karena menurut informasi bunga teratai emas merupakan bunga yang diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan kau tahu, aku membaca dari sebuah buku, bunga tersebut berada di gunung Apiluc yang merupakan wilayah Nuvoleon empire, dengan kaisar terkuat kedua di dunia setelah kaisar Danze.” Fang Yuna menjelaskan.


“Apa kau tahu, adik kita pernah mengalahkan siapa? Kaisar terkuat di dunia, Danze. Jadi tidak begitu masalah untuk menghadapi kaisar terkuat kedua untuk mendapatkan bunga teratai emas.” Ujar Fang Tan, kemudian dia menatap kembali prajurit dengan berkata, “Cepat lakukan apa yang menjadi tugasmu!”

__ADS_1


__ADS_2