Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Akhir seorang Penkhianat


__ADS_3

“patriark, pangeran, kenapa anda berada di sini. Maksudku apa yang kalian lakukan di sini.” Rosh berkata dengan terbata-bata, wajahnya menjadi seputih kertas saat tertangkap basah.


“Justru aku yang bertanya tetua, kenapa anda berada di sini. Dan, dengan pedang itu, kenapa anda memegangnya.” Tanya Fang Yoshi begitu dingin.


Rosh tersenyum dengan ketakutan, walaupun begitu, ia masih memberikan seribu alasan untuk membuat percaya Fang  Yoshi dan Fang Zeno percaya. “A- ayolah patriark, aku hanya memastikan bahwa pedang aman. Bagaimanapun, kita tidak tahu orang yang bernama Gongnyu itu akan kembali.”


Zeno mengerutkan dahinya sambil mengangkat ujung bibirnya, di saat yang bersamaan, Zeno melemparkan sebuah tanduk banteng yang merupakan milik beast Gongnyu.


“Gongnyu sudah mati, namun sebelum itu ia mengatakan bahwa ada salah satu hama di kekaisaran. Dan orangnya adalah kau.” Kata Zeno menatap sinis Rosh.


“Lagipula, bagaimana kau bisa tahu ruangan ini, padahal Zeno saja baru mengetahuinya.” Ucap Fang Yoshi menyambung pertanyaan Zeno.


Rosh tidak bisa memberikan alasan lagi, kedoknya benar-benar terbongkar dan tidak bisa menyangkal. Memberikan alasan lagi merupakan hal yang sia-sia, karena menurutnya Gongnyu sialan itu seharusnya tutup mulut.


Tetapi apalah daya, tidak ada cara lain selain melawan. Dia tidak peduli apapun konsekuensinya, yang terpenting Rosh ingin terbebas dari hukuman kekaisaran sebagai pengkhianat.


Dengan begitu, ia tersenyum lebar dan penuh percaya diri sambil mengangkat Ice Sword yang sebelumnya ia pegang.


Melihat hal tersebut Zeno justru tertawa sangat keras. “Kau bukan pengguna Ice Sword, jadi sangat sok bisa tetua.”


“Ini hanyalah pedang, siapapun bisa menggunakannya. Jadi jangan merasa hebat pangeran.” Fang Rosh menyangkal.


Zeno menghela napas sambil menjulurkan tangannya seperti ingin menangkap sesuatu.


Di saat yang bersamaan, Ice Sword bergetar hebat saat digenggam Fang Rosh. Fang Rosh yang melihat itu tersenyum kecut dan berusaha kuat untuk menahan Ice Sword, karena ia merasa bahwa Ice Sword akan lepas dari genggamannya.


Sekuat apapun Fang Rosh, tetapi dia tidak berhasil menahan Ice Sword. Sehingga Ice Sword melesat terbang dan menuju ke arah tangan Zeno.

__ADS_1


“Sudah aku katakan, bahwa kau bukan pengguna Ice Sword.” Zeno kembali tersenyum lebar sambil menangkap Ice Sword.


Ice Sword yang ditangkap Zeno seketika langsung menyala di kedua lambangnya. Hal tersebut memang menandakan bahwa Zeno merupakan pengguna asli dari Ice Sword.


Padahal sebelumnya, saat Ice Sword dipegang oleh Rosh, tidak ada lambang yang menyala di kedua sisinya.


Fang Rosh berlagak ketakutan saat melihat Ice Sword berpindah tangan menuju Zeno dengan sendirinya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa pedang tersebut seakan benda hidup yang tahu mana orang yang tepat.


Mengangkat Fire Sword, dirasa itu juga tidak mungkin. Karena menggunakan Fire Sword benar-benar harus memiliki elemen api dan keberanian yang tangguh. Serta panas dari Fire Sword juga tidak bisa di tahan oleh orang seperti dirinya.


“Kau sudah terkepung, menyerahlah tetua sialan. Bagaimanapun pengkhianat harus dihukum.”


“Betulkah? Walaupun kau menggunakan Ice Sword, tapi apakah kau mempunyai teknik tersembunyi dari keluarga Fang? Seingatku saat kau di sini, kakek sialan itu tidak pernah mengajarimu itu!” Fang Rosh kemudian mengangkat pedangnya dari selongsong nya.


“Kakekmu tidak membawa pedang, sehingga dia tidak bisa mengeluarkan Tarian naga, sedangkan kau, mungkin kau membawa pedang, tapi kau juga tidak bisa mengeluarkannya.” Sambungnya dengan tersenyum lebar.


Zeno kemudian memperhatikan tetua Rosh sedang mengeluarkan teknik tarian naga. Bukannya takut, Zeno justru mengangkat Ice Sword dengan tinggi untuk melawan naga air yang akan dia hadapi.


“Air: Tarian naga, tahap kedua!”


“Petir: Dragon Soul, Dragones Gemoles.”


Seketika Ice Sword milik Zeno mengeluarkan sebuah naga air yang keluar sambil menari mengitari Ice Sword. Di saat yang bersamaan, dua sosok naga berwarna oranye dan biru juga keluar dari tubuh Zeno.


Baik Fang Yoshi dan Fang Rosh, keduanya sama-sama terkejut saat memperhatikan bahwa Zeno juga memiliki teknik rahasia keluarga Fang, di tambah, Zeno juga memiliki naga petir yang kemudian bergabung dengan naga air.


Fang Rosh menatap naga air yang memiliki efek petir yang mengerikan. Namun ia tidak mau kalah, Rosh masih tetap melesatkan tarian naga ke arah naga mengerikan milik Zeno.

__ADS_1


Walaupun begitu, ia masih merasa bahwa naganya akan kalah dengan naga Zeno, tetapi setidaknya, mencoba merupakan pilihan yang terbaik. Lagipula ia juga belum mengetahui dampak besar dari apa yang naga milik Zeno keluarkan.


Di saat yang bersamaan, tarian naga milik Zeno mengaum dengan keras, sehingga di mulutnya mengeluarkan sebuah petir yang di tembakkan menuju naga milik Rosh.


Sebuah ledakan menggelegar dan menghancurkan naga air milik Rosh, naga air yang dihancurkan oleh Zeno berubah menjadi partikel embun yang membuat suhu di ruangan ini menurun. Tidak hanya itu saja, setelah naga milik Rosh hancur, naga petir milik Zeno langsung melesat ke arah Rosh. Naga milik Zeno kemudian mengitari tubuh Rosh.


Hal itu membuat Rosh bergerak terbatas, apalagi naga yang mengitarinya memiliki elemen petir. Sehingga menyentuhnya hanya akan membuat celaka dirinya.


Tarian naga yang tergabung dengan Dragones Gemoles mengakhiri pertarungan dengan naik di atas kepala Rosh dan menyerangnya. Sehingga Rosh mengalami sengatan listrik yang luar biasa.


Rosh yang terkena hal tersebut perlahan-lahan tubuhnya tergelatak di atas tanah. Wajahnya menjadi hitam pekat karena dampak dari sengatan listrik yang luar biasa.


Perlahan, kedua roh naga menampakkan diri di sela-sela tubuh Rosh yang hangus, kedua naga tersebut akhirnya kembali ke tubuh Zeno dalam wujud naga petir.


“Kemungkinan dia masih hidup apabila segera diselamatkan.” Kata Zeno di susul dengan menghela napas. Ice Sword yang dia pegang akhirnya kembali ke tangannya, tidak akan ada lagi yang mengincarnya lagi selagi berada di tangan Zeno.


Fang Yoshi berbalik arah meninggalkan Zeno dan tubuh Fang Rosh, sejenak dia berhenti dan mengatakan, “Biarkan saja dia mati, bagaimanapun juga, pengkhianat harus di hukum mati.”


“Aku akan menyuruh penjaga untuk mengangkutnya nanti. Dan menguburnya dengan layak sebagaimana keluarga lainnya. Mengingat bahwa tetua Rosh masih keluarga kita.”


Fang Yoshi mengusap mata kananya, air matanya entah kenapa menetes karena kematian Rosh. Walaupun Rosh menjadi pengkhianat, tetapi Rosh juga banyak berjasa mengenai kekaisaran.


Setidaknya Rosh bagaikan penasehat kekaisaran yang selalu ada. Tetapi, setitik kesalahan membuat nama baik Rosh tercemar.


Fang Yoshi berjanji bahwa ia tidak akan mengatakan secara umum bahwa Rosh telah menjadi pengkhianat, mungkin hanya lingkungan kekaisaran yang tahu hal itu.


Zeno mengerti kata hati sang kakek. Kehilangan salah satu keluarga merupakan hal yang dapat menusuk hati. Zeno merasa menyesal telah membunuh Rosh, walaupun dirinya juga merasa memiliki kebencian yang terdalam kepada Rosh dari pertama bertemu.

__ADS_1


__ADS_2