Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Menaklukkan Genbu


__ADS_3

Zeno dan Genbu saat ini sedang berhadapan satu sama lain, keduanya tidak memiliki ketakutan sama sekali, walaupun mereka tahu salah satu dari mereka harus kalah. Zeno menatap Genbu dengan dingin, tangan kanannya memegang sebuah Ice Sword dengan begitu santai. Walaupun begitu, dirinya benar-benar tidak akan pernah meremehkan Genbu.


“Lightning movements.” Zeno bergerak secepat kilat menuju ke arah Genbu tanpa masalah, bahkan dirinya juga sempat mengangkat Ice Sword sebelum dekat dengan Genbu. Sayangnya Genbu berhasil melompat sedetik sebelum Zeno datang.


Zeno menghentakkan kakinya, bergerak secepat kilat lagi menuju ke atas tepat mengarah ke Genbu. Kali ini Zeno tidak akan membiarkan Genbu lari lagi, sehingga tepat sebelum sampai ke arah Genbu, Zeno menebaskan Ice Sword. “Angin: tebasan tak terlihat tahap ketiga”


Bersamaan dengan hal itu, Zeno merasakan bayangan menutupi seluruh tubuhnya. Kemudian dirinya menatap langit dan memperhatikan bahwa sebuah batu besar menutupi matahari dari pandangannya. Zeno yang mengalami krisis besar langsung melepaskan tebasannya sambil mendorong dirinya sedikit kebelakang menggunakan daya angin di udara. Bagaimanapun dirinya harus menghindar sebelum batu besar benar-benar jatuh menimpa dirinya.


Tetapi Zeno tidak bisa bergerak sempurna di udara, akibatnya dirinya terjatuh dengan dorongan batu besar yang juga terjatuh dengan cepat. Untungnya Zeno bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan mendorong dirinya menggunakan kaki yang memijak batu besar.


“Bodoh, kau terlalu sibuk untuk memikirkan dirimu sendiri, sehingga kau tidak memikirkan pergerakan musuhmu.”


Tanpa diketahui Zeno, Genbu sudah berada di sampingnya dengan ekor kepala ularnya yang bersiap menyerang Zeno. Kemungkinan teknik Invisible slash miliknya tidak dapat melukai Genbu karena tempurungnya sangat keras. Zeno kemudian jatuh ke tanah dalam posisi terlentang, dirinya merasakan sakit bagian punggungnya karena jatuh dalam keadaaan kurang bersiap. Wajahnya membeku saat melihat ular milik Genbu melesat ke arah dirinya.


Zeno bergegas untuk bangun dan melompat untuk menghindari serangan milik Genbu, untungnya dirinya masih sangat sempat sebelum ular tersebut membentur ke tanah yang mengakibatkan sebuah kawah tercipta lumayan besar.


“Tarian naga, Drake Soul.” Zeno menciptakan naga air yang kemudian bergabung dengan Uron yang berubah menjadi sebuah teknik yang sangat mengerikan yang kemudian melesat ke arah Genbu.


Genbu tidak memiliki rasa takut sedikitpun, tidak peduli bahwa naga yang ada dihadapannya memiliki tegangan listrik tinggi sekalipun, dirinya masih melemparkan ularnya ke arah naga air.

__ADS_1


Naga air bukanlah hanya sekedar teknik, sesuai nama tekniknya yaitu tarian naga, naga tersebut sangat gesit dan kemudian menari mengitari ular milik Genbu. Apa yang menjadi target utama bagi Zeno bukanlah ular, melainkan pemilik ekor itu atau Genbu sendiri, sehingga naga air melesat dan langsung menyerang kepala Genbu. Karena tidak mungkin baginya untuk menyerang tempurung, karena itu tidak berguna sama sekali.


Masalahnya, Genbu langsung bersembunyi di dalam tempurung agar tidak terkena serangan naga air drake soul.


Zeno tersenyum lebar dan berteriak, “Apakah kau merupakan beast penakut sehingga harus bersembunyi di dalam tempurung?” Kemudian dirinya memperhatikan drake soul yang melesat berusaha masuk kedalam lubang tempurung yang merupakan jelan keluar masuknya kepala.


Sayangnya, ekor milik Genbu merupakan maslah terbesar. Zeno benar-benar geram dan ingin memotong ekor Genbu yang berwujud seperti ular, bagaimana tidak, ular tersebut juga tidak kalah gesit dan kembali menyerang drake soul air.


“Itu adalah kemampuanku, bagaimana mungkin aku tidak menggunakan kemampuan yang tersedia? Itu merupakan hal yang sia-sia. Sama sepertimu, kau memiliki kemampuan yang lebih, tetapi kau tidak menggunakannya, maka itu juga akan menjadi sia-sia.” Kata Genbu dari dalam tempurung.


Zeno tersadar, apa yang diucapkan Genbu ada benarnya, kemampuan yang disembunyikan hanya akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Dengan ucapan Genbu barusan, Zeno terpikirkan sesuatu saat melihat pertarungan antara Drake soul air dengan ekor Genbu.


Sosok roh naga berwarna kuning, keluar dari tubuh Zeno. Kilauan petirnya sangat mengerikan yang kemudian melesat ke arah ekor Genbu. Genbu menciptakan dinding tanah yang membuat Kirin hampir terbentur dibuatnya, untung saja naga tersebut sangat gesit sehingga dia langsung berbelok.


“Merepotkan!” Genbu keluar secara penuh yang kemudian mengangkat kaki kananya. Setelah itu, dirinya menginjak wujud drake soul air yang berusaha menyerang kepala Genbu.


Zeno berlari sambil memegang erat Ice Sword disaat Kirin melesat ke arah Genbu, dengan begitu, Genbu hanya akan fokus melawan Kirin, sedangkan Zeno akan memanfaatkan hal tersebut.


“Lightning Movements.” Zeno bergerak dengan cepat tepat ke ekor Genbu, serta merubah rencana menyuruh Kirin untuk menyerang tubuh utama Genbu, dengan begitu ular yang menjadi pengganggu tidak akan terlalu merepotkan bagi Kirin.

__ADS_1


Seketika Gempa terjadi, permukaan tanah menjadi tidak rata yang membuat Zeno tidak bisa lari dengan bebas lagi. Genbu mengangkat tangan kirinya yang kemudian menampar Kirin, sedangkan Zeno, kini dia melompat dari tanah ke tanah yang akhirnya melompat ke ekor Genbu.


Sebelumnya di saat Zeno mulai mengondisikan diri dengan tanah yang tidak rata, ular Genbu berusaha menyerang Zeno, namun Zeno masih baik dalam menghindar.


“Uron sekarang!”


Sosok uron mengangkat kaki Genbu yang menginjaknya, kini Genbu tidak bisa menyeimbangkan diri dan juga tidak berhasil menyerang Kirin. Dengan begitu, ular yang menjadi ekor Genbu juga tidak terkendali. Zeno segera memanfaatkan hal tersebut dengan menancapkan Ice Sword ke kepala ular, selain itu, Zeno juga memberikan sebuah tegangan petir yang sangat tinggi.


Genbu seketika bereaksi, tubuhnya semua mati rasa karena elemen petir berhasil melukainya. Dia tidak menyangka bahwa ular yang menjadi ekornya adalah kelemahannya kali ini, andaikan dirinya tidak memiliki ekor tersebut, maka dia bisa menghindari elemen petir menggunakan tempurung yang sangat keras tanpa harus khawatir bagian tubuhnya terkena elemen petir.


“Baiklah, serangan terakhir!” Zeno menarik lagi Ice Swordnya, kali ini dia mengulurkan tangannya dan menyentuh tempurung Genbu. “Membekulah!”


Genbu tidak bisa bergerak, tubuhnya terjebak dalam bekuan es akibat serangan terakhir Zeno. Menyerang Zeno lagi merupakan hal yang percuma, kecuali Genbu benar-benar mengeluarkan seratus persen kemampuannya, maka mustahil bagi Zeno untuk mengalahkannya. Kenapa dia tidak menggunakan hal tersebut? karena dirinya hanya bermain-main dengan Zeno, terlebih kemampuan tersebut hanya dia keluarkan apabila bertemu musuh yang sebenarnya.


“Kau tidak bisa bergerak, bagaimana? Apakah kau masih ingin bermain lagi atau sudah menyerah?


“Kemampuan yang sangat bagus, setidaknya aku sudah melihat sedikit elemen yang diberikan dewi Luna kepadamu.” Genbu tersenyum lebar, kemudian dirinya melanjutkan perkataannya yang belum selesai. “Dengan begitu, aku bisa tau sejauh mana Anda mempelajari elemen yang Anda gunakan, sepertinya Anda belum membangkitkan elemen tanah dan cahaya? Tidak apa-apa, di masa depan Anda pasti akan mendapatkannya. Anda adalah orang hebat.”


“Dengan begitu, teteskan darah Anda di kepala saya tuan Fang Zeno!”

__ADS_1


 


__ADS_2