Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Tragedi di kediaman Yunshan


__ADS_3

Sebelum tepat pada tengah malam, mereka berlima berpenampilan layaknya seorang assassin yang siap membunuh siapa saja. Mereka tidak mau identitas mereka terbongkar. Tapi itu hanya sebatas jaga-jaga saja, siapa tahu salah satu keluarga Yunshan langsung kabur dan mengabarkan kepada warga sekitar siapa pembunuh tersebut. Terlebih, Fang Zhuo dan Zeno juga harus mempertahankan nama baiknya, sehingga tertangkap basah merupakan suatu hal yang harus mereka hindari.


“Semua sudah bersiap?” Tanya jenderal Zhuo.


Semua orang mengangguk, mereka akhirnya pergi mengikuti ke mana Selena pergi melalui atap rumah yang mereka lompati. Karena pada dasarnya, hanya Selenalah yang tau di mana kediaman Yunshan berada. Tapi menurut Selena, kediaman Yunshan tidak terlalu jauh dari rumahnya, mungkin hanya melewati satu kota agar sampai di kediaman tersebut.


>>//<<


Tepat pada tengah malam, mereka berlima telah bersembunyi dibalik kegelapan dan mendapati dua penjaga tengah menjaga sebuah gerbang yang terdapat sebuah lambang tanah. Gerbang tersebut merupakan milik keluarga Yunshan. Zeno juga melihat, bahwa di balik gerbang tersebut memiliki sebuah kediaman yang sangat besar.


Hal pertama, yang dilakukan Selena adalah, menembakkan dua anak panah untuk dua penjaga yang sedang menjaga gerbang.


Dua penjaga gerbang lantas menyadari bahwa akan ada musuh yang menyerang. Pasalnya, tangan mereka menancap sebuah anak panah milik Turse. Namun, sebelum berteriak bahwa ada musuh yang menyerang, mereka berdua sempat pingsan terlebih dahulu.


Zeno dan yang lainnya segera menuju gerbang tersebut, tidak lupa dia juga menyeret dua penjaga gerbang ke dalam dan membunuhnya secara brutal. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada sesiapapun yang melihat bahwa penjaga gerbang kediaman Yunshan tengah pingsan di depan gerbang.


Yaah mungkin Zeno juga melihat bahwa ada banyak penjaga yang berkeliling kediaman, namun belum menyadari bahwa penjaga gerbang telah mati. Tidak mau ketahuan, Zeno, Selena dan Turse menyerang mereka satu persatu. Sedangkan, jenderal Zhuo dan Nora, mereka semua langsung masuk ke dalam sebuah kediaman.


Jenderal Zhuo dan Nora, mereka semua berpencar dan langsung membunuh satu persatu orang tengah tertidur di kamar. Mungkin jenderal Zhuo membunuh dengan cara perlahan, yaitu menusukkan salah satu pedangnya ke arah jantung, dan pedang lainnya di mulut agar orang yang dibunuh tidak berteriak.


Sedangkan Nora, dia benar-benar sangat ceroboh. Satu kamar yang berisi beberapa orang langsung dia habisi dengan menggunakan sebuah tornado. Hal itu memicu seseorang yang ada di kamar lainnya terbangun karena mendengar keributan yang terjadi di kamar lain.

__ADS_1


Untungnya, Zeno dan Selena berhasil menyelesaikan masalah itu. Dia langsung membunuh siapa saja orang yang terbangun di dalam kamar.


“Sepertinya ada penyusup, aku harus memastikannya.” Salah seorang keluarga Yunshan mencoba keluar dari kamar mereka. Namun tidak ada siapapun di depan kamarnya. Lantas, diapun mencoba menuju kamar sebelah karena mendengar asal keributan itu terjadi.


“Sial aku ketahuan.” Nora keluar dari kamar yang baru saja dia melakukan pembunuhan, namun saat dia keluar, dia mendapati bahwa ada seseorang dengan membawa sebuah obor tengah memandangi dirinya.


Seorang yang berasal dari keluarga Yunshan langsung ingin berteriak, bahwa ada penyusup di kediaman ini. Namun sebelum berteriak, sebuah anak panah menancap ke pipi kiri yang menembus pipi kanan, sehingga ia tidak bisa berteriak.


Selena langsung melompat dan segera memenggal kepala orang itu, kemudian dia dan Turse yang melepaskan anak panah langsung saling memunggungi sekejap yang kemudian mereka bergerak ke arah berlawanan.


>>//<<


“Apa kau merasa ada yang janggal di luar sana Hatori?”


Nate dan Haton, keduanya merupakan penjaga pribadi Daizoru. Walaupun bukan berasal dari keluarga Yunshan, namun Nate dan Haton orang yang selalu di bayar agar selalu berada di sini Daizoru. Bahkan dua orang tersebut bagaikan tangan kanan dan tangan kiri Daizoru atau ayah Selena.


Haton segera pergi dari tempat berdirinya, sebelumnya dua orang tersebut sedang berjaga kamar pribadi Daizoru apabila ada sesuatu.


Haton mencoba memastikan apa yang terjadi, karena dia seperti mendengar suara keributan yang sangat lirih. Tapi dia tahu, bahwa seorang penyusup pastinya tidak akan membuat suara besar, sehingga dia yakin bahwa ada seorang penyusup di kediaman ini.


Haton yang beranjak melihat, kemudian berbalik arah serta mengangkat pedangnya. Suara dentuman pedang terdengar nyaring hingga Nate yang ada di dekatnya begitu terkejut. Haton sendiri yang menjadi asisten Daizoru tentunya juga tidak lemah, bahkan dia sangat peka terhadap keadaan sehingga berhasil menahan sebuah serangan yang muncul di belakangnya.

__ADS_1


“Haton, apakah kau mengingat suara ini.” Ucap Selena berada di balik penutup mukanya. Dialah yang diam-diam menyerang Haton secara cepat dari belakang. Tapi sayangnya, Haton menyadari sehingga serangan yang ia miliki gagal di lancarkan.


Haton tidak menjawab, dia kini terus menyerang Selena menggunakan pedangnya. Tidak mau kalah, Selena juga memainkan pedangnya dengan gesit dan cepat, bahkan terlihat bahwa Haton benar-benar kewalahan.


Nate yang ada didekutnya langsung meningkat sebuah pedang, kemudian dia menyerang Selena selama Selena bertarung dengan haton.


Tepat saat Nate menebaskan pedangnya, tiba-tiba Nate membentur sebuah tembok kamar Daizoru seakan-akan dia habis dipukul keras menggunakan benda tumpul.


Benar saja, itu adalah Zeno yang baru datang menolong Selena. Tangan Zeno kini berubah seperti dilapisi oleh sebuah tanah. Yaah, itu adalah elemen tanah yang baru saja ia gunakan. Namun, elemen tersebut belum murni atau dia bangkitkan sendiri, melainkan efek dari soil crystal yang diberikan oleh Selena.


Sekilas, Zeno memandang kedua tangannya, dia membuka matanya lebar dan kebingungan mengenai tanah yang melapisi tangannya. “Tunggu sebentar, ini bagaimana cara menghilangkannya?”


Merasa geram karena tidak bisa menghilangkan sebuah tanah yang melapisi tangannya, Zeno memukulkan kedua tangannya dengan keras. Namun sama saja, tanah yang ada di tangannya tidak menghilang. Hal itu membuatnya menjadi tidak peduli, apa yang ia lakukan saat ini berjalan ke arah Nate sambil memukulkan tangannya.


Namun, saat dia hendak memukul, sebuah gundukan tanah lancip muncul dari lantai dan akan menghantam dagu Zeno. Zeno yang menyadari itu langsung melompat ke belakang dengan menarik pedangnya untuk menghancurkan gundukan itu.


Seketika sebuah tebasan air berbentuk bulan sabit muncul menghancurkan gundukan tanah dan mengarah ke arah Nate yang ada di belakangnya. Nate membuka mulutnya terkejut, kemudian dia melompat ke samping demi menghindari tebasan itu.


Zeno langsung bergerak secepat kilat mengikuti lompatnya Nate. Tepat di hadapan Nate, Zeno kembali mengangkat pedangnya dan berniat untuk menebas Nate secara langsung.


Melihat hal tersebut, Nate melapisi salah satu tangannya menggunakan tanah yang sangat keras dan berencana untuk menangkap pedang Zeno, sedangkan tangan satunya yang memegang pedang, akan ia gunakan untuk menyerang Zeno selagi Zeno memegang Ice Sword yang tertahan oleh tangannya.

__ADS_1


“Slasshhh...!”


“Dasar amatir.”


__ADS_2