
Lima orang yang ada di hadapan Zeno berubah menjadi kabut tebal dan menerjang ke arah Zeno. Melihat hal tersebut, Zeno menebaskan Ice Sword yang kemudian menghasilkan sebuah embusan angin yang sangat kuat. Bagaimanapun, kabut seperti yang ada di hadapannya sangat mudah dihalau oleh angin.
Tapi tidak hanya cukup pergi karena terhempaskan dengan angin, kabut yang ada di hadapannya bergerak dengan cepat sehingga Zeno tidak dapat menghempaskannya dengan cepat pula. Saat ini Zeno teritari kabut tebal, pandangannya perlahan menjadi buram karena kantuk berat.
Tidak hanya itu saja, Zeno melihat kabut tersebut membentuk sebuah tangan yang mengepal yang kemudian hendak memukul kepala Zeno. Untungnya Zeno berhasil meloncat mundur dan menebaskan Ice Sword ke arah tangan tersebut.
Bukannya terpotong, tangan tersebut kembali berubah menjadi kabut. Zeno benar-benar merasa pusing dibuatnya.
Tidak hanya sekali, berulang kali kabut tersebut berubah menjadi tangan ataupun kaki yang kemudian menyerang Zeno, bahkan kaki dan tangan tersebut lebih dari satu yang muncul dalam waktu bersamaan. Serta hal yang sangat merepotkan bagi Zeno adalah, saat Zeno menebas kaki atau tangan tersebut, bukannya terpotong justru berubah menjadi kabut.
“Siapa kalian!” Zeno tidak tahan untuk bertanya.
Namun tidak ada respons dari kabut bergerak yang sebelumnya merupakan lima orang bertopeng dengan membawa pedang bercabang.
“Serahkan seluruh harta kalian, kami tahu kalian merupakan seorang bangsawan. Tepatnya keluarga kekaisaran.”
Zeno kembali mendengar suara tersebut dari balik kabut yang sangat tebal, mendengar hal tersebut, Zeno justru menyeringai dan membalas suara yang sepertinya milik lima orang tadi. “Harta kami? Sepertinya kalian perompak lautan. Coba saja kalahkan aku, maka dari itu, kalian bisa mengambil seluruh harta di kapal ini.”
__ADS_1
Tidak ada jawaban yang terdengar oleh Zeno, mungkin hanya sebatas gertakan gigi dibalik kabut yang sangat tebal. Zeno memfokuskan dirinya untuk tenang dan tidak panik, dia juga tahu bahwa mereka pasti sudah bergerak ke arah Zeno.
Sebuah pedang bercabang muncul dari balik kabut dan mengarah tepat ke pelipis Zeno. Untungnya respons Zeno sangat cepat, sehingga saat menyadari hal tersebut, dia langsung menangkis pedang bercabang dengan sangat mudah, bahkan pedang bercabang tersebut langsung patah karena ditepis Ice Sword.
Tidak heran, pedang tersebut terbuat dari besi, sehingga juga tidak berubah menjadi kabut sama seperti pemiliknya. Namun, tidak lama kemudian, empat pedang lainnya muncul dari balik kabut dengan sangat cepat yang menyerang Zeno dari segala sisi.
Zeno menggigit bibir bawahnya, sepertinya menahan empat pedang secara bersamaan dan berbeda sisi merupakan hal yang sangat sulit. Terpaksa apa yang ia lakukan adalah mengeluarkan dragon gemoles untuk menahan pedang yang ada di belakang dan kanan. Sedangkan yang ada di depan dan kenan, dia akan menahannya sendiri. Zeno belum mengeluarkan Kiba ataupun Skarlos terlebih dahulu, setidaknya biarkan salah satu dari mereka mengeluarkan elemental beast.
“Tangggg.” Suara dentuman pedang kembali terdengar, Zeno menahan pedang dari sisi kanan serta mengeluarkan sebuah tombak es untuk menahan pedang dari sisi kiri. Sedangkan pedang yang muncul dari belakang, di tahan oleh Kirin menggunakan gigitannya, begitupun Uron yang ada di sisi kiri yang mana dia juga menahan pedang bercabang menggunakan gigitannya.
“Kirin! Uron!” Zeno menoleh ke arah Kirin dan Uron.
Perlahan, mereka yang berteriak menampakkan diri dengan tubuh terjatuh lemas karena terkena tegangan energi petir dari Kirin maupun Uron.
Zeno menoleh ke belakang dengan mengangkat ujung bibirnya sambil menahan dua pedang yang masih tertahan. Namun dia teringat bahwa jumlah orang yang menyerang Zeno adalah lima orang, seharusnya masih ada sisa satu orang yang belum menyerang. Namun Zeno tidak terlalu khawatir, karena orang yang tidak menyerang tersebut tidak memiliki pedang yang utuh sehingga tidak ada ancaman yang membahayakan bagi Zeno.
Benar saja, tepat dari atas Zeno, terdapat sebuah kaki yang kini akan menendang Zeno dengan sangat cepat. “Membeku!” Perlahan, pedang yang ditahan Ice Sword membeku dan merambat ke arah kabut yang kini juga membeku membentuk tangan yang sedang memegang pedang. Zeno langsung menarik Ice Sword dan langsung menebas tangan yang membeku.
__ADS_1
Zeno kini menjatuhkan Ice Sword, karena menurutnya tidak ada cukup waktu untuk memasukkan Ice Sword ke arah selongsong yang ada di punggungnya. Perlahan, tangan kanan Zeno mengeluarkan sebuah energi petir. Bersamaan dengan itu, dia langsung menangkap kaki di atas yang akan menendangnya.
Mungkin kaki tersebut langsung menjadi kabut saat Zeno akan memegangnya, tetapi energi yang ada ditangan Zeno langsung diperbesar di udara.
“Aaaaa.” Dua orang secara bersamaan berteriak kesakitan. Dua orang tersebut antara lain merupakan orang yang baru menyadari tangannya membeku dan terpotong, serta yang satunya merupakan orang yang menendang Zeno dari atas namun terkena energi petir yang meluas.
Perlahan pedang yang tertahan oleh tombak es yang ada di hadapan Zeno tertarik dan menghilang dari balik kabut. Dia benar-benar tidak percaya, empat teman lainnya dapat dikalahkan dengan mudah, padahal mereka menggunakan kabut yang tidak dapat diserang.
“Pada dasarnya, elemen kabut merupakan elemen turunan dari air. Kabut berasal dari uap air yang berkumpul dalam satu titik. Karena turunan dari elemen air, tentu saja elemen tersebut sangat mudah membeku dan tersengat oleh elemen petir.” Ucap Zeno dengan matanya yang bergerak kanan kiri karena masih ada satu musuh yang tersisa.
Zeno kemudian mengangkat kembali Ice Sword yang terjatuh, dia kemudian menebaskan Ice Sword ke depan yang mana mengakibatkan kabut di sekelilingnya menghilang.
Saat ini yang ada di hadapan Zeno adalah dua orang yang sudah tidak dapat melawan lagi, salah satu dari mereka menatap tangannya yang hilang dengan darah yang berkucur dengan rasa tidak percaya.
“Tinggal satu orang lagi, tunjukkan wajahmu!”
Zeno menunggu dua menit, namun tidak ada respons dari satu orang yang masih tersisa. Dia kemudian menghampiri salah satu orang yang masih menatap kosong tangannya. Tanpa ragu, Zeno menempelkan ujung Ice Sword tepat di bawah dagu orang tersebut. “Keluar! Jika tidak, temanmu akan kubunuh.”
__ADS_1
Hal itu membuat Zeno kesal, pasalnya ancaman pun tidak membuat orang yang tersisa berani menampakkan diri. Terpaksa, Zeno pun benar-benar mendorong Ice Sword ke arah leher orang yang digunakan sebagai ancaman agar satu orang yang masih bersembunyi keluar.
Namun, saat hampir mengenai leher, tiba-tiba leher Zeno seperti terlilit sesuatu dari arah samping, bahkan dirinya juga tertarik sampai menuju pinggir kapal. Zeno menyadari bahwa yang melilit leher dan menarik sampai ke pinggir kapal, bahkan akan jatuh ke laut adalah tentakel. Entah, dia belum tahu pasti, hewan apa yang menariknya.