
Zeno mengikuti wanita rubah untuk menuju Selena yang entah hilang kemana, padahal ia baru saja mengikuti Selena, tetapi saat ia mengalihkan perhatiannya sekilas, Selena telah hilang bagai ditelan bumi.
Zeno masih tak henti-hentinya merasa takjub dengan dunia yang saat ini ia datangi, dengan tanah sebagai langit-langit membuat dunia bawah tanah ini menjadi prioritas apalagi seseorang ingin berkunjung. Tapi sayangnya tidak ada yang tahu rahasia dunia bawah tanah atau Metpoterina ini dari kalangan manusia kecuali Zeno dan Selena saja.
Tetapi itu jauh lebih baik apabila tempat seindah ini hanya diketahui oleh dirinya dan Selena, karena apabila tempat ini sudah menjadi rahasia umum, maka banyak tangan-tangan kotor yang jahil dengan merusak keindahan dunia Metpo, ditambah dengan beast yang jinak membuat para manusia tidak takut untuk melawan.
Tapi tidak ada yang menyangka, baik Zeno sendiri bahwa beast jinak seperti ini akan menjadi mengerikan apabila keberadaan mereka terancam, lebih tepatnya mereka juga tidak kalah jauh dengan sifat-sifat beast atau hewan pada umumnya.
“Zen.” Teriak Selena sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Zeno yang menuju ke arahnya.
Zeno ditemani dengan wanita rubah lantas menanggapi lambaian Selena dengan pergi ke arahnya dengan sedikit cepat. Selain itu, Zeno melihat Selena sedang duduk di sebuah gubuk dengan ditemani beberapa beast lainnya, Zeno menyangka bahwa para beast tersebut merupakan teman lama Selena seperti apa yang diceritakan wanita rubah
“Nona Selena, apakah itu teman yang kau maksud?” Kata Ragnru yang merupakan seekor kangguru sedang duduk di samping Selana.
“Dengan membawa dua pedang di belakang, itu sangat keren.” Ucap seekor kucing dengan menaruh kedua tangannya di pipinya.
“Kau terlalu berlebihan Lucy.” Sahut Rangru.
“Rangru, sepertinya kau harus lebih sopan kepada seorang tamu.” Kata Lucy menatap sinis Rangru.
“Ucapan kalian sepertinya tidak menerimaku ya.” Sahut Zeno yang datang.
“Tidak, jangan hiraukan ucapan Rangru Zen, ucapannya memang begitu apabila bertemu dengan orang baru.” Kata Selena sambil menggarukkan kepalanya.
Zeno yang mendengar itu hanya tersenyum dan bisa menerimanya, walaupun tatapan Rangru kepada dirinya sangat sinis seakan-akan kurang suka dengan keberadaan Zeno yang berada disini.
__ADS_1
Tapi Zeno tidak terlalu mempermasalahkannya, kemungkinan yang diucapkan Selena ada benarnya, yang mana Rangru memang kurang suka dengan orang baru, apa yang ia harus lakukan adalah bersahabat lebih dekat dengan Rangru agar tatapan dan sikap Rangru tidak terlalu sinis kepada Zeno sendiri.
“Jadi apakah kalian tidak mau berkenalan?” Tanya Selena.
Zeno kemudian mengangguk dan mengulurkan tangannya ke arah beast-beast di dekat Selena. “Zen, namaku adalah Zen.”
“Rangru.” Kata Rangru sambil menjabat tangan Zeno.
Menurut Zeno, Rangru tidak terlalu kaku, buktinya ia masih mau menjabat tangan Zeno tanpa jijik sedikitpun, setidaknya Zeno masih sangat segan ketika Rangru sendiri memiliki sikap hormat kepada orang lain.
“Namaku adalah Lucy.” Kata Lucy setelah Rangru melepaskan jabatannya.
Tangan Lucy sangatlah lembut menurut Zeno, dengan kaki ciri khas seperti kucing membuat Zeno merasa tidak ingin melepaskan jabatnnya dengan Lucy. Tapi sayangnya ia sadar, bahwa dirinya adalah manusia yang berbeda dengan Lucy yang merupakan beast seekor kucing.
“Jadi kalianlah teman lama Selena ya?” Sambungnya.
“Bisa dibilang begitu tuan Zen. Dahulu, Selena merupakan anak yang terlantar atau mungkin anak yang tidak diurus oleh ayahnya, sehingga nona Selena sendiri memilih untuk menelantarkan diri. Karena ia tidak memiliki apa-apa dan siapa-siapa, tidak ada harta untuk membeli makan, ia tergeletak di hutan tempat kalian masuk.”
“Untungnya terdapat Yunni atau kelinci penjaga yang membawa masuk nona Selena ke dalam dunia ini. Semenjak saat itu, nona Selena berteman dengan para beast disini terutama dengan ku dan Rangru yang menjadi teman terdekat.”
“Beberapa bulan setelahanya, nona Selena mencoba keluar dan kembali ke keluarganya, namun setelah itu kami tidak tahu apa yang terjadi.” Ujar Lucy yang menceritakan bagaimana Selena bisa menemukan dunia ini.
“Apa yang terjadi? yang terjadi aku tetap tidak diterima di keluargaku, sehingga aku memutuskan untuk berkeIalana selama bertahun-tahun, mungkin sudah hampir sekitar tiga tahun berusaha untuk membangkitkan elemenku.” Sambung Selena meneruskan cerita Lucy.
“Tapi nona Selena…”
__ADS_1
“Shut.” Kata Zeno memberi isyarat kepada Lucy untuk tidak melanjutkan ucapannya, untungnya isyarat Zeno kepada Lucy tidak diketahui oleh Selena.
Lucy mengerti apa yang Zeno maksud, memberitahukan yang sebenarnya akan membuat Selena sakit hati, walaupun Selena sudah tahu kebenarannya dan masih keras kepala.
"Rangru, kau dipanggil yang mulia ratu…. Oow, nona Selena ada disini, astaga nona Selena, sejak kapan kau berada disini? sepertinya aku telah melakukan kesalahan karena tidak membuat sambutan." Ucap seekor kelinci yang ukurannya jauh lebih besar daripada Yunny, atau mungkin ukurannya seukuran manusia seperti Zeno.
“Tidak perlu menyalahkan diri Anmu, aku disini hanya sedang memanjakan otak bersama temanku.” Ucap Selena kepada Anmu di hadapannya.
Anmu yang mendengar hal itu mendekat ke arah Zeno, dengan pandangannya dari kepala sampai kaki Zeno, melihat Anmu terlihat aneh menurut Zeno. Tapi Anmu sendiri itu tidak terasa aneh, karena sikapnya yang memang terlalu penasaran dengan hal baru.
“Tuan, apakah kau kekasih nona Selena.” Bisik Anmu dengan senyumnya di dekat Zeno.
Zeno menelan ludah setelah mendengar bisikan Anmu, ia mundur beberapa langkah sambil memonyongkan bibirnya. “Tidak, kami saja baru kenal beberapa hari yang lalu.”
“Sepertinya kau berbohong ya tuan, hehehehe.”
“Ah iya, Rangru, bukankah kau dipanggil yang mulia ratu?” Sahut Zeno setelah mengingat bahwa kelinci tersebut memerintahkan Rangru untuk pergi menuju yang mulia ratu, yang kemungkinan besar bahwa beast ini terdapat sebuah kerajaan yang merupakan pimpinan besar.
Zeno telah dibuat takjub selama beberapa kali di dunia ini, mulai dari aktivitas beast, serta terdapat kerajaan juga di dunia ini. “Ini benar-benar seperti negeri dongeng.” Itulah kata yang selalu ia batin berulang kali saat ia berada di sini.
Tapi ia masih penasaran, beast seperti apa yang menjadi ratu di dunia ini. Kemungkinan terbesar, ratu tersebut seharusnya sangat kuat seperti beast Singa, Harimau, atau mungkin Serigala? itulah yang membuat Zeno berpikir.
Di hutan elemental Beast, kemungkinan sistem seperti ini tidak ada, karena di dalam hutan memiliki hukum sendiri, yaitu siapa yang menang yaitu siapa yang berkuasa. Jadi tidak salah, beast satu dengan beast lain saling bermusuhan untuk memperebutkan gelar raja hutan di hutan elemental beast
Tapi tidak ada satupun yang tahu, bagaimana kondisi hutan elemental beast saat ini dengan satu orang yang mengambil alih hutan tersebut untuk melakukan sesuatu yang besar.
__ADS_1