Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Lebih parah dari Zeno


__ADS_3

Tetapi apa yang membuat Zeno sedikit terkejut yaitu, pedang dua jiwanya kembali mengeluarkan es, sehingga orang yang mengejutkan Zeno kini tubuhnya membeku kecuali kepalanya yang keluar di atas es.


"Hey, hey tenanglah, aku bukan lah roh sombong yang merupakan penghuni reruntuhan. Aku manusia sama sepertimu." Ucap seorang wanita yang membeku karena terkena serangan reflek dari Zeno.


"Kenapa kau diam saja? Apa kau ingin membunuhku dengan es mu yang dingin ini, cepat hilangkan." Sambungnya.


"Ini sangat berbahaya, kenapa kau memasuki reruntuhan ini?" Tanya Zeno dengan tatapan begitu sinis.


"Memangnya aku wanita lemah? Ayolah, Kau memang seorang pria, tetapi jangan merasa sok kuat tuan." Jawab wanita itu dibalik dinginnya es.


"Tunggu apalagi, tarik kembali es mu ini sebelum aku mati konyol karena kedinginan." Sambungan sambil mengembungkan pipi kanannya.


"I-iya baiklah, tetapi masalahnya, aku sendiri juga tidak mengerti bagaimana mengendalikan es itu, lagipula tadi aku tidak sengaja karena kau mengejutkanku." Ucap Zeno yang kini juga sedang kebingungan.


"Bagaimana bisa kau memiliki elemen es tetapi tidak bisa mengendalikannya. Begini saja, es merupakan cabang dari angin dan air. Kau pasti memiliki elemen itu, jadi kau bisa melelehkan es menggunakan air ataupun angin." Kata wanita itu begitu kesal.


Zeno kini menghela napas. "Benar-benar merepotkan." Lantas ia mengeluarkan sebuah air dan angin bersamaan dari kedua tangannya untuk melelehkan es. Bagaimanapun juga angin dan air sangat efektif untuk melelehkan es tetapi tidak secepat api.


Wanita itu bergerak melompat setelah es yang membekukannya itu sedikit lemah dan rapuh. Baju yang ia gunakan juga sedikit basah karena terkena dampak dari es yang mencair.


"Lain kali jangan sembarangan untuk membekukan ku." Teriak wanita itu sambil mengepalkan tangannya dan menunjukkan di depan wajah Zeno.


"Berisik, cepatlah keluar dari tempat ini." Sahut Zeno.


"Tidak-tidak, aku tidak akan keluar di sini, karena aku ingin mencari sesuatu di sini. Tetapi aku akan pergi menjauh dari mu." Kata wanita itu pergi berbalik arah meninggalkan Zeno.

__ADS_1


Zeno menghiraukannya menandakan ia tidak peduli dengan keberadaan wanita itu. Padahal Zeno sendiri sudah mengingatkan kedua kalinya agar tidak memasuki reruntuhan seperti ini, tetapi wanita itu sangat kepala sehingga Zeno juga harus membiarkannya.


Tetapi entah kenapa jika terjadi apa-apa pada wanita tersebut, Zeno juga tidak bisa diam saja. "Akh, lebih baik biarkan saja, dia yang ke sini kenapa aku yang harus menanggung resikonya."


Zeno akhirnya keluar dari ruangan tersebut, mencari kembali sesuatu yang istimewa di dalam reruntuhan ini.


Saat melanjutkan menelusuri reruntuhan, tiba-tiba Zeno mendengarkan sebuah pertarungan di dekatnya. Zeno lantas bergegas untuk mencari pertarungan itu.


Tidak disangka Zeno tidak sengaja melihat di balik tembok bahwa wanita yang ia temui bertarung dengan roh. Tetapi saat dilihat-lihat, wanita itu hanya menghindar saat roh itu mengeluarkan elemen petir dan mempermainkan pedang yang ia genggam tanpa mengeluarkan sama sekali.


"Akh." Teriak wanita itu setelah terlempar karena terkena Sambaran petir.


"Hanya dengan pedang, kau tidak akan bisa menghilangkanku." Roh tersebut tertawa terbahak-bahak setelah menyerang wanita tersebut. Kemudian roh tersebut berniat mengakhiri wanita tersebut dengan mengeluarkan sebuah bola api sebesar kepala manusia di tangan kanannya.


"Air: aliran penjara." 


Sebuah aliran air menyembur dari bawah tanah dan membuat roh di atasnya terbawa ke atas, namun roh tersebut perlahan juga turun menuju tengah-tengah aliran sehingga seakan-akan roh tersebut terpenjara.


Zeno menarik pedang dua jiwanya, di tebaskanlah pedangnya itu ke arah roh yang tidak bisa bergerak karena penjara air. 


Sebuah hembusan angin keluar dan menyerang roh. Bukannya menghilang, roh tersebut dengan mudahnya keluar dari aliran penjara dan mengeluarkan sebuah bola api di tangan kanannya.


Zeno kemudian juga mengeluarkan sebuah bola air di tangannya, ia juga berniat untuk mengadu antara bola elemen, tetapi Zebo juga sedikit menekan bola elemennya itu.


Walaupun musuh yang dihadapi menggunakan elemen api, tetapi Zeno benar-benar tidak bisa langsung meremehkan elemen roh tersebut, bisa jadi bahwa elemen api roh tersebut sangat kuat sehingga air milik Zeno menguap habis.

__ADS_1


Tetapi untungnya pemikiran Zeno salah. Karena saat ia membenturkan elemen airnya dengan elemen api milik roh tersebut, seketika api itu menghilang, dan sisa serangan bola air milik Zeno berhasil membuat roh itu terlempar dan menghilang.


Zeno kemudian menghampiri wanita tersebut yang kini sedang duduk sambil memijat kakinya yang sepertinya sakit.


"Apa kau bodoh? Roh hanya bisa hilang menggunakan elemen, tetapi mengapa kau hanya menggunakan pedang saja?" Kata Zeno dengan nada suara yang tinggi.


"Elemen, elemen, elemen." Ucap wanita itu berulang kali. "Aku sangat muak dengan semua elemen yang ada di dunia ini, terutama elemenmu yang tidak bisa kau kendalikan." 


Zeno sedikit terkejut, pasalnya wanita yang sebelumnya sangat ceria dengan wajah yang sangat menyenangkan kini menjadi suram dan penuh kebencian, apalagi saat Zeno menyalahkannya karena tidak menggunakan elemennya.


"Tunggu, apa maksudmu itu? Apa kau sebenarnya tidak memiliki elemen?" Tanya Zeno dengan nada suara yang ia rubah menjadi lembut.


"Iya, memang kenapa? Apa kau mau menghinaku? Silahkan saja! Ayo cepat lakukan! Itu memang makananku sehari-hari." 


Wajah Zeno menjadi suram, mulutnya melengkung ke bawah setelah mendengar kesah dari wanita dihadapannya. Zeno dahulu berpikir bahwa dirinya saja yang tidak mempunyai elemen, tetapi ternyata saat ini ada orang yang lebih tersiksa, karena tidak memiliki elemen hingga saat ini.


Air mata Zeno berkaca-kaca, ia sangat bersyukur Dewi Luna memberikan elemen kepada dirinya sendiri, tetapi rasanya kurang adil apabila elemen tersebut hanya diberikan kepada dirinya sendiri. Padahal, beberapa orang diluar sana tervonis tidak memiliki elemental, hal tersebut membuat tersingkirkan dari keluarga.


Zeno menebak, pasti wanita itu kesini untuk berusaha membangkitkan elemennya, padahal orang yang divonis tidak memiliki elemen tidak akan bisa bangkit, itulah yang dikatakan Fang Yoshi kepada Zeno.


Berbeda dengan kasus Zeno, memang, apabila Zeno tidak diberi elemen oleh Dewi Luna, besar kemungkinan bahkan seratus persen Zeno tidak memiliki elemen hingga saat ini. Tetapi untungnya Fang Yoshi hanya menganggap bahwa elemen Zeno mengalami gangguan, sehingga bisa keluar terlambat dan tidak tepat pada umurnya.


"Tidak, aku tidak akan menghinamu, sama sekali tidak akan." Zeno menghela napas panjang, dia begitu tahu bagaimana rasanya tidak memiliki elemen dengan lingkungan penuh penghinaan yang menyakiti dirinya.


Satu hal lagi yang mungkin tidak akan ceritakan kepada wanita yang ada di hadapannya, dimana sekuat apapun berusaha, elemen nya tidak akan bangkit. Karena apabila Zeno ceritakan, pasti itu sangat menyakiti hati wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2