Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Kemampuan Selena


__ADS_3

"Tidak, kau berbohong, dalam hatimu, kau juga menghinaku." Kata wanita itu dengan nada suara yang begitu tinggi.


Zeno meraih tangan wanita itu, kini ia membantunya untuk berdiri. "Bangunlah, aku bukanlah orang yang seperti itu." Ucap Zeno sambil meyakinkan kepada wanita tersebut.


Wanita itu dengan senang hati akhirnya menggapai tangan Zeno dan mencoba untuk berdiri, tatapannya kembali senang seperti sebelumnya setelah melihat tatapan Zeno yang tidak mencurigakan sama sekali.


"Asal kau tau, aku juga pernah berada di posisi mu." Batin Zeno.


Zeno dan wanita itu, akhirnya mereka berjalan bersama untuk mencari sesuatu yang istimewa agar elemen mereka muncul, tetapi wajah Zeno sangat sedih ketika wanita itu tidak akan bisa menggunakan elemennya selamanya, mungkin hanyalah keajaiban yang bisa membuat wanita tersebut memiliki elemental seperti bertemu Dewi Luna misalnya.


"Hey, siapa namamu?" Tanya Zeno melirik ke arah wanita yang ada di sampingnya.


"Selena, Kau sendiri?" Tanya Selena balik.


"Zen." 


"Apakah kau kesini untuk berusaha agar elemen mu bangkit." Tanya Zeno untuk memastikan perbuatan Selena untuk datang ke sini.


"Yah, benar, sudah beberapa negara aku kunjungi agar aku mempunyai elemen. Dan beberapa hari yang lalu aku tertarik menuju reruntuhan Zanfal, karena mungkin roh Zanfal bisa membantuku." Jawab Selena.


Zeno menghela napas, dia tidak menyangka bahwa perkiraannya ternyata benar. "Apakah kau tidak tahu, bahwa seseorang yang tidak memiliki elemen, sekuat apapun berusaha maka juga tidak akan bangkit." Batin Zeno karena ia tidak mau menanyakan hal tersebut kepada Selena.


"Berbeda denganku, aku memang bisa  membangkitkan elemen, tetapi itu merupakan pemberian Dewi Luna." Sambungnya dengan sedih sambil menatap Selena.


Tetapi ia melihat bahwa Selena terlihat memasang wajah yang cerah, seakan-akan dia tidak memiliki masalah sedikitpun.


"Kau merupakan wanita yang gampang melupakan masalah. Tunggu apa itu?" Ucapannya tidak terlanjutkan, karena ia mendengar sebuah Auman sejenis kucing besar yang sangat keras, bahkan Selena yang ada di sampingnya juga mendengar.

__ADS_1


Seekor singa dengan rambut yang berkobar seperti api, serta ekor nya membentuk sebuah lambang petir di ujungnya, bisa dipastikan bahwa hewan yang ada dihadapan Zeno dan Selena merupakan seekor beast penjaga reruntuhan Zanfal. 


Beast ini mungkin kasusnya sama seperti Ilohu, dimana ia tidak ikut mati saat tuannya mati, begitu juga dengan beast singa yang ada di hadapan Zeno, kemungkinan besar juga milik keluarga Zanfal.


"Biar aku saja. Lagipula itu hanya seekor beast dan bukan roh" Sahut Selena sambil menarik pedangnya dari selongsong.


"Tunggu! jangan bodoh!" 


Zeno menggertakkan giginya, ia melihat Selena masih tetap bersikeras untuk menunjukkan kemampuannya. Ia kemudian juga bergerak maju dan menarik pedang dari punggungnya.


Tetapi langkahnya terhenti dan mengurungkan niatnya untuk membantu Selena, sebabnya, ia melihat Selena begitu anggun dalam memainkan pedang. Bahkan, saat singa itu mengeluarkan elemen, baik petir maupun api, Selena bisa menghindarinya dengan cukup baik.


Terlihat bahwa beast singa juga kewalahan dalam melawan Selena yang hanya berbekal sebilah pedang. Zeno bahkan sampai tercengang melihat ilmu tentang penggunaan pedang milik Selena masih sangat jauh di atas kemampuan pedang Zeno.


Zeno menjadi tersenyum lebar setelah puas tercengang melihat kemampuan Selena. "Selena, mungkin kau tidak mempunyai elemen, tetapi kemampuan berpedangmu justru sangat baik."


Padahal saat singa tersebut berucap seperti itu, dia sudah merasa sangat kewalahan menghadapi Selena. 


"Manusia rendahan? Bukankah yang rendahan adalah beast sepertimu? Bahkan kau saja tidak bisa mengalahkanku walau aku hanya menggunakan pedang saja." Tawa Selena dengan begitu keras.


"Cih." Singa tersebut kembali mengaum, serta api di bulu kepalanya juga semakin membesar.


Walaupun begitu, Selena tidak gentar sedikitpun, tetapi masih terdapat hati yang tidak yakin pada diri Zeno yang hanya melihat saja. Rasanya kurang pas apabila ia hanya melihat pertarungan sengit. 


"Air: tarian naga, tahap pertama." Zeno menarik katana dari punggungnya, sebuah kepala naga berwujud air berada di ujung katana milik Zeno.


Zeno kemudian berjalan menyerang singa tersebut untuk membantu Selena, menari-nari menggunakan katana merupakan ciri khas teknik tarian naga yang Zeno keluarkan.

__ADS_1


Singa tersebut tampaknya semakin kerepotan dengan adanya Zeno yang ikut campur menyerang dirinya, apalagi dengan tarian naga, membuatnya tidak sempat mengeluarkan teknik elemen api maupun petir.


"Dasar manusia sialan, beraninya kalian mempermainkan ku." Singa itu mengaum dengan begitu keras. 


Gumpalan awan hitam perlahan muncul dari atas Zeno dan juga Selena, dan juga awan hitam itu mengeluarkan sebuah petir yang menyambar ke arah Zeno dan juga Selena.


Zeno dan Selena mencoba menghindari petir itu dengan cukup baik, tetapi kemampuan menghindar Selena jauh lebih gesit daripada Zeno, bahkan Zeno saja masih terkena Sambaran walaupun itu sedikit. Hal itulah yang membuat Zeno kembali tercengang dengan kemampuan Selena.


Zeno tidak tahan dengan awan petir yang terus menyambar, sampai kapan dia akan terus menghindar? apalagi kini ia juga melihat beast singa sedang memulihkan tenaganya sambil tersenyum melihat Zeno dan juga Selena menghindari tekniknya.


"Singa itu cukup bodoh untuk beristirahat, padahal dia bisa saja menyerang kita saat kita sibuk menghindari tekniknya." Batin Zeno sambil menghembuskan angin lembut yang membuat awan hitam menghilang.


Wajah singa berubah menjadi suram, ia tidak menyangka bahwa Zeno ternyata memiliki elemen angin yang sangat mudah untuk menghempaskan awan hitam milik singa itu. 


Selena kembali melangkahkan kakinya menuju singa tersebut, ia tidak ingin banyak berbicara yang membuat singa tersebut mendapatkan energi yang benar-benar pulih.


"Sial." Kata Singa itu berdiri, terpaksa ia harus menyerang Selena menggunakan taring dan juga cakar yang merupakan ciri khas seekor singa. Dia terpaksa melakukan itu karena mengarahkan semua elemen yang ia miliki kepada Selena akan membuatnya sia-sia dan kehabisan orka.


Tetapi, semua cakaran yang singa berikan kepada Selena bisa dihindari dengan cukup baik, bahkan Selena juga sempat memotong kuku tajam singa yang mencolok keluar dengan begitu gesit.


"Bagaimana bisa aku kalah oleh seorang manusia yang sama sekali tidak mengeluarkan elemen?" Teriak beast singa tersebut merasa kesal.


"Haha lemah, kini kau tahu siapa yang rendahan?" 


"Angin: tebasan tak terlihat, tahap kedua"


Sekejap, singa yang berdiri di hadapan Selena dengan bersiap kembali menyerang kini terlempar dengan kaki depan hampir terpotong, membuat singa itu berteriak kesakitan karena luka goresan yang cukup fatal pada kakinya.

__ADS_1


Selena kembali berlari ke arah singa yang terluka parah, dan juga tidak bisa berbuat apa-apa kembali. Sebuah pedang yang Selena tebaskan berhasil memenggal singa.


__ADS_2