
Zeno dan Fang Zhuo menatap sinis Selena memasang wajah yang begitu serius. Hal itu membuat Selena sedikit gemetar karena merasakan aura yang tak nampak keluar dari tubuh ayah dan anak di hadapannya.
“Katakan, siapa?” Sahut mereka berdua dengan tegas.
Selena menghela napas dan menghilangkan rasa gemetarnya, dia juga meyakinkan diri bahwa memberitahukan siapa yang mereka maksud adalah sebuah keputusan yang benar. Lagi pula, dia juga sangat dendam dengan orang tersebut, namun penyebab yang membuatnya dendam berbeda dengan Zeno dan ayahnya.
“Daizoru sialan itu. Sampai saat ini, si bajingan itu masih suka mencuri wanita hamil dan memperkosanya. Lebih tepatnya, dia mencuri wanita dari luar negara. Sehingga, di negara ini tidak ada yang tau bahwa Daizoru merupakan pria bejat, mungkin hanya anak buah dari negara ini yang tau.” Selena menjelaskan dengan raut wajah yang jengkel.
“Kenapa dia tidak menculik wanita dalam satu negara?” Selena bertanya, tapi tidak lama dia menjawab pertanyaannya itu sendiri. “Karena Daizoru merupakan saudagar kaya. Dia tidak mau ketahuan di negaranya sendiri sehingga membuat reputasinya rusak.”
“Tunggu sebentar Selena.” Zeno menatap Selena tajam, “Bukankah Daizoru itu ayahmu?” Dia teringat bahwa tuan Daizoru merupakan ayah Selena melalui informasi yang ia dapat saat berada di sini.
“Memang, dan aku sangat membenci dan berniat untuk membunuhnya.” Selena berkata dengan geram, “Itulah mengapa aku memberitahu kalian. Mungkin kalian bisa bekerja sama denganku untuk membunuh si bajingan itu.”
Zeno dan Fang Zhuo kembali menatap, mereka mendapatkan sebuah kesempatan yang bagus. Sehingga mereka mengangguki satu sama lain untuk bekerja sama dengan Selena yaitu membunuh Daizoru.
Zeno berpikir sejenak, dia tahu mengapa Selena sangat membenci ayahnya, pasti penyebabnya tidak lain karena Selena tidak memiliki elemen. Sebagai saudagar kaya, tentu saja Daizoru tidak mau menanggung malu karena memiliki anak yang tidak mau memiliki elemen.
Sehingga dia sangat kecewa dengan Selena sehingga memilih menelantarkannya. Bukannya warga sekitar protes atas tindakan semena-mena Daizoru, mereka justru mendukung apa yang dilakukan oleh Daizoru, karena mereka semua memegang prinsip bahwa elemen merupakan penentu kuat atau tidaknya seseorang. Sehingga jika tidak memiliki elemen, maka tidak jauh lebih buruk dari sampah.
“Baiklah, kami akan bekerja sama denganmu. Lagi pula kau membenci ayahmu karena masalah elemen, bukan?” Ujar Zeno.
__ADS_1
“Sepertinya begitu. Tapi jangan meremehkan orang tua itu, sebagai saudagar kaya, tentunya dia juga menyewa banyak orang kuat untuk melindunginya. Bahkan aku juga sangat kesulitan untuk membunuh Daizoru.” Selena menjelaskan.
“Jangan remehkan mereka pembunuh, Jenderal Zhuo merupakan jenderal terkuat di benua Artrik. Sedangkan Zeno, dia berhasil membunuh orang terkuat di benua Artrik.” Nora tiba-tiba datang mengganggu obrolan mereka bertiga.
Selana tidak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan Nora. Jenderal terkuat, dan pembunuh orang terkuat? Dia membatin bahwa pasangan anak dan ayah di hadapannya benar-benar mengerikan. Mungkin jika mereka bekerja sama, satu negara bakal mereka taklukkan dalam sekejap, yaah walaupun membutuhkan sebuah pasukan pastinya. Apalagi kediaman Daizoru, tanpa pasukan sekalipun, mereka pasti bisa mengalahkannya semalaman.
“Bagaimana malam ini? Kalian tidak punya waktu banyak kan?” Tanya Selena.
“Tentu saja, tepat pada tengah malam. Kita juga akan mengajak Turse si pemanah racun, dan Nora, mantan penyihir badai.” Kata Fang Zhuo.
“pemanah racun. Dan penyihir badai?” Selena tidak bisa untuk tidak bergumam, pasalnya dia benar-benar tidak bisa habis pikir. Teman-teman Zeno benar-benar hebat, setidaknya mereka memilik julukan tersendiri di asalnya. Sedangkan dirinya? Dia diberi julukan pembunuh abnormal, yang mana itu sama sekali tidak keren menurutnya.
“Melakukan pembantaian? Aku sangat suka pembantaian.” Nora berteriak kegirangan.
“Apa kau tau tukang racun? Kita akan melakukan pembantaian.”
“Bodoh.”
“Turse, kita akan melakukan pembantaian di sebuah kediaman. Karena ada sebuah dendam yang terbalaskan lima belas tahun yang lalu. Mungkin kau sudah lahir, karena umurmu tidak jauh berbeda dari Zeno.” Kata Fang Zhuo menjelaskan.
“Apapun untuk anda dan tuan Zeno. Aku, si Turse si pemanah racun siap melakukannya.” Turse membungkukkan badannya.
__ADS_1
Mereka berlima akhirnya mengangguk dan memutuskan malam nanti untuk melakukan sebuah pembantaian. Apalagi Fang Zhuo, dia tidak bisa memberikan sebuah kematian yang cepat kepada orang tersebut. Setidaknya, dia ingin memberikan sebuah siksaan yang pedih hingga memohon untuk dibunuh.
Karena bagaimanapun, masa-masa itu merupakan sebuah keadaan hatinya benar-benar rusak. Istrinya di bawa kabur secara paksa dalam kondisi mengandung, dan dia juga benar-benar tidak bisa memaafkan tindakan Daizoru yang memiliki nafsu bejat. Untung saja, istrinya tidak sempat di bawa ke tempat si bajingan itu.
Jika perlu, Zhuo berinisiatif untuk menyeret Daizoru dalam keadaan tangan dan kaki terikat, dari negara tanah sampai negara air. Tidak peduli apa kata orang bahwa dirinya bertindak seperti penjahat. Bagaimanapun, orang yang ingin dia seret jauh lebih jahat, bahkan melebihi Akram ataupun Rungdaf.
Tentu saja, Zeno juga sangat kesal dengan Daizoru, serta juga memiliki niat untuk tidak membunuh Daizoru secepatnya. Namun, apa yang dipikirkan Zeno berbeda dengan Zhuo, yang mana dia ingin menyiksa Daizoru dengan memotong keda tangan dan kakinya. Serta dia juga ingin memotong apa yang digunakan untuk melampiaskan nafsu bejatnya.
Dari lima belas tahun yang lalu sampai sekarang, menurut Selena, Daizoru masih melancarkan aksinya. Zeno benar-benar tidak bisa membayangkan, berapa banyak ibu hamil yang telah menjadi korban. Seratus? Seribu? Entahlah, yang pasti lebih dari itu.
“Sebagai saudagar kaya, tentunya kediaman tersebut memiliki nama keluarga. Apa nama keluargamu.” Zeno bertanya.
“ Yunshan, Daizoru Yunshan. Sampai saat ini aku tidak pernah menggunakan nama belakang itu lagi. Lagi pula aku sudah dibuang, jadi aku tidak memiliki nama keluarga itu.”
Apa yang dikatakan Selena benar. Menanyakan apa nama keluarga Selena merupakan suatu hal yang salah, dan sangat melukai hati Selena. Karena di keluarga itulah masa-masa suram Selena terjadi. Itu tidak juah berbeda dengan apa yang dialami Zeno. Dibuang dari keluarga merupakan suatu hal yang menyakitkan. Untung saja keluarga Agalia bukan keluarga asli Zeno. Sehingga sebuah kebahagiaan masih ada untuknya.
“Baiklah, kita pastikan, bahwa keluarga Yunshan akan hilang malam ini. Semua rasa geram kita terbalaskan, dan yang pasti tidak ada wanita hamil yang menjadi korban.” Zeno berkata dengan penuh semangat.
“Tunggu sebentar. Aku masih ada sesuatu yang membuatku penasaran.” Fang Zhuo mengerutkan dahinya sebelum menanyakan sesuatu. “Apa semua keluarga Yunshan tidak marah dengan kelakukan ayahmu. Terutama ibumu.”
“Tidak ada yang berani membantah si bajingan itu. Ibuku pernah marah, tetapi setelah itu dia dibunuh. Itulah salah satu penyebab yang membuatku ingin membunuh si bajingan itu.”
__ADS_1
Seluruh orang begitu terkejut setelah mendengar apa yang Selena katakan. Ibunya dibunuh oleh ayahnya? Tentu saja itu merupakan perilaku yang kurang ajar. Hal itu membuat Zeno menjadi semakin bersemangat membantai mereka yang disebut bajingan oleh Selena.