Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Dia masih hidup


__ADS_3

"Lantas, apa yang membuatku terkejut?" Tanya Fang Luo penasaran.


"Kaisar negeri air? Kaisar Hanzi Ares?" Jawab Zeno yang nampak kebingungan.


"Memangnya kenapa? Padahal kau baru saja dari sana, tetapi kenapa kau baru tau namanya." Fang Luo mengerutkan dahinya.


"Tidak, tapi aku baru tahu kalau ibuku ternyata mempunyai nama keluarga yang sama dengan Kaisar Hanzi." Ucap Zeno.


"Siapa nama ibumu?" Kata Fang Luo dengan memakan sebuah makanan di mulutnya.


"Arina Ares." 


Fang Luo berhenti mengunyah, dia memandang Zeno dengan seksama, melihat mata Zeno yang sepertinya berkata jujur. "Zeno, kau jangan bercanda!" Katanya setelah menelan makanannya.


"Memangnya kenapa? Aku tidak berbohong bahwa ibuku bernama Arina Ares." Zeno menjelaskan.


"Zeno, apa kau tahu siapa itu Arina Ares?" Tanya Fang Luo.


''Ibuku."


"Kau jangan sembarangan Zeno, Arina Ares merupakan putri dari Kaisar Hanzi, menantu Patriark Fang Yoshi, ibu Kaisar Fang Tan dan nona Fang Yuna. Dan kudengar dari ayahku, dia sudah dikabarkan meninggal lima belas tahun yang lalu dalam keadaan hamil tua." Fang Luo menjelaskan dengan begitu keras, sehingga mengakibatkan beberapa orang tertuju padanya.


Tubuh Zeno terasa sangat sejuk, dia mengalami di dalam tubuhnya seakan ada sesuatu yang mengalir dengan begitu deras. Dia merasakan bahwa telapak tangannya begitu berkeringat. Iya, tentu saja dirinya tahu apa yang terjadi. Elemen Airnya tiba-tiba bangkit setelah menyadari bahwa ada sesuatu yang membuat Zeno begitu terkejut.


"Kau tahu Fang Luo? Aku juga berumur lima belas tahun." Kata Zeno menarik tangan Fang Luo.


Rasa penasaran Zeno memuncak, dia ingin tahu yang sebenarnya tentang ibunya. Apakah memang benar bahwa ibunya merupakan menantu Fang Yoshi, itu membuat Zeno penasaran, dia hanya perlu menuju Kekaisaran dan mencari jawaban dari semua itu.

__ADS_1


Fang Luo melihat Zeno dengan begitu gelisah, seakan ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi Fang Luo juga masih penasaran tentang Zeno, apalagi setelah dia mendengar bahwa ibunya bernama Arina Ares.


Selama ini Fang Luo dan anggota keluarga lainnya tidak terlalu yakin bahwa Arina Ares belum meninggal, karena tidak ada makam Arina Ares di negara Air. Jadi Luo semakin yakin bahwa sebenarnya Arina Ares saat itu belum meninggal tetapi dikabarkan meninggal.


Dengan mengandung tua lima belas tahun yang lalu, ditambah dengan umur Zeno yang juga lima belas tahun, itu sudah cukup bukti yang kuat bahwa sebenarnya Zeno juga merupakan keluarga Fang.


Zeno menerobos para penjaga Kekaisaran, lebih tepatnya kali ini Zeno lah yang ditarik oleh Fang Luo, agar Zeno bisa lebih mudah untuk masuk seakan-akan Zeno lah yang diajak oleh Fang Luo.


Zeno dan Fang Luo tidak peduli apa yang terjadi, mereka berdua masuk di ruangan yang berisi oleh keluarga inti. 


"Siapa yang menyuruhmu Izin untuk masuk?" Kata Fang Rosh dengan begitu keras, sehingga membuat ruangan itu bergema.


"Zeno, Luo ada apa? Kenapa kalian tergesa-gesa berada di sini?" Ucap Fang Tan.


"Mohon maaf Kaisar, Patriark, para tetua dan lainnya yang berada di sini. Ada sesuatu yang ingin Zeno sampaikan." Kata Luo mewakili Zeno.


"Pergilah, penjelasan Zeno tidak akan penting di sini." Fang Rosh melambaikan tangannya, menyuruh Zeno dan Luo pergi.


“Tetua, biarkan Zeno berbicara.” Kata Fang Yoshi yang berada di situ.


Zeno menghela nafas begitu panjang, menghilangkan rasa lelahnya saat dia bergegas untuk datang kesini. LAntas dia pun berkata “Apakah menantu anda bernama Arina Ares?” 


“Zeno, kau jangan sembarangan menyebutkan orang yang sudah mening….” 


“Dia masih hidup.” Dia kemudian memandang Fang Rosh dengan begitu sinis, memotong pembicaraan Fang Rosh yang belum selesai untuk berbicara.


“Bagaimana kau tahu kalau dia masih hidup?”  Fang Rosh memandang sinis Zeno.

__ADS_1


“Karena dia adalah ibuku.” 


Beberapa orang yang berada di ruangan ini begitu terkejut setelah apa yang diucapkan oleh Zeno, tetapi berbeda dengan Fang Yoshi, Fang Tan, dan juga Fang Yuna, mereka bertiga malah tersenyum seakan-akan dia tahu apa yang terjadi.


“Kami bertiga memang sudah menduganya, wajah Zeno yang sangat mirip sekali dengan ibu membuat kami berpikir bahwa ibu sebenarnya masih hidup.” Fang Yuna memberikan sebuah penjelasan.


“Tunggu apalagi, segera jemput ibumu Fang Zeno.” Kata Fang Yoshi tersenyum.


“Sebelum aku menjemput ibu, aku ingin bercerita, tetapi mungkin Kakek sudah mengetahuinya. Sebelumnya, aku dan ibu tinggal di negeri Api di sebuah kediaman yang bernama Agalia, jangan berpikir bahwa kami hidup nyaman di sana, ibu dilakukan semena-mena, terlebih lagi oleh suami dan anaknya..” Zeno menjelaskan.


Fang Tan, dan Fang Yuna terlihat begitu kesal setelah mendengar cerita dari Zeno, bagaimanapun juga sebagai anak, mereka akan marah apabila ibunya diperlakukan semena-mena. Dalam hati terdalam mereka, mereka ingin sekali membunuh orang-orang di keluarga Agalia yang membuat ibunya menderita.


“Jadi izinkan aku untuk membantai sebuah kediaman yang bernama Agalia tersebut.” Zeno mengangkat tangannya, sebuah bola pusaran air keluar berputar di atas telapak tangan. Semua orang di ruangan ini hanya bisa membuka matanya dengan begitu lebar setelah mereka melihat apa yang terjadi.


Mereka mengira bahwa Zeno hanya seorang elementalis angin, namun siapa sangka bahwa Zeno kali ini berhasil membangkitkan sebuah elemen air yang selama ini Zeno cari di negeri ini. Zeno tidak perlu mencari teknik baru untuk menguatkan elemen airnya, untungnya pendiri negara memberikannya kemarin.


“Izin diberikan, kapan kau akan melakukannya?” Kata Fang Yoshi memberikan izin.


“Aku akan berangkat besok siang, dan akan tepat berada di sana pada malam hari, dimana orang-orang sudah tertidur.” Ucap Zeno.


Fang Yoshi tersenyum lebar, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Zeno yang terlihat sangat kejam ternyata adalah cucunya sendiri, tetapi itu yang memang ia harapkan, memiliki garis keturunan yang memiliki sikap baik, tetapi tidak memiliki ampun kepada musuhnya.


“Biarkan aku ikut, aku ingin sekali terlibat dalam pembantaian ini.” Kata Fang Yuna dengan berbicara begitu keras, seakan-akan dia terlihat marah dan ingin membalaskan dendam untuk ibunya.


“Sepertinya anak-anak ibu yang akan melakukan pembantaian, jadi biarkan aku untuk ikut.” Kata Kaisar Fang Tan.


Zeno dan yang lainnya menyetujui permintaan Fang Yuna dan juga juga Fang Tan, terlebih lagi Zeno pastinya juga paham bahwa mereka berdua ingin sekali bertemu dengan ibunya yang tidak pernah bertemu selama lima belas tahun. 

__ADS_1


“Baiklah, Zeno kau bisa tinggal di kekaisaran, tidak perlu untuk sungkan untuk apapun, karena kau kali ini benar-benar termasuk bagian dari keluarga kami. Dan untuk kau tetua, aku teringat dengan perkataanmu kemarin, bahwa kau mengatakan yang tidak-tidak pada ibu Zeno. Jadi kau tahu maksudku? ibu Zeno adalah adalah ibuku juga.” Ucap Fang Tan.


Tetua pertama yaitu Fang Rosh menelan lidah, dia benar-benar tidak menyangka bahwa akan terjadi hal seperti ini, jadi dia hanya menundukkan wajahnya dan meminta maaf kepada Zeno dan yang lainnya.


__ADS_2